Gadis Terbuang Milik Presdir

Gadis Terbuang Milik Presdir
Kabur


__ADS_3

Erina melonjak kaget mendengar suara Andre,ia berusaha menyembunyikan gelang dibelakang punggungnya. Andre yang melihat gerik mencurigakan langsung menghampiri dan menarik tangan Erina.


"Apa yang kamu sembunyikan Erin." ucap Andre dengan nada curiga. " Kau menelpon seseorang.?!"


"Tidak! aku tidak membawa ponsel ku,mana bisa aku menelepon seseorang." ucap Erina cemas.


"Periksa dia." ucap Andre pada salah satu pelayan wanita. Pelayan wanita itupun memeriksa seluruh tubuh Erina namun tidak menemukan apapun.


Andre langsung menarik tangan Erina dan membawanya menuruni tangga,Erina memberontak berusaha melepas tangan Andre dipergelangan tangannya,namun semakin Erina memberontak semakin kuat pula genggaman tangan Andre,itu membuat Erina mau tidak mau menurut pada Andre.


"Sudah siap semua nya.?" ucap Andre.


"Sudah bos,setengah jam lagi penerbangan nya " ujar Leo


Mobil sudah menunggu untuk mengantar Andre dan Erina ke bandara,Sepanjang perjalanan Andre tidak melepas genggaman tangannya.


Bagaimana aku bisa kabur kalau dia menggenggam tangan ku terus.- Erina.


"Kenapa kita ke bandara.? memang kita mau kemana.?" tanya Erina curiga.


"Ke tempat dimana hanya ada kamu dan aku." ucap Andre tersenyum mengelus pipi Erina,namun Erina dengan cepat menepis tangan Andre.


"Jangan menyentuh ku!" Ketus Erina,"Aku tidak ingin pergi kemanapun,aku ingin pulang kerumah suami ku." ucap Erina.


"Kalau kamu tidak ingin menurut,adik ipar kesayangan mu itu akan koma selamanya." ucap Andre.


Erina mematung mendengar ucapan Andre, "Apa maksud mu. Karin koma.?" Erina menatap mata Andre, ia harap ucapan Andre tidak benar.


"Itulah kabar yang aku dapatkan," ucap santai Andre.


Bagaimana bisa.. Karin.. Erina menarik kerah baju Andre sekuat tenaganya, "Karin koma karna kau.!! manusia tidak punya hati.!!" teriak Erina,ia tak tahan lagi menahan air matanya,ia melepaskan tangannya dan menarik paksa dari genggaman Andre.


"Hapus air mata mu,jangan macam-macam di bandara apa lagi mencoba untuk kabur,karna nyawa adik ipar kesayangan mu itu ada ditangan ku." Ancam Andre kepada Erina.


Dada Erina sesak,ia menghapus air matanya, tangannya menggenggam kuat bajunya,Erina semakin merasa bersalah pada Karin kalau bukan karna ia Karin mungkin masih baik-baik saja sekarang.


Selama di bandara Erina hanya terdiam,ia bahkan membiarkan Andre menggandeng tangan Erina selayaknya suami istri,rencana Erina untuk kabur telah sirna,ia tidak ingin mengorbankan Karin untuk kedua kalinya.


"Maaf nyonya anda tidak bisa masuk sebelum menyerahkan senjata tajam ataupun alat penyadap yang anda bawa." ucap Petugas bandara.


Andre yang mendengar itu langsung melotot ke arah Erina,mukanya memerah menahan Emosi,sedangkan Erina berubah pias melihat raut wajah Andre seperti ingin menerkamnya.


"s..saya tidak membawa apapun," ucap Erina gugup.


Petugas itu menyuruh rekan wanitanya untuk memeriksa seluruh tubuh Erina,namun tidak menemukan apapun.Lalu petugas itu mengarahkan alat pendeteksi keatas badan Erina. Alat itu berbunyi ketika didekatkan ke pergelangan Erina.


"Maaf nona,bisa saya periksa gelang anda.?" ucap Petugas wanita itu.

__ADS_1


"Ini gelang dari suami ku, aku tak ingin melepaskannya," ucap Erina.


Mendengar Erina menyebut suaminya, Andre sontak saja marah dan meraih tangan Erina dan melepas paksa gelang tersebut dan memberikannya kepada petugas.


Saat petugas mendeteksi kembali tubuh Erina sama sekali tidak ada yang salah,saat diarahkan ke gelang tersebut,pendeteksi itu kembali berbunyi.


