
Salsa sudah menginap diMansion selama dua hari, saat makan malam ia membagikan baju seragam kepada Erina,Karin,dan Mila..
"Apaan ini kak..?" ucap Mila yang merogoh baju kaus warna Lilac.
"Lusa ada Festival tahunan ditaman Rekreasi pusat kota,disana banyak sekali gerai makanan dan aksesoris lokal.. temen ku yang lain pada ga bisa karna harus gantian shift,sedangkan lusa aku libur." jelas Salsa.
"Terus.. kakak mau ajak kami ke Festival itu kak?" ucap Mila antusias.
"Iya.. kalo kalian bisa.." ucap Salsa sedih.
"Lusa emang weekend kan,kami juga libur kak Salsa.. tapi ga tau kalo kak Erin." ucap Mila.
"Gimana ya.. Weekend begini toko biasanya ramai" ucap Erina ragu.
"Kan sehari aja kak,bisa tu.." ucap Mala Santai.
"Jangan paksa kak Erin Mil,kalau dia nggak mau biarin aja." ucap Karin yang enggan ikut.
Karin ini dari dulu masih tetap nyebelin, Gerutu Salsa dalam hati.
"Yaudah jangan debat,Kakak ikut kok.. sesekali bolos juga gapapakan ." ucap Erina tertawa.
"Ya asal kak Erin ikut,aku ngikut aja.." ucap Karin pasrah.
"Yeeyy pasti disana banyak barang-barang lucu, makanan-makanan nya juga pasti beragam.. ah ga sabarr.." ucap Mila riang.
"Berarti Fix ya,ini seragamnya,temanya Lilac." ucap Salsa.
Mereka berempat menyimpan baju masing-masing, setelah makan malam semua pada menuju kamar mereka,,
Erina yang berada dikamar utama sudah mengganti bajunya dengan baju tidur,ia tidak sengaja melihat botol obat yang Salsa kasih.
"Baru kemaren loh aku dapat,biasanya bakal deres sampe tiga hari,ini kok hari ke dua aja udah bercak.. Apa efek makan obat ini,, ku tanya ke Rey aja kali ya.. tapi kalau ku tanya nanti Rey cerita ke Salsa,ntar salah paham jadinya " ucap Erina bimbang.
Erina membuka ponselnya dan melihat foto yang terpajang,Gavin dengan senyumnya menggendong Erina dari belakang didalam lift waktu itu.
"Pasti karna jaringan disana.. biasanya jam segini sudah vc.." ucap Erina. Karna Gavin tidak kunjung menelfon,ia memutuskan untuk mematikan lampu dan tidur.
Keesokan paginya Salsa pamit untuk balik ke Apartemen nya,
"Loh sa,emangnya sudah siap kamar kamu.?"tanya Erina.
"Belum sih,tapi tak apalah.. segan aku disini lebih lama." ucap Salsa.
"Kamu ini,aku kan sudah bilang anggap rumah sendiri, udah disini saja sampai benar-benar siap." ucap Erina.
"Lagian nanggung juga kakak pulang,lusa kan kita mau ke festival.. gak seru kalo nggak bareng kesannya." ucap Mila.
"Kalo gitu yaudah aku disini sampai Renovasi nya selesai." ucap Salsa.
Makin lama dia disini,makin panas hawa rumah ini. Gerutu Karin dalam hati.
Hari perayaan festival pun tiba,Mila dengan semangat 45 sudah siap duluan sedangkan Karina baru saja keluar dari kamarnya
Kamila dengan rambut lurus yang di jalin seperti Frozen plus memakai bando dengan mainan buah anggur,ia memakai celana jeans pendek dan kaos Lilac menambah kesan keimutannya.
Karina yang memakai rok jeans selutut dengan gaya rambut ikat kuda plus jepitan pita berwarna senada dengan bajunya.
__ADS_1
Kedua gadis kembar itu sudah siap menunggu dua wanita yang masih bersiap,Selang waktu Erina dan Salsa sudah siap.
"Wooww.. kita kaya member blackpink deh," ucap Mila riang.
Tak ingin membuang waktu mereka berempat berangkat memakai mobil Karin,tentu saja Karin yang menyetir,Erina dan Salsa duduk dikursi penumpang.
