
PRANGGggg..!! Aaaaaaaa...!!
"Hah..! "Gavin terlonjak mendengar suara kaca pecah dari arah kamar mandi, "Erinnnn..!!"
Keadaan kamar yang gelap gulita menyulitkan Gavin menemukan letak kamar mandi,, ia mengambil ponsel dan menjadikan nya senter untuk mengecek suara teriakan Erin..
"Erinnn..kamu kenapa sayangg.." melihat kamar mandi yang kosong Gavin jadi berkeringat dingin,belum sempat ia berpikir,ada suara kaca pecah dari luar kamarnya.
Gavin yang mendengar itu berlari keluar, "Kenapa gelap semua,Erinn..!!! pak yan.." teriak Gavin yang berusaha mencari tangga.. Baru sampai menuruni tangga kelantai dua dia mendengar teriakan Karin dan Mila didalam kamar tamu.
Sontak Gavin berlari menuju pintu kamar,dia menggedor pintu itu sekuat tenaganya..
"Karinnn..!! Mila..!! kalian didalam..?" tidak terdengar apapun didalam sana Gavin kembali turun menuju lantai satu.
Keadaan rumah yang masih gelap gulita hanya ada cahaya dari ponsel Gavin,, ia terus memanggil Erina dan adik-adiknya,ketika Gavin memasuki ruang tengah betapa terkejutnya dia melihat sosok yang tergeletak dilantai.. "Erinaaa..!!!" dengan cepat Gavin langsung merangkul istrinya.. wajahnya pias ketika menyentuh tubuh istrinya yang sudah dingin.
"S-sayang kamu kenapa..? bangun Erin..!" Gavin terus menggoncang tubuh Erin yang sudah dingin itu.
Gavin merasakan sesak yang sangat didadanya.. rasa sesak yang ia rasakan saat kehilangan kedua orang tuanya kini ia alami untuk yang kedua kali..
"Karinn.. Milaa..!!! pak yan..!!! siapapun dimana kalian ha..!!" teriakan Gavin menggema keseluruh rumah namun tidak ada yang menjawab teriakan Gavin...
Gavin frustasi tidak bisa berbuat apapun dalam keadaan gelap,dia tidak tau harus melangkah kemana...
"Sayangg.." Isak Gavin.. Hatinya terasa sesak.. kehilangan dan rasa takut menyerbu perasaannya.
"Bagun Erin.. kau tidak bisa meninggalkan aku sendiri,kita sudah berjanji mengulang dari awalkan.." tangis Gavin..
Gavin tidak pernah menangis kecuali saat kepergian kedua orangtuanya,Kini ia harus menangisi kepergian orang yang sangat dicintainya.
Gavin memeluk tubuh dingin Erina dengan Erat.. butiran air mata membasahi wajah Erina..
"Bagaimana aku bisa menjalani hidup tanpa kamu sayang.. ku mohon bangunlah Erina.. Beri aku kesempatan sekali lagi untuk membahagiakan mu.. Aku bahkan baru memulai mimpi ku berdua dengan mu sayang.. tapi kenapa.. kenapa sayang.." Gavin mendekap tubuh istrinya terisak karna telah kehilangan belahan jiwanya.
__ADS_1
Tubuh yang telah dingin itu membalas pelukan Gavin, Gavin yang terkejut langsung melepaskan pelukannya dan melihat Erina yang tengah menatapnya dengan tersenyum.
"Erin..." lirih Gavin..
"Aku akan memberikan satu kesempatan lagi untuk mu suami ku.. Selamat Ulang Tahun.."
BLARRRrrrr..!! Mansion yang tadi gelap gulita tiba-tiba terang menderang..
"SELAMAT ULANG TAHUN GAVIN ..!!!!!"
Ucap serentak semua orang,, Gavin yang terkejut menoleh dan melihat semua orang terdekatnya berkumpul.
Karin,Mila, Rey, Daniel,Pak Yan,dan pelayan yang kerja diMansion.. Mereka semua bersorak semua dengan Wajah yang bahagia karna Rencana mereka berhasil..
Berhasi membuat Gavin mengakui perasaanya didepan semua orang.. Semua orang yang mendengar pernyataan Gavin merasa sangat bahagia karna Gavin telan menemukan jalan Hidupnya.
