Gadis Terbuang Milik Presdir

Gadis Terbuang Milik Presdir
Bertengkar part 2


__ADS_3

Deg.. Jantung Erina berdegup dengan kencang,ia memegang wajahnya yang terasa menyengat.


"S..sayang, maaf aku tidak sengaja ." Gavin dengan pias melihat apa yang baru saja ia lakukan.


Untuk pertama kali, Gavin menampar Erina.. untuk pertama kali juga semenjak pernikahan mereka Gavin memperlakukan Erina dengan kasar.


Erina terduduk memegang pipinya yang sakit, tidak hanya pipinya,tetapi hatinya juga sangat hancur, ia tidak terduga bahwa suaminya tega menamparnya .


Gavin langsung meraih tubuh istrinya,melihat Erina terduduk dan menangis tanpa ekspresi.


"Sayang maafkan aku,aku khilaf maafkan aku.." Gavin memeluk erat Erina.


Erina memberontak melepaskan diri,ia berlari masuk kedalam kamar mandi dan menguncinya. Erina terduduk lama di closed.Ia menangis tanpa mengeluarkan suara.


Gavin berkali-kali mengedor pintu kamar mandi tetapi Erina sama sekali tidak membukanya.


Erina masih merasakan sakit diarea pipinya,ia menyalakan shower kamar mandi dan terduduk dilantai. Saat shower membasahi tubuh Erina,Erina menangis sejadi-jadinya,suara yang tadi tidak terdengar sekarang jelas terdengar memilukan.


Gavin yang mendengar itu ikut frustasi,ia sekali-kali memukul tangannya ke dinding,ia sangat menyesal.. ia tidak sadar emosi membutakan matanya.


Erina menangis sangat lama bersamaan dengan air shower yang turun,Gavin mendengar itu dan memanggil istrinya.


"Keluarlah sayang,sudah cukup kau membasahi diri mu, nanti kamu sakit, ku mohon keluarlah."


Namun Erina sama sekali tidak menjawab,selang beberapa waktu Gavin kembali memanggil Erina karna tidak terdengar lagi suara Erina yang menangis didalam kamar mandi,hanya suara air shower yang masih hidup.


"Sayang ku mohon keluarlah,ini sudah tiga jam.. sayang aku minta maaf."


Gavin sudah tidak tahan lagi,ia segera mendobrak kamar mandi itu,betapa terkejutnya ia melihat Erina tergeletak dibawah shower.


"Erina..!! bangun sayang..! Maafkan aku.. Kenapa tubuh mu sangat dingin."


Gavin menggendong tubuh Erina ke kursi,lalu dengan cepat ia menanggalkan semua pakaian Erina dan membungkusnya dengan selimut hangat.


"Jangan menyentuh ku.." ujar Erina pelan,namun matanya tetap tertutup.


Tidak ingin orang lain tau,Gavin menelpon Daniel mengatakan bahwa dia akan menginap di kantor. Jadi Daniel bisa langsung pulang,tidak perlu menemui nya lagi.


Gavin segera membuka bajunya yang basah dan memakai handuk kimono,Gavin mencari obat anti flu dan meminumkan nya pada Erina.


Erina dengan setengah sadar kembali menangis dan berteriak melarang Gavin menyentuh nya.


"Aku benci pada mu.! kau menampar ku karna wanita ular itu." teriak Erina.


Setelah teriak Erina tidak bisa menyeimbangkan dirinya, Gavin menangkap tubuh Erina yang pingsan. Tiba-tiba Erina bergumam dingin.


Gavin menyelimuti tubuh istrinya,dia juga membuka handuk kimono dan menempelkan tubuhnya ke tubuh istrinya. Ia memeluk Erat Erina,menghangatkan telapak tangan Erina, berharap Erina merasa hangat.


Namun semua itu masih belum cukup,Gavin tidak punya cara lain. Ia masuk kedalam selimut dan mulai menciumi lekuk tubuh istrinya,Erina yang merasa badannya mulai memanas terbangun setengah sadar.


"Apa yang kau lakukan,aku tidak ingin disentuh oleh mu,lepas.." dengan lemah Erina berbicara .

