Gadis Terbuang Milik Presdir

Gadis Terbuang Milik Presdir
Black Scorpion


__ADS_3

Di restoran ternama di ibu kota,Tuan besar Sebastian sudah sampai lebih dahulu dari pada Gavin,ia sangat penasaran tentang pertemuan malam ini.


"Apa ada Daniel memberitahu mu tentang pertemuan malam ini.?" tanya Sebastian.


"Tidak ada tuan, Daniel hanya mengatakan ingin bertemu tuan secepatnya." Ucap Alex.


Gavin tidak mungkin mendadak seperti ini jika tidak terjadi apapun.- Sebastian.


"Itu tuan Gavin." Ucap Alex seraya berdiri memberi hormat.


"Maafkan aku terlambat." Ucap Gavin menjabat tangan Sebastian. "Bisakah kita ke Mansion ku Sebastian.? Ada yang ingin aku perlihatkan pada mu." ucap Gavin.


"Pantas saja dimeja ini tidak ada makanan,kenapa tidak menyuruh ku langsung kesana saja,kenapa harus bertemu disini." Heran Sebastian.


"Alangkah baiknya aku yang menjemput mu." ucap Gavin tersenyum.


Kemana senyuman dia waktu itu,kenapa sekarang terkesan dipaksakan. - Sebastian.


"Baiklah,aku juga sudah rindu pada adik kembar ku,, ayo.." Sebastian berjalan duluan diikuti oleh Alex.


Sedangkan Gavin dan Daniel saling tatapan,mereka menaiki mobil dan menuju Mansion. Sesampainya dihalaman Mansion Gavin dan Sebastian berjalan beriringan menuju pintu utama,belum sempat melangkah mobil Mila baru saja datang,Gavin dan Sebastian yang melihat itu menghentikan langkahnya.


"Mati aku." Mila dengan tangan dinginnya mematikan mesin mobil dan turun menghampiri Gavin.


"Dari mana saja kamu.? kenapa pulang malam, kakak sudah bilang harus sudah dirumah sebelum malam kan." ucap Gavin marah.


"Iya tadi mila ketempat kak Salsa,sumpah mila hanya kesana aja kok gak ketempat aneh-aneh." Mila berusaha meyakinkan kakaknya.


"Sudahlah Gavin,adik kesayangan ku ini pasti bisa menjaga dirinya." Ucap Sebastian merangkul Mila. ia membuka kacamata hitam dan mengedipkan sebelah mata jenakanya pada Mila.


Mata Mila membulat," Kak Bastian..!!" teriak Mila antusias,"Ini beneran kakak kan.?" ucap Mila tidak percaya .


"Bukan,aku hantunya Bastian." ucap Sebastian cemberut.


"Hahahaha.. bercanda kak, bercanda. Huaaaa aku kangen banget,loh tidak membawa kakak ipar? " tanya Mila.


"Ya ponakan mu itu baru saja bersekolah,jadi kakak ipar mu sangat sibuk,aku bahkan sampai tidak dapat perhatian sama sekali." Sebastian memasang wajah pura-pura sedih.


Sebastian dan Mila melengos memasuki Mansion, Gavin hanya melongo melihat Mila yang mengacuhkannya.


"Bisa-bisanya mereka," ujar Gavin "Kenapa ketawa ? ada yang lucu.?!" ucap Gavin ketus.


"Maaf tuan,mari kita masuk tuan." ucap Daniel mengalihkan perhatian Gavin,dibalik punggung Gavin Daniel menutup mulutnya menahan tawa.


Maafkan saya tuan,tapi ini memang sangat lucu, mengingat tak pernah ada yang mengacuhkan anda.- Daniel


Di meja makan Andre memberikan katalog kepada Erina. "Pilihlah gaun yang akan kamu pakai saat pernikahan kita nanti," Ujar Andre.

__ADS_1


"Terserah," Erina mengacuhkan Andre dan fokus pada makanannya.


Andre yang melihat itu menjadi sangat marah,ia sudah berusaha menahan rasa kesalnya pada Erina,namun kali ini dia sudah tidak bisa menahannya lagi.


"Kau buat kesabaran ku habis Erina.!" Andre menarik paksa Erina yang sedang makan. Ia menyeret Erina menuju gudang belakang villa.


"Lepaskan aku..!! kau mau bawa aku kemana ha.!!" ucap Erina panik,ia menjadi sangat takut saat Andre membawa dia ke gudang halaman belakang.


Pohon Pinus yang menjulang membuat suasana gelap mencekam bagi Erina,"Aku tidak mau kesana.!!" Erina memberontak berusaha melepaskan diri.


"Buka pintunya.! " Para pengawal itu hanya mengikuti perintah Andre,Langsung saja Andre menyeret Erina masuk kedalam gudang yang gelap gulita,hanya ada penerangan dari senter milik pengawal.


Andre mendorong Erina dengan kasar hingga terjatuh membuat siku tangan Erina berdarah. Andre sama sekali tidak bergeming melihat Erina kesakitan.


Andre langsung berbalik namun Erina menahan kaki Andre. "Jangan tinggalkan aku disini,aku takut gelap." ucap Erina menangis.


Namun Andre bukannya iba malah menendang Erina hingga tersungkur,hidung Erina mengeluarkan darah karna terbentur keras oleh tulang kering Andre.


Tanpa buang waktu Andre langsung meninggalkan Erina dan mengunci pintu Gudang. "kalian jaga dia,jangan beri dia makan ataupun minum sebelum aku izinkan. Kalian mengerti.?!" teriak Andre.


"Mengerti tuan,kami akan menjaga nona dengan nyawa kami." ucap pengawal itu.


