Gadis Terbuang Milik Presdir

Gadis Terbuang Milik Presdir
Menemukan Mu.


__ADS_3

Sore hari mereka sudah tiba didepan Mansion,Mila mengecek keadaan,para pengawal sedang santai sore membuat Mila dan Karin leluasa masuk dari pintu samping,kenapa bisa.. karna pintu samping memiliki sidik jari,hanya sidik jadi penghuni Mansion yang bisa membukanya tanpa suara.


Sedangkan Randy kembali pulang kerumahnya,karna sudah tidak ada jam kerja dikantornya. Perusahaan Bramantyo sudah stabil ditangan Randy,jika kesulitan Randy akan meminta Rasty untuk turun tangan menangani Perusahaan.


"Syukurlah kita berhasil masuk,kalo pak yan bilang kita kemana aja kita bisa bilang tiduran baca buku ditaman,ni aku sudah membawa bukunya."


"Pinter banget kamu ya Mil,pinter bohong."


"Ishh kakak ini,kan kalau ditanya,kalau tidak ya tidak usah berbohong."


Mila dan Karin dengan santai berjalan melengos masuk menuju Lift.


"Dari mana kalian ?" suara berat datang dari belakang mereka.


"K..kakak.." kejut Mila,Karin juga sama terkejutnya.


"Jawab kakak dari mana kalian ?!" bentak Gavin.


"Kami dari tempat kakak ipar "


Mila langsung menutup mulutnya,sedangkan Karin mencengkeram kuat bajunya.Mereka sangat cemas karna membocorkan keberadaan Erina.


"Apa ?! kalian sudah tau tempat kakak ipar kalian kenapa tidak memberitahu ku ?!"


"Untuk apa ? belum puas juga kakak nyakitin kak Erin." ketus Karin.


"Justru kakak ingin bertemu dia untuk minta maaf, sekarang kasih tau dimana kakak ipar mu."


"Apa bisa kakak menjamin tidak akan menyakiti kak Erin lagi,kak Erin saat ini sangat baik. jika datang hanya untuk menyakitinya lebih baik kakak gak usah mencari kak Erin lagi."


"Bertanya dengan mu bikin aku makin emosi,Kamila sayang.. sekarang beritahu kakak dimana kak Erin,kamu mau kan kita berkumpul seperti dulu lagi." bujuk Gavin.


Mila mendengar itu antusias,namun ia takut untuk bicara,ditambah saat menatap Karin, muka kakak nya itu seperti hendak menikam nya. Awas beritahu,seperti itu lah makna raut wajah Karin.


"Jangan tatap Karina,dia itu sedang sakit,jadi emosinya tidak stabil,Kamila tolong lah.. tidak lihat kakak sudah seperti mayat hidup,jantung hati kakak tidak ada disini."


"Astaga geli sekali aku dengarnya,Baiklah kak.. kalau kakak memang niat setulus hati ingin meminta maaf pada kak Erina,cuma satu syarat dari ku." ujar Karin.


"Apa ?"


"Pergilah perawatan sebelum bertemu kak Erin,kalau kakak kesana dalam kondisi seperti ini aku jamin kakak diusir pulang."


Mila yang mendengar itu menutup mulutnya menahan tawa,mata nya hampir berair.


Untung kalian berdua adikku,kalau bukan sudah ku suruh Daniel mengirim kalian ke Amazon.


"Baiklah,aku akan langsung perawatan,, Nanti kirim alamat pada Daniel,kakak pergi dulu."


Gavin langsung mengambil kunci mobilnya dan melajukan mobilnya ke tempat perawatan.


"Aku akan datang sayang.. Kali ini akan ku buat kamu jatuh cinta pada ku "


Gavin senyam-senyum sendiri saat melajukan mobilnya,ia tidak ingin membuang waktu lagi,dia ingin memperbaiki semuanya.


"Kak,kepala mu terbentur sekeras apa sampai bisa memiliki nyali sebesar itu melawan kak Gavin,"


"Kalau dia pintar sedikit mungkin aku tak akan semarah ini."


Mila bingung tidak mengerti maksud dari Karina. Dia hanya mangut saja menurut apa kata kakaknya, dia sudah cukup dimarahin habis-habisan oleh Karin.


Diapartemen Erina tengah masak makanan untuk makan malam,ia sangat menikmati waktu kesendirian nya,karna dari kecil sudah terbiasa sendiri.

__ADS_1


Tok tok..


"Dean.. ada apa."


"Tara.. jeng jeng..Aku dikasih para pelayan beberapa lobster,tapi aku tidak pandai memasaknya, bisa kakak memasaknya ?"


"Bisa,tapi aku juga dapet gak ?"


"Ya jelas dapat lah kak,kan banyak ini."


"Yaudah baiklah,bantu aku menyiapkan bumbunya."


"Siap laksanakan Nyonya."


Ditempat Perawatan Daniel tengah sibuk menyiapkan perlengkapan pakaian Gavin untuk bertemu Erina nanti, dia tidak menyangka Gavin tau secepat ini,dan lebih terkejut nya lagi Gavin tau dari Karin dan Mila.


Setelah semua kebutuhan Gavin terpenuhi,Daniel ikut menjalani salah satu perawatan yaitu merendam kaki,


Semoga kaki ku rileks sejenak,ringan ketika digunakan, perjalanan masih panjang Ferguso.


Setelah puas dengan segala rentetan perawatan, Gavin bersiap memakai pakaian terbaik untuk bertemu dengan istrinya.


Ya Tuhan tampan sekali suami orang,beruntung sekali nyonya LUZIO ini. Ucap pelayan yang membantu merapikan pakaian Gavin.


