
Disalah satu apartemen mewah,Sinta sedang menyusun kopernya untuk bersiap berangkat ke negara A.
"Kamu mau kemana ?"
"Ke negara A."
"Ngapain?"
"Aku dengar Rasty akan menikah dua Minggu lagi,aku harus menemuinya,"
"Memangnya kamu mau bicara apa? minta maaf ?"
"kalau memang perlu kenapa tidak."
"Kalau kamu hanya meninggalkan nya saja,mungkin bisa. tapi kamu sudah menjebaknya hingga kehilangan masa depannya,apa mungkin memaafkan kamu semudah itu?"
"Semua tidak ada yang tau,aku ingin mencobanya."
"Wanita gila, kamu kesana sama saja bunuh diri."
Sinta tidak menghiraukan perkataan lelaki yang berstatus kekasihnya,selama ini mereka benar-benar tidak menikah.
"Jadi kamu mau meninggalkan ku ?"
"Aku hanya sebentar sayang,aku akan kembali saat Rasty selesai menikah."
"Nanti saja jika mendekati pernikahannya,jangan sekarang."
"Tapi sayang aku ingin.."
Bima menarik tangan Sinta dan merebahkannya diatas tempat tidur lalu memeluknya..
"Menurut lah,aku tidak bisa jauh dari mu Sinta."
Bima menciumi lekuk leher Sinta,ia mencumbu Sinta tanpa ampun,tangannya meraja Lela berusaha melepas baju yang dipakai oleh Sinta.
Sinta melawan namun kalah oleh tenaga Bima,,
"Baiklah sayang,aku menuruti mu. aku tidak jadi pergi hari ini."
Bima menghentikan aksinya dan memeluk Sinta dengan Erat.. bagaikan tidak bisa jika sinta jauh darinya.
Dikediaman Bramantyo,Gavin meraba sesuatu disampingnya,ia terbangun karna tidak mendapati keberadaan Erina
"Kemana istri ku "
Gavin mencuci mukanya dan memakai kimono tidurnya lalu beranjak turun kebawah mencari Erina,pelayan yang bekerja disana mengatakan jika Erina masuk kedalam kamarnya dulu. Gavin langsung menyusul sang istri.
Apa yang dia lakukan disana,dan ruangan apa ini.. lebih sempit dari pada gudang sebelah.
Gavin membuka pintu dan melihat Erina sedang membuka sebuah album foto.Gavin perlahan menutup kembali pintu dan mendekati Erina,namun Erina belum menyadari keberadaan sang suami.
Gavin memperhatikan album foto yang sedang dibuka oleh Erina,ia melihat foto bayi perempuan tak lain adalah istrinya. seketika air mata Erina jatuh saat melihat foto mendiang ibunya yang sedang mengejar Erina saat di pantai.
"Kapan terakhir kali Erin melihat senyuman mama,bahkan saat mobil itu terbakar mama tetap tersenyum." Isak Erina,tubuhnya bergetar menahan tangis.
Gavin ingin sekali memeluk istrinya namun diurungkan nya,ia ingin melihat Erina melepaskan seluruh perasaannya.
"Rasanya terlalu cepat hidup ini ma,rasanya baru kemarin Erin merasa kembali tinggal dirumah ini,membayangkan mama yang sedang memasak didapur untuk Erin.". Erina menahan sesak didadanya.
"Andai Erin tau jika waktu kita singkat,Erin nggak akan jauh dari mama walau hanya sejengkal. Kamar ini.. dimana Erin menangisi mama.. dibenci oleh papa dan tidak disukai mama Sinta."
__ADS_1
Erina menutup mukanya dan terisak,Gavin tidak tahan melihat kesedihan istrinya,ia memeluk erat Erina dari belakang..
"Aku mencintaimu.."
Erina terkejut saat Gavin tiba-tiba memeluknya,ia tidak menyadari kehadiran Gabon sedari tadi.
"Sayang??"
"Hm.."
"Kamu sudah lama disini ?"
"Dari kamu sebelum menangis."
"Sayang maafkan aku,aku sudah berjanji tidak akan menangis lagi."
"Erin,nggak masalah jika kamu ingin menangis.. tapi menangis lah didepan ku,jadikan bahu ku ini sandaran saat kamu sedih "
Erina membalikkan badannya menghadap Gavin.
"Ya ampun sangat sempit, mereka baru lima bulan tapi sudah mengambil banyak tempat untuk kita berpelukan." ujar Gavin membuat Erina tertawa.
"Aku akan menangis jika didepan mu.."
"Itu baru Erin ku.Ayo kita keluar.."
Erina meninggalkan kamar dan menguncinya,ia selalu menyuruh pelayan rumah itu untuk merawat kamarnya, Bramantyo ingin memindahkan barang milik Erina ke kamar atas,namun ditolak oleh Erina,dia bilang kalau dia sudah sayang pada kamar itu.
Siang hari Erina dan Gavin pamit pulang ,diperjalanan Erina melihat jika mobil tidak mengarah ke Mansion.
