Gadis Terbuang Milik Presdir

Gadis Terbuang Milik Presdir
Sangat Merindukan Mu..


__ADS_3

**Warning .!! BAB mengandung 21+


Mohon bijak dalam membaca,jika tidak merasa nyaman silahkan di skip.


Terimakasih 🙏🏼**


"Gav hmm !!"


Gavin menindih tubuh ramping Erina,dan langsung ******* bibir mungil Erina.ia sudah tidak bisa menahan hasratnya selama ini.ia benar-benar sangat merindukan kehangatan istri kecil nya.


Erina berusaha ingin berbicara namun Gavin tidak memberikan celah untuk Erina mengatakan sesuatu,yang ia pikirkan sekarang adalah kerinduan pada Erina.


Tangan Gavin mulai menarik simpul handuk yang melilit tubuh Erina,dengan sekali tarikan handuk itu terbuka dan memperlihatkan tubuh indah Erina.Dengan lembut Gavin membelai paha putih mulus Erina..ia mengusap perut ramping Erina dengan sangat lembut.


Erangan kecil keluar dari sela-sela ciuman panas mereka,Tangan Gavin pun sudah berada di gunung kembar milik Erina,ia mulai bermain dengan tangannya. Erangan Erina semakin terdengar saat Gavin melakukan gerakan-gerakan kecil pada puncak gunung kembar Erina.


Ciuman panas itu turun ke leher Erina,Gavin membuat beberapa tanda kepemilikan di leher putih milik Erina.Melihat wajah Erina yang sudah memerah menahan hasrat,Gavin langsung saja turun ke bawah menyesap gunung kembar milik Erina.


Erina yang sudah masuk kedalam lubang kenikmatan pun hanya bisa mengerang dan menggigit bibir bawahnya menahan sensasi yang sudah lama tidak ia rasakan.Gavin yang mendengar Erangan Erina semakin bersemangat menyesap dengan lembut gunung kembar milik Erina.


Gavin sudah tidak tahan untuk memasuki adiknya kedalam milik Erina,dengan satu hentakan.


"Akhhhh..!! " Erina mengerang kuat.Selanjutnya Gavin memaju mundurkan miliknya dengan lembut,sambil menciumi leher putih Erina. Erangan demi Erangan keluar dari kedua mulut mereka.


"G..Gavin akhh." Ucapan Erina sudah tidak begitu jelas.


"panggil aku Sayang.." ucap Gavin parau.


"S..sayang ahkhh.." Ucap Erina terbata.


Mendengar Erina memanggil sayang dengan suara yang terdengar Sexy, Gavin pun semakin bersemangat memompa miliknya,Keringat mereka berdua sudah membasahi tempat tidur,, Erina pasrah dengan segala kenikmatan duniawi yang ia rasakan sekarang..


"Akhhhh..!! " Erang mereka bersamaan,mereka mencapai kenikmatan bersama,Benih Gavin tertanam dalam dimilik Erina.


Gavin ambruk disamping tubuh Erina,ia menarik selimut dan memeluk Erat tubuh Erina. ia menciumi berkali-kali pucuk kepala Erina dengan sayang. Erina sudah sangat kelelahan untuk pertarungan yang sudah lama tidak mereka lakukan.


Setelah mematikan lampu,Gavin membenamkan dirinya dalam selimut.ia memeluk posesif tubuh mungil istrinya.


Keesokan hari Erina membuka matanya,ia melihat wajah tampan suaminya didepan mukanya.Saat Erina hendak melepaskan diri, Gavin kembali memeluk Erat tubuh Erina .


"Mau kemana.? " tanya Gavin yang masih menutup matanya.


"Mau mandi,ini sudah siang.." ujar Erina.


"Ini masih sangat pagi,kita lanjutkan tidur," Gavin kembali memeluk Erina dan kembali tidur.


Erina pun mengantuk lagi menyusul Gavin ke alam mimpi.Tidak terasa mereka tertidur hingga siang. Daniel sudah bolak balek memeriksa Gavin sudah bangun apa belum,ia juga ingin melihat kondisi Erina, apakah mereka bertengkar atau tidak.


Saat Daniel berusaha menempel kan telinganya di pintu, Ceklekkk.. Gavin membuka pintu kamarnya.Daniel terperanjat melihat pintu terbuka.


"T..tuan.." ucap Daniel gelagapan.


"Ada apa dengan mu.? aku baru saja ingin menemui mu.kita akan kembali ke negara A malam ini juga. Sore nanti aku akan mengunjungi kakak ipar ku." yang dimaksud Gavin adalah istrinya Sebastian.


"Baik tuan.." ucap Daniel.


"Aku akan dikamar menjelang kita pergi nanti,kau bisa beristirahat." ujar Gavin.


