Gadis Terbuang Milik Presdir

Gadis Terbuang Milik Presdir
Mimpi Buruk


__ADS_3

Menjelang petang Erina sudah berada dikamarnya menunggu Gavin pulang,ia berbaring sambil mengecek tokonya.Semenjak menikah dia tidak bisa lagi berada ditoko sampai toko tutup,jadi dia hanya mengandalkan Mala untuk berjaga ditoko menggantikan dirinya.


"Hahhh.. hari yang melelahkan" Erina melihat tanggal di hp nya,tanggal yang selalu dia tandai setiap tahun. Tanggal yang membuatnya teringat pada mendiang ibu kandungnya.


Ya tanggal kematian Indah Grizella,ibu kandung Erina.


Ada butiran bening yang meluncur dari sudut mata Erina,sampai saat ini Erina masih menyalahkan dirinya atas kematian ibunya,demi menyelamatkan dia ibunya sampai merenggang nyawa.


Didunia ini mana ada orang tua terutama IBU yang ingin anaknya celaka,IBU adalah orang yang siap memasang badan saat anaknya terancam bahaya,IBU yang selalu ada saat kita sakit,IBU yang selalu kita panggil saat kita ketakutan,Sebesar itu kasih sayang seorang ibu pada anaknya,Selagi mereka ada sayangilah dia.


IBU adalah orang yang sangat kita rindukan kehadirannya saat ia sudah tiada.


Ceklekkk.... pintu terbuka,dengan cepat Erina berdiri menghapus asal air matanya.


"Anda sudah datang tuan,semuanya sudah saya siapkan" sambil membuka dasi Gavin.


Gavin melihat sudut mata Erina yang basah,"Kau menangis?"


"Ah tidak tuan" jwb cepat Erin.


"Kau suka sekali berbohong"


"Mana ada tuan,saya tidak berbohong.. saya.. mata saya berair karna mengantuk" Erina mencari Alasan.


"Oh " ucap Gavin sambil masuk ke kamar mandi.


Hufff.. hampir saja,ga mungkin aku cerita.. Yang ada dia membenci ku karna tau yg sebenarnya.


Semua sudah berkumpul dimeja makan,Erina dengan cekatan mengambil nasi untuk suaminya.


Aku sudah seperti istri sungguhan saja,hehe.


"Kak Erin besok aku libur lohh,aku ikut ke toko kakak boleh?" tanya Mila


"Boleh dong,dengan senang hati malah" senyum Erina.


"Kak Karin mau ikut gak??" bujuk Mila.


"Nggak,aku masih banyak tugas kuliah" sahut Karin.


dia sudah tidak secuek pertama kali,melihat Erina yang sepertinya ramah membuat Karin perlahan mulai menerima.


"Kak Gavin aku bolehkan pergi ke toko kak Erin"


"terserah kamu saja,asal tidak merepotkan orang"


"tidak akan kok kak,mana mungkin Mila begitu"


"Mana mungkin apa" Karin menimpal "ditoko teman ku saja kamu malah menghabiskan jualannya,mana aku yang suruh bayar lagi" cetus Karin.


"Eh itu kn aku beli,ya walau pakai duit kakak, hahahaha


tapi kalo sama kak Erin ya gak mungkin lah,masa kakak ipar sendiri dipalakin" cengir Mila.


Karin menatap kesal Mila,Mila memang pandai mengerjai dia,untung sayang.


Erina tersenyum melihat pertengkaran kecil itu,ada perasaan hangat ketika dia berada dirumah ini. Walau dia tidak seperti Istri sebenarnya namun dia cukup bahagia tinggal bersama Gavin.


Ini rasanya punya keluarga,walaupun aku bukan istri yang diinginkan Gavin,tapi setidaknya aku tinggal disini mendapat status istri sah dan diperlakukan baik oleh penghuni disini adalah hal yang cukup bahagia buat ku.


Selesai makan malam semuanya langsung memasuki kamar masing-masing.


Erina yang habis mengganti baju dengan baju tidur langsung naik ke atas tempat tidur,ia tidak merasa sungkan lagi karna seperti nya Gavin tidak keberatan dengan Erina disampingnya.


Gavin sedang duduk selonjoran dikasur sambil melihat pekerjaannya dilaptop.


