Gadis Terbuang Milik Presdir

Gadis Terbuang Milik Presdir
Posesif


__ADS_3

Ceklekkk... Gavin melihat Mila yang tertidur dibibir tempat tidur,, Dia lupa bahwa hanya Karin yang dia suruh masuk tadi, sedangkan Mila dia suruh menjaga Erina saat mereka berada diruang kerjanya.


"Milaa.. bangun.. kamu sudah bisa pergi ke kamar mu"


"Hoamm.. udah selesai ya,yaudah aku balik ke kamar."


"hati-hati liat jalan, besok libur aja dulu kuliahnya"


"Oke kak.. selamat malam" Mila menghilang dibalik pintu.


Gavin merapihkan selimut istrinya.. dia menyentuh pipi Erina yang lebam.. "Maafkan aku sayang.. harusnya aku bisa lebih menjagamu.. aku janji,tidak akan aku biarkan siapapun menyentuh mu,Karin,ataupun Mila."


Selesai membersihkan dirinya,Gavin naik ke tempat tidur lalu mematikan lampu dan berbaring disampingnya istrinya.


Pikirannya berputar teringat kembali saat ia yang berniat untuk bermain-main dengan Erina,dia tidak pernah sebelumnya menyukai wanita manapun,bahkan wanita yang dari masa kanak-kanak selalu ada buatnya pun tidak bisa membuat Gavin jatuh hati padanya.


Kini terbaring wanita yang dulunya asing,dengan sikap lemah lembutnya membuat Gavin jatuh hati pada Erina. Berdekatan dengan Erina membuat tubuhnya merasakan sensasi yang berbeda,Gavin yang yakin bahwa ia telah jatuh hati sepenuhnya pada Erina membulatkan tekadnya untuk mulai serius dalam pernikahan nya..


Sungguh ia sangat menginginkan sebuah keluarga seperti keluarganya dulu,ditambah melihat Karin dan Mila yang seceria dulu saat orang tua mereka masih ada.


"Tetaplah disampingnku Erina,kita akan memulai semua dari awal lagi.. tidak ada tuan atau pun pelayan disini, ada aku dan kamu .. suami dan istri .." sambil mengecup kening Erina dengan sayang..


Ia ikut ambruk disamping istrinya sambil memeluk istrinya dan menyusul Erina keruang mimpi..


Keesokan hari..


Pagi-pagi sekali Karin dan Mila sudah berada didapur, Pak Yan yang bingung dengan tingkah mereka langsung menghampiri.


"Maaf nona Karin dan Nona Mila ada keperluan apa kedapur,ada yang bisa saya bantu.."


"Hm.. sarapan kak Karin dan kak Gavin sudah siap belum pak..?" tanya Karin.


"Sebentar lagi siap Nona.."


"Kalau gitu kami tunggu aja ya pak,biar kami yang antar kekamar kak Gavin.. " ucap Karin.


"Tapi anda berdua belum makan nona.."


"Tidak apa-apa pak yan.. kami bisa makan nanti,kami merasa bersalah kepada kak Karin,kami ingin meminta maaf.." ucap Mila.


"Baiklah nona.. ini sarapannya sudah siap" menyerahkan ke tangan Karin.


"Terima kasih pak yan,kami ke atas dulu.."


"Sama-sama nona" ada ulasan senyum dari wajah keriput milik pak yan,


Saya seperti melihat Nona Karina dan nona Mila kecil, kedatangan nona Erina ke Mansion ini adalah sebuah keajaiban yang terjadi pada Mereka.. Terimakasih nona Erina,anda menerangi Istana yang sudah lama gelap. Tuan dan Nyonya besar pasti bahagia diatas sana,melihat anak-anaknya melanjutkan hidup normal seperti dahulu.


Pak yan sudah mengabdi dari Gavin masih Kecil,jadi pak yan tau pasang surut yang terjadi dirumah ini. Pak yan mendedikasikan diri nya pada keluarga LUZIO,ia sudah menganggap Gavin,Karina dan Kamila adalah anaknya sendiri.


Tok..tok..tok "Kak kami antar makanan untuk kakak"


Erina yang mendengar ada yang mengetuk pintu segera bangkit dan tertatah berjalan membuka pintu.

__ADS_1


"Loh kak Erin udah bangun,dimana kak Gavin.." tanya Mila.


"Ssstttt.. kakak kalian masih tidur,dia sepertinya kecapean semalaman menjaga ku,biarkan saja dia tidur sepuasnya."


"Tapi ini sarapannya.." tanya Karin.


"Tunggu sebentar kakak akan cuci muka dulu"


"Sini kak biar Mila bantu jalan"..


Selesai Erina mengganti baju dan cuci muka,ia turun kebawah untuk sarapan,ia tidak mau membangunkan Gavin..


"Nona kenapa turun lagi.."


"Ah saya yang suruh pak yan,Gavin lagi tidur.. saya takut mengganggu tidurnya Gavin,tidak apa pak yan saya makan dibawah aja.."


"Baik lah nona,saya permisi dulu.."


"Iya pak.." senyum Erin..


"Kak.. bagaimana keadaan kakak sekarang..?" tanya Karin yang masih merasa bersalah.


"Kakak sudah jauh lebih baik kok,ya walau masih susah bergerak bebas hehe" Erina tidak mau menunjukkan rasa sakit yang sebenarnya ia rasakan pada adik iparnya.


"Kak Erin maafkan aku.." menghambur memeluk Erina. "Andai aku tidak melakukan hal bodoh dulu,kak Erin gak mungkin terluka,hiks.."


