
Pagi pertama penghuni Mansion tanpa Gavin,ya sebenarnya hanya Erina saja yang pertama kalinya ditinggal jauh Gavin,berbeda dengan dua adik iparnya.
Ditoko Erina sedang fokus menata barang masuk,ia mulai menambah produk makanan baru ditokonya,Mala yang sibuk sana sini mengurus barang yang baru sampai, sedangkan karyawan lain juga sibuk menata ulang toko,sisanya mereka melayani pelanggan yang datang membeli.
"Ada yang bisa aku bantu..?" suara lelaki yang sudah memegang kardus ditangannya.
"Eh Mas Randy.. Letak disini aja mas,maaf ngerepotin.." ucap Mala sungkan. "Saya panggilkan mba Erina dulu ya mas." ucap Mala meletak laporan masuk.
"Ehh.. biarin aja,kita urus kardus-kardus ini dulu saja, kasihan pelanggan susah berjalan.." ucap Randy.
"Baik mas Randy.." ucap Mala.
"Panggil Randy aja,kita seumuran.." ucap Randy..
"Hehe iya Randy".
Mala dan Randy berdua membopong kardus makanan masuk kedalam pintu dibelakang Kasir,sedangkan sisanya diletak diruangan Erina.
"Hallo nona Erina.." ucap Randy yang masuk membawa kardus,Erina terkejut senang melihat adiknya datang.
"Sejak kapan datangnya.." tanya Erin.
"Sejak tadi mba Erin,cuma kata Randy biarin aja,jadi dari tadi ngebantu Mala nyusun kardus.. Yaudah Mala mau lanjutin dibawah.. makasih bantuan nya ya Randy.. permisi." ucap Mala keluar.
Randy hanya mengangguk,dan menyusun barang yang ia bawa tadi,lalu mengambil minuman dingin dan duduk disofa. "Melelahkan juga ya kak,kakak memang Hebat." puji Randy.
"Haha bisa aja kamu dek," Erina lanjut sibuk kembali memeriksa data, Randy yang melihat wajah serius kakaknya ikutan nimbrung.
"Mau Randy bantu ga kak.?" tawar Randy.
"Ga capek kamu,udah istirahat aja sana." ucap Erina.
Seolah tidak mendengar ucapan kakaknya, Randy langsung mengambil alih laptop kakaknya,ia dengan telaten dan cepat memindahkan data.
"Wahh.. kalau kamu kerja disini kakak bisa ongkang kaki aja nih.." ucap Erina.
"Bisa aja,berani gaji berapa." ledek Randy.
"Isshh kamu ini sombong.." mengacak-acak rambut Randy,,
Ceklekkk.. Pintu terbuka,Karin dan Mila mematung melihat Erina sedang duduk berdekatan dengan seorang pria,tampak Erina sangat menyayangi pria tersebut.
"Kak Erin,kakak ngapain berdua.. kakak gak lagi selingkuhin kakak ku kan .?" Tanya Mila yang syok.
Belum sempat Erina berbicara,Karin dengan cepat melengos dan menarik Randy menjauh dari kakak iparnya, "Dasar mesum..!jangan berani mendekati kakak ipar ku!! dia istri sah kakak ku." ucap Karin emosi.
"Karin kamu salah paham.." ucap Erina "Dia ini.."
"Kak Erin jangan membela dia dong,kakak berduaan sama dia aja udah Salah." ucap Mila marah.
Astaga Kalian ini persis seperti kakak kalian.
"Dengerin kakak dulu,oke..? Kakak nggak selingkuh, dia ini Adik kandung kakak. Mana mungkin kakak selingkuh sama adik kakak sendiri." jelas Erina.
"Adik..?" ucap Karin.
"Kandung.?" ucap Mila.
__ADS_1
Erina dengan Gercep mengambil ponselnya,ia memperlihatkan foto ia bersama dengan Randy saat masih sekolah,dan juga saat pesta pernikahannya dengan Gavin.
