Gadis Terbuang Milik Presdir

Gadis Terbuang Milik Presdir
Pendarahan


__ADS_3

Erina dan Rasty sedang diperjalanan menuju rumah teman mama tirinya.


"Kak.. kita pulang saja yuk,sudah mau malam."


"Sebentar lagi Rasty,kita sudah mau sampai.. masa mau pulang."


"Tapi nanti kak Randy pulang kita tidak ada gimana,"


"Aku sudah menulis surat tadi,tenanglah."


Menjelang malam Randy sudah tiba dirumah,ia tidak mendapati Rasty dimana pun,ia menanyakan kepada pelayan, pelayan bilang Rasty pergi dengan Erina.


"Kak Erin kesini.?" Randy melihat sepucuk surat dan membacanya.


"Gawat.! Kak Erin... " Randy berlari mengambil kunci mobilnya.


"Mbok jaga papa,aku akan menyusul mereka."


Randy keluar dari pintu utama dengan tergesa,ia hampir menabrakkan dirinya ke mobil Gavin yang baru saja sampai.


"Kau kenapa,untung tidak tertabrak." ucap Gavin kesal.


"Jangan buang waktu,kita harus menyusul kak Erin." Randy langsung masuk ke dalam mobil Gavin.


"Ada apa.?!" Ucap Gavin cemas.


"Kak Erin dan Rasty pergi ke alamat ini,mereka ingin menemui orang yang memperkosa adikku."


Randy menjelaskan secara detail masalah yang menimpa mereka sebulan ini,ia sengaja tidak memberi kabar pada Erina karna takut kalau Erin akan dalam masalah jika mengetahui. Melihat Erina yang sangat peduli sama keluarganya.


"Daniel,bawa orang kita menyusul.Jangan sampai terjadi apapun pada istri ku." ucap Gavin murka.


Kenapa kau gegabah Erina,ku mohon jaga dirimu, jangan terluka.


Erina dan Rasty telah tiba dirumah teman mama tirinya.


"Siapa namanya "


"Tante Sisil."


Erina mendekati para pengawal yang berjaga dipintu gerbang,Salah satu dari mereka melapor kedalam. dalam waktu singkat para pengawal itu membiarkan Erina dan Rasty untuk masuk.


"Nyonya sudah menunggu kalian ."


Saat melangkah masuk,Rasty langsung gemetar ketakutan,ia tidak menyangka akan bertemu dengan lelaki itu,lelaki yang menghancurkan masa depan Rasty.


"Kau rupanya cantik,kenapa .? kau ingin mengulang yang kedua kalinya." Ucap Tante Sisil.


Lelaki itu berdiri dan mendekati Rasty,


"Stop.! jangan mendekat !" ucap Rasty panik dibelakang punggung Erina.


"Aku datang kesini bukan untuk bermain,aku datang kesini untuk meminta pertanggungjawaban mu atas semua yang terjadi pada Adikku. dan kau lelaki mesum.! jangan pernah berpikir bisa menyentuh adikku lagi."


"Oh jadi kau kakak nya,apa jangan-jangan kau yang bernama Erina."


"Bagaimana kau tau nama ku."


"Hahaha.. sayang,sejak kau masih kecil,aku sudah mengenal mu."


"Jangan berbicara omong kosong, sekarang aku ingin kau meminta maaf pada adikku. dan kenapa kau melakukan ini."


"Tanya sendiri pada ibu tiri mu,dia membuat kesepakatan dengan ku,dia kalah.. dia mengorbankan anaknya hanya untuk menyelamatkan nyawanya."


"Apa yang kau bicarakan."


"Tidak ada,sudahlah kau jangan mengganggu ku, aku sedang tidak ingin berurusan dengan mu.Pintunya sebelah sana.. silahkan keluar."


Lelaki itu menatap Erina dari atas sampai bawah.


"Kenapa kau melihat ku.! "

__ADS_1


Lelaki itu hanya tersenyum licik melihat Erina memakinya,itu membuat Erina semakin takut.


Dia sepertinya tidak waras, astaga aku jadi takut. Tidak tidak.. sudah sejauh ini,ayo kita buat kesepakatan.


"Dengar ya Erina,ini semua bukan kesalahan ku, ini salah ibu tiri mu,dialah yang menjual anaknya pada ku, "


"Kau tau dimana mama ku saat ini."


