Gadis Terbuang Milik Presdir

Gadis Terbuang Milik Presdir
Meminta Hak


__ADS_3

WARNING..!! BAB ini mengandung konten Dewasa, yang merasa tidak nyaman,silahkan diskip.


TERIMAKASIH.


Hubungan antara Gavin dan Erina semakin hari semakin dekat.. kebiasaan Gavin yang mencium kening Erina sebelum pergi bekerja sudah menjadi hal wajib untuknya.


Begitu pun dengan Erina,dia sudah terbiasa dengan hal itu,bahka Gavin setiap malam selalu memeluk Erina ketika hendak tidur.. Erina pikir karna ia sakit Gavin perhatian padanya,akan tetapi itu berlanjut setiap hari sampai saat ini..


Gimana aku tidak semakin jatuh cinta pada kamu Gavin,kalau semakin hari perlakuan kamu kepada ku selembut ini.. tapi apakah kamu mulai mencintaiku atau tidak ya ..


"Kemarilah.." Erina yang sudah tau langsung menghambur kedalam pelukan Gavin.


"Apa saja yang kamu lakukan hari ini"


"Hm.. tadi aku ke toko sama Mila,dia sudah lama ingin ke toko ku,tapi tidak jadi terus"


"Apa dia merepotkan mu"


"tidak,dia bahkan membantu Mala membungkus pesanan online,dia juga langsung akrab dengan semua karyawan ku.. karyawan ku sepertinya sangat senang dengan Mila"


"Baguslah kalau seperti itu"


"Gavin.."


"Hm.." mereka saling tatap.


"Kenapa sikap kamu kepada ku berubah?? maaf kalau aku lancang .. semakin hari sikap kamu semakin lembut kepada ku.."


"Kamu tidak suka aku bersikap begini"


"bukan begitu,sikap kamu yang seperti ini aku takut, takut jatuh cinta pada mu"


Ya walau aku sebenarnya sudah jatuh cinta sejak perlakuan lembut mu.


"Apa yang salah? wajar saja seorang istri jatuh cinta pada suaminya".


"Tapi apakah kamu juga sama seperti ku Gavin"


"Menurut mu.."


Hah kenapa malah bertanya,aku mana tau isi hati kamu Gavin,kenapa aku merasa takut ya kalau Gavin tidak jatuh cinta padaku.


"Bagaimana aku tau isi hati kamu Gavin"


Gavin mendekatkan pandangan mereka, pandangan nya tertuju pada bibir merekah milik Erina.


Tanpa aba-aba Gavin dengan lembut mencium bibir mungil Erina,semakin lama semakin dalam membuat Erina susah bernafas.


Gavin melepas ciumannya,"Bernafas Erinnn,kamu bisa kehabisan nafas jika menahan nafas mu"


Ciuman pertama ku.. apa seperti ini rasanya,serasa dada ini meledak.


"K-kamu mencium ku tiba-tiba aku jadi tidak tau harus apa" muka Erina bersemu.


"Kamu belum pernah berciuman" tanya Gavin.


"tidak Gavin,gimana mau ciuman.. pacaran saja aku tidak pernah"


Hati Gavin senang mendengar jawabannya yang keluar dari mulut Erina,berarti dia yang pertama.


Bibir Gavin kembali mencium bibir Erina dengan lembut,ia seakan memberikan gerakan supaya Erina bisa melakukannya.. Erina sudah bisa menahan nafasnya.. ia sudah bisa membalas ciuman bibir Gavin yang semakin memanas ..


Gavin melepas kan ciuman itu... Mukanya memerah bukan karna kehabisan nafas.. tapi sesuatu dibawah sana mulai bereaksi.


"Kamu kenapa Gavin.."


"Erina.. apa aku boleh meminta hak ku" dengan suara parau tidak bisa menahan hasrat nya untuk menyentuh istrinya.


Deg.. Bagaimana ini.. dia bahkan belum membalas jawaban ku,tapi jika aku tolak apa dia akan marah... ya Tuhannn aku takut.


"Aku janji akan melakukannya dengan lembut.. Aku sudah lama menahannya tapi tidak bisa kali ini.."

__ADS_1


Melihat muka Gavin yang memerah seakan menahan sesuatu dengan sekuat tenaga.


"Baiklah Gavin.. aku mengizinkan mu mengambil hak kamu," jawab Erina yang merona mengiyakan permohonan Gavin.


Tanpa menjawab Gavin meredupkan lampu,kini cahaya lampu hanya dari meja pinggir tempat tidur mereka.


Kini posisi Gavin sedang merapatkan badannya kesamping Erina sambil menahan kepala dengan tangannya,deru nafas mereka saling menerpa wajah mereka..


