
Pagi hari dikamar utama, Erina duduk di sofa dengan gelisah sedang menunggu suaminya memakai pakaiannya.
Erina dari tadi sudah memikirkan bagaimana cara ia meminta izin kepada Gavin untuk mengambil motor dirumah orang tuanya.
Saat Erina sedang memakaikan dasi Gavin,ia memberanikan diri untuk meminta izin..
"Tuan,saya ingin meminta izin pada anda"
"Izin ?bukannya aku sudah mengizinkan kau bekerja"
"eh bukan itu tuan,saya meminta izin untuk pergi kerumah orang tua saya"
"untuk apa kau kesana?" selidik Gavin.
"saya mau mengambil motor saya tuan,biasanya saya pergi bekerja dengan itu" jelas Erina.
"Motor?kau tidak perlu kesana untuk mengambil motor mu itu,akan aku membelikan mobil untuk mu"
"Apa?? tapi tuan itu tidak perlu sampai membelikan mobil untuk ku"
"trus kau mau aku melihat mu naik motor?jika terjadi apa2 pada mu itu akan menyusahkan ku"
"Kau pilih saja mobil mana yang mau kau pakai digarasi,Daniel akan mengubah nya atas nama mu, kau bisa memakai itu untuk sehari-hari."
"Baik tuan, terimakasih banyak atas pemberian tuan,saya sangat berterima kasih"
Kalau aku tolak dia pasti akan marah,lagian apa yang salah dengan memakai motor, aku kira dia perhatian dengan ku,ternyata takut aku menyusahkan nya.
"satu lagi,kau harus izin dulu padaku jika kerumah orang tuamu,kau tidak bisa seenaknya pergi kesana tanpa izin ku"
"Baik tuan muda,saya mengerti"
untuk kerumah orang tua ku saja harus izin dia,Apa ini ya yang dinamakan terkekang.
Erina selama ini melakukan apapun diluar sana tanpa ada yang memperhatikan,mau dia pulang atau tidak ayahnya sama sekali tidak peduli.
Mereka turun untuk sarapan bersama,setelah selesai sarapan Erina mengantar Gavin sampai ke mobil.
Daniel sudah menunggu dimobil,
"Selamat pagi tuan muda,selamat pagi nona muda" sapa Daniel dengan membungkuk.
"Pagi juga Daniel" sapa ramah Erina.
"Daniel nanti kau urus salah satu mobil digarasi, ubah atas nama Erina,aku tidak mau dia menyusahkan ku dengan menaik motor atau kendaraan umum"
Ya ampun , anda arogan sekali tuan muda - Erina .
"Baik tuan muda,saya akan segera mengurusnya"
"saya pamit nona Erina,nanti tinggal anda kirim pesan saja ke saya mobil mana yang anda inginkan"
ucap Daniel membungkuk.
"iya Daniel,nanti saya pilih, hati-hati dijalan"
Mobil meluncur keluar Mansion.
"Sudah kau cari tau tentang Erina"
"sudah tuan,saya telah mengumpulkan semua nya"
"Kerja bagus"
"sudah tugas saya tuan"
Anda pasti tidak akan menyangka,bahwa wanita yang anda nikahi adalah anak yang terbuang dalam keluarganya,semoga saja anda tidak memperlakukan nona dengan buruk selain menjadikannya pelayan.
Sesampainya di ruangan kantor Presdir,Daniel menyerahkan berkas tentang Erina.
Gavin mengambilnya dan membaca semuanya, matanya terlihat marah.
__ADS_1
Kenapa tuan terlihat marah ya,ya aku juga kesal setelah mengetahui kebenarannya tapi tidak sampai sekesal tuan muda,apa jangan-jangan tuan muda mulai ada rasa pada nona Erina.
Apa itu mungkin,selama ini tuan muda tidak pernah jatuh cinta.
"Bramantyo tau hal ini?"
"Tidak tuan,dia dibutakan dengan rasa kebencian atas kematian istrinya,jadi dia tidak berpikir dengan benar untuk mengetahui yang sebenarnya"
Flashback
"Kenapa ini ?? kenapa rem nya sama sekali tidak berfungsi" panik Indah saat mobil yang ia kemudikan melaju tanpa bisa berhenti.