"Aku tidak bisa untuk memberitahukan semuanya. jadi pulang lah."


"Tapi bagaimana nasib adik ku,kau tidak bisa begitu saja."


"Kau cerewet sekali,penjaga..!! seret mereka keluar.!!"


Pengawal itu menyeret Erina dan Rasty keluar dari rumah tersebut,namun sebelum keluar para pengawal itu menyeret Erina kembali dan meninggalkan Rasty.


"Kak Erin.!! lepas. mau dibawa kemana kakak ku.!" teriak Rasty.


"Lepas.!! kenapa kau membawa ku masuk kembali."


"Nyonya ingin berbicara pada anda,hanya anda. Nona itu silahkan tunggu digerbang."


Pengawal itu menyeret Rasty keluar dan Erina dibawa kembali kedalam.


"Ada apa kau Mambawa ku kembali,kau ingin mempertanggungjawabkan perbuatan mu.?!"


"Hahaha kau terlalu percaya diri,bukan aku yang membawamu kembali,tapi dia.. sepertinya dia menyukai mu."


Lelaki yang tadi memperhatikan Erina tersenyum penuh arti melihat Erina dari ujung rambut hingga kepala.


"Sudahlah,aku ingin beristirahat. Kau masuk ke kandang harimau sayang.. siap-siap dimakan."


"Heii mau kemana kau.!! " Erina ditahan oleh pengawal.


Lelaki itu mengkode pengawal untuk membawa Erina kesebuah kamar. pengawal itu menyeret Erina memasuki kamar itu dan mengunci nya.


"Buka.!!! kenapa kalian mengunci ku."


Erina berlari mencari jendela dan celah untuk dia bisa keluar kamar,namun nihil.. jendela disana dikasih penghalang semua.


"Bagaimana ini.. Ah Gavin." Erina cepat menelfon suaminya.


"Kau dimana.?!" Suara Gavin yang pertama masuk sebelum Erina berbicara.


"Aku terjebak,tolong aku.! aku mohon. Aku.. aku salah langkah.."


"Kau tenang lah,aku sudah mau sampai, bersabarlah."


"Cepat sayang,"


Lelaki itu masuk ke kamar dan mengunci pintu.


"Kenapa kau masuk.!! mau apa kau.!!" teriak Erin.


"Siapa disana sayang." namun Erina tidak mendengar pertanyaan Gavin,telpon masih menyala.


Erina menjerit ketika ditarik oleh lelaki itu., ponselnya jatuh keatas tempat tidur,Lelaki itu tidak tau bahwa pansel Erina terhubung.


Gavin mendengar suara lelaki yang seperti berusaha menyentuh istrinya,rahangnya mengeras.. darahnya mendidih.. ia mengepalkan tangan.


"tambah kecepatan,!!" teriak Gavin.


"Bagaimana kak Erina."


Gavin tidak menjawab Randy,dia fokus mendengar apa saja yang terjadi.


"Jangan menyentuh ku,!!" Erina menggapai lilin dan melemparkannya kemuka lelaki yang berada diatas tubuhnya.


Lelaki itu pun berteriak kesakitan karna mukanya terkena lelehan lilin. "Dasar Gadis Sialan.!! akan ku buat kau tidak bisa berjalan besok,kemarilah sayang."


Bukk.. Erina melemparkan lampu tidur pada lelaki itu,,

__ADS_1


"Sini kau.!!" Lelaki itu menarik rambut Erina,, dan berusaha membuka baju Erina.


Gavin mendengarkan perkelahian itu semakin menegang mendengar suara barang terjatuh,namun ia bersyukur masih mendengar Erina memaki. Berarti Erina masih mempertahankan diri.


"Dimana Erina,"


"Kak Erin didalam,aku tidak bisa masuk.. tolong selamatkan kak Erin." ucap Rasty menangis.


Para anak buah Gavin pun datang dan menyerang rumah besar itu,Tante Sisil pun tak luput dari penangkapan.


Erina menendang alat vital si lelaki,dengan sikap Erina yang membuat dia kesakitan,lelaki itu langsung memukul Erina,ia membanting Erina keatas meja hingga vas bunga diatas meja jatuh dan pecah mengenai tubuh Erina.