"Maaf gelang anda ada alat penyadap nya Nona," Ucap petugas tersebut.


Andre yang mendengar itu langsung saja mengambil gelang itu dan menginjaknya didepan Erina, "Sekarang sudah musnah,bolehkah kami masuk." ucap Andre dingin,pihak petugas pun membiarkan mereka masuk ke pesawat.


Mereka memasuki VIP maskapai,Andre sengaja menyewa seluruh VIP untuk dirinya sendiri,Leo hanya mengawasi dari belakang apa yang dilakukan bos nya. Andre menarik tangan Erina dan membantingnya dikursi penumpang.


"Berani sekali kamu bermain dengan ku Erina." ucap Andre mencengkram dagu Erina.


"Aku tidak bermaksud bermain dengan mu,suami ku yang meletakkan alat itu di gelang ku." ucap Erina gemetar.


Bukannya melepaskan Andre malah semakin menguatkan cengkraman tangannya di dagu Erina,Erina hanya bisa diam dan menangis,Melihat Erina menangis Andre langsung sadar dan memeluk tubuh Erina..


"Maafkan aku.. aku tidak bermaksud menyakiti mu, aku tidak suka kau menyebutkan suami mu itu,maafkan Aku Erin." Ucap Andre.


Erina hanya diam saja tidak merespon apapun,ia menjadi takut dengan sikap Andre, Aku tidak mengenal siapa kamu lagi Ndre,kamu begitu berbeda. Erina memejamkan matanya dan menarik nafas dalam,ia memutuskan pura-pura tidur dari pada harus berinteraksi dengan Andre.


"Kamu sudah tidur sayang.?" melihat Erina tidak merespon,Andre merebahkan tubuh Erina agar dapat tidur dengan nyaman sambil membelai kepala Erina.


Dosa apa yang aku perbuat ya tuhan,baru sebentar aku merasakan kebahagiaan,kenapa harus masuk ke lubang kesengsaraan lagi - Erina.


Erina pun tetap pura-pura tidur sampai ia tertidur sungguhan.


"Aku tidak apa-apa, perasaan ku tidak enak" Gavin memegang dadanya. "Apa masih lama siap tiang sinyalnya,aku ingin menelpon istriku." ucap Gavin.


"Dua hari lagi tuan, cuaca juga sudah tidak separah kemarin." ucap Daniel.


Gavin mendengus kesal,ia sudah sangat merindukan Erina.. sudah tiga malam ia tidak menelepon istrinya. Gavin kembali keruangan kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya,ia ingin cepat menyelesaikan agar bisa kembali ke Mansion.


"Kak Sa,Mila ikut ya.." ucap Mila,ia sudah merasa cukup beristirahat.Ia sudah bersiap sekalian menyiapkan baju untuk malam dirumah sakit,Mila juga membawa tugas kuliahnya ke rumah sakit,Kampus tentu saja mengizinkan mendengar kabar tidak baik yang dialami oleh Karin.Ditambah mereka semua tau siapa Karin dan Mila.


"Tapi kamu pulang kan Mil," tanya Salsa.


"Iyalah pulang kak,ini hanya untuk baju ganti sore aja." ucap Mila.


Salsa dan Mila pun sarapan hanya berdua dimeja makan, "Pak yan,mulai nanti malam Mila pulang malam ya,Mila mau gantian jaga kak Karin,kasian kak Rey ngejaga kak Karin siang malam." ucap Mila yang menghabiskan sarapannya.


"Baik nona,saya sudah siapkan makan siang untuk nona nanti." ucap Pak Yan.


"Oke pak,makasih." ucap Mila tersenyum, setidaknya ia harus bersikap seperti biasa untuk menutupi rasa sedih dan kesepian nya.


Salsa dan Mila menuju rumah sakit, Salsa kembali ke ruang kerjanya sedangkan Mila masuk ke ruang inap VIP milik Karin,ia menemukan Rey yang tertidur disofa dan langsung menyuruh Rey untuk bersiap-siap kerja, mereka sudah bersepakat menjaga Karin, Rey malam- pagi sedangkan Karin Pagi- malam.

__ADS_1


Setelah Rey pergi keluar,Mila langsung saja meletakkan barangnya dan duduk disisi Karin,Ia menggenggam tangan Karin yang masih hangat,butiran air mata nya kembali berjatuhan.


