Gadis Terbuang Milik Presdir

Gadis Terbuang Milik Presdir
Kritis


__ADS_3

Digerai makanan Mila sedang melahap makanannya,ia melihat beberapa orang berlari dan tampak heboh.Salah satu orang yang melihat langsung membicarakan sesuatu dengan pengunjung yang lainnya,


"Ada apa ya." karna Erina,Salsa,dan Karin tidak balik-balik,Mila merasa ada yang aneh dan bertanya pada pengunjung lain apa yang terjadi, mendengar ciri-ciri orang yang dikatakan pengunjung itu, jantungnya berdetak dengan kencang.


Tanpa pikir panjang Mila berlari kearah kerumunan itu dan mendapati Salsa sedang melakukan pertolongan pertama pada Karin.


"Kak karinn..!! apa yang terjadi hiks.." ucap Mila yang syok setengah mati,tangannya gemetar menyentuh wajah saudara kembarnya.


"Kak Karin jangan tinggalin aku kak..!! ku mohon jangan tinggalin Mila..!!!Bangun kak!!" ucap Mila histeris.


"Karin masih hidup Mil, sebentar lagi ambulans datang." ucap Salsa cemas.


Selang berapa menit ambulans datang membawa Karin,Salsa langsung masuk kedalam ambulans, Mila yang hendak ikut ditahan oleh Salsa.


"Mila dengar kakak,Kamu bawa tas Karin dan bawa mobilnya menuju rumah sakit Pratama,oke." ujar Salsa.


"T-tapi kak,aku ingin dekat kak Karin.." ucap Mila terisak.


"Mil,kita tidak punya banyak waktu,Karin pasti akan baik-baik saja, Please lakukan yang kakak katakan.. oke.." ucap Salsa.


"Baiklah kak,Mila akan segera menyusul." ucap Mila turun dari mobil Ambulans.


Ambulans pun langsung menuju rumah sakit Pratama,dengan Alat seadanya Salsa memeriksa keadaan Karin.Salsa langsung menangis.. ia menggenggam tangan Karin sekuat tenaganya.


Erina yang benar-benar syok dan takut melihat apa yang terjadi pada Karin hanya terkulai dengan lemas,ia langsung dibius saat berusaha mengambil alih mobil untuk berhenti.Air matanya terus mengalir tanpa henti, takut,cemas,bersalah.. semua bercampur jadi satu.


Karin maafkan kakak,kakak mohon kamu baik-baik aja.. - Erina.


Ambulans tiba di pintu utama rumah sakit Pratama,beberapa dokter dan perawat dikerahkan untuk menangani Karin,, Saat mereka mendengar bahwa wanita yang sekarat ini adalah Adik kandung dari Pemilik rumah sakit,mereka langsung bergegas mengambil tindakan cepat untuk menyelamatkan nyawa Karina,yang berarti menyelamatkan nyawa mereka juga.


"Ada apa ini.. Salsa kamu kenapa.." ucap Rey cemas melihat Salsa berantakan.


Salsa yang melihat Rey langsung menangis memeluk Rey,"Heii.. kamu kenapa ini,siapa yang sedang di operasi.. ibu mu.?" tanya Rey pada Salsa.


Salsa hanya menggeleng dan mengambil nafas dalam,"Yang didalam itu.. k-karin " ucapnya gemetar.


"Apa?.." darah Rey berdesir mendengar nama Karina. "yang di ruang operasi sekarang adalah Karina." ucap Rey tak percaya..


Salsa yang hanya menangis sambil mengangguk membuat Hati Rey sakit,kakinya mendadak lemas dan ambruk dikursi.. Matanya memanas mengeluarkan butiran bening. "Kenapa ini bisa terjadi.. Ada apa Sa.!!Karin ku,bagaimana bisa Karin ku berada diruang oprasi..!!" ucap Rey berteriak,ia benar-benar tidak bisa menahan sesak yang ada didadanya.


Salsa hanya bisa menangis mendengar teriakan Rey untuknya..


Mila sedang memungut tas Karin,ada bercak darah Karina pada tas selempang nya itu.. tangannya gemetar memegang tas kakaknya,ia melihat sekeliling lagi dan mendapati jepitan rambut milik Karina yang sudah patah.. "Apa yang terjadi kak.." ucap Kamila terisak. Saat Mila mau menuju ke parkiran,seorang pengunjung memanggilnya.