"Baik tuan,selamat beristirahat." Daniel kembali ke dalam kamarnya.ia melepas jasnya dan mengganti nya dengan baju santai .

__ADS_1


"Hahhh.. akhirnya bisa bersantai sejenak ".


Dikamar Gavin sudah memesan makan siang, mereka melewatkan sarapan tadi pagi. mereka berdua makan dengan lahap seperti orang kelaparan,ya karna memang mereka kelaparan.


Setelah makan Erina beranjak ingin membersihkan diri, namun Gavin menarik tali handuk kimono yang melekat ditubuh Erina.


"G..Gavin aku mau mandi." ujar Erina. (Mau apa dia,huaa mencurigakan sekali.)


"Jangan mandi, nanti sore aja mandinya.. Aku masih merindukan mu.." Ucap Gavin memeluk tubuh kecil istrinya dari belakang,ia bisa mencium aroma khas Erina,ntah kenapa aroma tubuh Erina membuatnya ketagihan.


"T..tapi ini sudah menjelang siang Gavin, aroma badan ku pasti tidak sedap." ucap Erina.


"Siapa yang bilang hm.." menciumi tengkuk istrinya.


Erina seketika merinding oleh ulah Gavin."A..aku," ucap Erina terbata.


"Aku tidak mencium aroma apapun selain manis tubuh mu.." ucap Gavin disela-sela kecupannya dileher putih istrinya.


Gavin langsung saja menggendong Erina seperti menggendong anak kecil,kaki Erina melingkar di pinggang kokoh milik Gavin,muka mereka sekarang berhadapan,deru nafas saling bertautan menerpa kulit wajah mereka.


Cupp.. Gavin mendaratkan kecupannya ke bibir mungil milik Erina,ia menyesap pelan bibir lembut Erina. Erina pun membalas hal yang sama,kini Gavin membaringkan Erina,namun dengan cepat Erina mendorong Gavin dan kini posisinya berada diatas menduduki pinggang kokoh Gavin.


"Kau semakin berani ya.." ujar Gavin memegang pinggul ramping Erina.


"Aku masih ingin tau,apakah kamu sudah memaafkan aku atau belum." ujar Erina.


"Menurut mu.? " tanya balik Gavin, tangannya sudah meraba tali handuk kimono milik Erina.


Srettt.. bagian atas Erina terpampang nyata dihadapan Gavin,Erina yang merasa malu langsung menghambur kedalam pelukan suaminya. Tangan Gavin meraba punggung halus Erina,menyingkirkan kimono yang masih melekat ditubuh istrinya.


Gavin tidak bisa menahan hasratnya,ia membanting tubuh polos Erina dan menerkamnya. ia menciumi seluruh lekuk tubuh Erina,menggigit kecil bagian tubuh Erina,, Tubuh Erina memanas,ia merasakan sensasi diseluruh tubuhnya,Erina dengan Agresif mengambil alih permainan.


Erina sudah berada kembali diatas tubuh suaminya, Erina memberikan sensasi sama seperti yang Gavin berikan pada tubuhnya,Gavin yang terkejut namun sangat menikmati permainan istrinya itu hanya pasrah dengan apa yang diperbuat Erina.


"A..aku tidak tau,aku hanya meniru mu ." ucap Erina merona. Ia tidak sadar akan yang ia lakukan,Erina hanya mengikuti permainan Gavin.


Gavin mengusap gunung kembar milik Erina,getaran sensasi bagaikan menyentrum tubuh Erina. Erina dengan Agresif mengecup bibir Sexy Gavin. Mereka berdua bergulat bertautan,, Erangan yang tadinya pelan terdengar kencang .. mereka berdua sudah dalam memasuki kenikmatan yang saling mereka berikan satu sama lain. Sampai keduanya mencapai puncak kenikmatan bersama.


Gavin dibuat kelelahan oleh Erina,ia sangat puas dengan apa yang diperbuat Erina pada tubuhnya,ia tak henti mencium pucuk kepala Erina,seakan mengatakan kalau tak ada yang berhak memiliki Erina kecuali dirinya.


"Tubuh mu,nafas mu,nyawa mu,semua milik ku.. seujung kuku pun aku tak sudi berbagi dengan orang lain" ujar Gavin memeluk posesif tubuh polos istrinya.


Erina hanya mengangguk, "Jadi apakah kamu memaafkan ku.?" tanya Erina.


"Bisa iya,bisa tidak. Kau tau kepercayaan tidak semudah itu kembali seperti semula,butuh waktu untuk benar-benar yakin untuk mempercayai kembali." ujar Gavin.


Mendengar itu Erina menjadi sedih,sudut matanya berair.. ia menangis menutup wajahnya.


