Gadis Terbuang Milik Presdir

Gadis Terbuang Milik Presdir
Masalalu Karin.


__ADS_3

Dikamar utama Erina baru saja tertidur setelah diberi obat penenang oleh Rey.


"Kondisi tubuhnya tidak begitu buruk,dia juga sangat baik dalam mengendalikan rasa takutnya,ini dapat mengurangi resiko trauma pada nona Erina"


"Syukurlah kalau begitu.. Mila,jaga kakak ipar mu.Karin kamu ikut kakak ke ruang kerja,kalian berdua juga" menunjuk Rey dan Daniel.


Karin yang kebingungan hanya menurut,begitu juga dengan Rey.. tapi tidak dengan Daniel.


"Hei kau kenapa,," tanya Rey sembari berjalan menuju ruang kerja Gavin.


"Siapkan saja tubuh dan mental mu,mungkin akan ada badai" ucap Daniel yang merasakan dingin ditelapak tangannya.


"Apa maksud mu dengan badai,bicara dengan jelas." ucap panik Rey yang merasakan hawa tidak beres.


Daniel tidak menjawab pertanyaan Rey.Sesampainya diruangan Gavin dengan wajah yang datar dan dingin itu menatap ketiga orang yang sedang menatapnya penasaran.


*Ada apa ini,kenapa semua pada tegang sih,muka kak Gavin juga menyeramkan,pasti kak Gavin sangat marah padaku karna tidak menjaga kakak ipar,mampus lah aku hari ini.


Kenapa aku ikut terseret dalam hal ini,apa hubungannya badai ini dengan ku* - Rey.


"Daniel.. bisa kau jelaskan padaku tentang semuanya..!" tatapan intimidasi Gavin pada Daniel.


"Maaf tuan muda,saya menyesal telah menutupi masalah sebesar ini dari tuan.. saya terpaksa melakukan semua ini."


"bisa-bisanya kalian merahasiakan masalah ini dari ku..!! dan kamu Karin,aku sudah melarang mu berpacaran selama masih sekolah,kenapa kau tidak mendengarkan aku hah..!! Kau tau kan,kalau sampai kau kenapa-kenapa aku bisa saja membunuh orang itu detik itu juga..!!"


Wajah mereka bertiga berubah pias,mereka sekarang mengerti arah pembicaraan Gavin.Rahasia yang mereka tutup demi kebaikan bersama malah berbalik menyerang mereka.


Flashback..


"Sayang.. kita bukan nya mau nonton,kenapa malah ke hotel.." tanya Karin.


"Ibuku ingin bertemu dengan mu,dia baru sampai dari negara B,dia ingin melihat mu katanya" ucap Gama.


Gama adalah pacarnya Karin,mereka baru pacaran 3 bulan,, Gama adalah anak broken home,ibunya berselingkuh dan pergi meninggalkan dia,sedangkan ayahnya menikah lagi dan tidak memperhatikan dia lg. Gama tumbuh tanpa kasih sayang dan pengawasan.. Dia menjadi anak yang pembangkangan dan juga memiliki sifat buruk.


Gama tidak tulus berpacaran dengan Karin,Karin adalah siswi yang terpopuler disekolahnya yang tidak mudah didekati. Namun Gama mendekati Karin karna taruhannya pada teman-temannya,kalau gama berhasil memacari Karin dan membawanya tidur bersama, mereka akan memberikan Gama mobil keluaran terbaru.


Tentu saja Gama gama menerima tantangan itu,sebab itu dia berusaha mati-matian mendapatkan Karina untuk taruhannya.


"Benarkah ibu mu mau bertemu dengan ku??, tapi sayang aku belom siap." ucap Karin pada Gama.


"Tenang saja sayang,ibuku pasti sangat menyukai mu, ayo kita keatas."


Sesampainya dikamar Karin tidak mendapati siapapun, "ibu kamu dimana sayang.."


"Oh ibuku sedang keluar sebentar,kamu tunggu saja..aku ingin mandi dulu.."


"okelah kalau gitu sayang,aku tunggu".


Saat Karin menunggu sambil bermain ponselnya,dia mendengar ponsel Gama diatas meja berdering.


Karin berinisiatif mengangkat nya,dia mengira yang menelpon itu ibunya Gama.


Sebelum ia mengucapkan kalimat,orang disebrang sana berbicara.. "Bagaimana bro,kau sudah bersenang-senang dengannya?? ayolah.. bawa kami lain kali ya hahahaha"


Dengan perasaan berkecamuk,Karin menutup ponsel Gama.. Apa ini, Gama membawa ku bukan untuk ketemu ibunya.. tapi untuk meniduri ku.."


Saat hendak keluar, Gama memanggil Karin.


"Mau kemana sayang.."


Mampus aku, kalau aku berlari dia pasti akan menangkap ku dengan mudah,berpikir Karina..


"Aku ingin meletak tas sayang,aku ingin ke kamar mandi,perut ku sakit..hehe"


"Oh yaudah masuklah."


