
Tok tok "Dokter.. ada yang ingin menemui anda,"
"Suruh saja dia masuk" ucap Rey.
"Permisi dokter.." ucap Karin yang berpura-pura sebagai pasien.
"Karinn.." ucap Rey yang terkejut dengan kedatangan Karin. "Tumben kamu kemari.. duduklah.." ucap Rey antusias.
"Hehe makasih kak,maaf ganggu.. Aku kesini mau ajak kakak makan siang.." ucap Karin agak gugup.
"Makan siang.?." ucap Rey hampir tak percaya, Mimpi apa aku semalam,sumpah rasanya aku ingin meloncat dari atas gedung,ehh janganlah nanti metong mana belom nikah . ia sangat senang mendengar ajakan Karin.
"Kak Rey kok diam saja,sibuk ya.. maaf kalo gitu."
"Eh aku bisa kok.. jangankan makan siang,jalan-jalan dengan mu hari ini pun aku bisa.." ucap Rey bersemangat.
"Serius kak..? pasien kakak gimana..?"
"Hey kamu lupa ya pasien aku hanya kalian yang diMansion,kalau dirumah sakit ini bukan aku dokternya."
"oh iyaa yaa.. Karin lupa kalo kakak direktur nya. Jadi kita jalan-jalan ni..?"
"Kalo kamu mau ayo.." ucap Rey Sudah lama aku ingin seperti ini,akhirnya bukan hanya mimpi.
"Yaudah ayo kak,kita makan dulu baru jalan-jalan."
Rey dan Karin pun menuju salah satu restoran didekat rumah sakit..
"Tumben kamu ajak aku makan dan jalan-jalan, ada apa emang.."
"Haha gak ada kak,aku hanya kesepian aja.. mau jalan sama lelaki yang lain aku takut.." ucap Karina lirih.
"Jangan mengingat itu lagi Karin.. Sudahlah jangan sedih kan kita mau jalan-jalan, bersenang-senang loh ini.." ucap Rey menghibur Karina.
"Hehe iya kak Rey.. makasih ya udah mau nemenin Karin.. mari kita makan.."
Karina makan dengan lahap,Rey yang melihat itu hanya tersenyum manis memperhatikan Karin makan.
Lucu sekali dia..
"Kamu biasanya sama Mila terus.. "
"Mila lagi sibuk praktek kak.. kemaren aja dia pulang kesorean.. sampe kamar ambruk tidur.. ya aku jadi sendiri.."
Rey tiba-tiba mengelap sudut bibir Karin yang tertempel saos,Karin yang terkejut langsung merona malu.
"Hehe maaf ya Karin,ada saus dibibirmu.." ucap Rey gugup.
"Haha gapapa kak Rey.. maklum aku sangat lapar.." ucap Karin menutupi berdebar hatinya.
Selesai mereka makan,Rey mengemudikan mobilnya ke danau buatan dipusat kota.. mereka memutuskan ketempat rekreasi.
"Kak Rey kita naik bebek-bebek an yukkk.." ucap Karin semangat.
"Yuk,kita beli dulu karcisnya.."
Setelah mereka membeli karcis Karin dan Rey menaiki bebek-bebek an yang mereka sewa.
"Yahh kak.. apaan nih kita dapet bebek yang warna kuning,ini mah bebek penyakitan.." ucap Karin cemberut..
"Hahahaha kamu ni ada-ada saja,masih mending kita dapat yang kuning,lihat disana.. mereka dapat yang warna ijo.. mana ada bebek warna ijo,bebek cabe Ijo iya ada" ucap Rey.
"Lah.. itu kan makanan kak,Setidaknya kak itu bukan bebek penyakitan,lihat tu.. aku maunya yang putih atau gak coklat.." ucap Karin yang masih belum rela dapat bebek warna kuning.
"Sudah tidak apa.. ayo mendayung,berat loh dayung sendiri.." ucap Rey yang menahan tawanya.
"Iya kak lupa,hehe.." "Wahhh seruu.. aku sudah lama lo kak mau naik bebek-bebek ini,tapi Mila terlalu penakut,ya aku mana berani main sendiri.. untung Ada kakak.." ucap Karin riang.
"Lain kali kalau mau main sesuatu tapi tidak berani sendirian,ajak aja kakak.. kakak kapan aja siap kok.."
__ADS_1
"Serius kak..?? yeee udah kaya pacar sendiri dongg.." ucap Karin asal.
