Gadis Terbuang Milik Presdir

Gadis Terbuang Milik Presdir
Aku Mencintaimu Erina


__ADS_3

"Ngapain kau disini ." ucap Mila ngotot.


Semua terdiam dan bingung termasuk Dean. Erina langsung membuka suara.


"Kalian saling kenal."


"Tidak." Dean. "Ya " Mila, secara serentak.


Dean semakin bingung sedangkan Mila semakin emosi. Melihat itu Karin langsung memanggil Mila duduk disampingnya,lalu menyuruh Mila menjelaskan semuanya.


"Dia yang menyenggol ku hingga terjatuh menimpa abu Bakaran sampah." jelas Mila marah.


Karin hampir saja tertawa namun langsung cepat ia sembunyikan,itu akan semakin bahaya jika Mila tiba-tiba meledak.


"Maaf nona,saya tidak merasa menyenggol siapapun. " ucap Dean membela diri.


"Ya iyalah tidak kerasa,kamu memakai pengeras suara ditelinga mu,dan dengan tidak tau malunya menyenggol orang dengan tas ransel besar kamu itu."


"Jadi yang kerasa saya tabrak tadi itu kamu ? saya kira."


"Kira apa ?!"


"Saya kira angin,hehehe."


Mendengar itu Mila hanya diam dan melotot tanda tidak suka pada Dean.


"Kalau memang aku yang mendorong mu,aku minta maaf,aku tidak menyadari kamu tadi.."


Mila yang mendengar itu hanya diam,melihat itu Erina mengelus punggung tangan Mila,,


"Dean tidak tau kalau dia menyenggol kamu Mil,gimana ? Maafin nggak ?"


Melihat Erina butuh jawaban Mila akhirnya mengalah dan memaafkan Dean.


"Yasudah kalau begitu aku maafin Dean, lain kali hati-hati jangan sampai terulang ke orang lain."


"Hehe Baiklah,lain kali aku akan hati-hati, terimakasih Mila." Ujar lembut Dean.


Ketika mereka berempat tengah asik mengobrol, ponsel Gavin tiba-tiba bunyi,saat ia angkat matanya agak melebar,dia sangat mengenal siapa yang menelponnya.


"Sayang aku mau angkat telpon dulu ya,kalian lanjutkan saja ngobrolnya." ujar Gavin sambil menepuk lembut bahu istinya.


"Ah baiklah sayang,Jangan lama-lama.. bentar lagi kita makan malam."


"Iya sayang.."


Melihat suaminya berjalan keluar ruangan,ia kembali mengobrol dengan yang lain, sedangkan Gavin dengan langkah cepat menjauhi Erina.


"Ada apa lagi kau menelpon ku,"


"Gavin aku."


"Cukup ! Aku tidak menceploskan kamu kepenjara aja sudah sangat ringan."


"Kenapa kamu tega sama aku Gavin.." Salsa terisak.


"Tega ? kau hampir membunuh adik ku,dan kau membuat istri ku menderita kau bilang aku tega ? siapa yang iblis disini,aku atau kau ?!"


"Aku ngelakuin ini demi kamu,harusnya aku yang bersama mu.. bukan Wanita murahan itu !"

__ADS_1


"Siapa yang kau panggil wanita murahan ?! jaga ucapan mu,Erina seribu kali lipat jauh lebih baik dibandingkan kamu ,jadi kau bisa menilai siapa yang lebih murah."


"Kamu jahat !! "


"Cukup sampai disini,kalau bukan karna Erina yang melarang ku,mungkin kau sudah mendekam di penjara. Aku memaafkan mu itu sudah cukup mengingat hubungan baik kita dulu,namun kau yang merusaknya jadi mulai saat ini anggap kita tidak pernah kenal, Jangan menghubungi ku lagi,dan menghilang lah dari hidupku."


Gavin langsung mematikan ponselnya dan memblokir panggilan masuk. Mukanya sangat merah,menahan Amarah,ingin rasanya memberi pelajaran pada Salsa namun ia masih mengingat persahabatan mereka dulu,karna itu dia membiarkan Salsa begitu saja.


Saat berbalik Gavin terlihat kaku,tubuhnya menegang melihat istrinya berdiri tepat dibelakang nya.


"S.. sayang.."


"Apa itu Salsa ?"


"Iya,tapi sumpah aku tidak berhubungan lagi dengannya."


"Sayang.." Erina meraih tangan Gavin. " Aku percaya kok sama kamu,melihat watak Salsa,dia pasti tidak menyerah ya "


"Iya sayang.. tapi tenang aja,aku sudah menyuruh dia menjauh,aku juga sudah memblokir nomornya, lebih baik aku tidak melihat dia lagi selamanya."


"Aku percaya pada mu " ucap Erina mengelus pipi suaminya.


Tidak pernah sekalipun tidak mempercayai ku, malah aku yang selalu meragukan nya, Tuhan.. terimakasih sudah memberikan aku kesempatan memperbaiki semuanya,kalau tidak.. aku akan menyesal seumur hidupku menyia-nyiakan malaikat seperti dirinya.


"Terimakasih sayang.. " Gavin memeluk dengan lembut tubuh istrinya..


"Mari kita hidup bahagia kedepannya,ada aku,kamu dan bayi kembar kita." ujar Erina mengelus perut buncit nya.


Gavin pun ikut mengelus dengan sayang perut istrinya. Mereka pun masuk untuk makan malam,kini anggota keluarga bertambah satu,Dimeja makan pun semakin ramai.


"Besok kau ikut dengan ku ke kantor,akan ku perkenalkan langsung dengan Daniel,dialah yang mengurus semuanya."