"Kakak tidak menyalahkan kamu Karin,kakak tau kamu tidak tau apapun,dia tidak pantas dapatin kamu."


"Maafkan aku kak.."..


Mila yang menganggap Karin memeluk Erina karna kekhawatiran nya saja, "Kami mencemaskan kakak ipar,kedepannya kami akan menjaga kakak ipar, tenang saja." ucap Mila penuh keyakinan.


Erina dan Karin yang melihat tingkah Mila jadi tertawa,Mila memang bisa membuat suasana menjadi hangat.


Dikamar utama Gavin terbangun merasa kasur yang terasa dingin disampingnya,seketika ia langsung bangun dan melihat tidak ada batang hidung si Istri.


"Dimana istriku.." Gavin yang cemas berlari kekamar mandi namun Erina tidak ditemukan,ia berlari ke lantai bawah,, perasaan yang tadinya khawatir menjadi lega karna melihat sang istri lagi bercanda disamping kolam berenang bersama adik-adik nya,melihat mereka tertawa bersama membuat Gavin enggan mengganggu.


Gavin memutuskan pergi mandi dan sarapan,setelah selesai ia langsung berjalan mendekati Erina.


"kakak.." sapa Mila.


"Hayy sayang.." langsung memeluk dari belakang dan mencium kepala Erina.


Wajah Erina bersemu malu karna Gavin menciumnya didepan adik iparnya.


"ishh.. Kaka Gavin ini, mentang-mentang ada kakak ipar." ucap Mila.


"Ada yang mau kakak katakan,dan itu wajib kalian patuhi mulai sekarang,termasuk kamu sayang" ucap Gavin penuh penegasan.


Mereka bertiga hanya melihat dengan mendengarkan dengan seksama apa yang akan disampaikan oleh Gavin.


"Untuk kalian berdua,kalian wajib lapor pada ku jika kalian mempunyai pacar ataupun dekat dengan laki-laki,jadi kalau kalian kenapa-kenapa aku dengan mudah mencari tau..Kalian juga harus melapor ke Daniel sama siapa dan kemana saja kalian akan pergi diluar jam kampus,dan kalian tidak boleh pulang malam.. jika terdesak telpon Daniel,dia akan mengirimkan pengawal untuk kalian sampai kerumah. itu saja buat kalian,Mengerti.."

__ADS_1


"Dan buat kamu sayang,selain ke toko kamu harus melapor sama aku mau pergi kemanapun,dan ketemu siapa pun termasuk keluarga kamu,jangan pulang malam.. jika memang terdesak telpon aku,aku yang akan menemani mu sekalian menjemput kamu pulang."


"Mulai hari ini peraturan itu berlaku buat kalian,kalian tau kan aku bisa saja melakukan hal gila jika kalian sampai kenapa-kenapa,jadi aku minta kalian mematuhi semuanya tanpa terkecuali."


"Baik kak Gavin.. kami akan mematuhi semuanya,dan menjaga diri kami sebaik mungkin,kami janji.."


"Bagus.. kalian memang yang terbaik" sambil mengelus kepala adik-adiknya dengan sayang.


Dibalik sikap nya yang terkesan berlebihan,ada perhatian dan kasih sayang yang ia berikan pada adiknya,dia adalah kakak yang terbaik buat Karin dan Mila.. sekarang lelaki itu adalah suamiku.- Ucap Erina bangga pada suaminya ini.


"Aku janji akan mematuhinya sayang.."


Gavin mendengar itu langsung memeluk tubuh Erina dengan sayang.


"Kak kami mau ke kamar, belom mandi soalnya hehehe" ucap Mila..


Mila dan Karin masuk dan bertemu dengan Rey yang sudah siap ingin bekerja.


"Loh kak Rey tidur disini ya.. dimana kak Daniel.." ucap Mila..


"Dia sudah pergi dari tadi,aku mau ingin memeriksa kakak ipar kalian dulu baru pergi kerumah sakit."


"Oh begitu.. yaudah Mila naik dulu,bye kak.."


"Byee.." melihat Mila yang sudah menghilang dalam lift.


Rey melihat Karin yang masih memakai baju tidur membuat jantungnya tidak karuan.


Dia cantik sekali..


"Kak Rey,kok bengong.."


"Eh iya,Aku lapar.. hahaha.."


"Benarkah..?" Karin menarik tangan Rey dan membawanya ke meja makan. "Ini makanan untuk kakak, sebenarnya punya ku.. tapi tadi aku sudah makan berdua sama Mila jadi ini untuk kakak aja.."


Mendengar Karin yang perhatian padanya membuat Rey senang.. Ntah apa yang ia rasakan.. dari dulu ia selalu memperhatikan Karin,bahkan saat Karin masih kecil dia selalu mengajaknya bermain..


Didalam lubuk hatinya ada tempat dimana Karin berada selama ini,namun ia terlalu takut untuk mengakuinya.


"Iya Karin,terima kasih ya.. buruan gih mandi sana.."


ucapnya menutupi kegugupannya.


"Oke kak.. byee.." Karin berbalik ke kamarnya.


Rey hanya menatap punggung Karin,ntah apa yang ia pikirkan,hanya dialah yang tau


**Bersambung...


...Terimakasih telah membaca☺️🙏🏼...


...Insyaallah Update tiap Hari.....

__ADS_1


...Jangan lupa LIKE,VOTE,dan KOMEN nya yang selalu Thor tunggu😍...


...Love U Tomat🥰❤️**...


__ADS_2