Ditengah jalan Karin mengerem mendadak, sontak penumpang yang lain hampir terhempas kedepan kalau saja mereka tidak memakai sabuk pengaman.
"Astaga Karin,ada apa..?" ucap Erina yang syok.
"Hm, maaf-maaf aku kaget motor didepan tiba-tiba nyelip,hehe maaf ya.." ucap Karina yang hampir jantungan,
"Yaudah hati-hati kak,fokus.." ucap Mila.
Setelah mereka sampai,Erina,Mila,dan juga Salsa telah keluar mobil, sedangkan Karin masih termangu didepan stir. Kenapa perasaan ku jadi tidak enak gini ya,apa karna tadi,,
"Kak,ngapain bengong ayoo!!" ucap Mila.
"Eh iya bentar," Karina langsung mengambil tasnya dan mengunci Mobil.
"Ehh sebelum masuk ayo kita foto dulu.." ucap Mila mengeluarkan ponselnya.
Cekrekk.. cekrekk.. Mereka berempat berpose ala ciwi-ciwi manjalita. Mereka berjalan memasuki festival.
Erina bergandengan dengan Karin sedangkan Salsa dengan Mila..
Mereka menjelajahi gerai-gerai makanan dan juga aksesoris lokal yang memang menjadi tema Festival tahun ini, Festival yang dikuti banyak kalangan mau anak-anak ataupun dewasa,mereka semua serentak memakai baju kaos Lilac yang menjadi dress code Festival tahun ini.
Disela-sela keasikan mereka, Salsa tampak tegang menunggu seseorang,ia terus melihat ponselnya dan berbalas pesan.
Dimana orang-orang itu,ramai sekali disini.
"Main itu yukk.. sepertinya seru.." Ucap Salsa..
"Aku takut ketinggian" ucap Erina.
"Tidak apa kak,kan ada kami..Ayolah.." Ucap Mila menarik tangan Erina,Karin yang melihat itu langsung merangkul kakak iparny,"Ada Karin kak.." ucap Karina.
Akhirnya mereka menaiki kincir angin tersebut,tidak lupa Mila mengambil potret mereka ketika berada Paling atas. Belum sempat Salsa memperhatikan lokasi,masuk sebuah pesan diponselnya.
"Bawa ke toilet Umum." tulis pesan itu.
Salsa yang mengerti langsung membalas oke pada pesan tersebut.Setelah selesai naik kincir angin mereka singgah disalah satu gerai cemilan yang menyediakan beragam Snack masa kini.
Salsa sengaja memesan agak banyak agar Karin ikut memesan bersama dengan Mila,Erina yang kebetulan sudah lapar juga memesan beberapa Makanan.
"Kak, ayolah temenin. Mana bisa Mila bawa sebanyak ini." ucap Mila memelas pada kakaknya.
"Isshh kamu ini,aku jaga tempat ajalah.. nanti diambil orang.. " ucap Karin tak acuh.
"yaudah yuk sama kakak aja.." ucap Erina menawarkan diri.
Karin yang mendengar itu langsung menerima tawaran Mila,"Gak usah kak,biar Karin aja.. Kakak pasti capek. Ayo Mil.." ucap Karin.
Mila yang melihat itu hanya cengengesan,membuat Karin menjewer pelan telinga adiknya.
Melihat kesempatan itu Salsa langsung mengambil tindakan," Erin.. temani aku ke toilet yuk,aku takut sendirian.. mana rame banget lagi.." ucap Salsa yang bersikap sedang menahan sesuatu.
__ADS_1
"Oh yaudah,aku bilang ke Karin dan Mila dulu ya." ucap Erina yang hendak berdiri.
"Aduhh aku gak tahan lagi Erin,gak apa-apa itu.. kita kesini lagi pun mereka mungkin masih menunggu makanan." ucap Salsa.
Erina menatap punggung adik iparnya.. "Yaudah ayok aku temenin." Erina dan Salsa menuju toilet umum yang berjarak dekat dengan gerai tersebut.
"Masuklah aku tunggu diluar," ucap Erina.
"Baiklah.." Salsa masuk dan mendapat pesan lagi, "toilet arah parkiran." Salsa meremas ponsel nya.
"Dasar bodoh..!! bilang dari tadi kek!" Lalu pergi keluar.
