
"Apa kau menyesal ?" Sebuah suara mengejutkan Sinta.
"Ah tidak,mana mungkin aku menyesal,aku sudah membuat dia cukup menderita selama ini,Aku tau Bramantyo selama ini sangat menyayangi Erina,dia sangat tersiksa membenci buah hati nya bersama Indah,ditambah lagi.. putri bungsunya sudah ku hancurkan masa depannya "
"Terus kenapa kau berubah semenjak kejadian itu, Kau tau kalau anak kita berdua hanyalah Randy,sedangkan gadis bungsu mu itu hanyalah anak mu dengan Bramantyo. Tak usah peduli dengannya "
"Tapi bagaimana pun dia darah daging ku,aku bertaruh nyawa untuk melahirkan nya,semua kasih sayang yang aku berikan selama ini untuknya semua itu tulus dari hati ku," bibir Sinta bergetar menahan tangis.
Lelaki itu memeluk Sinta dari belakang,ia melepas perlahan baju tidur yang dikenakan oleh Sinta,, ia menciumi tengkuk wanita itu, menghembus kan nafas dingin yang membuat bulu kuduk Sinta merinding.
"Kau lupa bagaimana dia menghina mu,dan lebih memilih bersama indah,kau lupa tangisan dimalam pertama mu dengannya,dia menikmati tubuh mu.. namun menyebut nama mantan istrinya."
Lelaki itu sudah menanggalkan semua pakaian yang dikenakan Sinta,hanya tertinggal dalaman saja. perlahan ia menarik Sinta berbaring ditempat tidur.
"Aku tidak pernah lupa itu," ujar Sinta menangis, namun cepat di hapus oleh lelaki itu.
"Hanya aku lah yang tulus memberikan semua cinta ku pada mu,belaian dan kehangatan yang tidak kau dapatkan dari Bramantyo,kau didapatkan semua itu dari ku."
Lelaki itu menciumi leher jenjang Sinta,ia membuka perlahan bra yang dikenakan oleh Sinta. Sinta yang tak bisa apa-apa menikmati setiap sentuhan yang diberikan lelaki ini pada tubuhnya.
Sentuhan kenikmatan ini yang selama ini ku cari,aku akan sangat bahagia kalau ini adalah kau Bram.
"Ahh.. kau.. sangat mengerti aku. Teruskan sayang." meracau Sinta yang sudah merasakan kenikmatan duniawi.
"Sebelum aku melanjutkan,berjanjilah.. jangan pernah melihat kebelakang. buang rasa kasihan mu.. dia darah daging orang yang membuat kau menderita, hanya Randy lah anak kita satu-satunya."
Tubuh Sinta sudah memanas,tak ada sehelai benang pun yang menempel ditubuh nya, Lelaki itu sangat tau kelemahan Sinta .. dia adalah wanita malang yang merindukan kehangatan,kelainan hipersex yang dialami Sinta membuat dia mencari seseorang yang bisa memuaskan hasratnya,tidak peduli apa yang dia lakukan asal hasratnya terpenuhi.
"Aku berjanji,tak akan aku lepaskan begitu saja, akan ku hancurkan apapun yang ia sayangi,termasuk anak ku sendiri " ucap Sinta disela kenikmatan nya, yang ia pikirkan hanyalah kepuasan hasratnya.
"Itu baru wanita ku,kau sudah melakukan hal yang tepat sayang .." lelaki itu langsung mencumbu seluruh tubuh Sinta,ia sangat pandai membuat Sinta hampir gila karna kenikmatan,,
Sinta yang sudah diambang kenikmatan menarik lelaki itu dan melakukan penyatuan tubuh mereka,rintihan terdengar jelas dari sebuah kamar apartemen, Tempat tinggal mereka selama ini.Bahkan sebelum Sinta menikahi Bramantyo.
Sebulan kemudian,Gavin melakukan pemeriksaan terakhir Erina,ia mengecek luka pasca oprasi istrinya, selama sebulan penuh ia merawat istrinya dirumah, Gavin bahkan 24 jam berada disamping Erina.
Mila sudah pulang ke Mansion,namun ia sama sekali tidak menghiraukan Erina,Erina hanya pasrah tidak bisa memaksa Mila untuk berbicara padanya walau sebentar.
"Sayang kamu baru saja sembuh,jangan buat luka yang baru lagi,ingat."
"Iyaa sayang,aku akan mengingat nya."