"Jika dikantor kau bisa memanggilku tuan,tapi jika dirumah kau bisa memanggilku kakak,"


Karin dan Mila melotot.


What ? semudah itu,wah.. beneran kak Gavin ga sih. Karin.


Anggota keluarga baru ni cerita nya. Mila


"Baiklah kak.. Terimakasih semuanya sudah menerima ku disini,aku tidak menyangka akan disambut seperti ini." Ujar Dean terharu.


"Bicara apa sih,kamu kan adik ku.." ujar Erina tersenyum.


"Iya kak Erina," senyum Dean.


Ini semua berkat kak Erin,tidak disangka aku beneran mendapat keluarga baru,mimpi apa aku tuhan..


Setelah makan malam semuanya kembali ke kamar masing-masing,Begitu juga dengan Dean yang menempati kamar dilantai dua, di sebrang kamar Karin dan Mila.


Dean mulai menata pakaiannya,dan juga menyiapkan pakaian kerjanya yang ia beli kemarin sebelum kesini. Dia juga mengeluarkan beberapa Album foto mendingan kakak dan kedua orangtuanya.


"Kak.. Ayah.. ibu.. kalian lihat kan,aku sudah dapat keluarga baru lo Disni,mereka seperti kita dulu.. keluarga bahagia. Semua ini berkat kak Erin,dia bagaikan malaikat di hidupku,dia cantik seperti kakak dan lebih cantik lagi adalah hatinya."


Ucap Dean panjang lebar didepan foto keluarga nya. Antara senang dan terharu,ia hampir saja ingin memeluk Erina karna ingin berterima kasih. Namun ia rasa itu berlebihan, bisa-bisa dia keluar malam ini karna diusir Gavin.


Didalam kamar utama Erina baru saja mengganti baju tidur nya, sedangkan Gavin sudah duduk ditempat tidur bersama laptop nya.


Erina juga mengecek keadaan toko lewat ponsel,Erina kini jarang turun tangan langsung karna sudah ada Mala yang menjadi tangan kanannya.

__ADS_1


"Sayang.."


"Hm.."


"Mala suka curhat,katanya Daniel sering singgah ke Toko.. dan juga dia sering menelepon Mala di jam makan siang dan saat tidur."


"Masa ?". Gavin yang awalnya fokus jadi teralihkan karna ucapan istrinya.


"Iya sayang,Mala itu udah lama curhat nya,, semenjak pertama kamu ke toko,nah jarak dua hari Daniel menghubungi dia lewat chat. Lucu ya.. aku rasa Daniel menyukai Mala deh."


"Kalau begitu dia sudah move on dong ya.". Ucap Gavin sambil menutup laptopnya dan berbaring menyandar pada istrinya.


"Move on dari siapa ?"


"Dari Salsa."


"Apa ? Daniel suka Salsa ?"


"Udah lama,dari kami kecil Daniel itu pengagum Salsa, aku tidak tau kalau dia bisa berpindah haluan karna gadis seperti Mala."


"Memangnya Mala kenapa ? dia cantik,rajin bekerja, baik hati lagi."


"Iya maksud aku itu,Mala dan Salsa kan orang yang berbeda mulai dari watak. ya aku heran aja kenapa cepat berubah."


"Yah mungkin Daniel sudah lelah mengejar yang tidak pasti,dan mungkin saja melihat sifat Mala dia bisa luluh "


"Kamu benar juga,sama seperti aku .. yang luluh sama kamu..". Kecup Gavin dibibir manis Erina.


"Gombal.." ucap Erina tertawa.


Gavin meredupkan lampu kamar.


"Sudah mau tidur ?"


"Tidak."


"Terus.."


"Mau kamu."


Gavin mencium bibir Sexy istrinya,ia juga semakin gemas melihat tubuh istrinya yang agak berisi terutama dibagian dada,, Erina yang terbuai hanya pasrah menerima semua yang diperbuat suaminya.


Gavin perlahan menanggalkan baju tidur istrinya, dres hamil yang dipakai Erina sangat mudah untuk dilepas, saat Erina hanya memakai dalaman Gavin melihat samar-samar perut buncit Istrinya,menambah kesan Sexy pada Erina.


Dengan hati-hati Gavin melakukan penyatuan pada Erina,ia sudah berkonsultasi dengan Rey sebelum melakukannya untuk pertama kali semenjak kehamilan Erina,Gavin melakukan nya sangat lembut, itu membuat Erina serasa disayang oleh suaminya.


"Aku mencintaimu Erina.."


"Aku mencintaimu Gavin,"


******* kenikmatan dari dalam kamar utama terdengar menggairahkan ,dinginnya udara malam menjadi hangat ketika berada dikamar utama, Gavin dan Erina menikmati pergaulan mereka,sensasi baru yang mereka rasakan malam ini.. Malam akan panjang bagi penghuni kamar utama.


Berbeda dengan keadaan kamar dibelahan dunia luar, seorang Gadis menghancurkan semua barang yang berada disekitarnya,ia mabuk berat.. dari bibirnya hanya terucap Nama Gavin.


Suara isakan terdengar lirih dari seorang wanita cantik yang kini berpenampilan berantakan. Hati nya berkata kalau ia sudah kalah telak,tidak ada yang tersisa lagi untuk nya,tidak ada tempat untuk ya dihati Gavin.


Emosi melanda hati dan pikirannya,ia meraih ponselnya dan menelpon seseorang,ntah apa yang ia bicarakan tampak seperti seekor serigala yang sedang kelaparan.


"Setidaknya,aku akan menghancurkan hidupmu Erina !!! Kau mengambil sesuatu yang berharga dihidup ku, akan ku ambil juga yang berharga dihidup mu !!!"

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2