
"Apa yang ingin kau sampaikan kemarin itu tentang pernikahan Andre ?" tanya Sebastian.
"Iya tuan,karna Daniel menelpon saya jadi lupa ingin memberitahu anda,Maafkan saya tuan." ucap Alex.
Gavin mengepal kuat tangannya,darahnya mendidih mendengar pernikahan Erina.
"Dia berani menikahi istriku!!" ucap Gavin emosi. "Bastian." ucap Gavin menatap Sebastian.
Sebastian mengerti maksud tatapan Gavin,kali ini dia tidak bisa melindungi anggota yang menjadi kepercayaan nya itu,Fatal akibatnya menyenggol seorang Gavin, Sebastian sekalipun tidak akan bisa menghentikan kegilaan Gavin jika sudah kumat.
"Alex,cari tau dimana titik Andre sekarang. Besok kita akan berangkat ke negara B." ujar Sebastian.
"Aku ingin malam ini juga.!" ucap Gavin memaksa.
"Kau tenanglah Gavin, pernikahan mereka masih 3 hari lagi,besok kita pastikan bertemu dengan istri mu." ucap Sebastian berusaha menenangkan Gavin.
Akhirnya Gavin menurut pada Sebastian walau butuh waktu lama untuk membujuk dan meyakinkan nya. Mereka semua memutuskan menginap di Mansion termasuk Daniel.
"Apa tuan akan melindungi Andre." tanya Alex.
"Dia memang orang kepercayaan ku,tapi aku tidak bisa memaafkannya untuk apa yang terjadi pada Karina, keluarga yang baru saja harmonis ini harus hancur karna dia." ujar Sebastian.
"Temukan titik keberadaan Andre,kita akan buat perhitungan dengannya. " Ucap Sebastian.
"Baik tuan,, Setelah sarapan pagi kita langsung berangkat memakai Jet pribadi milik tuan Gavin." ucap Alex.
"iya,kau sudah boleh beristirahat." ujar Sebastian memasuki kamarnya.
"Selamat malam tuan." ucap Alex membungkuk.
Keesokan pagi Erina membuka matanya,ia merasa ada sesuatu diatas perutnya, betapa terkejutnya ia melihat seekor tikus sedang menggigiti pakaian Erina, Sontak Erina berdiri dan berteriak.
Pengawal yang mendengar itu langsung saja membuka pintu gudang karna takut terjadi sesuatu kepada Erina, Pengawal itu membantu Erina menjauhkan tikus itu dari tubuhnya,melihat pengawal itu sedang fokus mengurusi tikus Erina langsung saja mengambil kesempatan untuk kabur.Ia tidak kembali ke Villa,namun berlari sekuat tenaga menuju hutan Pinus dibelakang villa.
"Hah.. sudah sejauh ini kenapa tidak menemukan pagar,jangan-jangan ini langsung menuju kehutan. Aku harus berlari sejauh mungkin,jangan sampai pengawal itu menemukan ku." Ujar Erina Terengah-engah.ia lanjut berlari masuk lebih dalam kedalam hutan Pinus.
Bugghhh..!!!! "Tidak berguna.!!! menjaga satu wanita saja kalian tidak becus.!!" Andre menghajar habis-habisan dua pengawal itu.
"Cukup Bos,kita harus bergegas menemukan nona Erina." Ucap Leo.
Leo memerintahkan seluruh pengawal mencari Erina hingga kehutan Pinus.Sedangkan Andre mengamuk membanting semua barang yang ada didepannya. Villa menjadi berantakan karna amukan Andre.
"Awas saja kau Erina.!! akan ku patahkan kaki mu biar kau tidak mencoba pergi dari ku.!!!" Teriak Andre.
Erina berlari sejauh yang dia bisa,tak peduli dengan kondisi kakinya yang terkilir dan luka-luka.Erina berhenti dipinggir sungai yang mengalir,ia sempat mendengar suara lalu lalang kendaraan tidak jauh dari sungai tersebut.
Tidak jauh dari sungai ia melihat beberapa rumah warga,Erina tertatih berjalan menuju salah satu rumah warga tersebut.