"Baiklah kau pulang lah bersama sopir, aku akan langsung menuju Kantor ku,aku akan pulang sore."
"Baiklah sayang."
Erina menaiki mobil yang disediakan Gavin,sedangkan ia pergi ke kantor bersama Daniel.
"Pak,bisakah kita ke rumah sakit Pratama."
"Tapi nona,Tuan muda bilang harus mengantar anda langsung ke Mansion."
"Iya saya tau itu pak,saya hanya ingin bertemu dengan nona Salsa,sebentar saja pak,bapak bisa menunggu saya diparkiran,tidak akan lama 15 menit saja "
Supir itu tampak ragu,namun karna yang akan ditemui nona muda nya adalah orang terdekat tuan nya,dia memperoleh kan Erina singgah kerumah sakit Pratama.
Erina berjalan memasuki rumah sakit,beberapa dokter yang sudah mengenalnya langsung membungkuk kan badan pada Erina ,Erina membalas mereka dengan canggung.
__ADS_1
Aku belum terbiasa dengan sikap seperti ini. Ah itu dia ruangan Salsa.
"Permisi nona Erina,dokter Salsa baru saja selesai melakukan oprasi,mungkin beberapa menit lagi dia akan kembali, silahkan tunggu didalam saja."
"Ah baiklah, terimakasih sus.".
Erina melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan Salsa,ia melihat-lihat alat-alat kerja Salsa yang tersusun rapi ditempatnya.
Salsa sangat keren,pekerjaannya sangat mulia.. Aku jadi ingat pernah mengatakan pada mama kalau aku ingin menjadi dokter.
Erina tidak sengaja menyenggol berkas Salsa,saat ia ingin merapikan,ia menemukan foto sepasang anak kecil laki-laki dan juga perempuan saling berpelukan dan tertawa,tampak mereka sangat bahagia difoto itu.
Ceklekkk..
"Erina..? ada apa datang kesini.? " Salsa melotot melihat Erina memegang album fotonya,lalu merebut paksa dari tangan Erina.
"Jangan menyentuh barang ku.!"
"Maaf-maaf,aku tak sengaja menyenggol ini,dan ada foto ini,aku tidak bermaksud mengusik barang mu "
Salsa melihat Erina dengan tidak suka,ia dengan cepat menormalkan raut wajahnya agar tidak terlihat oleh Erina.
"Yasudah tidak apa-apa,kalau boleh tau ada apa menemui ku."
Erina duduk dikursi pasien,diikuti dengan Salsa yang duduk di kursi kerjanya,
"Bisa kamu jelaskan obat apa ini.?" Erina menyodorkan obat yang Salsa beri waktu itu.
"Sudah aku katakan kan,itu obat penyubur kandungan,Aku.."
"BOHONG.! jangan membohongi ku lagi Salsa,kenapa kau melakukan semua ini "
"Hah.? yasudah.? Santai sekali kamu berbicara,aku hampir mati oleh Gavin karna obat ini, dan kau tidak merasa bersalah sedikit pun, Kau tidak mungkin tidak tau ini obat apa,kenapa kau tega pada ku.?!"
"Kau yang tega pada ku , aku yang berada disisi Gavin dari ia kecil,dan sekarang kau datang menjadi istrinya dengan mudah.? Kau pikir aku seikhlas itu ha ?"
"Aku tidak tau kalau kau menyukai Gavin,dan satu lagi kau tau betul penyebab aku menikah dengan Gavin,dan kau tetap menyalahi aku.??"
"Yasudah kalau kau tidak ingin aku salahkan, segera tinggalkan Gavin."
"Apa..?!! Kau gila salsa,dia suami ku sekarang,kami saling mencintai."
"Cinta.?? aku yang lebih mencintai Gavin,hanya aku yang berhak mencintai dia..!"
"Tidak aku sangka kau musuh dalam selimut,aku akan melaporkan semua ini pada Gavin."
Erina beranjak keluar dari ruangan Salsa,ia langsung masuk ke mobil dan menyuruh putar arah menuju kantor Gavin.
Sesampainya di kantor Erina menyuruh sopir itu menunggu diluar,sedangkan ia berlari menuju lift untuk keruangan Gavin.
BRAKkkkk..!!
"Sayang .!" Erina langsung masuk keruangan Gavin, Gavin yang sedang berdiri menghadap kaca langsung berbalik.
