
"Bagaimana.? sudah kau temukan Erina.?" Tanya Andre.
"Belum bos,tapi ada masalah bos." ujar Pengawal itu terengah.
"Emang ada masalah terbesar selain mencari wanita ku.?!!" teriak Andre
"B..bukan itu bos,kita diserang." ucap pengawal itu gemetar.
"APA.!!!! siapa yang menyerang.? bagaimana mungkin orang lain bisa tau.?!" tanya Andre membara.
BRAKkkkk.!!!! pintu terdobrak hingga rusak, dua pengawal Gavin yang melakukannya,Daniel masuk dengan aura membunuh sedangkan Gavin berjalan dibelakang Daniel,mukanya tak kalah seram.
"Kau ?!" Ucap Andre terkejut.
"Kenapa.?! harusnya kau menyambut tamu spesial hari ini,." ujar Gavin santai.
"Kenapa kau bisa tau.?! " heran Andre.
"Hahahaha.. kau meremehkan ku.?" ucap Gavin menggema. "Kau bahkan berani melarikan diri bersama istri ku,dan sekarang kau meremehkan ku?!" tanya Gavin geram.
"Aku dan Erina saling mencintai,dia yang memilih ku. Dia tidak bahagia dengan kau,dia bahkan memohon membawa nya pergi jauh dari mu " Ucap Andre yang tanpa sadar menyiram bensin ke bara api.
Gavin mengepalkan tangannya,ia maju dan meninju keras muka Andre,Andre yang mendapat pukulan itupun membalas memukul Gavin namun terhalang oleh Daniel.
"Jangan ikut campur.!! biar aku sendiri yang akan menghajarnya." ucap Gavin marah.
"Tidak bisa tuan.! " ucap Daniel.
"Menyingkir lah..!!" teriak Gavin,Daniel hanya bisa diam melihat perkelahian mereka berdua.
Bugh.! tubuh Andre jatuh ke lantai,mukanya penuh dengan darah,begitu pula dengan Gavin yang wajahnya babak belur walaupun tidak separah Andre.
"Bangkit kau brengsek!! akan ku buat kau tidak akan bisa berjalan di altar bersama Erin.!!" teriak Gavin.
Andre terbaring dilantai menahan sakit sekujur tubuhnya,"Hahaha.. kau kalah dengan ku,aku dan istri mu sudah.." Bughh..!!! Andre tidak sadarkan diri.
Belum sempat Andre berbicara Gavin menendang perut nya hingga muntah darah. "Dasar manusia hina,kalian menjijikkan.!!" teriak Gavin.
"Sudah cukup tuan,muka anda babak belur sekarang." ujar Daniel. "Dia juga sudah setengah mati." ucap Daniel menenangkan Gavin.
"Cari dimana Erina.!! Kau.!! dimana wanita bernama Erina !!" teriak Gavin.
Pengawal itu ketakutan melihat Gavin," Ampuni saya tuan,saya tidak tau dimana nona Erina Sekarang,yang saya tau tadi Pagi nona Erina kabur masuk kedalam hutan Pinus." ujar Pengawal itu gemetar.
"Perintahkan semua anak buah kita menelusuri hutan Pinus ini,cari sampai ketemu sebelum malam.!! " ucap lantang Gavin.
"Baik tuan." Daniel langsung memberi perintah anak buahnya untuk berpencar.
Gavin keluar dan terduduk di teras depan Villa,Daniel dengan sigap mengobati luka dan memar diwajah Gavin . Sebastian terkejut melihat wajah Gavin.
"Apa yang terjadi." tanya Sebastian.
__ADS_1
"Tuan menghajar Andre sampai babak belur tuan,kini ia tidak sadarkan diri," ujar Daniel .
"Terus dimana istrimu." tanya Sebastian.
"pernyataan pengawal Andre,nona Erina melarikan diri kedalam hutan pinus." ucap Daniel.
"Apa.?!! " Sebastian terkejut.
"Aku akan menyusul anak buah ku," Ucap Gavin berdiri dan berjalan menuju hutan Pinus.
"Jaga dia,aku tidak bisa membujuknya saat kondisi seperti ini,aku akan mengurus yang disini." ujar Sebastian.
"Baiklah tuan,jika begitu saya pamit." Daniel membungkuk hormat dan berlalu menyusul Gavin.
Sebastian mengurusi orang-orang yang luka-luka akibat penyerangan anak buah Gavin bagaimana juga mereka ini adalah anak buah nya.
Erina terbangun mendengar suara pergerakan seseorang,saat membuka matanya iya mendapati Tasha sedang membongkar mainannya. Erina langsung duduk dan memanggil Tasha.
Gadis kecil itu tidak sadar bahwa Erina telah bangun, ketika Erina memanggil namanya ia terkejut.
"Tante.. Tante udah bangun yah,maaf ya Tante Tasha ganggu Tante." ujar gadis berponi.
"Tidak masalah sayang,Tante juga sudah selesai tidurnya." ujar Erina.
"Kalau begitu Tante temenin aku main yukk.. ibu sedang ke warung beli lauk buat makan malam kita." ucap Tasha.
"Baiklah tuan putri," ucap Erina tersenyum dan berjalan perlahan menuju pintu depan.Erina duduk di teras menemani Tasha bermain.
"Ya ampun Tasha,kamu pasti menyuruh Tante Erin menemani kamu main ya,Tante Erin kan lagi sakit sayang." ucap Bu Ratna yang baru saja pulang berbelanja.