"Loh cepat kali.." ucap Erina.
"Disini ramai Erin,terus bau.. banyak sampah bekas pempers anak kecil.Kita ke toilet sana aja yukk,, agak sepi pasti lebih bersih disana." ucap Salsa.
"Oh oke,yuk.." ucap Erina "Aku juga ingin buang air kecil.."
Salsa dan Erina menuju toilet didekat parkiran,Salsa sengaja berlama di toilet.
"Salsa udah selesai.? kalau belum aku tunggu diluar ya.." ucap Erina.
"Dikit lagi Erin,sebentar ya.."ucap Salsa berpura-pura.
Digerai cemilan Karin dan Mila sudah menunggu, "Kemana mereka,apa ke toilet kali ya.." ucap Mila.
"Yaudah bentar kakak nyusul mereka dulu,kamu tunggu disini ya," ucap Karina.
"Oke, hati-hati ya Kak Karin.. hari sudah mau gelap" ucap Mila.
Karina memasuki toliet yang berada dekat dari gerai tempat mereka makan,tetapi tidak menemukan Salsa ataupun Erina. "Kemana mereka,apa toilet yang lain.. tapi dimana.." ucap Karin bingung.
Baru saja selangkah keluar dari Toilet tersebut, tiba-tiba ada tangan besar yang menarik tangan Erina dan membekap mulutnya,menyeret Erina kearah parkiran. "Menurut jika tidak ingin terluka.!" ucap Pria itu,Erina yang mendengar itu bukannya menurut malah memberontak menahan apapun yang bisa ia jadikan pertahanan.
Melihat itu,pria tersebut memanggil temannya untuk membantu melepaskan pegangan tangan Erina pada tiang lampu.
"Siapa kalian..!!" ucap Karin yang sudah berada dibelakang kedua pria itu,Erina hanya menangis sambil berpegangan pada tiang lampu.
Karina langsung berlari kearah mereka dan menendang alat vital pria yang berusaha melepaskan tangan Erina,pria itu langsung terduduk kesakitan.. Tiba-tiba ada satu orang pria lagi yang menjambak rambut Karina dan menghempaskan nya ketanah.
Erina yang melihat itu langsung berteriak dan tanpa sadar melonggarkan pegangannya,Pria yang melihat itu langsung menyeret Erina memasuki mobil. Karina yang melihat itu langsung menghadang mobil tersebut dengan kepala yang terluka tergores pasir.
"Tabrak aku kalau kalian berani.!! Lepaskan Kak Erin..!!" Teriak Karin dengan kencang. Pria yang tadi terkena tendangannya Karin langsung emosi melihat Karina yang menghadang mobil mereka.
Brakkk..!!! Pria itu tetap melajukan mobilnya dan menambarak Karina hingga terpental. "Karinnn..!!!" Teriak Erina dari dalam mobil,air matanya tak kuasa menahan sesak,melihat tubuh Karina menghantam kaca mobil langsung dengan mata kepalanya. Erina langsung memberontak dan berusaha membuka pintu mobil,ia bahkan menyakiti dirinya sendiri tidak peduli tangannya terbentur sana sini,yang ada dipikirannya adalah menyelamatkan Karin.
Karina merasakan sakit luar biasa ditubuhnya terutama kepalanya,melihat samar-samar mobil yang menjauh dari pandangannya,
"Jangan bawa kak Erin.. aku sudah berjanji pada kakak ku untuk menjaga nya.." ucap Karina yang berusaha menggapai bayangan mobil itu dengan tangannya. Pandangannya tiba-tiba buram dan gelap,darah segar mengalir dari kepala dan lubang hidungnya,Karin sudah tidak sadarkan diri.
Salsa yang baru saja keluar kamar mandi terkejut melihat Keadaan Karin,ia berlari memeriksa kondisi Karin. "Masih hidup." ucapnya dan langsung menghubungi ambulans rumah sakit Pratama milik LUZIO GROUP.
...**Bersambung......
...LIKE,VOTE,dan KOMEN yang selalu Author tunggu dari para Readers....
...Terimakasih telah Membaca,tambahkan FAVORIT untuk mendapat notifikasi update....
__ADS_1
...LOVE U TOMAT ❤️❤️❤️**...