"Kenapa Mila memanggil kamu dengan sebutan Erin, sebelumnya dia memanggil kakak ipar" tanya Gavin yang pandangannya tetap dilaptop.


"itu saya yang suruh tuan,karna tidak terbiasa dipanggil begitu,karna orang2 terdekat saya memanggil Erin jadi saya suruh Mila panggil begitu,"


"Owhh.. apa yang kamu jual ditoko kamu"


"saya menjual makanan khas daerah gitu tuan,ya lebih tepatnya Gerai oleh-oleh,namanya Gerai oleh-oleh indah"


"Kenapa tidak nama kamu?" tanya Gavin pura-pura tidak tau.


"Ah itu nama ibu kandung sayang tuan"


Gavin melihat Erina merasa kurang nyaman saat menyebutkan ibunya.


Gavin pun meletakkan Laptop dan mematikan lampu.


"Matikan lampu,aku mau tidur"

__ADS_1


"iya tuan" Huff untung ga nanya lebih.


"Selamat malam,semoga mimpi indah tuan"


Gavin dan Erina memasuki alam mimpi masing2..


Dini Hari


"Ini dimana??kenapa aku merasa seperti masih kecil."


Erina menelusuri sungai tanpa alas sendal.


"bukannya itu mobil mama?? ah iya itu mama.." Erina berlari sekuat tenaga "mamaaa.. mama ini Erin maa" teriak Erin.


Didalam mobil Erin melihat mamanya tersenyum dan hendak keluar mobil,namun tiba2 ada kepalan asap yang keluar dari belakang mobilnya disertai dengan api..


Erin semakin panik dan menyuruh mamanya keluar "Mamaa!!! keluar ma!!! ada apiiiii... cepat keluar Maaaa" teriak Erin sambil menangis menjerit


Seakan tidak mendengar,mamanya hanya melambaikan tangan sambil tersenyum..


Duarrrrr..!!!! "Mamaaaaaaaaaaa.....!!!!!"


"Erin..!!! kamu kenapa Erin" cemas Gavin yang terbangun saat Erina berteriak Api.


"sepertinya dia mimpi buruk" Gavin langsung memangku Erina dilengannya "Bagun Erina,heyyyyy Erinnnnn kamu mimpi buruk" sambil menepuk pipi Erin berharap Erin bangun..


Tubuh Erin yang penuh dengan keringat padahal ruangan dingin seperti biasa..


Erin terbangun "Mamaaaaa...!!! hiksss " tangis Erin pecah didalam dekapan Gevan..


Dengan tubuh gemetar Erin berulang kali mengucapkan kata Maaf..


"Mama maaf kan Erinnnnn,Mama maaf.."


Gavin melihat keadaan menyedihkan istrinya,ia memeluk erat Erina berusaha menenangkan istrinya..


"Ada aku disini Erinn.. tenanglah,jangan membuat ku cemas"


"Tenanglah,ada aku.. ada aku disini,tak ada yang bisa menyakiti mu lagi" sambil memeluk erat Erin dan mengecup kening Erin..


Dengan lembut Gavin membelai kepala Erina..


Erina yang sudah tenang dalam pelukan Gavin, merasa tidak enak hendak melepas pelukannya,namun Gavin malah memeluknya lebih erat..


"Sudahlah,hari masih malam.. sudah tenang kan, ayo kita tidur lagi" Gavin melepas pelukannya dan berbaring.


sedangkan Erina ikut berbaring kembali di tempatnya,


"Kau mau ngapain kesana,tidur disini" sambil menepuk bahunya..


Apa dia mau aku tidur dipelukannya.


"Tapi tuan.."


"Cepat kesini"


"Iya tuan.."


Erina berbaring dan disambut pelukan oleh Gavin.


Gavin menepuk pelan punggung Erina seperti menidurkan anak kecil.


"Tidurlah,semuanya akan baik-baik saja.. akan aku pastikan tidak akan ada yang menyakiti mu lagi"


"Terima kasih Tuan.. terimakasih telah menenangkan saya,maaf juga sudah menyusahkan anda"


"Mulai sekarang kamu bisa memanggil ku Gavin,panggil aku senyaman mu"


"Benarkah..?"


"Hmm.. " dibalas anggukan oleh Gavin..


Erina yang nyaman dipeluk oleh Gavin mendalamkan pelukannya,dan Gavin pun mempererat pelukannya..