"Namanya juga kampung nak Erin,kalau kota ya beda lagi." ujar Bu Ratna. "Yasudah ibu mau masak dulu, ibu titip Tasha ya." ucap Bu Ratna.
"Baiklah Bu,maafkan Erin belum bisa membantu ibu masak." ucap Erina sedih.
"tidak apa nak,ibu sudah terbiasa sendiri." senyum Bu Ratna.
Selang beberapa waktu Erina sedang memperhatikan sekitar,matanya menangkap seseorang berjalan ke tempatnya,awalnya ia ingin masuk namun saat melihat seseorang diantara mereka, "Sayang..!" ucap Erina.
Erina berdiri dan berjalan tertatih,ia ingin memeluk suaminya,namun bukannya menyambut uluran pelukan Erina,Gavin malah menampar keras pipi Erina.
Air mata Erina langsung terjatuh,ia terkejut sekalian sakit hati,karna menerima tamparan dari suaminya yang sebelumnya tidak pernah main tangan padanya.
"S..sayang.." ucap Erina dengan bibir bergetar.
"Jangan memanggilku seperti itu dengan mulut busuk mu." Ucap Gavin.
Gavin dengan kasar menarik tangan Erina,namun gadis kecil itu menghadang Gavin dengan tubuh mungilnya.
"Stop.!! om mau bawa Tante Erin kemana ? om jahat sama Tante Erin om buat Tante Erina nangis." ucap Tasha.
Erina langsung menghampiri gadis kecil itu. "Tasha sayang,ini suami Tante.. om tidak jahat kok,kamu tenang ya." Ucap Erina memeluk Tasha.
__ADS_1
""Tapi tadi Tasha lihat om ini memukul pipi Tante,sakit tidak.?" ujar Tasha mengelus pipi Erina dengan tangan mungilnya.
"Dia tidak sengaja sayang,oh iya ayo kita masuk.. Tante harus pamitan dengan ibu kamu,suami Tante sudah menjemput." ujar Erina pelan.
Erina masuk kedalam rumah,sedangkan Gavin Munggu diluar,ia tidak berbicara sepatah katapun,ia hanya diam dan memperhatikan gerak gerik Erina.
Erina berpamitan dengan Bu Ratna,Erina tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada Bu Ratna. sebenarnya Bu Ratna ingin Erina tinggal lebih lama,tapi melihat suami Erina sudah menemukan Erina,Bu Ratna mengurungkan niatnya.
"Tante cepat sekali pulangnya." ujar Tasha.
"Maafkan Tante ya sayang,Tante sudah dijemput suami Tante,jadi Tante harus pulang,tapi jangan sedih.. Tante akan main kesini lain waktu." ujar Erin.
"janji.?" ucap Tasha.
"Janji." ucap Erina mengedipkan Matanya. "Bu Terimakasih banyak,saya ingin lebih lama tapi suami saya sudah menjemput."
"Tidak apa nak Erin, hati-hati dijalan ya. sampai jumpa " ujar Bu Ratna.
Erina pun memasuki mobil yang sudah menunggu Gavin dan Erina.Gavin tanpa peduli kondisi Erina hanya berjalan masuk ke dalam mobil. sedangkan Erina berjalan perlahan menuju mobil,ia tau bahwa suaminya pasti sedang marah.
Diperjalanan Erina tidak berani berbicara dengan Gavin,ia syok mendapat tamparan keras dari Gavin, namun ia tau alasan Gavin menamparnya.
Sesampainya dihotel milik LUZIO GROUP Gavin turun lebih dulu. Gavin menempati kamar presiden suite untuk dirinya dan Erina.
Gavin melemparkan pakaian ke muka Erina "Mandi dan pakai baju ini." Erina gelagapan mengambil baju tersebut.
"Baik." Erina tertatih menuju kamar mandi, Gavin sudah memanggil medis untuk memeriksa dan mengobati luka Erina,Saat Erina sudah keluar kamar mandi ia melihat Gavin sedang mengobati luka mukanya,
"Kamu terluka.? sini aku bantu "Gavin langsung menepis Erina,
"Jangan menyentuh Ku.!" ucap Gavin yang menatap tajam pada Erina.
Erina hanya diam tidak tau harus bilang apa,selang waktu dokter datang memeriksa luka Erina,dokter tersebut melakban dan memberikan obat untuk Erina.
Setelah mengobati dokter itu pun pamit untuk pulang, tinggal lah Gavin dan Erina berdua dikamar besar itu.Erina berjalan menuju tempat tidur namun sebelum Erina duduk Gavin langsung saja berteriak melarang.
"Jangan coba-coba kau menyentuh tempat tidur ku, kau tidur disofa sana." ucap Gavin.
Erina hanya mengangguk nurut,ia membaringkan tubuhnya ke sofa,karna kelelahan Erina tertidur.Gavin berjalan hendak keluar dan melihat Erina sedang tertidur.
Matanya lama menatap Erina,ntah apa yang dipikirannya,namun setelah itu ia keluar menemui Daniel.
Sebelum pergi,Gavin menyuruh hotel menyiapkan makan malam untuk Erina. Berdua dengan Daniel, Gavin menuju tempat Sebastian.
Gavin mengepalkan erat tangannya.
"Akan ku kirim bedebah itu ke neraka." .
**Bersambung....
...Jangan lupa LIKE, VOTE,dan KOMEN nya yang selalu Author tunggu dari para Readers....
__ADS_1
...Terimakasih telah membaca,Klik FAVORIT untuk mendapatkan Notifikasi selanjutnya....
...Love U Tomat❤️❤️❤️**...