
Terdapat rumah dipinggiran kota,jauh dari dari kawasan warga.. rumah yang sudah lama tidak ditempati oleh pemiliknya.
Sebuah mobil berhenti didepan rumah tersebut,tiga orang pria berbadan besar dan menyeramkan sedang menyeret seorang perempuan masuk kedalam rumah yang tidak berpenghuni itu.
"Lepaskan aku..!! siapa kalian ha..! aku tidak kenal kalian .!" berontak Erina berusaha melepaskan diri dari cengkraman salah satu pria yang menyeretnya keluar dari mobil.
Tentu saja tenaganya kalah jauh dari tiga pria yang baru saja membawanya ketempat terbengkalai ini.
"Jangan buang-buang tenaga mu nona,kami hanya menjalankan tugas" ucap tiga pria itu lalu menyeret kembali Erina memasuki Rumah tersebut.
Erina dibawa ke salah satu kamar,hanya ada cahaya lilin dirumah itu,Pria itu mengikatnya di kursi dan melakban mulutnya Erina.
Erina hanya bisa memberontak dan teriak sebisa mungkin walau mulutnya dilakban,ketiga pria itu meninggalkannya sendiri lalu memngunci pintu kamar.
Seketika penglihatan Erina gelap,hanya ada cahaya bulan yang samar masuk kedalam jendela,
Dimana aku.. hiks .. kenapa gelap sekali,aku takut gelap - Erina menangis.. ia sangat merindukan pelukan suaminya.
Apakan Gavin tau aku disini,apa dia akan menyelamatkan ku.. kumohon Gavin,datanglah sayang..
Erina terdiam mendengar ada suara mobil yang datang kerumah itu.
Suara mobil,apakah itu Gavin.. ya..! itu pasti Gavin, terima kasih Tuhan.
Seorang pria memakai jaket hitam dan kaca mata hitam turun dari mobil.. Wajahnya terlihat bahagia karna dia akan bertemu dengan Orang yang telah lama menghilang,dia masih belum terima kalau orang tersebut gagal ia miliki.
"Malam tuan" ketiga pria itu tertunduk hormat."
"Dimana dia?".ucap lelaki itu.
"Dikamar utama tuan"
Salah satu pria itu membawa lelaki misterius itu menuju kamar Erina,saat lelaki itu sudah membuka kunci Lelaki itu menyuruh anak buahnya pergi.
"Kau bisa pergi,."
"Baik tuan"
Ceklekk.. pintu kamar terbuka,Lelaki itu memegang lilin ditangannya dan meletakkan nya diatas meja..
"Hay Sayang.. "
Erina membulatkan matanya melihat siapa lelaki yang datang dan memanggilnya..
Dia bukan Gavin , Sekuat tenaga Erina memberontak.
Lelaki itu langsung memeluk Erina yang melakukan perlawanan..
"Ssstttt.. aku tidak akan menyakiti mu sayang.. Aku sudah lama mencarimu.. kini aku tidak akan melepaskan kau lagi sayangku... Karin."
Erina langsung terdiam,otaknya berusaha berpikir keras, Bagaimana dia bisa memanggilku Karin, apa jangan-jangan Karin yang dia maksud adalah Karina adik ipar ku..? ada hubungan apa Karin dengan lelaki ini.
"Kenapa terdiam sayang.. kau mengingatku bukan.. aku sudah lama menunggu saat ini, menemukan mu dan menjadikan mu milikku"
Lelaki itu membelai kepala Erina.. mendekatkan wajahnya "Aku sangat merindukan mu sayang.." lelaki itu menciumi seluruh muka Erina.. lalu turun menciumi lehernya Erina..
Erina yang mendapatkan perlakuan itu bukannya terbuai kenikmatan seperti yang dia lakukan bersama Gavin,melainkan sangat jijikkk..
Erina berusaha memberontak dan menangis.. Ini sangat menjijikkan,aku tidak Sudi disentuh siapapun selain suamiku,hiks...
Setelah puas mencumbu lehernya Erina lelaki itu berusaha membuka kancing baju Erina..
Sontak saja Erina menjadi sangat takut,dia berteriak sekuat tenaga dalam pemberontakannya.
"Kenapa sayangg.. kau mau mengatakan apa hm.. akan kubuka.. mari kita bermalam bersama sayangg.."
Lelaki itu langsung membuka lakban yang menutup mulut Erina,Erina yang tidak ingin membuang wktu sontak berteriak.
"Stoppp..!! kau salah orang..!!!" teriak Erina menggema,dia begitu sangat ketakutan.
Lelaki yang mendengar itu langsung berdiri dan mundur selangkah.. "Siapa kau..!!" Dia mengarahkan lilin diatas meja ke depan muka Erina.
Betapa terkejutnya siapa yang dia lihat, Dian bukan Karin.. Sontak lelaki itu murka dan pergi membanting pintu.
"Dasar tidak berguna..!!! siapa yang kalian tangkap bodoh!!!!"
ketiga pria itu pucat.. "M-maafkan kami tuan.. kami tidak begitu memperhatikan fotonya tadi"
"Sialan..!! Ikut aku,Aku akan buat Karin datang sendiri kemari"
Ceklekk.. pintu terbuka,sontak membuat Erina terkejut dan pucat pasi..