Saat Karin memasuki kamar mandi ia langsung menelpon Gavin,disebrang sana Daniel yang mengangkat "Hallo nona Karin,ada apa"


"Kak Daniel,tolong aku kak.. aku dijebak.. aku dijebak sama pacarku sendiri,tolong suruh kak Rey datang kesini kak.. aku takut.." ucap Karin yang hampir menangis.

__ADS_1


"Sebutkan posisi mu,aku akan menyuruh Rey kesana,"


"Aku dihotel Swissbell,nomor 1002,tolong kak.."


"Kamu tetap disana,dan ulur waktu sebanyak mungkin,Rey akan segera kesana"


Gavin dan Daniel sedang berada di negara C mengurus anak perusahaan mereka yang baru saja didirikan, jadi Daniel menyuruh Rey yang datang menyelamatkan Karin,dan mengirim anak buahmya untuk membantu Rey.


Brakkkkkkk..!!!!!! Gama menendang pintu kamar mandi sampai terbuka,,Karin terperanjat kaget.


"Beraninya kau..!!" ucap Gama murka,ia melihat panggilan masuk tadi,dia menyadari bahwa karin telah mengetahui semuanya.


Gama menarik tubuh Karin dan melemparkannya diatas kasur,"Menelpon siapa kau tadi ha..!!! beraninya kau menghancurkan rencana ku..!!!"


"Ampuni aku Gama.. jangan sakiti aku,, kita sudah pacaran 3 bulan lalu,kenapa kau menjadi seperti ini" ucap Karin menangis ketakutan.


"Hahahaha... apa kau bilang??? dengar baik-baik, aku menjadikan mu pacar ku hanya untuk taruhan ku,Harusnya kau bersyukur bisa pacaran dengan ku apa lagi tidur dengan ku,itu adalah keberuntungan untuk mu sayang.."


"Bukannya kita saling mencintai.."


"Cinta..?! Hahahaha..dengarnya gadis bodoh, aku tidak percaya cinta..!! semua Wanita itu sama saja..!! dari pada kalian yang menyakiti,lebih baik aku yang menyakiti kalian."


"Tolong gama... lepaskan aku.. Biarkan aku pergi kali ini.."


Gama naik keatas kasur dan menindih tubuh Karin.


"Aku akan membiarkan mu pergi setelah kita bersenang-senang sayang.." Gama mencumbu Karin dan mencoba membuka baju Karin.


"Jangan Gama,tolong jangan lakukan ini pada ku,ku mohon lepaskan aku..!!!" ucap Karin yang sudah tidak berdaya.


Gama melanjutkan aksinya membuka paksa baju Karin,Karin yang sudah kehabisan tenaga hanya bisa menangis..


Ceklekkk..!!! Gama terkejut melihat ada orang yang masuk," Siapa kalian..!!!!"


"Kak Reyy.. " Ucap Karina sembari bangun dan berlari ke arah Rey..


"Kamu tidak apa-apa...?" melihat pakaian Karin yang berantakan membuat Rey murka.


"Kalian berdua,bawa dia kekantor polisi,jebloskan bedebah ini kepenjara atas tindak kejahatan pemerkosaan."


"Baik tuan.." Mereka menyeret Gama menuju kantor polisi.


Gama hampir tidak dikenali karna wajahnya yang babak belur " Aku akan membalas mu Karin.. Akan aku pastikan kau tidur dengan ku" seringai muncul dari wajah yang lebam itu.


Plakkkkk..!! "Bawa sampah ini,dan buang kepenjara"


Anak buah Gavin yang Daniel kirim membawa tubuh Gama untuk dijebloskan ke penjara.


"Kak Rey.. " ucap Karin menangis.


Rey yang melihat itu langsung memeluk Karin.. "Tenanglah.. kamu sudah tidak apa-apa,Maaf aku sedikit terlambat menyelamatkan mu.."


"Tidak kak.. kakak datang tepat waktu.. maafkan aku kak.. aku sudah melanggar perintah kak Gavin,andai aku mengikuti apa yang dia katakan pasti ini semua tidak akan terjadi." ucap Karin didalam pelukan Rey.


"Tidak apa-apa,semua akan baik-baik saja.. kita akan merahasiakannya dari kakak mu,kamu tau kan kalau Gavin sampai tau,orang itu akan mati ditangannya."


"Aku tidak ingin melihat kak Gavin membunuh orang kak,"


"Kalo gitu ini rahasia kita bertiga dengan Daniel,anggap saja ini tidak pernah terjadi oke..?"


"Baiklah kak.."


Setelah memastikan Karina sampai Mansion dengan selamat Rey langsung pamit untuk kembali ke rumah sakit.


"Kamu harus istirahat,jangan pikirkan kejadian hari ini,semua akan baik-baik saja"


Rey melajukan mobilnya kembali kerumah sakit.


dijalan Rey menelpon Daniel.


"Hallo Rey, bagaimana.. kamu berhasil menyelamatkan nona Karin .."

__ADS_1


"Syukur lah cepat kau menelpon ku,kalau tidak mungkin sesuatu yang buruk akan menimpa Karin."