Mereka kembali tidur sampai Fajar menyingsing..


Gavin terbangun karna Erina bergerak dalam pelukannya..


saat melihat jam,baru jam 5 pagi.. tetapi seperti ada yang basah. Gavin terkejut melihat sekujur badan Erina mengeluarkan keringat,.


Bibirnya mengigau memanggil mama nya dan suhu badannya tinggi...


Gavin segera menelpon kebawah memanggil pak yan untuk segera membawa kompresan.

__ADS_1


"Halo pak yan,tolong antarkan air kompresan ke kamar ku,jangan lupa juga termometer dan obat penurun panas"


"Apa tuan muda sakit?"


"tidak pak yan,bukan aku tapi istri ku"


"baik tuan muda,segera saya siapkan"


"Erinnnn... kau dengar aku?? bangun Erin.." menggoncang pelan .


Erina yang membuka matanya lemah menjawab pelan..


"Sepertinya saya demam tuan"


"ya aku tau itu,sudah ku suruh pak yan mengambil kompresan.. tapi baju mu basah Erina.."


"Bisakah kau bangun untuk berganti baju?"


"saya tidak kuat berdiri tuan.."


"Kalo gitu biar aku yang menggantinya,apa kau keberatan" tanya gugup Gavin.


"Tapi tuan.. saya malu.."


" kita redupkan saja lampunya,biar aku membantu mu bertukar baju sebelum pak yan sampai sini"


"baiklah tuan,maaf saya merepotkan Anda"


"tak masalah.."


Gavin pergi ke lemari dan mencari baju tidur Erina yang mudah ia pakai,saat menemukan yang cocok ia langsung menuju tempat tidur..


ia meredupkan lampu dengan remot yang ada di mejanya..


Dengan jantung yang berdebar Gavin membuka baju Erina dan memakaikan baju yang ia bawa tadi, walaupun lampu diredupkan,Gavin masih bisa melihat dengan jelas lekuk tubuh Erina..


Shittt.. kenapa aku bisa terpancing ,biasanya melihat wanita telanjang pun aku tak merasakan apapun.


Gavin merasa ada hawa aneh yang merasuki tubuhnya.


"sudah beres" lalu menghidupkan kembali lampu.


"Kau tak perlu malu,aku kan suami mu. Wajar kn aku menggantikan baju mu"


"iya tuan, terimakasih"


ya tuhannn.. semoga aja dia tidak memperhatikan tubuh ku tadi,ahh kalau bisa berdiri lebih baik ku pasang sendiri


Pak yan datang membawa yang Gavin bilang tadi.


Gavin sendiri yang mengompres dahi Erina, mengecek suhu dan meminumkan obat..


"Pak yan bisa kembali,nanti kalau saya butuh saya panggil."


"Baik tuan muda,saya pamit dulu.."


"Panas mu mulai mendingan.. tidak setinggi tadi. kembali lah tidur,aku akan berjaga disini"


"untuk hari ini jangan bekerja dlu,pulihkan kesehatanmu dahulu"


"baik tuan,terima kasih banyak anda merawat saya, maafkan saya sudah sangat menyusahkan anda"


"Aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan"


Erina tertidur kembali,Gavin memutuskan bekerja dari rumah.


"Daniel kau langsung saja ke kantor,aku hari ini bekerja dari rumah,Erina sakit.. jadi aku tidak tenang meninggalkan nya."


"Baik tuan muda,saya akan mengurus yang disini"


nona sakit dan tuan muda yang merawatnya? apa ini nyata?? wahhh tuan muda sepertinya memang mencintai nona Erina , tapi masih belom sadar hihihi


Gavin menatap lekat istrinya yang sedang tertidur, dia menyentuh pipi istrinya dengan lembut lalu menciumnya beberapa kali..


Ada yang hangat dihatinya ketika bersentuhan dengan Erina.. Rasa yang sulit diungkapkan namun sangat lekat dihatinya,ia menyadari bahwa hatinya sudah terbuka buat Istrinya.


**Bersambung...


...Terimakasih telah membaca☺️...


...Insyaallah update setiap hari🤗...


...Jangan lupa LIKE,KOIN,dan VOTE nya ya🤗...

__ADS_1


...Thank U Tomat ❤️🥰**...


__ADS_2