Darah meluncur dari kepala dan juga perut Erina, kaca itu mengenai perut Erina hingga robek.


Gavin yang berlari sambil memegang ponsel terhenti.seluruh urat saraf nya menegang, wajah nya pias mendengar suara kaca pecah,ia langsung menuju kamar yang sudah didobrak oleh Daniel dan Juga Randy.


Mereka bertiga terkejut melihat darah Erina yang memenuhi lantai. Lelaki itu menghajar Daniel,dengan cepat Randy membantu Daniel. Lelaki itu sudah tertangkap dan dibawa kedepan oleh Daniel.


Gavin langsung berlari kearah Erina,ia dengan cepat melepas jas nya dan menutup perut Erina yang terluka agar tidak mengeluarkan lebih banyak darah.


Erina sudah tidak sadarkan diri,itu membuat Gavin hampir Gila.


"Telfon ambulans sekarang,cepat.!!"


"Sudah ku telfon dari tadi,mereka sudah dekat."


Randy menggendong tubuh Erina sedangkan Gavin menutup luka diperut Erina. Saat mereka keluar ambulans pun datang, Para medis langsung saja menangani Erina. Gavin juga ikut masuk ambulas dan langsung menuju rumah sakit.


Randy dan Rasty menyusul mereka,sedangkan Daniel dan anak buahnya memanggil polisi untuk menangkap para penjahat ini.


Setelah berurusan dengan polisi,Daniel masuk kembali kedalam dan mengambil tas dan ponsel milik Erina. ia tertegun sejenak melihat darah Erina berceceran dilantai. Daniel langsung menuju Rumah sakit tempat Erina dilarikan.


Dengan Baju yang penuh dengan Darah,Gavin terus menggenggam tangan Erina agar tetap hangat,ia menangis menciumi tangan istrinya yang hampir dingin.


"Jangan tinggalin aku sayang,jangan pergi." hanya itu yang Gavin ucapkan sepanjang perjalanan.Ia benar-benar frustasi melihat langsung darah yang keluar dari tubuh istrinya.


Gavin,dan yang lain sedang menunggu Erina diruang Oprasi,dokter butuh mengambil pecahan kaca diperut Erina dan juga menjahitnya..


Gavin terduduk lemas di koridor rumah sakit,Daniel membawakan pakaian bersih untuk Gavin dan juga Randy yang terkena darah Erina. Daniel juga membawa makanan untuk mereka.


"Kau pikir dalam situasi seperti ini aku bisa makan.?!"


"Tapi tuan,anda belum makan.. siapa yang akan menjaga Nona Erina jika anda jatuh sakit,saya mohon makanlah demi nona."


Gavin akhirnya menyerah,ia memakan makanan yang dibeli kan oleh Daniel. Mereka berempat setia menunggu oprasi Erina.


Randy memeluk adiknya yang tertidur,sedangkan dia dengan tegang menunggu detik-detik proses operasi Erina


Gavin tak hentinya menatap pintu ruang oprasi,berharap dokter segera keluar dan menyampaikan kabar baik untuknya.


Tiga jam berlalu,Daniel dan Randy dibuat terkejut karena Gavin langsung berdiri menghampiri dokter.


"Bagaimana istri saya dok," cemas Gavin.


"Istri anda sudah selesai pendarahan,kini kondisinya stabil,namun belum ada yang boleh menjenguk, mungkin besok pagi Kalian bisa melihatnya ."


Gavin bernafas lega,ia sangat lega melihat Istrinya baik-baik saja, "Baiklah dok, terimakasih kerja keras anda." ucap Gavin.


"Anda tak perlu sungkan tuan Gavin, saya permisi dulu."


Gavin sudah bisa bernafas lega,ia masih memandang tubuh istrinya dari luar jendel.


Terimakasih tidak jadi pergi,maafkan aku tidak mampu menjaga mu dengan baik.


**Bersambung....


...Jangan lupa LIKE, VOTE,dan KOMEN nya yang selalu Autrhor tunggu....


...Terimakasih telah membaca,Klik FAVORIT untuk mendapat Notifikasi selanjutnya....


...Love U Tomat๐Ÿ˜๐Ÿ˜**...

__ADS_1


__ADS_2