
Semenjak menghilangnya Erina,Gavin jarang berada diMansion ia lebih sering lembur dikantornya,Gavin hanya pulang saat malam hari ketika hendak beristirahat.Sebelum memasuki kamarnya ia selalu mengecek keadaan Karin dikamarnya. Ada dua suster yang bertugas gantian menjaga Karin.. sedangkan Mila selalu pulang cepat untuk bisa menemani Karin sepanjang hari.
Suster itu membungkuk saat Gavin masuk,dan keluar dari kamar memberikan waktu untuk Gavin menjenguk adiknya.Gavin dengan sayang merapikan selimut Karin,melihat detak jantung Karin yang masih stabil.
Setelah puas melihat keadaan Karin,Gavin beranjak keluar kamar, "Jaga dia, beritahu jika terjadi sesuatu." ucap Gavin.
"Iya tuan." ucap suster membungkuk dan kembali memasuki kamar Karin.
Ketika Gavin melewati kamar Mila,ia mendengar suara dari dalam kamar,Gavin mencoba membuka pintu perlahan dan melihat Mila sedang membongkar dan membuang barang-barang dari dalam lemarinya.
"Apa yang kamu lakukan Mila." ucap Gavin.
Mila yang terkejut melihat Gavin didepan kamarnya, "K..kakak." ia melangkah mendekati Gavin.
"Ngapain kamu tengah malam masih belum tidur,besok kamu kuliah kan." Ucap Gavin. "ini bukannya tas milik Erina?" ucap Gavin memegang tas Erina yang disimpan oleh Mila.
"Iya,itu tas kak Erin yang dia pakai terakhir kali,aku menemukannya tidak jauh dari kecelakaan kak Karin " ucap Mila.
Gavin membongkar tas tersebut,ia menemukan ponsel Erina yang sudah mati dan beberapa alat kosmetik milik Erina,perhatian Gavin teralih pada kancing berlambangkan kalajengking.
"kancing ini.." gumam Gavin.
"Oh itu kancing yang Mila temukan didekat tas kak Erin,karna tidak tau punya siapa ya Mila pungut saja." Ucap Mila.
"Kembalilah tidur,besok kamu kuliah." Ucap Gavin seraya keluar membawa tas milik Erina.
Mila yang melihat itu hanya bingung,ia kembali merapikan kamarnya setelah ia mendapatkan barang yang dicari.Sedangkan Gavin langsung masuk ke kamarnya dan menelpon Daniel agar datang ke Mansion.
"Astaga aku baru saja masuk rumah.." ucap Daniel lalu kembali ke mobilnya dan menuju Mansion.
Selesai makan malam Erina duduk menyendiri dipinggir kolam renang,ia merenungi kembali perdebatannya dengan Andre saat makan malam tadi.
"Aku tidak mau!! bagaimana kau bisa menikahi ku sedangkan aku masih dalam status istri orang,aku sudah tidak mencintai kamu lagi Andre,aku sudah mencintai suamiku,rasa cintaku untuk mu sudah lama berlalu,jauh sebelum aku menikah dengan Gavin." ujar Erina.
"Aku tidak butuh pendapat mu,mau kau mencintaiku atau tidak itu bukan halangan bagiku untuk tetap menikahi mu Erin." tegas Andre.
"Aku sudah mempersiapkan semuanya,seminggu lagi kita akan menikah.Siap tidak siap pernikahan ini akan tetap terlaksana." ucap Andre.
"Kau egois..!! " teriak Erina marah,matanya memerah menahan emosi.
"Aku tidak Egois.!! aku hanya ingin berbahagia bersama mu itu saja." ucap Andre.
__ADS_1
"Bahagia?!! kau pikir dengan kau memaksa ku aku akan Bahagia?!! itu semua sudah membuktikan keegoisan kamu ndre..!!" Ucap Erina marah.
"Jangan membuat ku marah Erina,aku tidak ingin gelap mata dan menyakiti mu lagi,asal kau tau aku tidak butuh pendapat mu,tugas mu hanya mempersiapkan dirimu untuk pernikahan kita seminggu lagi." ucap Andre meninggalkan Erina,ia tidak bisa terus diam disana, emosinya akan lepas kendali jika terus berdebat dengan Erina.
Erina hanya menangis dan menyendiri dipinggir kolam renang, "Sudah hampir dua Minggu aku masih disini, apa Gavin tidak mencari ku, bagaimana keadaan Karin." Erina terisak.
"Aku memang pembawa sial,dulu ibu.. sekarang Karin. Gavin pasti akan membenci ku." tangis Erina pecah.
Setelah semua isi hatinya ia keluarkan dengan cara menangis,Erina menjadi lebih baik.. ia langsung masuk ke kamarnya dan mengunci kamar tersebut,ia tidak ingin Andre masuk disaat ia lengah dan berbuat sesuatu padanya,ia masih mengingat saat Andre berusaha menciumnya.
Diruang kerjanya Gavin tengah mendengar kan isi percakapan Erina dengan Andre,namun nihil.. ia tidak dapat mendengar dengan jelas apa yang mereka perbincangkan. yang jelas Gavin hanya mendengar ucapan Erina mengenai permintaan maafnya tentang semua yang terjadi pada Karin.
"Sial..!! dasar alat tidak guna!!" Ucap Gavin
Tok..tok..
"Masuk " ucap Gavin.
"Tuan,apa yang membuat anda menyuruh saya kembali.?" tanya Daniel.