Mila dan Karin langsung melihat kearah Randy,raut muka mereka menunjukkan penyesalan.Randy yang melihat itu langsung angkat suara.
"Hehe maafkan aku,aku hanya ngebantuin kak Erin saja,Maaf sudah buat kalian salah sangka." ucap Randy sungkan.
"Hm kami juga minta maaf,sudah menuduh yang tidak-tidak." ucap Mila.
Karin yang tadi menarik Randy langsung merapihkan baju yang ia tarik tadi dan mengulurkan tangannya.
"Maaf salah paham,Kenalkan aku Karina.. adik iparnya Kak Erin. dan dia Mila.. Adik kembar ku." ucap Karina.
"Aku Randy.. adik laki-laki Kak Erin." ucap Randy membalas uluran salam Karin.
Mereka berkenalan dan saling bercerita tentang kuliahnya dan diri masing-masing,Erina juga ikut memasuki obrolan mereka,namun tetap fokus pada kerjaanya.
Menjelang sore,mereka memutuskan makan malam diMansion dengan mengajak Randy.tidak lupa Randy meminta izin kepada Papa nya untuk makan malam di Mansion Gavin. Tentu saja Bramantyo setuju,ia bahkan sangat senang jika Anak lelakinya mempunyai hubungan baik dengan Gavin,itu Adalah hal yang menguntungkan buat masa depan Perusahaan nya.
Saat memasuki Halaman Mansion,mereka berempat heran melihat ada mobil yang terparkir dihalaman Mansion.
"Ini seperti mobil Salsa." pikir Erina.
Mereka berempat masuk dan mendapati Salsa sedang berada dimeja makan,Erina yang melihat itu langsung senang dan menyapa Salsa.
"Kamu disini.." ucap Erina.
"Kalian baru datang. ya aku kesepian di apartemen sendirian,kalian kan cewe semua.. jadi pasti seru kalo aku gabung." ucap Salsa riang.
"Boleh banget kalo gitu kak Salsa.." ucap Mila senang, sedangkan Karin hanya diam mengikuti.
Setelah sesi perkenalan mereka lanjut untuk makan malam.. Mereka mengobrol dan bercanda ria,Randy sudah langsung akrab dengan adik ipar Erina,sesekali Salsa memasuki obrolan mereka.
Setelah makan malam Randy pamit pulang,Erina mengantar Randy sampai ke mobil. "Aku senang deh kak. keluarga baru kakak sangat baik." ucap Randy.
"Kan kakak sudah pernah bilang," ucap Erina. Randy pun membawa mobilnya keluar dari Mansion menuju rumahnya.
"Kak Salsa ga pulang..?" ucap Mila,
"Hm.. apartemen kakak kan lagi renov, sebenarnya masih bisa dipake tapi Kan kakak alergi debu,jadi kakak boleh menginap disini ga 3 hari aja..? " tanya Salsa.
"Gak boleh,nginap aja dihotel.. emang disini penampungan apa." cetus Karin.
"Karin kamu ga boleh ngomong gitu ke Salsa,dia itu lebih tua pada kamu.." ucap Erina mengelus bahu Karin.
"tulah kak Karin ini,udah sering Mila ingatkan." tegur Mila.
"Tapi gapapa kalo emng ga boleh,aku numpang dirumah Rey aja.." ucap Salsa.
Karin yang mendengar itu langsung saja mengizinkan Salsa untuk menginap diMansion,dari pada Salsa berdekatan dengan pacarnya,ia tidak ingin melihat Salsa berduaan dengan Rey.
Enak aja mau tinggal dirumah kak Rey,dia milik aku! dasar rese. "Yaudah aku mau naik dulu,byee" Karin langsung menuju ke kamarnya,begitu juga dengan Mila.
"Salsa kamu bisa pake kamar dilantai 2 ya,di samping kamar Mila." ucap Erina.