"Daniel,kau sudah tau alamat tempat tinggal Erina sekarang .?"


"Saya sudah tau tuan."


"Baiklah kita berangkat sekarang."


Mereka berdua menuju perjalanan ke pantai Utara menjemput Erina.


"Oh iya nanti kau tinggalkan saja aku,aku akan tinggal beberapa hari bersama Erina disana."


"Baik tuan."


Tingg.. pesan masuk ke ponsel Gavin,


"Daniel.."


"Ya tuan."


"Kau bilang tau tempat tinggalnya Erina kan."


"Iya tuan,tau.."


"Bagaimana kau bisa tau padahal Karina baru memberi tau kau barusan."


Degg.. Mampus aku.


"Hebat sekali kau ya,jadi kau sudah tau duluan. "


"Maafkan saya tuan,saya tidak bermaksud menyembunyikan ini dari anda."


"Sudahlah,akan kita perhitungkan nanti,saat ini aku ingin fokus pada istri ku."


"Baik tuan." Ya setidaknya aku selamat untuk saat ini.


diMansion Rey baru saja selesai membantu Karin untuk terapi,Karin menolak melakukan terapi di rumah sakit,ia lebih memilih di Mansion,dan dia juga tidak ingin bertemu dengan Salsa.


"Kamu kenapa gak mau kerumah sakit,apa karna Salsa."

__ADS_1


"Kalau sudah tau kenapa bertanya."


"Tapi yang kamu hindari itu sudah tidak ada, menghilangkan bagaikan buih dilautan,aku sudah bertanya pada kedua orang tuanya namun mereka tidak tau keberadaan Salsa."


"Jadi dia menghilang ?"


"Ya bisa dibilang begitu,dia kabur saat kita sudah mengetahui semuanya."


"Semuanya ?"


"Iyaa.. tentang kecelakaan mu,soal foto dan juga pil kontrasepsi."


"Kan sudah ku duga,dia itu wanita ular kak,kalau kita mengira dia baik berarti kita yang bodoh "


"Kamu ini.. yasudah aku mau kembali ke rumah sakit,jadwal kamu selanjutnya lusa ya,jaga makan dan hati-hati."


"Siap bos "


"Gadis pintar,byee love you."


"Love you to " ucap Karin tersipu Malu.


Saat makan malam Erina dan Dean baru saja menghabiskan semua lobster yang dibawa oleh Dean. Mereka kekenyangan karna makan terlalu banyak, mereka juga saling bercerita Malasah satu sama lain,Dean sudah menganggap Erina sebagai kakaknya, begitu juga Erina.


"Apa kakak gak merindukan suami kakak..?"


"Kalau ditanya rindu,ya sangat rindu. Tapi demi kebaikan berdua lebih baik kami berpisah dulu aja."


"Aku tidak banyak bisa menghibur kakak, tapi aku yakin suami kakak akan datang kemari dan meminta maaf, jika memang benar ia tidak bisa hidup tanpa kakak."


"Ya bisa jadi jika memang benar." Erina merasa sedikit sedih mengingat suaminya.


Setelah berbincang Dean kembali ke apartemen nya, sedangkan Erina merapikan perabotan sekalian menutup jendela dan pintu. Setelah itu ia mematikan lampu dan berbaring diatas ranjangnya.


"Sedang apa ya dia.. apa dia juga merindukan ku, "


Tak terasa air matanya membasahi pipi putihnya. Erina langsung mengelap dan menutup matanya untuk tidur,berharap kerinduannya menghilang besok pagi..


Sedangkan Gavin sudah berada diparkiran Apartemen Erina,dia menyuruh Daniel mengecek dan meminta kunci serep untuk bisa masuk ke apartemen Erina.


"Ini tuan kuncinya."


"Yasudah kau bisa pulang,aku akan disini untuk beberapa hari."


Gavin langsung berjalan menuju Lift,dia membaju baju serta hadiah untuk Erina,ia memang berniat untuk memperbaiki hubungan mereka yang sempat kacau karna ulah Salsa.


Gavin membuka kunci apartemen Erina,terlihat gelap dan hanya terpancar lampu dari arah tempat tidur Erina, ia meletakkan barangnya dan mengunci pintu. Setelah itu melepas sepatu dan juga jas yang ia kenakan.


Tanpa rasa takut Erina terbangun Gavin masuk ke kamar mandi dan mengganti bajunya dengan baju tidur. dan kembali menuju ranjang tempat dimana Erina sedang terlelap.


Gavin membuka sedikit selimut agar Erina bisa bernafas dibawah nya,kebiasaan Erina yang tidur hingga tenggelam dalam selimut adalah kebiasaan yang sangat dihafal oleh Gavin.


Akhirnya Gavin pun ikut berbaring,menarik tubuh Erina dalam dekapannya dan memeluk Erina Erat. Menutupi tubuh mereka dengan selimut tebal.


Erina yang merasakan kehangatan tanpa sadar mempererat pelukannya,Gavin tersenyum senang melihat istrinya tanpa sadar merespon keberadaan nya.


"Maafkan aku sayang,"


Gavin mengecup pucuk kepala istrinya dan ikut tertidur disamping Erina,ia yang awalnya mau memberi kejutan menjadi gagal karna Erina sudah tidur lebih dulu.


"Tidak apa,besok juga kamu terkejut karena keberadaan ku."

__ADS_1


Senyum penuh kemenangan terukir disudut bibir Gavin. Ia memejamkan mata dan terlelap memeluk istrinya.


Bersambung...


__ADS_2