Gadis Terbuang Milik Presdir

Gadis Terbuang Milik Presdir
Papa Sakit.


__ADS_3

Mobil terparkir dihalaman gedung pencakar langit milik LUZIO GROUP,Erina merinding melihat tingginya bangunan yang ada didepannya.


Semoga ruangannya tidak paling atas.


Gavin menggandeng tangan Erina memasuki pintu Utama gedung itu,otomatis semua karyawan menjadi menunduk hormat pada Presdir mereka.


Setelah Gavin dan Erina berlalu,mereka tampak heboh melihat wanita yang digandeng oleh Presdir mereka.


"Wahh cantik sekali istrinya Presdir kita,"


"Jadi memang sudah menikah ya."


"Aku iri padanya, Presdir tampan kita udah sold out."


Dan banyak sekali karyawan laki-laki yang terpesona dengan kecantikan Erina,berjalan berdampingan dengan Gavin membuat mereka menjadi pasangan yang sangat serasi.


"Sayang.. kenapa semua orang melihat begitu."


"Mereka memang suka menyapa jika aku lewat,dan aku baru pertama kali membawa kamu sayang,ya wajar saja mereka seperti itu."


"Kalau nona merasa terganggu akan saya bungkam mulut mereka."


"Hah.? tidak,tidak perlu.Biarkan saja itu kan hak mereka berpendapat tentang ku."


"Baiklah Nona."


"Sayang,jangan bilang ruangan kamu lantai paling atas."


"Memang kenapa kalau paling atas."


"Jadi benar.? tapi aku takut ketinggian."


"Memangnya aku suruh kamu ngelihatin kebawah, cukup duduk manis dan anggap kita dilantai bawah."


Haa.?? mana bisa begitu,bangunan tinggi yang lain saja hanya ujungnya yang nampak.


"Baiklah kalau begitu."


Saat mereka sampai didepan ruangan,Asisten pria menunduk hormat pada Gavin.


"Lihat baik-baik istri tuan muda,namanya nona Erina,jika lain kali ia datang langsung suruh masuk,tidak perlu menunggu." Ujar Daniel.


"Baik tuan."


Gavin menggandeng tangan Erina memasuki ruangannya,sedangkan Daniel masih membahas pekerjaan yang tertunda bersama dengan Asisten pria itu.


"Besar sekali ruangan kamu,tiga kali lipat dari ruangan ku."


"Dibalik lemari itu ada pintu yang terhubung ke kamar pribadi ku dan juga toilet,jadi tidak perlu keluar ruangan lagi,jika kamu mengantuk bisa tidur disana."


"Baiklah sayang."


Gavin melanjutkan pekerjaannya yang menumpuk karna ia tinggal pergi menjemput Erina,tidak terlalu banyak karna ia sudah menyelesaikan setengahnya sebelum berangkat.


Gavin sesekali melirik istrinya yang selonjoran dikursi miliknya,ntah kenapa mood nya baik saat ini,ia menjadi lebih bersemangat ditemani istrinya saat bekerja.


Sedangkan Erina sibuk membalas pesan dari Mala,begitu banyak pertanyaan dari gadis itu pada Erina. Erina bersyukur memiliki Mala ditoko.. jika tak ada Mala ntah apa yang terjadi pada toko nya, dua Minggu dia menghilang.. makanan yang seharusnya terjual pasti akan ada yaang kadaluarsa.


Terimakasih Mala,mba ga tau kalau ngga ada kamu ditoko mba.


"Sayang aku mengantuk,boleh aku tidur didalam."


"Sebentar lagi makan siang,nanti saja selesai makan siang baru tidur,, jika mengantuk kemarilah."

__ADS_1


Erina menghampiri Gavin dimeja kerjanya.Gavin menarik tangan Erina dan mendudukinya diatas paha Gavin.


"Sayang nanti ada orang yang masuk," ujar Erina panik, posisi ini sangat intim dalam situasi sekarang.


"Tidak ada yang berani masuk sebelum aku mengizinkan,jadi kamu tenang saja,diam dan patuh."


Erina hanya bisa menurut duduk dipangkuan Gavin, badannya yang kecil membuat dia seperti anak kecil dipangkuan Gavin.


Gavin kembali fokus dengan kerjaannya, sedangkan Erina hanya duduk memperhatikan yang dilakukan suaminya,


Tringgg.. ponselnya berdering.


"Halo.."


"Halo Erin,ini Papa."


Deg. Ini bukan mimpi,papa menelpon ku.


"Erin kamu dengar.?"


"Ah iya pa,maaf ada apa ya." Erin terharu,ia sangat merindukan suara ayahnya.terlepas dari semua perlakuan sang ayah.


"Bisa kah kamu mengunjungi papa,kemarin papa baru pulang dari rumah sakit,ntah kenapa papa memikirkan kamu."


"Apa ? papa sakit,baiklah.. Erina akan kesana sekarang,papa tunggu Erin."


Erina mematikan telepon nya,ia melirik suaminya yang dari tadi menguping pembicaraan Erina dan Bramantyo.


"Sayang.. boleh aku menjenguk papa ,dia sedang sakit.. dia merindukan ku."


Cih.. merindukan apanya,terbentur apa kepalanya hingga bisa merindukan Erina.


"Baiklah,tetapi harus diantar oleh Daniel,makan malam nanti aku akan kesana menjemput mu."


Erina terlonjak senang, "Terimakasih sayang," Erina mencium bibir suaminya,lalu mengambil tasnya.


"Silahkan Nona."