"Apa kamu penasaran dengan jawaban ku tentang perasaan ku" tanya Gavin yang kini tangannya melingkar posesif dipinggang ramping Erina.


"Aku tidak tau Gavin" ya Ampun rasanya jantung ku mau melompat keluar..


"Aku akan jujur,aku tidak tau kapan aku mulai memandangmu,kapan aku mulai peduli pada mu, perasaan yang tiba-tiba saja datang membuat aku ingin mengenalmu lebih dekat,, Aku tidak tau ini cinta atau bukan,yang pasti aku hanya ingin bersama mu untuk waktu yang lama,aku selalu rindu jika aku lama jauh dari mu,aku bahkan ingin memelukmu selalu.. dan sekarang aku ingin menjadikan mu milik ku seutuhnya" jelas Gavin.


Erina yang tadinya tegang menjadi terharu dengan apa yang dia dengar,dia tidak menyangka kata-kata itu keluar dari mulut Gavin.


Tangan Erina terangkat memegang pipi Gavin,dengan mata yang berkaca-kaca "Apakah itu benar.. kamu juga mencintai ku,sama seperti aku mencintaimu..?"


"Sepertinya begitu,aku pun baru sadar baru-baru ini kalau aku memang jatuh cinta pada istriku" senyum Gavin yang membuat hati Erina berbunga-bunga.


Mendengar jawaban itu Erina langsung memeluk Gavin ,tangisnya pecah seakan tidak mau ditinggalkan oleh siapapun. Tangis itu adalah tangis bahagia..rasa yang tidak pernah ia dapatkan lagi setelah kepergian mendiang ibunya.


"Aku tidak pernah sebahagia ini setelah mama ku tiada, aku kira menikah dengan mu membawa ku kelubang yang gelap,tapi Tuhan sangat baik padaku.. lubang yang ku kira gelap ternyata terang.. Aku... hiks..aku tak tau lg mau ngomong apa,aku sangat bahagia" ucap Erina sendu sambil memeluk suaminya.


"Sayang..." sambil mengusap air mata istrinya,"Aku tidak akan pernah meninggalkan mu apapun yang terjadi,karna aku tidak tau cara bagaimana hidup tanpa mu"


"Aku mencintai mu Istriku.."peluk Gavin..


"Aku juga mencintai mu suamiku" sama eratnya memeluk Gavin..


Mendengar Erina menyebut suamiku,ada rasa bahagia yang tidak dapat terlukiskan oleh Gavin..


"Maukah kamu menjadi wanita dan ibu untuk anak-anak ku..?"


Erina mengangguk dengan cepat, "Aku mau,dan sangat mau.." wajahnya bersemu..


Gavin mencium bibir merekah milik Erina dengan perasaan cinta,Erina membalas ciuman Gavin dengan hati yang berbunga.. Kini mereka saling mendalami ciumannya dengan diiringi perasaan cinta..


Gavin yang sudah diselimuti nafsu melepas baju tidur Erina,kini Erina hanya memakai pakaian dalam.


ia pun melepas bajunya hanya tinggal **********.


Gavin mencium Erina lalu turun menelusuri leher jenjang dan putih milik Erina,, "Ahkhh.." erang Erina karna Gavin meninggalkan tanda kepemilikan nya .


Ciuman panas itu kini kembali dimulut Erina,Erina sudah bisa mengimbangi suaminya dalam berciuman.. Tangan Gavin membuka pengait bra milik Erina,dua gundukan yang kenyal dan ranum itu langsung berada digenggaman Gavin.. ia mulai meremasnya dengan lembut sambil menciumi istinya.


Erina yang baru pertama kali merasakan sensasi yang membuatnya melayang kenikmatan tanpa sadar mendesah,membuat Gavin semakin membara .


Hap.. Gavin menyedot gundukan itu dengan rakus, Erina yang merasa semakin melayang hanya bisa mendesah.. "Akhhh.. sayangg.."


Gavin menciumi seluruh tubuh Erina,ia sangat takjub dengan keindahan tubuh istrinya.. dilihatnya Erina yang sudah memerah mukanya menahan sensasi panas yang Gavin perbuat pada tubuhnya..


Membuka perlahan dalaman Erina dan dengan cepat ia mengarahkan miliknya yang sudah dari tadi mengeras ke kewanitaan Erina.


"Sayang.. aku mulai ya,memang agak sedikit sakit.. tapi setelah itu akan nikmat"


"i-iya sayang.." ucap parau Erina memanas..


"Ahhkkhhhh... sakitt .." rintih Erina..


Gavin berusaha memasukkan punya nya ke milik Erina..


"Ahkkkhhhhhh... " punya Gavin sudah masuk sempurna ke dalam milik Erina.