"Mama... Erin takut"
"tenang ya sayang,kita akan baik-baik saja" cemas Indah yang berusaha mengendalikan laju mobil.
"ya Tuhan tolong aku dan anak ku.. hiks.. setidaknya selamat kan saja anak ku tuhan"
Indah tidak bisa bertahan lama mengemudikan mobil, ia memilih melajukan mobilnya ke arah sungai,ia berharap mobilnya bisa terhenti..
Byurrr.. mobil indah hanya sampai bibir sungai,separuh mobil yang menyentuh air karna tersendat batu yang berada di pinggiran sungai.
indah berusaha membuka mobil dan menggendong si kecil Erina keluar,namun gaunnya terjepit dipinggiran kursi,, dengan langkah cepat Indah menyuruh Erina menjauhi mobil.
"Erin sayang,kamu duluan ya kesana,jauhi mobil ini,nanti mama nyusul"
"Erin maunya sama mama"
"baju mama terjepit sayang,mama mau benerin baju mama,cepat kamu kesana sayang"
dengan langkah mungilnya Erina menjauhi mobil dan melihat ibu nya yang sedang berusaha merobek gaun dengan serpihan kaca.
Saat indah sedang merobek gaunnya,ada asap dari bawah mobilnya,seketika indah panik karna api mulai terlihat dari belakang mobilnya.
"Mama..!!! awas ada api ma!!!"
"Erina kamu tetap disana sayang,jangan kesini"
sedangkan Erina yang melihat kejadian mengerikan itu hanya menjerit dan pingsan.
Orang2 sekitar membawa tubuh Indah yang masih bernafas dan Erina kecil yang pingsan ke rumah sakit terdekat.
Bramantyo yang mendengar kabar bahwa istri dan anaknya kecelakaan langsung pergi kerumah sakit, tapi sayang,nyawa indah tidak dapat terselamatkan. tubuhnya tidak dapat menahan rasa sakit yang amat luar biasa.. Sampai akhir hembusan Nafasnya Indah hanya menyebutkan nama Putri kecilnya Erina.
Sinta yang mendapat kabar langsung menuju rumah sakit,ia mengendarai mobil dengan santai seakan berita kematian Indah tidak membuatnya terkejut.
Sinta berlari masuk dan melihat Bramantyo terduduk lemas dilorong kamar jenazah,
"Mas Bram.. kenapa ini bisa terjadi"
"Aku tidak tau Sinta,begitu cepat kejadian ini untuk ku,Indah meninggalkan ku untuk selamanya" ucapnya gemetar menahan sesak didadanya,ia menangis sedalam-dalamnya karna kehilangan wanita yang sangat ia cintai.
Sinta yang melihat itu langsung memeluk Bramantyo, "Bersabarlah mas,mungkin ini takdir yang Tuhan berikan, ikhlaskan indah.. biarkan dia tenang dialam sana mas". sambil mengusap punggung Bramantyo.
Tanpa disadari Bramantyo,ada garis melengkung disudut bibir Sinta.
Kejadian itu membuat Erina kehilangan separuh memori tentang terbakarnya mobil yang ia tumpangi bersama ibunya.
Erina menangis tersedu melihat makam ibunya,
"papa,kenapa mama dikubur.. hiks hiks.."
"Sudahlah sayang,Tante yakin mama kamu sudah tidak sakit lagi,yok kita pulang.."
Bramantyo hanya menatap makam istri yang sangat ia cintai dengan tatapan sendu.
Sesampainya dirumah,sinta menyuruh Erina istirahat dikamarnya,
"Erin mau mama Tante, hiks hiks... ini semua pasti salah Erin,andai Erin nolongin mama pasti mama ada bersama kita sekarang.."
Bramantyo yang mendengar itu membuat darah nya mendidih,dia mengira anaknya yang sengaja membunuh istrinya,
__ADS_1
Kehilangan istrinya membuat akal sehatnya rusak, ia menganggap omongan putrinya adalah kebenaran.
Padahal omongan Erina hanya karna dia merasa bersalah ibunya meninggal,bukan berarti Erina yang menyelakai ibunya,itu sangat tidak mungkin.
