
Mobil Erina duluan sampai diMansion,disusul dengan Karin dan Mila,yang terakhir adalah Rey..
"Pak yan,siapkan makan kayak biasa ya,soalnya ada Rey mau makan malam disini." ucap Erina.
"Baik nona Erina." ucap pak yan.
Erina langsung menaiki lift dikamar utama,saat melangkah masuk hatinya terasa hampa,ada yang kurang dikamar ini..
"Baru sebentar saja aku sudah merindukan Gavin,Sayang.. aku rinduu.. kamu dengar aku tidak..?" ucap Erina ke arah gelangnya berharap suaminya mendengar.
Erina merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur,dia melihat langit-langit kamarnya,memperhatikan bingkai foto pernikahan mereka berdua hadiah dari Karin dan Mila.
Dia membayangkan bagaimana ia dulu datang sebagai istri yang berstatus kan pelayan,ia tidak berharap lebih dari pernikahan nya,Kini ia menjadi wanita paling beruntung diatas dunia ini karna dicintai lelaki seperti Gavin.
Tok tok.. "Kak Erin ayoo,makanan udah siap.." ucap Mila depan pintu.
Erina langsung bangun dan berjalan menuju pintu, "Ayo kita makan.." ucap Erina.
Dimeja makan Karin dan Rey sedang asik bercanda ria,Mila yang melihat itu agak merasa aneh.. sejak kapan kakaknya itu sedekat ini dengan Rey.
"Kak Erin,kok aku rada aneh melihat kak Karin sama kak Rey.. kaya orang kasmaran." ucap Mila.
"Ya Karin kan sudah banyak berubah,ditambah Rey memang mudah berbaur dengan orang.." ucap Erina.
"Yang kakak katakan ada benarnya juga sih,, " ucap Mila. "Hayoo ngobrolin apa.. gosipin Mila ya.." ucap Mila mengambil tempat duduk Erina.
"Idihh pede amat,, eh itu kursi kak Erin,ngapain kamu duduk situ." ucap Karin.
"Kan kak Gavin gak ada,ya sekarang kak Erin yang duduk di kursi kak Gavin.. dan kursi kak Erin aku yang tempatin.." ucap Mila merasa bijak.
"Suka-suka kamu deh Mil.." ucap Karin.
"Duduk disini kak Erin,Kakak pemegang tahta tertinggi saat kak Gavin sedang tidak ada." ujar Mila .
Erina hanya menurut saja apa yang dikatakan oleh adik iparnya. " Iya Mila ku sayang.." ucap Erina tersenyum senang.
"Sama Mila aja nih sayang nya.." ucap Karin menyindir.
"Hahaha sama kamu juga Karin ku sayang.." ucap Erina tertawa senang.
Karin langsung berdiri dan memeluk kakak iparnya, "Sayang kak Erin banyak-banyak.." ucap Karin gemas.
Mila yang melihat itu juga menghambur memeluk Karin dan Erina.." Mila jugaa sayang kalian" ucap Mila tak kalah heboh.
"Hm.. Teletubbies itu berempat loh pelukannya." sindir Rey.
Karin yang mendengar itu langsung menatap tajam ke arah Rey.. sontak Rey yang melihat itu langsung angkat tangan.. " Sorry,becanda.." dengan ketawanya yang jenaka. Ya ampun matanya pun mirip sekali dengan Gavin kalau sedang marah,tapi aku tetap cinta haha.
"Silahkan nona dinikmati makan Malamnya.." ucap pak yan.
"Pak yan ikut duduk aja,disebelah Mila,malam ini kan ada Rey.. biar tambah Rame." ucap Erina lembut.
__ADS_1
"Tapi nona saya makan dibelakang aja.." ucap Pak yan.
"Udah pak yan,jangan sungkan..lupa ya tadi pagi kami bilanga apa.. ayok duduk sini." ucap Mila
Mau tidak mau pak yan duduk dikursi sebelah Mila. sedangkan Erina duduk dikursi Gavin,jangan ditanya Rey duduk dimana.. ya disebelah kekasihnya lah.
Mereka mulai menyendok nasi ke piring masing-masing, "Pak Yan,, nama bapak kalo saya gak salah ingat bukan yan kan.." ucap Rey.
Pak yan yang mendengar itu langsung tersenyum, "Bukan tuan Rey.. nama lengkap saya itu Supriyanto, nama panggilan saya Yanto,tapi saya memanggil nama saya Yan saja.." jelas pak yan.
"Kenapa gitu pak.." tanya Karin.
"Biar lebih keren aja nona," ucap pak yan tersenyum malu.
"Hahahaha.. pak yan ini lucu ya,Sama donk sama Mila dan kak Karin. Beda nama beda panggilan." ucap Mila sambil menyuap makanannya.
Mereka berlima makan malam dengan suka cita, walaupun tidak ada Gavin,Erina merasa terhibur oleh adik iparnya.. Setelah makan malam Rey,Karin dan Mila berkumpul diruang Tv sedangkan Erina lebih memilih masuk ke kamar nya.
"Kak Karin,kok Mila perhatikan dari tadi kalian berdua kaya ada yang beda.." tanya Mila.
"beda apa maksud kamu.." ucap Karin memakan eskrim nya, Rey hanya mendengarkan pertanyaan Mila.
"Ya kalian tampak lebih dekat aja,seperti pasangan yang baru jadian." ucap Mila yang membuat Karin tersedak eskrim yang ia makan sendiri.
"Pelan-pelan makannya.." usap lembut Rey dipunggung Karin,, "Memang kami baru jadian.." ucap ringan Rey.
Mila terkejut sampai menjatuhkan ponselnya, "K-kalian apa..? " ucap Mila yang syok.