"Selamat ulang tahun sayang, terimakasih.. terimakasih sudah mau membahagiakan aku,terima kasih sudah menjadikan aku wanita paling beruntung memiliki suami seperti mu.. Semoga kita langgeng sampai tua,aku mencintaimu suamiku.." Erina memeluk Erat Gavin,menangis bahagia karna merasa dicintai sebesar ini oleh suaminya sendiri.
Gavin yang mendengar ucapan Erina tak mampu membendung air mata,ia memeluk Erat istri tercintanya memberikan bertubi-tubi ciuman diwajah istrinya.. ia tak mampu berkata-kata lagi,ia sangat bahagia saat ini.
"Selamat ulang tahun kak.. Maafkan kami sudah buat kakak panik,hehe tapi sekarang yang penting semua orang tau kalau kak Gavin sudah berubah.. Bukan hanya memikirkan kami saja tetapi juga kebahagiaan Kakak.."
"Terimakasih buat kalian.. pasti salah satu dari kalian dalang semua ini kan,Dasar.." menjewer pelan telinga kedua adiknya.
"Kalo gitu ayoo kita potong kue.." teriak Mila girang.
Ruang makan sudah disulap seperti pesta Ulang tahun.. dimeja utama Gavin dan lainnya duduk, sedangkan meja satu lagi ada pelayan yang bekerja diMansion.
Mereka menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Gavin.. bahkan tidak lupa pula memanjatkan doa terbaik untuk Gavin.. Gavin memang bukan orang yang ramah dan penyapa,tapi dia selalu mendahulukan keadilan dan kesejahteraan orang yang bekerja untuknya oleh karna itu tidak sedikit dari mereka yang menyayangi Gavin.
"Terimakasih untuk semuanya.. aku tidak bisa merangkum kata yang indah untuk rasa terimakasih ku, tapi aku benar-benar merasa bahagia saat ini.. Terimakasih juga untuk kalian yang sudah tulus bekerja dengan ku.."
Tepuk tangan dan sorak bergembira menggema diMansion,semua yang berada disana sedang berbahagia.
__ADS_1
Erina tiba-tiba berdiri dan membuat semua perhatian kembali padanya.. "Hari ini aku ingin kalian menjadi saksi pengikatan cinta yang sesungguhnya.."
Erina mengeluarkan cincin yang ia beli waktu itu,"Aku ingin membuat simbol ikatan cinta kita.." Erina mengambil cincin dan menyematkan nya dijari manis Gavin..
Dengan terharu Gavin mengambil cincin itu dan menyematkan nya dijari manis Erina. Kebahagiaan dia bertambah dengan adanya simbol cinta mereka..
"Mari dinikmati makanannya semua.. pak yan udah dan para koki udah capek memasak lohh.." ucap Mila .
"Baik nona.." mereka menjawab dengan riang serentak..
Waktu sudah menunjukkan pukul 3 dini hari. Acara akhirnya selesai.. para pelayan segera merapikan ruangan seperti semula,sedangkan yang lain melanjutkan istirahat mereka .
Dikamar utama..
"Sayang.. terima kasih untuk ulang tahun ku tahun ini,aku tidak pernah membayangkan akan sebahagia ini dengan mu.."
"Sama-sama sayang ku.. aku mencintai mu" memeluk erat suaminya.
"Aku juga sangat mencintai mu Erina."
Dari sini kita belajar kalau mencintai itu tidak harus saling sempurna,tapi saling melengkapi.
Menyatukan dua insan yang berbeda pola pikirnya. berusaha memahami karakternya,Mencintai bukan tentang kelebihan apa yang dia punya,tapi tentang seikhlas apa kita menerima kekurangan pasangan kita.
Begitupun juga kekosongan hati Gavin yang perlahan diisi oleh kehangatan hati Erina,juga sebaliknya Erina yang tidak mendapat kasih sayang dari masa kecilnya tetap ikhlas dalam menjalani kehidupannya, kesabaran yang berbuah manis untuknya.
Namun mulai dari sinilah kekuatan cinta mereka diuji,mampukah mereka saling percaya,melindungi dan menguatkan atau sebaliknya.
**Bersambung..
...Terimakasih telah membaca..🙏🏼...
...Insyaallah update tiap hari🤗...
__ADS_1
...Jangan lupa LIKE,KOMEN,dan VOTE nya yang selalu Thor tunggu🥰...
...Love U Tomat❤️**...