"Boleh juga.." ucap Rey
Karin yang mendengar itu berhenti mendayung.. "Maksud kakak boleh apa..?" ucap Karin.
"Ya boleh anggap aku pacar kamu kalo mau" ucap Rey gugup.
"Tapi kan itu pembohongan namanya.."
"Serius juga boleh.." ucap Rey.
"Hah.. " Karin yang bagaikan tersambar petir mematung menatap Rey. "Kakak mau jadi pacar sungguhan aku..?Emng kak Rey menyukai aku..?" tanya Karin yang penasaran setengah mati.
Rey yang bingung mau menjawab dari mana hanya tersenyum kikuk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Sejak kapan kak.. maksud ku sejak kapan kakak menaruh rasa pada ku.." tanya Karin yang jantungnya berdebar tidak karuan.
"S-sebenarnya itu,HM.. sudah lama sekali.. saat kamu masih kecil.." Ucap Rey takut.
"Itu sudah lama sekali kak.. Bodoh ya aku.. tidak menyadari itu.." ucap Karin lirih.
"Maafkan aku.. aku sudah lancang menyukai mu,tapi sungguh aku menyukai mu emang dari hati ku.. bukan alasan lain" ucap Rey yang merasa bersalah .
"Loh kok kakak minta maaf.. gak apa kali kak,aku yang harusnya minta maaf.. baru tau sekarang.."
"tidak apa Karin,aku tidak memaksa kamu harus menerima perasaan aku.. aku hanya ingin kamu tau aja.." ucap Rey yang tersenyum tulus pada Karin.
Rey memang sudah lama menaruh rasa pada Karina, namun ia takut untuk mengungkapkan nya.. ia takut hubungan ia dan Karina menjadi renggang akibat rasa sukanya.
"Aku takut Karin,kamu membenci ku karna tau aku menyukaimu."
"Hah..? mana mungkin kak,aku malah senang dengarnya.." ucap Karin tersenyum.
Rey yang mendengar itu langsung membulatkan matanya ke Karin. "Maksud kamu.."
"Ya.. aku sebenarnya juga menyukai kak Rey.. cuma ya aku ga pede aja hehe " ucap Karin merona.
"Hm.. sejak kakak nolongin aku dihotel dulu.. aku rasa aku mulai ada rasa sama kakak dari sana." jelas Karin.
Rey yang mendengar penjelasan itu sangat bahagia, ia tidak menyangka bahwa Karina selama ini juga menaruh perasaan yang sama sepertinya .
"Benarkah itu.." Rey menggenggam tangan Karin, sedangkan Karin hanya mengangguk senyum.
"Berarti bolehkan aku melamar mu sekarang.." ucap Rey antusias.
"Hah.. itu terlalu cepat kak.. kita jalani saja dulu,kita juga harus bilang ke kak Gavin tentang hubungan kita." ucap Karin.
"iya juga ya.. aku lupa.. tapi yang pasti kamu mau jadi pacar ku Karin..?" tanya Rey.
"Aku mau kak.." ucap Karina tersenyum..
Rey yang mendengar itu menghambur memeluk Karina,ia hampir saja menangis sangking bahagianya.. perasaan yang selama ini terpendam dalam hati kecilnya.. Terlalu takut untuk mengungkapkan,ia membutuhkan keberanian yang banyak untuk itu semua.. namun saat ini dia mengungkapkan dengan lancar tanpa ada yang tertinggal. Hati nya lega.. perasaannya puas.. karna cintanya terbalas.
"Kakk.. jangan memeluk ku disini.. orang-orang ngelihatin kita.." ucap Karin yang merasa malu dilihatin bebek-bebek yang lain.
"Ehh maafkan aku.. aku lupa diri sangking bahagianya.." ucap Rey.
Karin yang merona malu hanya tersenyum kikuk..
"Berarti kita sudah resmi pacaran dong ya.."
"Iya kak,sudah.. tapi kita kasih tau kak Gavin saat kak Gavin pulang dari luar negri aja,lusa kan dia keluar negri 2 mingguan.. setelah kak Gavin pulang baru kita kasih tau.."
"baiklah kalau begitu.. kenapa aku jadi takut ya.. padahal teman sendiri.." ucap Rey..
"Tidak apa-apa kak.. yuk kita ke darat.. bebek penyakitan ini sudah hampir habis waktunya"
"Oke.." Mereka mendayung bersama menuju tempat awal..