"Permisi.." ucap Erina kelelahan.
__ADS_1
Seorang gadis kecil keluar dari dalam rumah,melihat sesosok wanita dengan bekas darah di hidungnya dan berpakaian lusuh berdiri dihadapannya membuat gadis kecil itu berlari ketakutan memanggil ibunya.
"Ibu.!.. ada hantu." teriak gadis kecil itu berlari kedalam rumahnya.Erina tidak sempat berbicara sebelum gadis itu berlari.
Sontak saja sang ibu keluar dengan celemek di badannya,sang ibu tersebut terkejut melihat kondisi Erina.
"Ya ampun,kamu siapa.? dan kenapa dengan kamu?" tanya ibu tersebut.
"Saya diculik,dan baru bisa kabur Bu,Bolehkah saya meminta minum dan sedikit makanan.?" tanya Erina.
Awalnya sang ibu itu ragu,namun melihat kondisi Erina yang kelelahan dan luka-luka membuat sang ibu iba dan memutuskan menolong Erina.
Sang ibu membiarkan Erina masuk,ia memberi Erina makan dan minuman,setelah itu memberikan baju miliknya untuk dipakai oleh Erina.
"Maafkan saya,saya hanya punya baju itu." ucap sang ibu.
"Tidak bu,saya yang seharusnya berterimakasih karna ibu mau menolong saya,maafkan saya merepotkan ibu, kalau boleh tau nama ibu siapa.?" Tanya Erina.
"Nama saya Ratna,panggil saja Bu Ratna,nama kamu sendiri siapa.?"
"Saya Erina Bu,panggil saja Erin." ujar Erin.
"Kenapa nak Erin bisa sampai disini,dan siapa yang menculik nak Erin." tanya Bu Ratna.
Erina menceritakan semua kejadian yang dia alami kepada Bu Ratna,Erina tidak kuasa menahan kesedihannya,ia menangis terisak didepan Bu Ratna.
Bu Ratna merasa simpati mendengar kisah Erina, ia memeluk tubuh kurus Erina dan mengelus pelan punggung Erina.
Erina yang mendengar penjelasan Bu Ratna menjadi sedikit terhibur,ia tidak pernah mendapat nasehat apapun dari seseorang kecuali sosok mbok yang selalu menjaganya waktu kecil.
"Ibu benar,mungkin ini jalan Tuhan yang diberikan untuk saya karna tuhan percaya saya bisa mengatasi ini semua,saya akan belajar untuk menerimanya dengan ikhlas." Ujar Erina.
"Banyak orang diluar sana yang jauh lebih menderita dibandingkan nak Erin,banyak pula yang sekuat nak Erin,semua tergantung cara kita menyikapi sesuatu musibah,jika kita melihat dari sisi amarah,maka tidak akan menemukan yang namanya sabar dan ikhlas." ujar Bu Ratna.
"Sekarang nak Erin harus kembali pulang,diluar apa pendapat suami nak Erin dengan kejadian ini yang terpenting nak Erina pulang dan menjelaskan semuanya." ujar Bu Ratna.
"Iya Bu,setelah kaki saya mendingan saya akan menuju kantor polisi untuk menghubungi suami saya,untuk sementara apa boleh saya menumpang disini sampai luka saya ini sembuh." ucap Erina.
"Tentu saja boleh,kebetulan suami saya sedang pergi keluar kota untuk bekerja,dia adalah sopir antar paket pulang seminggu sekali. dan saya disini menjaga kebun milik mendiang ibu saya." Ujar Bu Ratna.
"Benarkah Bu.? terimakasih banyak Bu,saya beruntung bertemu dengan orang sebaik Bu Ratna." ujar Erina menggenggam tulus tangan Bu Ratna.
"Sama-sama nak Erin,kami juga hanya berdua disini.. Tasha sini.. maafkan yang tadi ya nak Erin,ini anak saya Natasha,umurnya tujuh menginjak delapan tahun.saya dan suami lumayan lama mendapatkan momongan jadi Tasha adalah anak pertama kami." ujar Bu Ratna.