Gavin memanju mundurkan dengan pelan dan perasaan sayang.. mencium bibir merekah Erina yang terlihat sangat sexy.


"Akhhhh s-sayang.." desah Erina yang semakin membuat nya jatuh kelubang kenikmatan duniawi.. ia tidak pernah merasa senikmat ini,Sensasi kenikmatan yang membawanya semakin melayang.


"Aku mencintai mu Erina.."


"Aku juga mencintai mu Gavin suamiku.."

__ADS_1


Pertempuran panas diatas tempat tidur terus berlanjut sampai keduanya mencapai puncak kenikmatan bersama berkali-kali..


Erina tertidur lelap didalam pelukan Gavin,setelah pertempuran panas tadi Erina langsung ambruk karna kelelahan,ia tak sanggup melakukannya lagi..


Gavin yang tersenyum menatap istrinya puas,


"Terimakasih sayang.. " dikecupnya kening istri tercintanya yang sudah terlelap kelelahan.


Akhirnya mereka tidur sangat pulas karena kelelahan melakukan proyek besar mereka .


Keesokan pagi


"Awww badan ku remuk semua.." Erina terbangun lebih dulu,ia melihat Gavin yang terlelap memeluk pinggangnya dengan posesif.


Perlahan Erina melepas pelan pelukan suaminya dengan hati-hati,takut kalau mengganggu tidurnya Gavin. Erina hendak turun dari tempat ditidur,


"Ahkhhh.. sakit sekali,kalau begini aku susah untuk berjalan.. bagaimana aku bekerja nanti.."


Erina tertatih dengan tubuh polosnya berjalan ke kamar mandi,saat meletakkan handuk ia tak sengaja melihat pantulan tubuhnya dikaca..


"Aaaaaaaaaaa....!!! kenapa tubuh ku.. Astagaa kenapa semuanya memerah" Teriak Erina membuat Gavin terbangun kaget,ia langsung berlari memasuki kamar mandi.


"Erinnn!! kamu kenapa? ada apa sayang?" cemas Gavin.


"Astaga..!" Erina langsung menutupi tubuh polosnya dengan handuk.


"Kamu kenapa ?"


"A-aku terkejut Gavin,lihat tubuh ku,kenapa memerah semua,pantesan badan ku sakit semua"


Gavin yang awalnya cemas jadi tertawa cengengesan melihat tingkah istrinya.


"Itu namanya tanda kepemilikan,kalau kamu itu hanya punya ku"


"Tapi kenapa sebanyak ini"


"Gapapa sayang,tenang saja.. kamu kenapa pake handuk tapi mau mandi"


"Gimana mau mandi ada kamu,cepat keluar Gavin, aku ingin mandi"


"Kenapa kamu jadi malu begini,Heyy sayang aku sudah melihat semua lekuk tubuh mu,kenapa masih juga malu, gimana kalau kita mandi bersama" seringai nakal tampak diwajah Gavin.


Oh tidakkkk...!! punya ku masih sakit,dan badan ku juga masih remuk,kalau dia minta itu lagi aku bisa matiii..


"Tidakkk.. badan ku masih remuk Gavin,punya ku juga masih sakit,, kapan-kapan saja kita mandi bersama oke sayang... please"


"hahahaha.. baiklah sayang,aku hanya bercanda.. yasudah lanjutkan mandinya"


Kenapa dia masih sama menyebalkan ya, untung sayang..


Selesai mandi Erina sudah berpakaian rapi,


"Saat mandi air dingin tadi rasa sakitnya berkurang, syukurlah.. jadinya aku tetap bisa masuk ya walau masih pegal-pegal sedikit"


Gavin telah selesai mandi dan bersiap untuk ke kantor,seperti biasa Erina melayani suaminya walau sekarang terasa beda,dia bukan lagi pelayan Gavin,tetapi istri sungguhan nya Gavin.


Kekosongan hati Gavin,dan kehadiran Erina dalam hidup Gavin membuat Gavin benar-benar merasakan hidup,selama ini dia hanya fokus untuk mengembangkan usahanya dan adik-adiknya saja.


Dia tidak pernah berpikir untuk menata kehidupan ya sendiri.


Tak terduga bagi Gavin bisa bertemu dan jatuh hati pada perempuan asing yang baru satu bulan dihidupnya.


Hidupnya terasa lebih bermakna saat dia memutuskan ingin Bahagia dan memiliki anak.


**Bersambung...


...Terimakasih telah membaca☺️...


...Insyaallah update tiap hari 🤗🙏🏼...


...Jangan lupa LIKE,POIN,dan VOTE nya ya...

__ADS_1


...Love U Tomat 🥰❤️**...


__ADS_2