__ADS_1


Namun seakan tidak mendengar,bagi Gavin menghangatkan tubuh Erina adalah yang terpenting. Ia melakukan semua yang dia lakukan saat berhubungan suami istri dengan Erina.


Gavin bahkan melakukan penyatuan berkali-kali hingga tubuh nya dan tubuh Erina berkeringat, Kini tubuh mereka banjir keringat, Erina sudah sadar sepenuhnya,, ia menangis karna merasa sedih.


Melihat Erina telah sadar Gavin menjadi lega,ia memeluk erat tubuh Erina,menciumi pucuk kepalanya berkali-kali dan menutup tubuh mereka dengan selimut tebal.


"Maafkan aku,sungguh aku tidak bermaksud menyakiti mu,aku hanya terbawa emosi,maafkan aku."


"Terbawa emosi karna membela wanita ular itu." gumam Erina datar.


"Tidak,aku emosi karna kamu berkata ingin cerai,aku tidak ingin kehilanganmu,apa lagi dengan sadar menceraikan mu,sungguh maafkan aku."


Gavin menangis memeluk tubuh istrinya.Ia sangat menyesal dengan apa yang ia perbuat pada Erina. Gavin memang masih meragukan istrinya tapi tidak pernah terlintas dibenaknya untuk menceraikan Erina. Bagaimana pun Gavin tidak bisa jauh dari istrinya.


"Kamu masih tidak percaya pada ku kan,kamu masih menganggap aku yang mencelakai Karin,kamu juga masih menganggap aku yang tidak ingin mengandung anak mu,dan kau juga lebih mempercayai Salsa dibanding aku istrimu."


"Tidak,bukan begitu,aku hanya butuh waktu. Setidaknya beri aku waktu."


"Sampai kapan.?"


"Sampai Karin sadar."


Erina langsung terduduk dan menjauh dari Gavin.


" Karin masih koma dan sampai saat ini kita belum tau kapan dia akan bangun,dan kamu akan percaya padaku saat ia sudah sadar,"


"Hanya itu yang membuat ku yakin sayang, ku mohon kemarilah nanti kamu kedinginan lagi."


"Baiklah kalau begitu,jangan pernah berbicara pada ku ataupun menyentuh ku sampai Karin sadar !"


"Tidak bisa apa ?!, aku capek,dari kecil aku sudah dibenci semua orang karna membawa sial bagi ibu ku, dan sekarang aku dibenci oleh suami dan adik ipar ku, kau bayangkan apa yang aku rasakan selama ini."


"Erina.."


"Jangan memanggil nama ku.! Kau bilang tidak ingin kehilangan ku tapi kau tetap meragukan ku. Kau bahkan sering memarahi ku,dan selepas itu bersikap sangat manis terhadapku seperti tidak terjadi apapun. Lihatlah chat ku dengan kak Luna,kau bisa lihat betapa antusiasnya aku untuk mengandung anak mu."


Erina mengeluarkan semua yang ia rasakan kepada Gavin,ia sungguh tidak tahan dengan yang terjadi pada dirinya, bagaikan menutup mata atas penderitaan nya, takdir begitu tidak adil. Itulah yang ada dibenak Erina saat ini.


Erina beranjak dari tempat tidur dan memakai pakaiannya yang basah,merapikan barang-barang nya dan pergi secepatnya dari kamar pribadi Gavin.


Sedangkan Gavin hanya bisa diam seribu bahasa, tidak ada yang bisa ia jadikan pembelaan didepan istrinya , semua yang dibilang Erina sangat benar.


Setelah Erina pergi meninggalkan kamar, Gavin mengamuk menghancurkan semua barang yang berada didalam kamar, Malam itu Gavin menelfon Daniel menyuruhnya membawa beberapa botol Alkohol.


Sedangkan Erina pulang ke Mansion,Pak yan yang melihat kondisi Erina langsung menanyakan ada apa, namun Erina hanya tersenyum dan mengatakan tidak apa-apa.


Erina mengemasi pakaiannya dan memasukkannya kedalam koper,setelah itu ia turun kebawah menemui pak yan.