Mau apa mereka..
__ADS_1
"Hidupkan lampu senter,dan kau foto wanita itu dan kirim ke nomor yang ku kasih tadi."
"Sudah boss.. beres."
"Bagus,kita tinggal tunggu dia datang kesini,kalau tidak akan ku pastikan dia menyesal selamanya"
"Kau yang akan menyesal selamanya" sambung Erina dengan nada emosi.
Lelaki itu tersenyum sinis.. "Kalian tunggu diluar, sebentar lagi Karin akan datang"
Pria berbadan besar itu segera pergi meninggalkan lelaki itu dan Erina.
"Kau bilang apa tadi..? aku yang akan menyesal..? kau bercanda."
"Aku tidak bercanda..! suami ku adalah Gavin Candra Luzio,direktur utama LUZIO GROUP, Karin yang kau maksud adalah Adik ipar ku,dia adik kandung dari Gavin." jelas Erina.
Lelaki itu malah tertawa.. "Bagus sekali karangan mu, aku memang tidak tau jelas keluarga Karin,tapi yang pasti kakak kandung dari Karin adalah kepala rumah sakit.Jika ingin mengarang harus sedikit masuk akal nona."
Hah..kepala rumah sakit,Karin mana yang dia maksud sebenarnya.
"Aku tidak tau Karin mana yang kau maksud,mungkin ini salah orang.. tolong lepaskan saya."
"Lepaskan..? Mimpi..!" ucap lelaki itu.
Erina yang sudah menahan emosi dari tadi menendang tulang kering lelaki itu sampai terjatuh.
"Beraninya kau..?!"
Plakkkkk..!!darah segar meluncur dari sudut pipi Erina.
Erina hanya menangis merasakan sengatan panas dipipinya.
"Aku bukan orang yang berbaik hati kepada siapapun,jaga kaki mu sebelum aku mematahkan nya" ancam lelaki itu sambil menjambak rambut Erina.
Erina hanya bisa merintih kesakitan, tubuhnya gemetar hebat.. Sakit sekali.. sampai kapan aku akan tahan, tidak..!! aku tidak boleh menyerah,aku yakin Gavin sedang perjalanan kesini,dan segera membawaku keluar dari sini.
Beberapa meter dari rumah tersebut,Mobil Gavin sudah standby disana,
"Daniel,apa ada tanda-tanda orang didalam rumah itu"
"Anak buah kita yang sudah mengepung tempat ini mendengar teriakan laki-laki dan suara tangisan perempuan tuan,"
"Brengsek..!!!! kalau sampai dia menyentuh istriku,akan ku patahkan kedua tangannya." geram Gavin yang sudah diambang kesabarannya.
Siapapun orang yang merencanakan ini semua, kau sama saja menggali kuburan mu sendiri. ucap Daniel.
"Ayo kita kesana,aku sudah tidak punya kesabaran lagi sekarang" ucap Gavin.. Aura kemurkaan yang sudah lama hilang kini kembali timbul..
Aura tuan muda sudah mencapai level tertinggi.
Gubrakkkkk..!!! anak buah Gavin mendobrak pintu,ada tiga orang berbadan besar yang sedang bersiap menyerang balik.
Anak buah Gavin menyerang musuh dengan membabi buta,walau lawannya jauh lebih besar darinya itu tidak membuat mereka takut.. Anak buat Gavin adalah orang terpilih yang memang mempunya bakat diatas rata-rata,dengan sangat mudah mereka melumpuhkan lawannya. Tidak heran Daniel hanya membawa 3 orang,karna mereka mampu melumpuhkan 30 orang sekaligus.
"Hanya tikus kecil" ejek anak buah Gavin.
Lelaki misterius tidak sadar bahwa ada perkelahian diluar kamar,dia hanya sibuk meluapkan emosinya kepada Erina.
"Awwhh.. sakittt lepaskan..!,maafkan aku.. tolong lepaskan,sakittt.."
semakin Erina merintih semakin erat pula ia menjambak rambut Erina..
"Maaf..?? mimpi .!!"
BRAKkkkk..!!!! lelaki itu terkejut dan menoleh.
Gavin yang berdiri diambang pintu melihat istrinya sedang menangis kesakitan karna jambakan lelaki didepannya.
"Berani nya kau..!!!! Lepaskan tangan kotor mu dari tubuh istriku..!!!" Teriak menggema Gavin yang penuh kemurkaan.
Lelaki misterius itu terkejut dengan siapa yang dia lihat.. "T-tuan Gavin.." tubuhnya gemetar.
Jadi perempuan ini memang benar-benar istrinya Gavin Candra.. Berarti Karin.. tapi bagaimana mungkin, jelas-jelas wktu itu bukan Gavin yang ku lihat.
Gavin yang melihat Erina sudah tak berdaya dengan cepat melepaskan ikatan tali dan menggendong Erina menuju mobil.