"Dek maaf.. itu sepertinya punya keluarga adek juga.." ucap salah satu pengunjung menunjuk tas yang talinya sudah putus.


Mila sangat mengenal tas itu, "Ini milik kak Erin," Mala yang hampir lupa bahwa ia tidak melihat sosok Erina sepanjang kejadian. Karina memungut tas itu,disamping tas Erina,Mila menemukan kancing baju berlogo kalajengking,, Mila langsung saja mengambil kancing itu dan tas Erina yang sudah Putus.

__ADS_1


Kemudian ia pergi menggunakan mobil Karina menuju rumah sakit Pratama. Sesampainya ia dirumah sakit langsung saja berlari dan menemukan Salsa disalah satu ruang Operasi.


"Kak salsa..!!! bagaimana kondisi kak Karin.." ucap Mila menangis.


"Dia masih diruang oprasi,butuh waktu empat jam lagi untuk mengetahui kondisi Karin." ucap Salsa.


Rey hanya diam seribu bahasa,ia tidak memperdulikan yang terjadi disekitarnya,pikirannya hanya pada Karin. Ku mohon tetaplah hidup,aku bahkan belum menyatakan seluruh isi hati ku. - Rey


"Kak Erin.. dimana kakak ipar ku kak Sa.." tanya Mila pada salsa.


Belum sempat Salsa menjawab,ponselnya berdering.Matanya membulat melihat siapa yang nelpon.


"Sebentar kakak jawab telpon." ucap Salsa lalu menjauh ketempat sepi.


"Kau gila.!! kenapa kau celaka adik Gavin.!!" ucap Salsa emosi pada Andre,ia tidak menyangka kalau Karin akan celaka.


"Sssttt.. aku tidak niat mencelakai siapapun,dia lah yang melemparkan tubuhnya ke mobil,anak buah ku tidak bisa mengelaknya." ucap santai Andre.


"Dasar brengsek.!! kau menambah masalahku!!" marah Salsa.


"Aku tidak menambah masalah mu,sebaliknya aku membantu mu." ucap Andre.


"Apa maksud mu." ucap Salsa heran.


"Gadis itu sudah melihat wajah anak buah ku dan plat mobil mereka,kalau sampai ia membocorkannya ke polisi bukan hanya aku yang tertangkap,namun kau juga akan terseret."


"Kau dokter kan,kau pasti bisa memastikan kondisi dia.. kau buat saja dia lumpuh atau sebagainya." ucap santai Andre.


"Itu tidak perlu." ucap Salsa datar "Dia mengalami benturan sangat keras di kepala nya, sepertinya pembuluh darah di otak nya ada yang pecah. Melihat kondisinya aku tidak yakin ia akan bangun,mungkin saja dia akan koma. sekalipun bangun,ia akan lumpuh." ucap Salsa.


"Kalau gitu bagus.itu akan memudahkan mu,kau pasti tau apa yang aku maksud," ucap Andre. "Sekarang kita sudah impas,urus lah urusan mu sesuai kemauan mu, aku akan mengurus urusan ku,Blok nomor ini,anggap kita tidak pernah mengenal sebelumnya." Andre mematikan telpon itu secara sepihak.


Salsa langsung menghapus panggilan masuk dan memblokir nomor Andre,ia kembali keruang tunggu oprasi. Mila masih menangis menunggu saudara kembarnya dalam ruang oprasi,dia terus menghubungi Gavin dan juga Daniel,namun tidak ada dari mereka yang mengangkat panggilan telepon nya.


Di rumah mewah milik Andre,ia tengah menunggu kedatangan Leo yang bertugas membawa Erina. Rumah mewah yang ia beli sendiri tanpa sepengetahuan orang tuanya,sebab tidak mungkin ia membawa Erina kerumah keluarganya,sopir dan pelayan disana pasti akan curiga.


Mendengar suara mobil masuk, Andre langsung berlari keluar,ia melihat tubuh Erina yang terbaring dikursi penumpang.


"Kenapa dia," tanya Andre sedikit emosi melihat anak buahnya merangkul tangan Erina.


"Dia berusaha melawan bos,dan menyakiti dirinya sendiri.,jadi kami membiusnya." ucap Leo.


"Baiklah kalian bisa pergi." Ucap Andre yang menggendong tubuh Erina memasuki kamar nya.ia memerintahkan pelayan wanita membersihkan tubuh Erina.


Setelah selesai oprasi,dokter memindahkan tubuh Karina keruang ICU,Rey yang menerjang ingin masuk dihadang oleh dokter dan perawat.