"Terimakasih Daniel "


Mereka meluncur menuju kediaman Bramantyo, setelah mengantar Erina, Daniel kembali ke perusahaan. Saat Erina melangkahkan kaki ke pintu Utama, tiba-tiba seorang Gadis membuka pintu .


"Kakak.."


Hah .? sejak kapan Rasty memanggil ku kakak.


"Papa sudah menunggu mu,ayo kak."


Rasti menggandeng tangan Erina memasuki kamar utama,, Erina yang masih tidak percaya atas sikap Rasty hanya terdiam saat Rasty Manarik tangannya.


"Papa.." Erina terkejut melihat alat pernafasan yang berada ditubuh sang ayah.ia tidak menyangka jika sakit papanya separah ini.


Erina berlari dan menggenggam tangan keriput papanya. "Papa baik-baik aja.?"


"Maafkan papa Erin,aku bukan papa yang baik untuk mu."


"Sudahlah pa,bukan saatnya meminta maaf, kesehatan papa nomor satu saat ini "


Erina lumayan lama berbincang dengan sang ayah, setelah ia pastikan sang ayah tertidur, Erina keluar dari kamar untuk makan siangnya.


"Rasty, kamu ngapain.?" Sejak kapan ia menyentuh dapur.


"Aku memasak makanan untuk kakak dan aku,Kaka belum makan siang kan ".

__ADS_1


Setelah memasak Rasty duduk dimeja makan bersama Erina.


"Ras,kemana mama dan Randy .?"


Rasty berhenti makan,ia meletakkan sendok dipiringnya.


"Mama pergi kak.. kalau kak Randy menggantikan papa diperusahaan."


"Pergi kemana.?"


"HM.. aku nggak tau,dia kabur setelah menjual ku." Rasty bergetar menahan tangis.


"Kabur.? menjual mu.? apa maksudmu Ras," Erina sangat terkejut.


Rasty menangis menutup wajahnya,ia tak sanggup melanjutkan pembicaraannya .Erina yang melihat itu langsung mendekat dan memeluk tubuh adik tirinya itu.


"Kamu kenapa Rasty,cerita pada ku."


"Mama kak.. mama menjual ku pada temannya,dia bilang bahwa aku akan dijodohkan dengan anak temannya,dia bilang mereka kaya raya,namun saat aku datang kesana,mama malah meninggalkan aku berdua dengan teman nya,, Awalnya aku tidak mengerti,sampai saat temannya membawa ku kesebuah kamar, disana ada seorang lelaki sedang menunggu ku ditempat tidur. Tante itu mendorong dan mengunci ku bersama lelaki itu,setelah itu hiks ." Rasty kembali menangis


Erina pun ikut menangis,ia tidak menyangka anak kesayangan dirumah ini menjadi korban keserakahan ibu nya sendiri.


"Apa papa tau."


"Tau kak,karna itu papa jadi seperti sekarang. Hidupku hancur kak.. aku tidak punya masa depan lagi."


"Rasty kamu jangan bicara seperti itu,hidup tidak berhenti sampai disini,kamu harus kuat. ada aku, Randy dan juga papa. Jika semua orang membenci mu, kami yang akan memeluk mu " ujar Erina.


Rasty sangat terharu,ia memeluk Erina.. ia menyesali semua perbuatannya pada Erina dulu,ia menjahati Erina setiap waktu,kini dia sendirilah yang menderita.


"Maafkan aku kak.. selama ini aku selalu jahat pada kakak,aku.. aku bukan adik yang baik. Dan kini aku hanya benalu dihidup kalian,aku aib buat kalian." ucap Rasty menangis sejadi-jadinya.


"Cukup sayang.." Erina memeluk Rasty. "Dengarkan kakak! kami tidak pernah memandang kamu sehina itu, kami tidak akan meninggalkan mu apapun yang terjadi,jangan merasa sendirian. Ingat kita bersaudara."


"Aku sedang belajar untuk berdamai dengan diriku.. Aku bahkan ke psikiater untuk menyembuhkan trauma ku,aku tidak berani keluar rumah. Kak Randy yang selalu menguatkan aku kak,Sampai saat ini,aku tidak bisa tidur dengan nyenyak,kejadian itu menghantui ku."


"Kau tau siapa yang memperkosa mu.?"


"Aku tidak mengenalnya."


"Kalau teman mama yang membawamu pada lelaki itu,apa kamu mengenalnya "


"Kenal.. dia teman dekat mama."


"Kamu tau alamat rumahnya."


"Jangan kak,jangan kesana.. aku tidak ingin menyeret Kak, biarlah.. aku tidak ingin berhubungan lagi dengan mereka "


"Rasty,ini tidak bisa dibiarkan.Ini sangat keterlaluan. Aku akan menyeretnya kepenjara."


"Bagaimana caranya kak,sudahlah lupakan kak.. "


"Kamu tau kan suamiku bukan orang sembarangan, aku akan sangat mudah mengadilinya. Serahkan pada kakak mu."


"Tapi kak.."


"Rasty.. pikirkan lagi,jika kamu sampai hamil,kamu yang paling akan menderita,setidaknya kita buat mereka mendapatkan balasannya."


Ntah apa yang dipikirkan Erina,ia dengan membara ingin membalas kejahatan orang pada dirinya dan juga keluarga nya,ia belajar dari pengalaman yang baru dia dapatkan dari Luna. Jika tidak melawan kitalah yang akan kehilangan semuanya.


**Bersambung..


...Jangan lupa LIKE, VOTE,dan KOMEN nya yang selalu Author tunggu....

__ADS_1


...Terimakasih telah membaca,Klik FAVORIT untuk mendapatkan Notifikasi selanjutnya....


...Love U tomat ❤️❤️❤️**...


__ADS_2