Andre pun kembali ke dalam Villa. sedangkan pengawal mencari tempat untuk berjaga mengawasi gudang.


"Buka pintunya..! buka.." Ucap Erina menangis histeris. ia tidak memperdulikan darah yang keluar dari siku dan hidungnya,yang ia pikirkan hanya tidak dapat melihat apapun,semuanya gelap gulita.


"Kau gila,kita yang akan dikurung selanjutnya,sudahlah jangan hiraukan,kita juga tidak bisa berbuat apapun." ujar pengawal satunya lagi.


"Bukannya nona itu calon istri tuan,kenapa dia tega mengurung calon istrinya." ujar pengawal.


"Kau tidak lihat apa pekerjaan tuan,dia itu tidak jauh seperti psikopat.. wajar saja dia suka hilang kendali seperti orang gila."


Kedua pengawal itu merasa kasihan pada Erina,namun tidak dapat berbuat apapun,mereka juga lebih menyayangi hidup Mereka.


"Mila,kenapa aku tidak melihat Karin dari tadi.? biasanya kalian melekat seperti perangko." Ujar Sebastian.


Mila yang awalnya ceria menjadi murung,ia melepaskan rangkulan Sebastian. "Kak Karin." ucap Mila menggantung.


"Mari ikuti aku." ujar Gavin menaiki tangga diikuti oleh semuanya,termasuk Alex dan Daniel.


Gavin sampai didepan pintu Karin,ia dengan berat hati memegang ganggang dan membuka pintu selebar-lebarnya.


Sebastian yang awalnya melihat ekspresi Gavin,teralih melihat seorang Gadis cantik terbaring diam diatas tempat tidurnya, tubuhnya dilengkapi alat pernafasan.


Mata Sebastian melebar,ia sangat mengenali siapa Gadis itu,Alex pun sama terkejutnya namun ia berusaha menutupi.


Sebastian dengan langkah cepat mendekati tubuh lemah Karin," Apa yang terjadi..?!" ucap Sebastian. "Siapa yang berani menyakiti adikku.!!" ujar Sebastian gemetar menahan Marah.

__ADS_1


Sebastian duduk disamping tubuh Karin,ia menggenggam erat tangan Gadis cantik yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri,mengingat ia anak tunggal.


"Dia kecelakaan,aku menyuruh mu kemari untuk menanyakan sesuatu " Ucap Gavin.


"Apa?" tanya Sebastian.


"Kita keruang kerjaku." Ucap Gavin berbalik keluar.


Sebastian langsung saja mengikuti Gavin,ia berhenti mengelus kepala Mila, "Ada aku," ucap Sebastian pada Mila, Mila hanya mengangguk sedih.


Alex dan Daniel juga ikut masuk keruang kerja Gavin, Sebastian yang sudah tidak sabar mendengar penjelasan Gavin tak berhenti ya bertanya.


Gavin pun menceritakan detail kejadian yang terjadi pada Karin,Sebastian yang mendengar itu menjadi Murka,tangannya terkepal erat,matanya memerah menahan Amarah.


"Aku sudah mengerahkan semua anak buah ku mencari bedebah itu,tapi sama sekali tidak ada yang bisa digali untuk mengetahui tentang dirinya. Sampai aku menemukan sebuah kancing,dari situlah aku tau bahwa salah satu orang mu adalah bedebah yang aku cari." Ujar Gavin seraya menyodorkan sebuah kancing ke hadapan Sebastian.


Mata Sebastian melebar melihat simbol kancing yang ditunjukkan oleh Gavin, "Ini milik Black Scorpion kelompok mafia milik ku. Siapa nama bedebah yang kau maksud." tanya Sebastian.


"Yang aku ketahui namanya Andre,dia cinta pertama istriku." ujar Gavin mengepalkan tangannya.


"Black Scorpion milik ku itu sangat luas,yang bernama Andre ada beberapa orang disana,adakah kau foto yang bisa aku kenali Andre mana yang kau maksud." ucap Sebastian.


Semoga bukan Andre orang kepercayaan ku,selama ini dia tidak suka dekat dengan perempuan manapun. - Sebastian.


Gavin mengeluarkan foto Erina dan juga Andre semasa sekolah,Alangkah terkejutnya Sebastian melihat Pria difoto yang ditunjukkan Gavin.Ia sangat mengenali pria itu,remaja laki-laki yang datang padanya delapan tahun yang lalu untuk membantu perusahaan ayahnya.


"Apa kau mengenalnya.?" tanya Gavin.


"Dia salah satu orang kepercayaan ku." Ucap Sebastian pelan,ia tidak menyangka bagaimana mungkin Andre terlibat dalam Kecelakaan Karin.


"Kau tau dia ada dimana?" tanya Gavin semakin tidak sabaran.


"Terakhir yang aku tau dia berasa di negara B, Alex.. dimana posisi Andre saat ini." Ucap Sebastian,ia memang sangat percaya sama Andre,tapi untuk kali ini untuk pertama kalinya Andre membuat kesalahan yang begitu fatal, Sebastian tidak bisa menghalangi apapun yang dilakukan Gavin nanti.


"Saya tidak tau tuan,Dia sudah meminta cuti dua hari yang lalu untuk mempersiapkan pernikahan nya.dan untuk sementara mengnonaktif kan nomor Black Scorpion miliknya." Ujar Alex.


"APA..!!!!" kejut Gavin menggebrak meja.


**


Bersambung...


...Jangan lupa LIKE, VOTE,dan KOMEN yang selalu Autrhor tunggu dari kalian.....


...Terimakasih telah membaca,Klik FAVORIT untuk mendapatkan notifikasi selanjutnya....


...Love U Tomat❤️❤️❤️**...

__ADS_1


__ADS_2