__ADS_1
"Kak kita duduk ditepi danau itu yukk,tapi beli cemilan dulu.." ucap Karin. " kakak yang beli,aku tunggu disitu"
"Baiklah tuan putri ku,tunggu sebentar" Rey berjalan membeli cemilan untuk Karin dan dirinya.
Karin yang mendengar itu langsung merona,ia berjalan menuju bangku ditepi danau.. " Ya ampun.. padahal tujuan kesini itu main.. malah aku jadian sama kak Rey..Huuaaaaa jantungku tidak karuan." ucap Karina yang salting sendiri.
"Ini pesanan kamu tuan putri..dan ini hadiah spesial nya.." Rey menyerahkan es krim cup besar pada Karin.
"Wahhhh es krim.. kakak tau aja.. hehehe.."
"Apa sih yang nggak buat kamu".. senyum Rey pada Karina.
"Diihh.. gomball.. yuk makan berdua.." Mereka menikmati es krim sambil mengobrol dengan riang ditemani dengan bebek-bebek yang sedang berenang kesana kemari..
Didalam parkiran rumah sakit Rey mengantar kembali Karin ke mobil yang ia bawa.
"Terimakasih ya kak Rey.. udah ajak Karin jalan-jalan.. dan juga udah jadi pacar Karin.." ucap Karin merona.
"Ngapain kamu terima kasih,aku yang seharusnya minta maaf karna menyatakan cinta diatas bebek penyakitan." ucap Rey.
Sontak Karin terbahak mendengar nya, "Kakak ini ada-ada aja..tapi gapapa kok sumpah,dimana pun itu tidak penting.. yang penting itu kita."
"Kamu benar Karin.. yaudah pulanglah.. nanti kesorean,kakak mu pasti marah.." ucap Rey.
"Baiklah kak.. nanti aku hubungi lagi ya.. Byee kak Rey.. love you" ucap Karin yang keluar langsung berlari masuk kedalam mobilnya lalu menyetirnya hingga tak terlihat lagi diparkiran.
Rey yang mendengar itu mematung dan mukanya merona menahan debaran jantungnya..
"Love you to tuan putri ku" ucap Rey yang bahagia bukan main.
Sesampainya Karin di Mansion ia langsung masuk kerumah dan ambruk disofa tv.. ia senyum-senyum sendiri mengingat kejadian hari ini..
Erina yang baru saja pulang terheran melihat adik iparnya senyum-senyum sendirian.. "Tu anak ngapain senyum-senyum.. gak ada orang lohh.. bikin merinding aja.."
Erina mendekati Karina dan menepuk kaki Karin yang tidak sadar kehadiran kakak iparnya.,Karin yang terkejut tidak sengaja menendang lengan Erina..
"Auuu karinnn.." ucap Erina yang malah terkejut balik.
"Eh kak Erin.. ya ampun maaf kak,Karin ga sengaja.. " ucap Karin panik.
"iya gapapa Karin.. kamu kenapa senyum-senyum sendiri,abis dari hutan ya.. jangan-jangan kamu di ikuti setan ya.." ucap Erina .
"Hahhh.. setan apaan kak,mana ada.." ucap Karin.
"Baaaaaa...!!!!!!" Karin dan Erina langsung menjerit serentak..
"Hahahaha.. kalian ini kenapa sih.. " ucap Mila yang baru pulang kuliahnya.
"Isshhh kamu ini Mil, bikin jantungan aja.." ucap Erina.
"Hehehe maaf kak Erin.." ucap Mila cengengesan.
"Haa ini dia setan yang kak Erin tanya..," ucap Karin.
"Enak aja..mana ada setan' seimut aku kak.." ucap Mila pede.
"Idihhh imut.. Amit kali hahaha. dada sisssttt" ucap Karin langsung berlari keatas tangga menuju kamarnya
"Aihhh padahal muka kami sama,berarti dia amit juga dong hahahaha.." ucap Mila.
"Dasar kalian ini.. yasudah kakak naik dulu.. sana kamu mandi, siap-siap makan malam.."
"Baik nyonya bosss,siap laksanakan.." ucap Mila lalu bergegas menaiki tangga menuju kamarnya.
Erina hanya menggeleng melihat tingkah kocak adik iparnya.. "Semoga selalu seperti ini tuhann, terimakasih.."
**Bersambung...
...Jangan lupa LIKE,KOMEN,dan VOTE nya yang selalu Author tunggu🤗...
__ADS_1
...Terimakasih telah membaca,Love U Tomat ❤️**...