"Terimakasih Erina,cuma 3 hari kok." ucap Salsa.
"Lebih juga nggak apa sa, itung-itung Gavin ga ada biar Rame.. yaudah aku naik dulu.. selamat istirahat." Erina melengos masuk kedalam Lift dan menghilang.
__ADS_1
Cih.. lift itu seharusnya hanya aku dan Gavin yang memakainya. Salsa berjalan manaiki tangga dan memasuki kamar yang dimaksud Erina.
Saat membuka kamar utama,Erina langsung masuk ke kamar mandi,dia menyalakan keran air untuk berendam air hangat sebelum ia tidur.ia mengambil handuk dan mengunci kamar mandi.
Kreetttt.. pintu kamar utama terbuka pelan,Salsa mengendap masuk ke ruang baju Erina,lumayan lama ia berada disana.. saat mau keluar Salsa tersandung kaki meja dan langsung terjatuh.
Erina yang baru selesai berendam langsung keluar karna ada suara didalam kamarnya, "S-salsa... kamu ngapain duduk disitu..? tanga Erina.
Salsa yang pias berusaha menutupi kegugupannya, "Ah aku tadi mau kasih ini tapi lupa terus." menyodorkan sebotol Obat.
"Apa ini..? " tanya Erina.
"Itu pil penyubur rahim,harus rutin minumnya.. jadi kalo telaten mudah-mudahan kamu bisa cepat hamil." ucap Salsa.
"Benarkah.? Kamu baik sekali.." ucap Erina senang, "Aku ada penyakit mag.. apakah aman?"
"Tenang aja itu aman kok,tidak menimbulkan efek samping.." ucap Salsa menyakinkan Erina.
"Terimakasih ya Salsa.. terimakasih banyak kamu sudah perhatian.." ucap Erina senang.
"Kamu ini kaya sama siapa aja,kamu kan istri sahabat aku.. aku udah ga sabar mau Gendong ponakan aku.." ucap Salsa.
Erina hanya tersenyum malu mendengar ucapan Salsa. Selesai mengasih obat Salsa pamit ke kamarnya, Erina menjadi senang karna ia akan segera memiliki anak dengan Gavin.
"Hallo . tugas ku sudah beres, sekarang giliran kamu. aku akan mengatur semuanya dan lakukan bagian kamu dengan benar." ucap Salsa.
"Atur saja, orang-orang ku sudah siap semua.hanya tinggal pergerakkan dari mu." ucap pria itu,yang tak lain adalah Andre.
"Baiklah kalau begitu." ucap Salsa langsung mematikan ponselnya.
"Bos.." ucap Leo.
"Apa." tanya Andre .
"Setelah berhasil kita mau bawa nona Erina ke rumah mana bos." tanya Leo.
"Aku sudah membeli Villa yang jauh dari perkotaan, dikelilingi oleh pohon Pinus.. sedangkan di pintu masuk ada rumah untuk para penjaga, orang-orang tidak akan menyadari kalau dibalik pepohonan Pinus itu adalah Villa ku." ucap Andre.
"Baiklah kalau seperti itu bos."
"Aku ingin saat Erina sudah ditangan ku,aku langsung berangkat ke negara B. sudah kau siapkan penerbangan ku"
"Semua sudah siap bos,tinggal nunggu Target Bergerak." ucap Leo.
"Bagus,kau boleh pergi." Andre memasuki kamar nya, ia menciumi foto Erina di mejanya,lalu seperti biasa.. membawa foto Erina tidur bersamanya.
Hampir setiap malam Andre mabuk-mabukan dan mengonsumsi narkoba.
*
*Bersambung....
...Jangan lupa LIKE, VOTE,dan tinggalkan KOMENTAR kalian ya.....
...Terimakasih telah membaca..🤗...
...Love U Tomat ❤️❤️❤️❤️❤️**...
__ADS_1