Lelaki itu hanya melihat dengan gemetaran,wajahnya pias.. dan ia sangat menyesali perbuatannya, seandainya ia tau bahwa orang yang dia sentuh itu keluarga LUZIO dia lebih baik tidak membalaskan dendam nya.
Gavin mendudukkan istrinya dengan hati-hati, "Sayang.. tunggu disini aku akan segera kembali."
"Tungguu.. kita pulang saja.."
Saat memegang pipi istrinya Gavin merasakan ada cairan,dengan cepat Gavin menghidupkan lampu mobil. Darah..
__ADS_1
Gavin tidak bisa menahan amarahnya lagi,dia akan menghajar orang itu sampai mati.
Tanpa berbicara Gavin langsung menutup pintu, "Kau jaga istriku" Gavin langsung berlari memasuki rumah, teriakan Erina yang menyuruhnya berhenti bagaikan angin ditelinga Gavin.
Dengan emosi yang meluap-luap Gavin masuk langsung menghajar lelaki misterius itu tanpa ampun,lelaki itu hanya bisa menerima pukulan bertubi-tubi yang diberikan Gavin.
"Tangan ini yang kau pakai buat menampar istriku kan..?!!" KREKkkkkk.. Gavin mematahkan kedua pergelangan tangan lelaki misterius ini.
Lelaki misterius itu hanya menjerit kesakitan,teriakannya sampai ketelinga Erina..
Erina gemetaran mendengar teriakan lelaki misterius itu.
"Sudah cukup tuan muda.. Jangan mengotori tangan anda untuk menghabisinya,saya akan mengurusnya"
Daniel agak terkejut melihat siapa lelaki ini,walau mukanya sudah babak belur tapi Daniel masih bisa mengenalinya.
"Ternyata kau.. masih belum kapok ya.." seringai Daniel.
"Kau mengenal nya..?" tanya Gavin masih dalam kemarahan yang membara.
"Dia adalah Mantan nona Karin tuan.. yang dulu berusaha menjebak nona Karin"
"Apa..? Dasar brengsek..!!" Gavin menendang lelaki itu sekuat tenaga.
"A-ampunkan saya tuan.. saya sungguh menyesal,ampuni hidup saya tuan.." sambil berusaha bersujud dihadapan Gavin.
"Kalian bawa dia ke markas kita,kurung dia disana, kita akan membuat perhitungan dengannya sebelum kita menyerahkan nya kepada pihak yang berwajib."
"Baik tuan"
"Mari tuan muda,kita pergi dari sini.. Nona Erina pasti sangat membutuhkan anda saat ini."
Gavin langsung menuju mobil nya,"Kita kerumah sakit" ucap Gavin.
"Tidakk.. jangan rumah sakit,aku tidak ingin kesana" sambil meremas tangan Gavin.
"Baiklah kalau itu mau kamu,, panggil saja Rey ke Mansion"
"Baik tuan muda"
Gavin memeluk Erat tubuh Erina,ia bisa merasakan getaran dari tubuh Erina..
"Jagan takut sayang.. aku sudah disini..Maafkan aku yang datang terlambat.."
"Tidak apa-apa sayang,aku senang kamu datang.. aku hanya syok saja.." Erina meraba kantong celananya..
Mengeluarkan dua pasang gelang yang tadi siang ia beli bersama adik iparnya.
"i-ini.. aku tadi membeli gelang couple.. aku memisahkannya dari yang lain,mana tangan mu.."
Erina memasangkan gelang itu ke tangan Gavin, satunya lagi ke tangannya.
"Wahhh lihat.. sangat cantik kan,dia ada magnetnya jadi kalo kita saling menggenggam tangan begini, otomatis mainan berbentuk hati ini akan menyatu."
Gavin yang melihat hal itu tersenyum senang dengan apa yang dilakukan istrinya.
"Sangat serasi.." ucap Gavin tersenyum.
Daniel yang melihat semua itu ikut merasa Bahagia.
Dalam keadaan begini pun bisa-bisa nya anda lebih fokus pada gelang couple itu nona. Semoga hubungan kalian jauh lebih baik lagi untuk kedepannya.
"Kita sudah sampai tuan..."
Gavin langsung menggendong Erina yang tertidur dalam pelukan nya setelah memakai kan gelang tadi.
"Sudah kau panggil Rey"
"Sudah tuan, sebentar lagi juga sampai".
"Baiklah.. aku akan langsung ke kamar,tunggu sampai aku menyuruh kalian masuk."
"Baik tuan muda."
Gavin meletakkan hati-hati tubuh istrinya.Hatinya hancur melihat kondisi istrinya,pipi Erina membiru dan terdapat luka disudut bibirnya..
Tamparan laki-laki itu kekuatannya 5 kali lebih kuat dari perempuan,pantas saya hanya sekali pukulan sudah seperti itu.
**Bersambung...
...Terimakasih telah membaca☺️🙏🏼...
...Insyaallah update tiap hari🤗...
__ADS_1
...Jangan lupa LIKE,KOMEN,dan VOTE nya ya.....
...Love u Tomat 🥰❤️**...