"Hei.. sayang,kenapa menangis.?" Gavin menyentuh dagu istrinya.


"Kamu tidak percaya lagi pada ku,hiks ..aku harus melakukan apa lagi." ujar Erina terisak.


"Dengarkan aku Erina,aku tidak bilang kalau aku tidak mempercayai kamu lagi,aku hanya butuh waktu untuk percaya,kau tau itu artinya apa.?" ucap Gavin.


Erina menggeleng tidak mengerti.


Gavin menjewer pelan telinga istrinya


"Dasar bodoh,aku bukan tidak percaya pada mu,kau tau betapa hancur hati ku saat kehilangan mu.? aku bahkan ingin menghancurkan semuanya sangking kesalnya,melihat foto mu dengannya,keraguan merasuki hati ku." Gavin menghela nafas.

__ADS_1


"Aku butuh waktu untuk mempercayai semuanya, dan kau berusahalah mengembalikan kepercayaan ku,," ujar Gavin.


"Aku harus melakukan apa ,agar kamu bisa mempercayai ku sepenuhnya kembali." tanya Erina.


"Terserah. bisa dimulai dari menjauhi sesuatu yang tidak aku sukai,dan jangan mendekati apalagi berselingkuh dibelakang ku " ujar Gavin.


"Baiklah,akan ku coba." Ujar Erina.


Gavin memeluk tubuh ramping istrinya,mereka jatuh kedalam mimpi masing-masing,Erina sudah merasa lega sekarang,setidaknya ia dapat kesempatan untuk memperbaiki semuanya.


Sore harinya Erina dan Gavin sedang diperjalanan menuju rumah pribadi milik Sebastian.


"Kita mau pergi kemana.?" tanya Erina.


"Menemui kakak ipar ku.. istri Sebastian." ucap Gavin.


"Oh gitu.. apa kita sebaiknya membawa buah tangan.?" ujar Erina.


"Tak perlu,disana akan banyak makanan sampai kau sendiri pun tak sanggup menghabiskan nya." ujar Gavin tersenyum. ia mengingat ketika dulu mengunjugi kakak iparnya, pulang-pulang berat badan Gavin naik drastis.


Sesampainya nya di halaman rumah Sebastian,Gavin disambut dengan suara teriakan anak kecil.


"Pamannnnn..!!! " teriak gadis kecil yang memakai seragam sekolah menghambur memeluk Gavin.


Gavin yang sama antusias nya menggendong gadis kecil itu dan menciumi pipi cabi nya.


"Chilla.! jangan seperti itu sayang,kamu bukan anak kecil lagi,paman mu pasti lelah." Ujar Luna istri sah Sebastian.


"Tidak apa-apa kak,dia tetap gadis kecil Dimata ku " ujar Gavin.


Mendengar perkataan Gavin,gadis kecil itu turun dan bertolak pinggang "Chilla bukan anak kecil paman.. lihat aku sudah bersekolah, " ucap gadis kecil itu cemberut,membuat semua orang gemas melihatnya.


Disela perhatian nya pada Chilla,Luna melirik sosok Erina yang sedari tadi berdiri disamping Gavin.


"Kamu Erina..? " tanya Luna pada Erina.


Erina mengangguk," Iya saya Erina." ucap Erina tersenyum.


Luna langsung saja menggandeng lengan Erina, "Wahh.. cantiknya adik ipar ku,ayoo masuk.." Luna menarik Erina masuk kedalam rumah.


Erina melihat Gavin,dan Gavin mengangguk menandakan Erina boleh ikut dengan Luna. Erina pun dengan senang hati mengikuti Luna yang menggandeng tangannya.


Sedangkan Gavin bermain dengan Chilla dan Sebastian diruang tengah.


"Aku belum mengenalkan diri ku,Aku Luna senang berkenalan dengan mu.." ucap Luna dengan ceria.Ia sangat senang kedatangan tamu apalagi perempuan sebayanya.


"Aku Erina,senang juga berkenalan dengan kakak." ucap Erina tersenyum.


"Wah senyum mu bahkan sangat cantik,Gavin tidak salah pilih,setidaknya tidak seperti nenek sihir itu " ucap Luna tertawa.


"Nenek sihir.? siapa yang kakak maksud.?" tanya artinya penasaran.


"Siapa lagi kalau bukan SALSA,kamu tau Erina.. aku bahkan pernah menampar pipinya." Ucap Luna berbisik.


"APA..??!" - Erina .


**Bersambung...


...Jangan lupa LIKE,VOTE, HADIAH,dan KOMEN yang selalu Autrhor tunggu.....

__ADS_1


...Terimakasih telah membaca,Klik FAVORIT untuk mendapatkan Notifikasi selanjutnya....


...Love U Tomat ❤️❤️❤️**...


__ADS_2