Gadis Terbuang Milik Presdir

Gadis Terbuang Milik Presdir
Tidak Mau Menyerah


__ADS_3

Dikamar utama Gavin sedang menonton tv sambil menunggu jam makan malam,sedangkan Erina sedang berada dikamar Mandi,Dering ponsel Erina yang membuat Gavin mau tak mau berdiri mengambil ponsel Erina.."Halo." tidak ada jawaban dari telfon tersebut dan akhirnya mematikan panggilan tersebut "Ga jelas" Gavin pun kembali duduk disofa.


"Tadi aku sepertinya mendengar suara ponsel ku,ada yang nelpon sayang..?"


"Ada.. tapi ga jelas,salah sambung kali" acuh Gavin.


"Owh gituu.." Erina hendak mengeringkan rambutnya namun panggilan telpon kembali berdering,Erina kembali mengangkat panggilan"Hallo.."


"Halo Erin,ini aku Andre."


Erin yang mendengar itu langsung mematikan ponselnya,dan memblokir nomor tersebut.


Bisa-bisanya dia menelepon ke nomor ku, pasti ia dapat dari Randy.Kalau Gavin sampai tau Andre bisa saja habis ditangannya.. aku tidak ingin itu terjadi.


"Siapa sayang..?" tanya Gavin


"Gak tau sayang,orang iseng.."


"Blok aja nomornya,gak penting" ucap Gavin.


"Iya sayang,sudah kok.." ucap Erina menutupi rasa takutnya.


"Sini ku keringkan rambut mu.." ucap Gavin.


"Baiklah.." Erina duduk membelakangi Gavin.


Gavin mengeringkan rambut Erina dengan handuk,ntah kenapa ia senang melakukan hal yang belum pernah ia coba seumur hidup.


Tiba-tiba Gavin memeluk tubuh Erina dari belakang, Erina yang hendak berbalik ditahan oleh Gavin.


"Jangan bergerak,aku hanya ingin memeluk mu.. bbrapa hari lagi aku akan keluar negri, perhitungan nya 2 Minggu,tapi bisa lebih kalau masalah disana masih belum selesai.. aku pasti sangat merindukan mu."


Erina menggenggam tangan kekar Gavin,"Aku juga pasti sangat merindukan mu."


Saat malam malam Gavin memberitahu kan kedua adiknya tentang kepergiannya,


"Kakak mau kalian saling menjaga dan saling melindungi"


"Baik kak Gavin,kami akan saling menjaga seperti kata kakak." ucap Karin yang mewakili Mila.


Selesai makan malam Gavin masih diruang kerjanya.. sedangkan Erina sudah masuk kamar duluan,,


Saat Erina sedang berganti pakaian,ponselnya kembali berbunyi,dengan cepat berlari dan mengangkat telpon.. "Hallo." ia cemas menunggu jawaban disebrang sana, "Halo mba,ni Mala.. Besok mba masuk ? mala kayaknya agak telat mba besok,ada ponakan mala datang dari luar kota"


"Ya ampun Mala.. mba pikir siapa tadi,ini nomor siapa."


jawab Erina dengan nafas lega.


"Oh ponsel Mala gak ada pulsa mba,jadi minjem ponsel kakak,hehe.."


"ohh gituu yaudah gapapa Mala.. nanti mba aja yang buka toko."


"Makasih ya mbaa,maaf ngerepotin hehe.. yasudah maaf mengganggu mba,Byee.."


"Sama-sama Mala,Byee.." Erina hendak mematikan panggilan.


"Sayang.."


Erina yang terkejut hampir menjatuhkan ponselnya, "S-sayang.. kamu ngejutin aja.." ucap Erina mengelus dada.


"Kamu yang ngejutin,kamu ngapain berdiri disana ga pake celana..?Mau menggoda ku ya.." Ucap Gavin yang menahan tawanya

__ADS_1


Sontak Erina menjerit saat melihat ia tidak pakai celana dan berlari masuk ke ruang ganti,ia dapat mendengar suara gelak Gavin.


"Astaga.. sangking takutnya Andre nelpon aku jadi gak melihat situasi, bisa-bisanya aku tidak sadar kalo belum pakai celana.. Dasar Erina bodoh.." sambil menampar pipinya pelan.


Erina keluar dari kamar ganti dengan muka merah menahan malu,Gavin memperhatikan istrinya berjalan menuju tempat tidur..


"Muka kamu kenapa sayang..? sakit kah??" ledek Gavin,


Erina yang mendengar itu langsung masuk dan bersembunyi dibawah selimut,Gavin yang melihat istrinya menahan malu ikut masuk kebawah selimut memeluk istrinya .