Gavin menyodorkan kancing berlambang kalajengking ke hadapan Daniel.seketika mata Daniel membulat melihat lambang tersebut.
"Mila menemukan ini didekat tas milik Erina saat kejadian,kancing ini sudah jelas bukan milik Erina,cari tau siapa pemilik kancing ini." Ujar Gavin.
"Siapa.?" tanya Gavin penasaran.
"Kancing ini adalah lambang dari kelompok Mafia terbesar di Negara B." ucap Daniel. "Kelompok mafia terbesar disana dipimpin langsung oleh Tuan besar Sebastian." Ucap Daniel.
"Apa..??" Ucap Gavin kaget. "Sebastian tidak mungkin melakukan ini padaku,dia sudah seperti kakak ku dan aku seperti adiknya." ujar Gavin
"Saya juga tau itu tuan,saya tidak mencurigai tuan Sebastian,yang saya curigai adalah Pria itu bisa jadi anggota atau salah satu petinggi di kelompok mafia milik tuan besar Sebastian." ucap Daniel.
"Kau benar,tidak heran kita tidak bisa melacak dan mencari data dirinya,karna dia memiliki pelindung yang sangat kuat." Ucap Gavin. "Dimana Sebastian.? atur pertemuan ku dengan Sebastian segera." ucap Gavin.
"Baiklah tuan,saya akan segera mengatur pertemuan anda dengan tuan besar Sebastian." Ucap Daniel.
"Kau boleh pergi,maaf telah menganggu waktu mu." ucap Gavin.
"Tidak masalah tuan,ini sudah tugas saya." Ujar Daniel
Daniel pamit undur diri kembali pulang ke rumahnya. Dijalan Daniel menghubungi Alex asisten tuan Sebastian untuk meminta pertemuan mendadak.
__ADS_1
Tentu saja tuan Sebastian tidak menolak permintaan Gavin,dia tidak segan-segan menghampiri Gavin walaupun Gavin yang mempunyai keperluan.
Keesokan harinya Andre tidak mendapati Erina turun kebawah untuk sarapan,karna tidak sabaran Andre menyusul Erina ke kamarnya. Mendapati kamar Erina terkunci Andre mengetuk pintu Erina.
Sudah berkali-kali Andre mengetuk pintu,tidak ada jawaban dari Erina,pikiran Andre sudah tidak karuan tanpa waktu lama ia mendobrak pintu namun nihil,pintu itu terlalu kuat untuk didobrak.
Andre meminta pelayan membawa kunci serep untuk membuka pintu,saat pintu dibuka Andre langsung saja masuk mencari keberadaan Erina,Ia tidak mendapati Erina.. dengan perasaan tak karuan ia menyibakkan selimut yang menutupi tempat tidur.
Seketika hatinya terasa lega mendapati Erina tengah tidur,ia menjauhkan bantal yang menutupi kepala Erina,dan membenarkan kepala Erina,ia takut mengganggu pernafasan Erina.
Erina yang merasakan tubuhnya disentuh terbangun tiba-tiba,"Kau mau apa.?!!" tanya Erina panik.
"Aku hanya membetulkan kepala mu,tidak biasanya kamu belum bangun jadi aku melihat langsung kesini." ucap Andre.
"Kenapa.? kau mengira aku kabur.? sudahlah aku mau membersihkan diri,kau keluar." ucap Erina ketus.
Andre tidak ingin terbawa emosi,ia hanya menatap Erina lalu bangkit dan keluar dari kamar Erina,ia langsung saja keluar bersama Leo untuk mempersiapkan pernikahan nya dengan Erina. Awalnya ia ingin mengajak Erina,namun ia urungkan karena tidak mau Erina menjadikan momen ini untuk kabur darinya.
"Astaga aku hampir tidak tidur semalaman,baru bisa tidur pagi tadi.. sudahlah aku ingin tidur lagi." Erina kembali menutupi tubuh nya dengan selimut.
Erina sama sekali tidak bisa tidur karna menangis memikirkan pernikahan nya dengan Andre,menjelang fajar ia sudah lelah untuk meratap kehidupan nya dan baru bisa tertidur.
Di gedung pencakar langit milik LUZIO GROUP Gavin tengah berkutik dengan pekerjaannya.ia mengerjakan semua pekerjaan nya karna ingin meluangkan waktu untuk mencari Erina, Prioritas nya saat ini adalah menemukan Erina dan pria yang membawa istrinya tersebut.
"Tuan,baru saja Alex memberi tau saya bahwa tuan besar Sebastian baru sampai siang ini,saya sudah menyiapkan tempat pertemuan anda malam nanti." Ucap Daniel.
"Baiklah, kau atur saja,aku percaya padamu." ujar Gavin.
"baik tuan."
(Maafkan Author yang telat update ya para Readers, Nonstop bangun dini hari akhir-akhir ini,Btw pekerjaan Author sebagai asisten MUA,baru balik dari luar kota jadi waktu banyak habis dijalan.
Insyaallah author akan selalu berusaha update tiap hari untuk para Readers, Terimakasih sudah mengikuti kisah Erina dan Gavin sampai saat ini,Jangan berpaling ya Guys.. Aku sayang kalian❤️
Salah Sayang.
Author ❤️ )
**Bersambung...
...Jangan lupa LIKE, VOTE,dan KOMEN yang selalu Author tunggu ya....
__ADS_1
...Terimakasih telah membaca,Klik FAVORIT untuk dapat Notifikasi episode selanjutnya....
...Love U Tomat ❤️❤️❤️**...