"Sekarang Mila yang akan menjaga kak Karin,kakak cepat bangun.. kita cari kak Erina sama-sama." ucap Mila terisak. Dia langsung menghapus air matanya, mengusap pipi kakaknya dan kembali duduk disofa untuk mengerjakan tugas online nya.


"Siapa kamu." ucap Daniel datar.


"Maaf tuan,saya utusan dari kepala rumah sakit cabang dari LUZIO GROUP,beliau meminta saya memberi kabar kepada tuan." ucap lelaki paruh baya itu.


"Bukannya sudah ada Rey yang mengatur semuanya, tidak perlu lagi tuan Gavin turun tangan." ucap Daniel.


"Tapi sepertinya bukan tentang rumah sakit tuan,tapi tentang kabar darurat dari tuan Rey " ucap pria itu.


Daniel yang mendengar itu sontak saja berdiri, "Apa yang Darurat,bicaralah yang benar." ucap Daniel.


"Saya kurang tau tuan,beliau hanya menugaskan saya bahwa tuan Rey menyuruh saya menyampaikan kabar darurat,mungkin anda bisa langsung bertanya padanya tuan." ucap pria itu.


Daniel yang mendengar itu langsung menemui anak buahnya yang sedang memperbaiki singal,dia memaksa anak buahnya besok sudah harus selesai,


"Kau boleh pergi." Ucap Daniel,pria itu pun pamit kembali ke ibu kota,sedangkan Daniel langsung pergi menemui Gavin untuk menyampaikan kabar darurat tersebut.


Gavin yang mendengar nya jadi merasa cemas,Daniel sudah memenangkan Gavin bahwa besok sinyal sudah bisa dipakai.Namun itu tidak membuat Gavin tenang..


"Apa yang terjadi,kenapa Rey memberitahu tanpa menjelaskan.!" ucap Gavin marah. "Ini pasti bukan hal yang sepele."


Gavin membuka ponselnya,tertera fotonya dan Erina yang sedang ia gendong dipunggung nya,Gavin hanya bisa melihat foto itu,dan berdoa dalam hati agar tidak terjadi apapun pada istri dan adik kembarnya.


Di bandara Andre dan Erina sudah tiba di negara B, diikuti oleh Leo dibelakangnya,Erina dengan wajah datar berjalan sambil berpegangan tangan dengan Andre,ia mendengar bisikan-bisikan penumpang yang membicarakan keserasian mereka.


Cih,Serasi apanya.. dia adalah penculik istri orang, bukan dia suami ku,dia bahkan bukan tandingan suamiku - ucap Erina dalam hati


Andre dan Erina memasuki mobil untuk pergi ke villa milik Andre, diperjalanan Erina melihat mobil dinas tertera nama LUZIO GROUP,matanya membulat.. ia berusaha keluar dari mobil Andre saat Andre sedang menerima telpon,Erina berlari menghadang mobil tersebut,,


"Stop..!! tolong aku,antarkan aku pada Gavin,aku istrinya..!!" Ucap Erina panik,ia bahkan berlari tanpa alas kaki,kakinya penuh luka saat ia paksakan berlari diaspal yang berbatu.


Orang yang melihat Erina hanya bingung sendiri,mana mungkin istri boss nya bisa sampai disini,sebelum orang yang membawa mobil LUZIO GROUP menjawab. Andre datang dengan sigap dan menarik tangan Erina.


"Maafkan istri saya tuan,dia sudah tidak waras ketika kami kehilangan anak pertama kami bulan lalu,mohon pengertiannya." ucap Andre.


Erina berusaha memberontak melepaskan genggaman Andre,"Dia bohong pak.!! dia bukan suami saya!! dia menculik saya,saya istri dari Gavin Candra,bos kalian..!"


"Sayang.. apa yang kamu katakan,aku tau aku salah telah membiarkan anak kita pergi,tapi tidak perlu sampai seperti ini,kita bisa memulai lagi sayang.." ucap Andre.


Kedua orang itu menganggap kalau Erina benar-benar depresi,mereka percaya pada Andre,"Yasudah jaga istirnya pak,mungkin dia sangat kehilangan." ucap Dua orang itu. "Kalau gitu kami permisi," mereka langsung melajukan mobil dan menjauh.


**Bersambung...


...Jangan lupa LIKE,VOTE,dan KOMEN kalian yang selalu Autrhor tunggu.....

__ADS_1


...Terimakasih telah membaca,Klik FAVORIT untuk mendapatkan Notifikasi selanjutnya....


...Love U Tomat❤️❤️❤️**...


__ADS_2