
Saat makan malam semua orang berkumpul termasuk Dean,Erina membuka suara untuk memberitahukan berita penting.
"Jadi berita pentingnya apa kak." tanya Mila.
"Nanti aja deh,makan dulu aja,hehe. Yuk dimakan makanannya."
Erina hanya cengengesan saat Gavin menatap nya dengan tatapan menyerah akan tingkah istrinya. Setelah makan malam mereka berkumpul diruang tv sambil menikmati buah segar.
"Kak.. kira-kira apa ya berita penting yang kak Erin katakan tadi,kalo ponakan kita kan kita sudah tau jenis kelaminnya."
"Ntar juga kamu tau." ucap Karin sambil mengunyah apel.
"Loh kakak udah tau ? ih nggak ngajak-ngajak." cemberut Mila.
Tidak lama Erina datang membawa segelas penuh jus strawberry,dengan perut buncitnya ia duduk disamping Gavin yang sedang fokus dengan ponselnya.
"Kak Erin,kakak udah makan banyak loh tadi,masih muat juga jus nya kak ?" tanya Mila.
"Tadi itu belum apa-apa,hehe."
"Nanti gendut loh kak,ayoo."
Karin memukul lengan Mila, "Jangan gitu,ibu hamil wajar jika banyak makan,apa lagi yang kak Erin kandung itu bukan satu tapi dua bayi."
"Oh maaf kak,Mila kurang ngerti, hehe.."
Gavin melihat Erina yang hanya diam tidak meminum jus yang ia minta tadi. Gavin langsung mengambil gelas jus itu lalu meminumnya seteguk.
"Hm.. enak,coba deh kamu minum sayang, strawberry ini katanya datang dari luar negri,rasanya manis." ucap Gavin menyodorkan ke mulut Erina.
Erina mendengar itu langsung penasaran,ia langsung meminum jus itu seteguk.
"Enak sayang,manis." senyum Erina.
"Kalau gitu habiskan," Gavin mengelus kepala istrinya, lalu mata Gavin tertuju tajam ke Mila.
Mila yang melihat itu jadi cemas, Huaa kak Gavin marah.. duh Mila.. udah tau bumil itu sensitif.
"Oh iya Kak Erin,kabar penting apa yang mau kakak beritahu pada kami " tanya Karin mencairkan suasana.
"Oh itu .. tentang lamaran Rasty, lusa kan Dean kerumah untuk melamar dan menentukan tanggal,jadi kita membagi orang,siapa yang dari pihak Dean. Karna kita tau Dean nggak punya siapa-siapa lagi."
"Apa ? Dean melamar Rasty ? maksudnya gimana ya kak."
"Duh Mila,maaf kakak lupa kasih tau,Dean dan Rasty selama ini itu punya ikatan,cuma kita baru tau kalau mereka sebelumnya sudah berpacaran,kakak aja baru tau kemarin karna Rasty bilang ingin menikah bulan depan."
"Oh gitu.."
"Jadi gimana kak, siapa-siapa dari pihak Dean."
"Kakak udah usulkan,kalian lah yang dari pihak Dean. Aku dan Gavin akan berada di pihak Rasty. Jadi Karin dan Rey,Daniel dan Mila bila perlu biar rame aku ajak Mala sekalian. Jadi Dean tidak datang sendiri untuk melamar."
"Boleh juga,gimana mil,oke nggak." tanya Karin.
"Aku ngikut kalian aja."
"Yaudah kalau gitu besok aku beritahu kak Rey dan juga kak Daniel,kita butuh bawa buah tangan juga dong kesana,pokoknya Dean kamu tenang aja. biar aku yang mengaturnya."
"Terimakasih banyak Karin,aku jadi terharu,tidak menyangka kalian akan seheboh ini.. aku bahkan sudah menyiapkan diri untuk datang sendiri,"
"Hey! bicara apa kamu ini,kamu sudah bagian dari keluarga ku sekarang,ditambah kamu akan menikahi adikku,jadi aku kakak ipar mu." ucap Erina.
"Iya kak Erin, terimakasih semuanya.". Dean sangat bersyukur berada ditengah-tengah keluarga bahagia ini.
__ADS_1
"Kalau begitu kakak naik dulu,kalian lanjutlah mengobrol."
Erina bangkit dan berjalan menuju lift diikuti oleh Gavin. Sedangkan Mila juga ikutan bangkit untuk kembali ke kamarnya.
"Loh Mil,nggak ngumpul ni.. " tanya Dean.
"Ah tugas kuliah ku banyak,jadi harus ku kerjakan sebelum malam,kalian lanjut aja berdua,aku ngikut aja apa rencananya,dah aku naik dulu."
"Dahh mil.." lambai Karin.
Karin dan Dean kembali mengobrol,mereka juga membahas buah tangan apa yang harus dibawa saat lamaran.
Mila berjalan memasuki kamarnya,ia langsung menutup pintu dan menguncinya. dengan perasaan yang hampa ia berjalan memasuki kamar mandi untuk bebersih sebelum tidur.
Mila duduk diatas closed sambil termenung.
"Ku kira tidak akan sakit,, ternyata sakit, sangat sakit." Mila memegang dadanya yang sesak.
Tidak terasa air matanya mengalir jatuh,, ia merasa patah hati mengetahui Dean akan segera menikah.
"Kenapa aku menangis,aku.. aku baru saja menyukai seseorang,dan ternyata rasa suka itu harus bertepuk sebelah tangan."