"Sayang ada yang harus aku bicarakan pada mu,ini penting,"
"Tentang Salsa.?"
__ADS_1
"Hah.. bagaimana kamu tau,?"
"Dia menelfon ku,dia bilang kamu datang menemuinya, dan menuduhnya memberikan obat kontrasepsi pada mu, dan lebih parahnya lagi,kamu memporak porandakan ruangan Salsa dan juga menamparnya " ujar Gavin datar.
"Apa.?! aku memang kesana barusan,tapi aku hanya menanyakan obat ini,aku hanya menyenggol beberapa berkas dikantornya,itupun sudah aku perbaiki lagi, aku juga.."
"Stop..!! " teriak Gavin.
Gavin menarik tangan Erina dan membawanya menuju kamar rahasia dikantornya,
"Tunggu disini,aku akan kembali membuat perhitungan dengan mu." Gavin langsung mengunci kamar tersebut.
"Sayang jangan kunci aku,buka..!! Kau bahkan belum mendengar penjelasan dari ku,buka..!!" Erina menangis memanggil nama suaminya.
Namun Gavin sudah keluar ruangan karna ia akan menghadiri Rapat perusahaan. Erina hanya bisa pasrah dan menunggu Gavin membuka pintu .
"Hahahaha.. Kau ingin bersaing dengan ku.?,jangan remehkan aku gadis kampung, kau tidak selevel dengan ku,cih.."
"Hallo.. kemarilah,rapihkan ruangan ku seperti semula."
Salsa dengan santai melangkah keluar ruangan dan menuju mobilnya,Didalam mobil iya memberanikan diri untuk menampar pipinya.
"Awww.. sakit sekali,tapi kalau tidak begini tidak akan meyakinkan," Salsa mengemudi kan mobilnya menuju suatu tempat.
Setelah Gavin selesai rapat,ia langsung menuju ke ruangannya dan melarang orang untuk masuk,termasuk Daniel.
Ada apa tuan muda ini,sebentar happy.. sebentar emosi.. Haruskah aku memeriksa kejiwaan nya.
Brakkk..! Gavin membuka pintu dengan keras, Erina yang sudah tertidur karna menunggu Gavin langsung terbangun mendengar suara pintu.
"S...sayang.. kamu sudah kembali,ayo kita bicarakan ini baik-baik"
"Lepas..! baik-baik apanya.?! kau datang memfitnah Salsa,menghancurkan ruangannya dan juga menamparnya,apa yang kau ingin kan Erina. Sudah ku bilang jangan membawa orang lain dalam kasus kita "
"Aku tidak menamparnya sumpah.! dan aku tidak memfitnah dia,aku menemui dia karna memang dia yang memberikan obat itu pada ku,percayalah pada ku sayang.. "
"Kau yang tidak ingin memiliki anak dengan ku,kau melakukan ini semua dengan sadar.!"
"Tidak !! kau salah,Aku sangat ingin memiliki anak dengan mu,lihatlah.. kak Luna bahkan memberikan obat ini pada ku,lihat tulisannya.. penyubur kandungan. Aku sudah mengonsumsi ini,dan juga dia memberikan aku ini.. parfum agar aku bisa tidur dengan mu setiap malam,dan itu akan membuat peluang aku hamil anak mu." Erina menangis menjelaskan semuanya pada Gavin.
"Lalu kenapa kau menuduh Salsa untuk obat kontrasepsi mu,"
"Harus berapa kali aku bilang pada mu,obat itu bukan milik ku "
"Jadi Salsa.? dia tidak mungkin melakukan itu,dia teman sedari kecil ku,dia selalu ada untuk ku dulu,tidak mungkin dia Setega itu."
" Hah.. dalam kondisi seperti ini pun kau masih mempercayai nya,kau bahkan lebih percaya padanya dari pada aku istri mu." Erina menangis menutup wajahnya.
"Erin.." ujar pelan Gavin.
"Jangan menyentuh ku !!!! Kalau kau memang percaya padanya,menikah saja dengannya! jangan pedulikan aku dan aku minta kau sekarang ceraikan aku..!!!!"
Plakkkk..!!!
**Bersambung..
...Jangan lupa LIKE, VOTE,dan KOMEN nya yang selalu Author tunggu**.....
__ADS_1
......**Terimakasih telah membaca,Klik FAVORIT untuk mendapatkan Notifikasi selanjutnya.......
...Love U Tomat❤️❤️❤️**...