"Kita mau kemana sayang ?"
Kini Gavin menyetir sendiri karna ia ingin berdua saja dengan sang istri,Gavin singgah membeli makanan dan juga cemilan kecil untuk mereka berdua. Dua jam Gavin menyetir mobil dan akhirnya sampai ditepian pantai.
Gavin memarkirkan mobilnya dan membawa sekeranjang makanan,ia juga membangunkan Erina yang tertidur selama diperjalanan. Saat bangun Erina antusias melihat ia sudah berada dipinggir pantai..
"Ayo kita kesana.."
Gavin dan Erina menuju pendopo yang sengaja dihiasi oleh kain putih dan hiasan cangkang kerang.. disana terdapat meja dan kursi santai khusus pasangan..
Gavin sengaja menyiapkan ini tadi malam untuk kencan bersama Erina,Gavin senang melihat Erina yang tampak bahagia melihat dengan apa yang dia siapkan.
"Kamu suka ??"
"Suka sekali sayang.. Aaaaa... aku jadi pengen berenang dilaut ."
"Nggak !"
"Loh kenapa ?"
"Duduk manis saja disini bersama ku,nanti jika kamu sudah melahirkan baru kita main dilaut,seluruh permainan laut kita mainkan sampai kamu puas."
"Benarkah sayang ?"
"Iya sayang,kapan aku bohong."
Erina memeluk suaminya dan memberi kecupan dibibir Gavin, "Terimakasih sayang ku."
Gavin membalas ciuman Erina,mereka berciuman lama ditengah angin pantai yang menerpa pendopo mereka. Gavin sengaja membuat pendopo dimana orang tidak ada main disini,Gavin menyewa sebagian pantai untuk Dia dan Erina kencan.
Erina bersandar pada Gavin sambil mengunyah buah segar. dan menyuapi Gavin.. mereka berdua menikmati gelombang air laut dan burung-burung yang berterbangan.
__ADS_1
"Sayang kok ini cemilannya buah biskuit sama jus doank,mana keripik.. kopi.. atau coklat,eskrim juga nggak ada."
"Sejak kapan aku memperbolehkan kamu memakan begituan."
"Ah.. aku..,"
"Kamu sering memakan itu dibelakang ku ya."
"Tidak ! aku hanya mencoba saja saat karyawan ku membelinya hehe.."
"Telinganya nggak mendengar ya.." Gavin menarik telinga Erina.
"Ampun sayang,haha.. eh ayo kita main ular tangga.."
"Mana ada aku membeli mainan itu."
"Kan ada Ponsel sayang,suami ku ini kadang sedikit bodoh."
"Apa kamu bilang ?"
"Kamu terlalu tampan sayang,sampai aku meleleh didekat mu."
Gavin mendengar yang dikatakan Erina namun ia hanya tergelak melihat Erina cemberut dan berakting tersenyum.
Mereka berdua main permainan ular tangga,Erina selalu terlonjak senang karna ia berhasil melewati ular,sedangkan Gavin mendengus kesal karna selalu dimakan oleh Ular .. akibatnya Erina menang dan Gavin ketinggalan jauh di belakang.
"Yeeee menang ,!"
"Ah ini salah !curang ini permainan nya."
"idih,nggak terima kekalahan. Yuk kita jalan dipinggir pantai.. cuaca sedang tidak terik,"
"Capek ah."
"Isshh sayang,kita foto juga berdua disini.. Ayoo, kamu lama ah yaudah aku duluan."
Erina berlari kecil menuju bibir pantai,Melihat itu Gavin langsung menyusul sang istri,, ia berlari dan menangkap tubuh Erina lalu menggendong nya hingga ke bibir pantai..
Erina mengalungkan tangannya pada leher suaminya lalu mencium lembut bibir suaminya,, adegan persis seperti pengantin baru yang berjalan memasuki kamar pengantin.
Saat sudah sampai Gavin menurun kan Erina, dengan cepat Erina memasang kamera dan memotret momen mereka berdua dibibir lantai. begitu banyak foto yang mereka ambil termasuk Selfi manja dari Gavin dan Erina.
Tringgg..!!
Notifikasi masuk kedalam ponsel Karin dan Mila, mereka melihat foto yang Erina kirim di grup.
"Ya ampun ,main ke pantai tidak bawa kami.. kak Erin jahat.. 😭," balas Mila didalam Group.
"Wah cantik sekali kak Erin,kalian terlihat serasi.. Bumil satu ini sangat mempesona 😍" balas Karin.
"Lain kali kita main ke pantai bareng yah,oke 😘"
"Yeeyy tidak sabar.. 🤩"
Erina tengah asik memilah foto untuk dijadikan wallpaper ponsel nya dan Gavin.. tapi Erina enggan mengganti wallpaper suaminya yang ia dan Gavin berada didalam lift.
Tingg..!
Sebuah pesan masuk,pesan yang membuat Mata Erina tak berhenti menatap layar ponsel.
Bersambung...
__ADS_1