"Pak,saya akan menginap dirumah orang tua saya, tidak tau kapan akan kembali,katakan saja seperti itu pada Gavin,Saya permisi."


"Baik nona Erina." Pak yan tau kalau tuan dan nona nya sedang tidak baik-baik saja,pak yan juga tidak bisa melarang melihat kondisi Erina yang menyedihkan.

__ADS_1


Erina menyeret kopernya memasuki bagasi mobilnya, saat hendak masuk kedalam mobil,datanglah sebuah mobil tak lain adalah Mila.


"Kenapa tampilan kak Erina seperti itu,eh kenapa aku harus peduli."


Mila keluar dari mobil,namun Erina hanya tersenyum dan mengatakan.


"Kamu sudah boleh pulang Mil,aku tidak akan muncul didepan mu lagi." lalu Erina masuk kedalam mobilnya dan pergi.


Mila termenung mendengar perkataan kakak iparnya,disisi lain ia senang tidak melihat Erina lagi, tapi dilubuk hatinya yang paling dalam terasa berdenyut, tidak bisa dipungkiri Erina adalah orang yang sangat ia sayangi,sampai saat ini.


"Tuan.. ini minumannya."


Daniel terkejut melihat isi kamar pribadi milik Gavin berantakan,Gavin langsung menyambar botol bir yang dibawa Daniel, dan meminumnya.


"Apa yang terjadi tuan."


"Keluar.!! jangan menggangguku,keluar.!!!"


Daniel dengan berat hati meninggalkan Gavin,namun tak ingin membuat Gavin lebih marah lagi.


"Kalau tau kondisinya seperti ini,aku tidak akan membawa bir itu,apa yang terjadi sebenarnya."


Daniel menelpon Erina namun tidak ada jawaban,ponselnya tidak aktif. kemudian Daniel menelpon pak yan,berharap Erina ada di Mansion.


"Halo pak,apa nona Erina berada di Mansion."


"Maaf tuan Daniel,Nona Erina sudah pergi."


"Apa maksud pak yan pergi,"


"Nona Erina tidak lama tadi datang dalam kondisi baju yang basah dan muka yang pucat,saya bertanya namun dia hanya bilang tidak apa-apa,selang tidak lama nona Erina turun membawa koper besar,dia menyuruh saya mengatakan pada tuan muda jika Nona Erina pergi menginap dirumah orang tuanya,tidak tau kapan akan kembali, Mendengar nona pergi kerumah orang tuanya saya jadi tidak Khawatir,Saya merasa antar Tuan dan nona sedang ada masalah besar."


"Baiklah terimakasih informasinya pak yan,aku juga tidak tau apa yang terjadi pak, sekarang tuan sedang mengamuk,jadi saya akan menunggu dia disini, jika ada nona Erina pulang,kabari saya ya pak."


"Baik tuan Daniel,akan saya kabari."


Mobil Erina memecah keheningan malam yang dingin,ia tidak tau mau kemana,Erina ingin mencari rumah singgah untuk sementara,sebelum itu dia mengambil uang di ATM sebanyak mungkin,Erina tidak ingin Gavin menemukannya jika ia memakai kartu ATM milik Gavin.


"Setidaknya uang ini cukup untuk keperluan ku selama setahun."


Karna sudah malam Erina memutuskan menginap disalah satu hotel dipinggiran kota,sebelum ia melanjutkan perjalanannya mencari kontrakan atau kos-kosan untuk nya tinggal sementara.


Erina bahkan mengganti nomor ponselnya,dia benar-benar ingin menenangkan diri.


Erina masuk kedalam kamar mandi lalu membersihkan diri,ia menggosok tubuhnya menghilangkan aroma tubuh Gavin.


Setelah itu ia merebahkan diri ketempat tidur,hari ini bukan hanya hari yang melelahkan baginya tapi juga menjadi hari yang sangat menyedihkan di hati Erina.


**Bersambung..


...Jangan lupa LIKE, VOTE,dan KOMEN kalian yang selalu Author tunggu.....

__ADS_1


...Terimakasih telah membaca,Klik FAVORIT untuk mendapatkan Notifikasi selanjutnya....


...Love U Tomat❤️❤️❤️**...


__ADS_2