"Hay Tante.. maafkan Tasha tadi ga sengaja bilang kalau Tante itu hantu,padahal manusia." ucap Tasha dengan raut muka menyesal.
"Gak apa-apa sayang,kamu ga salah kok.. Tante aja yang nyeremin kayak hantu" ujar Erina memperagakan gaya hantu pada Tasha.
"Hahaha kalau hantunya cantik kaya Tante Tasha ga takut ." ujar gadis berponi lebat itu.
__ADS_1
"Kamu bisa aja." ujar Erina tersenyum mengelus pucuk kepala Tasha.
"Sudah,biar Tante Erin istirahat ya sayang.. kamu bantu ibu metik sayur di kebun untuk makan malam kita nanti." ujar Bu Ratna.
"Nak Erin bisa istirahat dikamar Tasha, sedangkan tasha bisa tidur bersama saya."
"Baiklah Bu, Terimakasih banyak." Ucap tulus Erina.
Setelah mengobati luka di kaki nya Erina pergi menuju kamar Tasha,ia merebahkan tubuhnya yang sudah mulai bertenaga,namun matanya tak bisa menahan kantuk yang melanda,jiwanya lelah dan tidak butuh waktu lama akhirnya Erina tertidur.
Gavin dan Sebastian berada didalam mobil menuju ke arah titik dimana Andre berada,sedangkan Alex dan Daniel duduk dikursi depan untuk melacak titik pas nya.
Sesampainya mereka dititik itu,mereka tidak menemukan apapun kecuali rumah kecil yang memiliki warung didepannya.
"Kau yakin ini titik nya Alex.?" tanya Sebastian.
"Iya tuan,terakhir Andre mengabari saya melalui kartu Black Scorpion,dan tertuju di hutan Pinus ini." ujar Alex.
Daniel memutuskan turun dan bertanya pada pemilik rumah tersebut,selang beberapa lama Daniel kembali kedalam mobil.
"Tuan.. kita harus siapkan pasukan,kita akan menerobos ke hutan Pinus,Sepertinya Andre berada dalam hutan Pinus ini." ucap Daniel.
"Kau yakin Daniel.?" tanya Gavin.
"Saat saya bertanya tadi mereka bilang tidak tau apapun tuan,tapi saya merasa janggal ketika melihat pintu samping rumah,ada beberapa pemuda yang memakai pakaian hitam berkumpul. Saya hanya merasa ada sesuatu didalam hutan Pinus ini." ujar Daniel.
"Baiklah,Gavin kau suruh anak buah mu kemari,kita akan menerobos." ujar Sebastian.
"Kenapa hanya anak buah ku saja.?" tanya Gavin. "Jangan bilang kau melindungi nya," ucap Gavin marah.
"Hei bodoh,aku di pihak mu. kau itu adikku apa yang terjadi pada Karina tidak hanya melukai mu tapi juga melukai ku.Kau tau itu Gavin." Ujar Sebastian.
"Terus apa maksud mu tidak ingin turun tangan." tanya Gavin.
"Aku rasa itu tidak perlu,dan anak buah ku tidak akan sanggup menghajar kelompok nya sendiri,Ini adalah masalah pribadi,kita akan menyelesaikan nya secara pribadi,tidak menyeret kelompok ku." Ujar Sebastian.
Gavin paham maksud dari Sebastian,ia tidak mau sampai kelompok nya saling menghabisi satu sama lain. Mangkanya Sebastian mengirim anak buah Gavin untuk memberi pelajaran,jadi tidak akan berdampak pada keutuhan kelompok mafia Black Scorpion.
"Jika mereka hampir membunuh,aku sendiri yang akan turun tangan menghadapi mereka " Ujar Sebastian.
"Baiklah,akan ku ikuti cara mu." ujar Gavin.
Daniel menghubungi anak buahnya.
"Hallo.. bersiaplah,kita menuju target."
**Bersambung...
...Jangan lupa LIKE, VOTE,dan KOMEN yang selalu Author tunggu dari pada Readers....
__ADS_1
...Terimakasih telah membaca,Klik FAVORIT untuk mendapat notifikasi selanjutnya....
...Love U Tomat ❤️❤️❤️**...