"Daniel,aku ingin mengatakan sesuatu.apa ada Gavin bersama mu"


"Apa..?? katakan saja,tuan muda sedang Mandi"


"Aku rasa kita harus merahasiakan ini dari Gavin."


"Hah bagaimana mungkin,kau sudah gila ya Rey,kalau tuan muda sampai tau kita bisa habis."


"Mangkanya kita rahasiakan bodoh,biar dia tidak tau. Ini Jalan yang terbaik Daniel,kau tidak mau kan Gavin membunuh orang jika mendengar hal seperti ini,kita semua tau Gavin sangat sensitif jika bersangkutan dengan keluarganya,apa lg Adik kembarnya yang tersisa sekarang.. dia bisa membunuh siapapun yang menyakiti mereka.. Tolong pertimbangkan ini "


Daniel merasa semua perkataan Rey itu benar.. Daniel dan Rey tau betul siapa Gavin,mereka bertiga berteman dari taman kanak-kanak,Daniel tau maksud dari Rey yang tidak ingin terjadi apapun pada sahabat karibnya itu.


"Baiklah kalau begitu,cukup kita bertiga saja yang tau.. ku harap semua ini selesai sampai disini." ucap Daniel.


"aku juga berharap yang sama.." ucap Rey


Comeback On


Gavin yang mendengar cerita itu jadi semakin mendidih, tapi ia tahan sekuat tenaga untuk mengendalikan amarahnya..


"Kak Gavin,ini semua salah aku kak.. Aku adalah akar dari masalah ini,Andai aku mematuhi apa yang kakak katakan,semua ini tidak akan terjadi.. Kak Daniel dan Kaka Rey tidak salah apa-apa.. Aku hanya tidak ingin sampai kak Gavin membunuh orang karna aku.. hiks.."


Tangis Karin pecah.. ia merasa bersalah telah menyeret Rey dan Daniel,bahkan kakak iparnya sekarang menjadi korban.


Gavin tidak tega melihat adik kesayangannya menangis seperti ini,


"Karin.. kakak tidak menyalah kan mu, kakak kecewa mendengar kamu yang tidak mematuhi kakak,tapi itu juga sudah berlalu.. tak ada gunanya kakak menghukum mu sekarang, yang harus kamu dengar sekarang,jangan melakukan hal bodoh itu lagi.. sekarang kakak ipar mu,besok bisa saja Mila yang jadi korban."


"Iya kak.. aku sangat menyesal,aku janji tidak akan mengulangi kebodohan untuk yang kedua kalinya.. Maafkan aku.. maafkan juga kak Daniel dan kak Rey" ucap Karin.


Gavin menatap tajam kearah mereka berdua.Mereka hanya bisa menunduk menyesali perbuatan mereka.


Tiba-tiba ponsel Daniel berbunyi,ia langsung mengangkat nya.


"Apa..??! kau sudah pastikan dia mati?.. Baiklah, suruh rumah sakit kuburkan dengan layak." Daniel menutup telponnya.


"Tuan muda, lelaki itu maksud ku Gama telah mati, ia berusaha melarikan diri saat mobil berhenti mengisi bensin,tangannya yang tidak bisa digerakkan membuat dia tidak bisa seimbang lalu terjatuh dan terlindas oleh mobil lain.. anak buah kita sudah membawa dia kerumah sakit,namun diperjalanan dia sudah tidak bernyawa."


"Baguslah.. aku tidak perlu membunuh nya lagi," ucap Gavin dengan santai.


"Karin,segera kembali ke kamar mu.."


"Baik kak, selamat malam.."


"Kalian berdua,aku tidak akan melepaskan kalian begitu saja,kau Daniel.. kau yang akan mengurus perusahaan selama tiga hari kedepan.. aku akan libur untuk menjaga istriku... dan kau Rey..Gajimu bulan ini akan aku potong 50%"


Tidak apalah gajiku dipotong setengah,dari pada tanganku yang dipotong.. terima kasih kakak ipar,kau membuat si Gila ini berangsur waras..


"akan aku terima dengan senang hati Gavin..'" memberikan senyum terbaiknya.


"Saya akan melaksanakan tugas anda tuan.." Ucap Daniel.. Itu jauh lebih baik tuan muda,setidaknya aku tidak melihat wajah menyeramkan anda,ya walau kerjaanku bertambah dua kali lipat.."


Kalian menginaplah disini,sudah tengah malam.. aku ingin pergi istirahat..


"Baik tuan muda.. selamat malam"


"Malam Gavin.."


Gavin hanya menaikkan tangannya lalu berjalan memasuki kamarnya..


Mereka menghembuskan nafas lega.. Akhirnya berakhir semuanya.. tidak ada rahasia lagi.. mereka tidak akan mengulanginya lagi,karna mereka tau Gavin yang sekarang bukan Gavin yang dulu lagi, Gavin sudah mampu mengendalikan amarahnya.


**Bersambung..


...Terimakasih telah membaca☺️🙏🏼...


...Insyaallah Update tiap Hari..🤗...


...Jangan lupa LIKE,KOMEN,dan VOTE nya ya.....

__ADS_1


...Love U Tomat🥰❤️**...


__ADS_2