Mila menutup wajahnya,ia menangis terisak. namun ia tahan suaranya agar tidak terdengar keluar. Mila tidak tau kapan ia menyukai Dean,rasa itu datang tiba-tiba membuat Mila berbunga setiap kali mengingat Dean.
Mila mencuci mukanya,lalu beranjak untuk tidur, saat sudah ditempat tidur,ia mematikan semua lampu kecuali lampu tidur.
"Kenapa mata ku ini seperti kran yang bocor.. kapan berhentinya ya tuhan.. hati ku juga sakit sekali."
Mila membenamkan mukanya kedalam bantal lalu menutupnya dengan selimut. Didalam bantal ia menangis selepas mungkin,hatinya kacau.. ia tidak menyalahkan siapapun.
Dia hanya menyalahkan dirinya sendiri terhadap perasaannya pada Dean.tidak seharusnya Mila menyukai Dean yang sebentar lagi akan menjadi suami orang lain.
Mila menangis sampai ia sendiri tertidur karna kelelahan. Sedangkan diatas kamar Mila, Gavin dan Erina sedang berdebat diatas kasur.
"Bohong. bagaimana bisa suka kalau aku sendiri jelek, "
"Jelek dari mana sayang,nih lihat.. kamu secantik ini sayang,sudahlah jangan seperti itu."
"Aku takut berubah jadi gendut dan jelek. nanti kamu berpaling." ucap Erina berkaca-kaca.
Gavin memeluk Erina.
"Sudahlah kita tidur,aku akan tetap menyukai kamu sampai tua sayang. Jangan pernah berpikiran seperti itu.kalaupun kamu gendut itu wajar sayang.. kamu kan sedang mengandung."
"Kalau aku sudah melahirkan,aku boleh ga perawatan buat langsing kan badan."
"Iya boleh sayang,tapi nanti saat si kembar sudah bisa ditinggal,intinya kamu fokus pada si kembar. tidak ada yang lain.Kamu tetap bidadari tercantik ku sayang."
Kecup Gavin di kening Erina. Erina menurut saat dibaringkan oleh Gavin.Ia masih memikirkan perkataan Mila ia takut Gavin tidak menyukai badannya yang berisi.
"Jadi selama hamil aku boleh makan apa aja sayang.".
"Iya sayang ,apa aja. Asal sesuai dengan asupan gizi. Lagian aku suka kok kamu makin berisi,lihatlah bagian ini.. tampak besar dan menggiurkan."
"Isss dasar mesum !" Erina mencubit pelan pipi Gavin.
"Sini peluk aku.. sekarang tutup mata mu dan tidur. besok kamu akan ikut aku ke kantor."
"Ngapain sayang."
"Biar aku tenang kerjanya ,kamu bisa dikamar ku."
"iya sayang."
__ADS_1
Keesokan paginya semua orang sarapan kecuali Mila,belum ada nampak batang hidung Mila.
"Mila kok belum turun,Karin kamu nggak liat Mila."
"Nggak kak,"
"Aku juga nggak liat." ujar Dean.
"Kalian ini gimana,satu lantai tapi nggak tau,yaudah lanjutlah. Kakak akan lihat dia dulu,"
"Jangan naik tangga." tegas Gavin.
"Iyaa sayang,bentar yaa."
Erina naik ke lantai atas menuju kamar Mila,ia mengetuk dan memanggil Mila. Lumayan lama Mila membukanya namun pintu tiba-tiba terbuka, tetapi Erina tidak melihat siapapun.
"Mila.."
"Iya kak." ucap Mila dari belakang Erina.
"Astaga Mila,ngagetin aja. eh kamu kenapa? sakit?"
"Nggak kak. kurang enak badan saja,aku butuh istirahat."
"Kakak suruh pak yan antar sarapan kesini ya."
"Jangan kak,aku nggak pengen makan."
"Kamu habis nangis semalaman Mil?"
"nggak kak."
"Bohong ! sini." Erina menarik tangan Mila untuk duduk ditempat tidur.
"Ada apa,cerita sama kakak."
Mila kembali menangis,Erina yang melihat itu langsung memeluk Mila.ia menangis semakin kencang dipelukan Erina.
"Hati aku sakit kak.. sakit sekali,aku kita tidak tau sampai sesakit ini,namun kenyataannya sangat sakit."
"Kamu sedang jatuh cinta ya."
Mila mengangguk.ia mengelap air matanya.
"Adik kakak sudah besar,hal seperti itu wajar terjadi saat dua orang saling jatuh cinta.Atau disaat cinta mereka bertepuk sebelah tangan."
"Kak... aku sedih sekali.Aku tidak turun ya kak. Nanti kalau lapar aku minta pak yan antar saja."
"Baiklah sayang,kalau memang seperti itu, sekarang kamu istirahat aja,jangan dipikirkan. Randy kan kasih jomblo,tampan.. direktur lagi,kalau kamu mau kakak bisa menjodohkan kalian."
"Jangan kak.. dia pasti sudah memiliki wanita idamannya,sudahlah kak aku tidak apa-apa."
"Baiklah,kakak akan ikut kakak kamu ke kantor,kamu nggak apa sendiri?"
"Nggak apa kok kak,aku hanya butuh waktu sendiri."
"Kalau gitu kakak kebawah ya sayang, hubungi kakak kalau kamu butuh teman curhat,kakak akan datang."
Saat Erina berdiri,Mila langsung memeluk tubuh Erina.
"Terimakasih kak Erin."
"Sama-sama sayang."
__ADS_1
Bersambung...