"Tenangkan diri anda tuan Rey,, bisa kita bicara..? dan kalian berdua juga bisa ikut." jelas dokter.

__ADS_1


Mereka bertiga sudah duduk di ruangan dokter yang baru saja mengoperasi Karin.


"Kondisinya nona Karin kritis,kami sudah menghentikan pendarahan di kepala nya,tuan Rey dan dokter salsa pasti tau apa dampak dari pecahnya pembuluh darah." jelas dokter.


"Memangnya apa dampaknya dokter,kakak ku akan baik-baik saja kan.." ucap Mila.


"Kami semua berharap Nona Karina bisa baik-baik saja, namun kini kondisinya kritis,kita akan tau saat nona Karina melewati masa kritisnya nanti,Yang kita bisa lakukan adalah berdoa untuk nona Karina agar dapat melewati masa kritis nya" ucap dokter


Mila yang mendengar itu hanya bisa menahan tangisnya, bagaimana bisa kakak kembarnya kini berada diantara hidup dan mati.


Setelah panjang lebar mendengar penjelasan dokter,akhirnya Mereka menuju keruangan ICU dimana Karin dirawat..


"Kak Salsa.. kakak tidak menjawab pertanyaan ku tadi,kemana kak Erin..? kenapa aku tidak melihatnya." ucap Mila sendu.


"Erina kabur bersama pria lain." ucap Karin.


Rey dan Mila yang mendengar ucapan Salsa sangat terkejut,bagaimana mungkin kakak iparnya itu mengkhianati suami dan adik iparnya.


"Itu gak mungkin kak.. Kak Erin sangat mencintai kakak ku.. itu mustahil." ucap Mila.


"Maksud mu Nona Erina kabur bersama pria lain?apa Karin bisa seperti ini karna mereka.?" ucap Rey yang tidak percaya sama sekali.


"Iya.." ucap Salsa.


"Kau pasti berbohong,jangan mengada-ada Salsa." ucap Rey dingin.


"Tapi inilah kenyataannya,aku juga tidak percaya awalnya,namun saat aku keluar dari toilet,Erina sedang berada didalam mobil bersama seorang pria,ia bahkan melihat Karin yang sudah tergeletak namun tidak berbuat apapun malah pergi begitu saja,aku menyimpulkan Karina di tabrak oleh mereka." ucap Salsa berusaha meyakinkan.


"Bisa jadi kak Erin diculik kak,ga mungkin kak Erin sejahat itu sama kami." ucap Mila yakin.


"Terserah kamu mau percaya atau tidak,itu lah yang terjadi sebenarnya Mila." ucap Salsa tak mau kalah.


"Kalian tidak usah berdebat, sekarang yang harus kita lakukan adalah berdoa semoga Karin bisa melewati masa kritis." ucap Rey. "Masalah Nona Erina,kita tidak tau apa dia diculik atau sengaja pergi sesuai yang dikatakan Salsa." ucap Rey.


"Mila sudah menghubungi kak Gavin puluhan kali,tapi tidak masuk kak,begitupun kak Daniel.. hanya kak Gavin yang bisa menemukan kak Erin." ucap Mila.


Salsa yang mendengar ucapan Mila merasa takut,ia tidak ingin usahanya sia-sia. "Aku tidak bisa membiarkan Gavin menemukan Erina"


"Daerah proyek Gavin sedang dalam cuaca buruk, Daniel memberikan info padaku sebelum pergi,mungkin saja sinyal disana sedang tidak bagus.." ucap Rey.


Mila mendekati pintu ICU dimana tubuh Karin dirawat,ia melihat wanita berwajah mirip dengannya sedang berjuang diantara hidup dan mati. "Jangan tinggalkan aku kak,kuatlah demi aku dan demi kak Gavin.. dan hanya kakak yang tau kemana kak Erin pergi.. Ku mohon kembalilah kak ." lirih Mila dalam hati,ia hanya bisa menangis merasakan sesak didadanya. Namun ia harus kuat,selama ini Karin lah yang selalu menjaga Mila, sekarang saatnya Mila yang menjaga Karin.


...**Bersambung......


...Jangan lupa LIKE, VOTE,dan KOMEN kalian yang selalu Author tunggu....


...Terimakasih telah membaca,Klik FAVORIT untuk mendapat Notifikasi GTMP...

__ADS_1


...Love U Tomat❤️❤️❤️**...


__ADS_2