Dibawah selimut Gavin melakukan aksi mesumnya pada istrinya,Erina yang kehabisan nafas menyembul keluar untuk mengambil oksigen..


Tidak sampai disana dibawah selimut bahkan Gavin telah menanggalkan pakaian istrinya,Erina yang berusaha menahan helaian terakhir bajunya ditahan oleh tangan kekar Gavin..


"Gavin aku.. ahh" Erina yang akhirnya melepas pertahanan nya karna tidak kuat menahan sentuhan yang diberikan Gavin.


Setelah puas bermain dengan tubuh istrinya akhirnya Gavin memulai aksi panas yang sesungguhnya.. mereka menikmati sentuhan yang saling mereka berikan satu sama lain..


Keesokan Hari.


"Sayang aku pergi lebih pagi hari ini,biasanya kan Mala yang buka toko,karna Mala ada keperluan ya aku yang buka pagi ini.. Kamu lanjut aja sarapan ya sayang.. hati-hati dijalan." ucap Erina yang telah merapikan dirinya.


"Baiklah sayang,Daniel juga ku suruh datang lebih pagi untuk menjemput ku,jaga dirimu sayang.. " cium Gavin pada kening Erina.. Erina pun membalas dengan mencium tangan Gavin.


Pagi itu Erina langsung menuju ke tokonya,sebab karyawan yang lain akan menyapu dan mengepel toko sebelum mereka buka sepenuhnya,kunci toko hanya ada pada Mala dan Erina.


Ponsel Erina berbunyi,Erina yang sedang fokus menyetir tidak menyadari nomor yang menelfon.


"Hallo.."


"Erina ini aku..", Mendengar siapa yang nelpon Erina langsung menepi.


"Kamu apa-apaan ndre,aku sudah bilang jangan menghubungi ku lagi,"


"Gak ada yang perlu aku bicarakan sama kamu lagi, yang aku katakan direstoran kemarin itu sudah jelas"


"Ayo kita ke negara B.. kita memulai hidup baru Erina.. tinggalkan saja suami mu.",


"Haa?! sudah gila ya kamu,jangan hubungi aku lagi paham,bahkan jangan muncul dihadapan aku selamanya!" Erina langsung mematikan ponsel dan kembali mengendarai mobil nya hingga ke toko.


Tidak jauh dari Erina memarkirkan mobilnya,Andre tengah menatap Erina yang bergegas kedalam tokonya.. hanya satu yang ia pikirkan,membawa Erina pergi dari negara A


"Bagaimana pun itu,apapun caranya aku akan membawa kamu pergi jauh Erina,bahkan dimana Gavin tidak dapat mencari mu."


Ting.. ada sebuah pesan yang masuk ke iponsel Andre.


"Aku akan membantu mu membawa Erina pergi dari sisi Gavin"


"Siapa kamu."balas Andre


"Malaikat mu.."


Bersambung...


Haayy Readers ku.. Terimakasih banyak aku ucapkan pada kalian yang masih membaca dan menantikan kelanjutan kisah Gavin dan Erina.


Maafkan salah dan kurang aku dalam menulis,maklum ini karya pertama aku,mohon bimbingan para Readers untuk mengoreksi apa yang salah dan kurang dalam Novel ini.


Author akan memberikan visual untuk para tokoh inti cerita ini, Tokoh-tokoh ini hanya pendapat Author saja ya.. setidaknya ini adalah gambaran Readers untuk para tokoh .


Tapi balik lagi pada Readers,, karna selera kan masing-masing..

__ADS_1


Gavin Candra Luzio



Erina Grizella



Daniel Fernandez (Daniel)



Salsabila Putri (Salsa)



Reyhan Pratama (Rey)



Karina Candra Luzio (Karin)



Kamila Candra Luzio (Mila)



Andre Prasetya (Andre)



Randy Putra (Randy)



Rasty Putri (Rasty)



Bramantyo (Ayah kandung Erina)



Indah Grizella (Ibu kandung Erina)



Sinta Dewi (Ibu tiri Erina)



Foto kebersamaan Indah Grizella dan Sinta Dewi semasa kuliah.



**Inilah Visual dari sudut pandang Author..


Jangan lupa Nantikan kelanjutannya..


Salam hangat ❤️**

__ADS_1


...**Jangan lupa LIKE,KOMEN,dan VOTE kalian yang selalu Author tunggu.....


...GOMAWOOO❤️❤️❤️**...


__ADS_2