"Benarkah yang kau ucapkan Erina?! jadi kau yang membunuh ibumu sendiri?!!!! "
Erina yang melihat kemarahan ayahnya yang tidak pernah ia lihat sebelumnya,ia ketakutan..
"Ma-maafkan Erin ayah.. hiks" tangisannya pecah karna ketakutan dan sedih kehilangan ibunya.
"sudahlah mas,Erina pasti tidak bermaksud mencelakai indah" ucapa Sinta yang malah membenarkan bahwa Erina membunuh ibunya secara tidak langsung.
"Dasar anak pembawa sial!!!! pergi masuk ke kamar mu,jangan liatkan muka mu padaku lg!!"
"Baik papa hiks" Erina berlari menaiki tangga dan masuk ke kamarnya.
Sinta yang melihat kesempatan itu melakukan yg dia bisa untuk memenangkan hati Bramantyo,ia mengantar Bramantyo ke kamarnya dan membuat Bramantyo tidur dipangkuan nya..
"Tidurlah mas,jangan bersedih lagi,ada aku yang akan selalu ada untuk mu dan Erina,yasudah mas tidur saja aku akan menyuruh mbok siti memasak untuk mas dan Erina."
Bramantyo yang tidak mau ditinggalkan menahan tangan Sinta,ia menarik tangan Sinta memeluk Sinta dari belakang..
"Kau jangan tinggalkan aku sendiri,tetaplah disini"
Bagaikan angin segar Sinta diam2 membuka kancing bajunya agar buah dadanya yang besar menggoda itu mudah untuk dilihat,dengan rok pendek dan buah dada yang menonjol Sinta membalikkan badan.
"Mas tenang aja,aku tidak akan kemana2,aku milik mas"
Bramantyo yang melihat buah dada Sinta yang menggoda tidak tahan,seketika kesedihannya berubah dengan hawa nafsu.
Ia mencumbu Sinta,tentu saja Sinta membalas dengan senang hati. Lalu dengan dipenuhi nafsu keduanya melakukan hubungan terlarang..
Padahal hari ini Adalah Hari kematian sahabat karibnya.
Comeback
"Sungguh sangat menjijikkan mereka itu" kesal Gavin.
Aku tidak tau,ntah apa yang aku rasakan, kenapa aku sangat ingin menghancurkan Bramantyo dan sinta krna telah menyakiti Erina,apa aku jatuh cinta dengannya.
"Untuk sementara jaga rahasia ini,jangan sampai Erina tau,akan aku balas semuanya saat wktu yang tepat" seringai licik Gavin muncul.
Gavin tak pernah bersemangat ini ingin membalas dendam untuk seseorang,namun gadis bernama Erina membuat Gavin tidak dapat mengontrol prasaannya, seakan dia tidak terima bahwa istrinya disakiti sama orang yang paling dia sayang.
"Baik tuan muda,apa tuan muda mulai ada rasa dengan nona Erina?"
mampus aku,bodoh kau Daniel,kenapa mulutku kenapa bocor sekali.
Gavin melihat ke arah Daniel,"Ntahlah Daniel,aku tidak mengerti perasaan yang seperti itu,aku hanya merasa sangat marah mengatahui apa yang dia alami"
Whattt??! dia tidak marah tapi malah curhat, ya ampun apa yang terjadi,kemana tuan muda Gavin yang dulu... Wahhh jangan-jangan memang benar tuan muda sudah jatuh cinta pada non Erina.
"Mungkin saja tuan muda tanpa sadar sudah mulai jatuh cinta pada nona Erina"
"aku tidak tau,mungkin saja ini hanya rasa kasihan ku padanya" atau memang aku sudah jatuh cinta pada Erina.
"Yasudah kau boleh pergi,Atur rapat siang nanti aku akan menyelesaikan berkas ini"
"Baik tuan muda,kalau begitu saya undur diri"
membungkuk dengan hormat.
Daniel sudah menghilang,dan Gavin menghembuskan nafas panjangnya,pikirannya hanya terpusat kepada satu orang,yaitu Erina yang kini berstatus istri sah nya.
**Bersambung...
...Terimakasih telah membaca☺️...
...Insyaallah Update tiap hari🤗...
...Jangan lupa LIKE,POIN,dan VOTE nya yaa.....
__ADS_1
...Thank U Tomat 🥰❤️**...