Mila yang mendengar penjelasan itu hanya terdiam,matanya tertuju pada kakak kembarnya, "i-iya kami sudah jadian Mil,hm.. tapi kami bakal ngasih tau kak Gavin kok,saat dia pulang nanti." ucap Karin meyakinkan Mila.
"Kakak kok tega sama Mila," ucap Mila marah,Karin yang melihat itu langsung pias.
"Kita dari perut mama sampai saat ini selalu sama-sama,kenapa hal sebesar ini kakak rahasiakan dari aku.. seharusnya aku tau saat kalian baru jadian, mungkin kalau aku tidak bertanya kalian akan tetap diam-diam kan.." ucap Mala hampir menangis.
Karin yang mendengar itu langsung lega dan khawatir,ia duduk disamping Mila dan memeluknya.
"Maafkan kakak ya Mil,bukan mau merahasiakan apapun,kakak mau bilang,tapi nanggung rasanya.. sekalian aja sama kak Gavin kalau mau ngasih tau kamu." jelas Karin.
"Terus kalau kak Karin udah kasih tau kak Gavin,kalian bakal nikah,Mila pasti tinggal sendirian." ucap Mila menangis menutup wajahnya.
"Ya ampun Mila,gak mungkin lah.. kita kan udah janji bakal nikah bareng.. kakak gak pernah lupa itu. Kak Rey juga masih harus bekerja,iya kan kak." ucap Karin.
Rey pindah duduk disamping Mila. "Iya Mil,gak mungkin kak Rey merebut kakak kamu gitu aja,kita hanya baru memulai,urusan nikah itu masih belum terpikirkan." ucap Rey menjelaskan pada Mila.
Karin dan Mila walaupun beda watak dan kepribadian mereka tetaplah anak kembar yang mempunyai naluri yang kuat satu sama lain.
Akhirnya Rey pulang diantar oleh Mila dan Karin sampai pintu Mansion.
"Hati-hati dijalan kak Rey.." ucap Karin.
"Dahhh kak... " lambai Mila.
__ADS_1
"Mil,kakak tidur dikamar mu ya malam ni." sambil merangkul bahu adiknya.
"yeeeyyyy siap boss." ucap Mila,mereka menaiki tangga memasuki kamar Mila, terdengar canda dan tawa mereka dari luar.. Moment mereka sekarang adalah Moment yang akan mereka rindukan saat mereka sudah menikah nanti.
Sedangkan dikamar utama Erina baru saja siap berendam air hangat.. ia masih memakai handuk namun ponselnya berdering.. saat melihat nama Gavin dilayar ponsel,hatinya menjadi senang dan gembira. Gavin membuat panggilan vidio,,
"Sayangg.. eh.. kamu baru mandi ya.." ucap Gavin diseberang sana,ia baru saja sampai di bandara.
"iyaa sayang.. kamu baru sampai ya.." tanya Erina.
"iyaa baru di bandara.. Kalau mau ke lokasi tempat tinggal ku 3 jam lagi naik mobil,dan aku belum tentu bisa menelfon kamu sayang.." ucap Gavin cemberut.
"Gapapa sayang,yang penting kamu baik-baik aja.. fokus aja selesaikan masalah disana,biar pulangnya cepat." ucap Erina.
"Itu pasti sayang,jangan lupa gelang kamu dipakai terus. dan jangan rindu.." ucap Gavin tersenyum menyindir.
Erina yang paham maksud suaminya hanya tersenyum malu,ia sengaja mencoba berbicara digelangnya mencoba apakah bekerja dengan baik atau tidak.
"Baru beberapa jam lo sayang," ucap Gavin yang terus menggoda istrinya .
"Isshh kamu ini.. "ucap Erina merona, "Carilah makan sayang sebelum berangkat."
"Iya sayang ini mau makan dulu, yaudah aku tutup ya sayang.. jaga diri kamu,aku akan menelpon jika sinyal membaik." ucap Gavin.
"Iya sayang ku.. Muachh.." Erina tanpa sadar mengecup ponselnya,Gavin yang melihat itu langsung merona senang..
"Selamat malam sayang kuu Muacchhhh." melambai dan mematikan telfon.
"Ya ampunnn.. apa yang ku lakukan,dasar Erina.." sambil berguling kesana kemari ditempat tidur.
Erina menyadari ia belum memakai baju,langsung masuk keruang ganti,setelah selesai ia mematikan lampu dengan remot yang biasa Gavin pakai.
Kini ia tidur dibantal milik Gavin,ia mencium aroma maskulin yang khas dari Gavin,ia seperti tidur bersama suaminya. . Erina pun masuk kedalam mimpinya berharap suaminya memeluknya dalam mimpi.
Sedangkan disalah satu kamar hotel,seorang pria sedang memandangi foto wanita cantik dengan rambut terjuntai sebahu,memiliki senyum yang indah sedang tertawa bahagia bersama seorang laki-laki berparas tampan,diperkirakan umur mereka berdua baru 17 tahun.
"Sebentar lagi sayang.. sebentar lagi kita bisa hidup seperti yang kamu inginkan dulu,hanya ada kau dan aku." Ucap Andre yang setengah sadar.
Ia menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur,menyebut nama Erina berulang kali.. sampai ia lelah dan tertidur.
*
*Bersambung..
...LIKE, KOMENTAR,dan VOTE yang selalu Author nantikan dari kalian.....
...Dukung terus dengan menjadikan GTMP Favorit kalian....
...Terimakasih telah membaca,jangan lupa tinggalkan jejak kalian di kolom komentar....
...Love u Tomat All❤️❤️❤️❤️❤️**...
__ADS_1