Gadis Terbuang Milik Presdir

Gadis Terbuang Milik Presdir
Menyusun Rencana


__ADS_3

"Gavin.." ucap Salsa mendekat.


"Keluar..!!!" Teriak Gavin.


"Oke-oke,aku rapihkan ini dulu." Salsa memungut obat tersebut.. merapihkan barang-barang yang tercecer. setelah itu ia langsung pergi meninggalkan Gavin.


Setelah Salsa keluar,Gavin melepas sepatu dan bajunya,langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan diri,setelah selesai pak yan membawakan makanan ke kamar Gavin.


Pak yan melihat kalau Gavin sedang tidak baik-baik saja ia mengerti tentang bagaimana perasaan Gavin mengenai kondisi Karin dan Erina,"Dimakan makanannya tuan,saya undur diri."


"Pak.." ucap Gavin.


"Iya tuan.?" pak yan berbalik.


"Apa yang Erina lakukan selama aku tidak ada.?" tanya Gavin.


"Seperti biasa tuan,tidak ada yang berbeda ataupun aneh.Nona Erina dan nona kembar bersikap seperti biasa ketika anda diMansion tuan." ujar pak yan.


"Pak yan boleh pergi." ucap Gavin.


"Baik tuan,permisi." ucap Pak yan yang dibalas anggukan oleh Gavin.


Gavin memakan habis makanan nya,setelah makan ia memasuki ruang baju Erina, melihat-lihat pakaian dan segala benda yang selalu Erina kenakan,seketika Gavin mengingat gelang yang terdapat alat pelacak.


Ketika hendak beranjak Gavin menyenggol amplop coklat hingga terjatuh dan isi dalamnya berceceran dilantai,Terdapat foto-foto Erina yang jauh lebih intens bersama Andre,dan juga surat cinta saat Erina menyatakan perasaannya pada Andre dulu.


Mata Gavin merah,hatinya membara saat ini.. dipungutnya semua barang-barang itu lalu disimpannya.


"Kau bilang mencintaiku,tapi saat cinta pertama mu datang,kau meninggalkan aku.?! dan kalian berdua ingin bahagia diatas penderitaan Adik ku.?! Jangan harap.!!" ucap Gavin.


"Aku bahkan sangat merindukan mu,tapi kau berusaha pergi bersamanya " ucap Gavin getir,ada yang berair diujung sudut mata Gavin.


Gavin merasa dikhianati,ia benci Erina bersama pria lain,ia benci Erina pergi darinya,dan ia tidak terima kalau Erina masih mencintai cinta pertamanya.


"Aku tidak akan melepaskan Kalian..!! terutama kau Erina,sampai mati pun kau akan tetap terikat dengan ku.! Cinta tidak cinta akan ku buat kau seumur hidup disamping ku," ucap Gavin marah.


Tok..tokk..


"Masuk." ucap Gavin.


"Tuan,saya tidak dapat mengakses data pria itu. saya hanya menemukan tentangnya sampai ia lulus SMA, selebihnya saya tidak dapat mengetahui apapun." ucap Daniel.


"Kenapa bisa begitu," tanya Gavin

__ADS_1


"Saya juga tidak paham tuan,para hacker kita tidak bisa membuka file data asli." ucap Daniel.


"Kau coba cari lebih banyak lagi,bila perlu cari tau tentang orang tuanya,kita cari tau orang terdekatnya. Dia pasti bukan orang biasa,setidaknya dibelakangnya pasti orang besar." Ucap Gavin.


"Tentang Karin,aku mau pindahkan perawatan nya ke Mansion,suruh Rey memeriksa rutin dan berikan satu suster yang akan memantau Karin." ujar Gavin.


"Baik tuan.. " ucap Daniel lalu pergi. Pasti ada celah untuk mengetahui data pria itu.


Daniel berangkat menuju markas anak buahnya, sesampainya ia disana tanpa aba-aba Daniel memukul muka anak buahnya satu persatu,namun tidak ada yang berani meringis kesakitan,mereka hanya berdiri kembali dan diam tanpa ekspresi.Mereka semua tau apa kesalahan mereka.


"Kalian tau apa salah kalian.?!!!!!" ucap Daniel menggema.


"Kami tau tuan,maafkan kelalaian kami." ucap semua anak buah secara serentak.Mereka adalah anak buah terpilih untuk melindungi Mansion dan penghuni didalamnya.


"Kalian orang yang aku pilih langsung,kenapa hal begini kalian tidak becus.!! apa guna penghargaan kalian.?!!" ucap Daniel marah.


"Jelaskan pada ku,kenapa kalian bisa sampai tidak tau tentang kejadian kali ini." Ucap Daniel.


Salah satu dari mereka akhirnya angkat bicara,sedangkan yang lain hanya menunduk tidak berani menatap muka Daniel langsung.


"Selama anda pergi,kami selalu mengawasi dan membuntuti kemanapun Nona muda dan Nona kembar pergi,tapi kemarin kami dilarang untuk mengawasi , Nona Salsa bilang dia adalah orang yang ditugaskan menjaga Nona muda dan Nona kembar,jadi dia menyuruh kami untuk menjaga Mansion saja." Ujar salah satu pengawal.


"Salsa..?" Ucap Daniel.


Para pengawal semuanya pun ikut membungkuk sebagai tanda penyesalan mereka. Sedangkan anak buah yang tidak ikut serta hanya merinding melihat aura Daniel yang seperti hendak membunuh orang. Sebagian mereka bersyukur tidak terlibat dalam masalah ini.


"Sebagai hukuman kalian,kalian harus mencari bukti-bukti dari penculikan atau pun kecelakaan.sebagian dari kalian retas data pribadi milik pria ini,mulai dari selesai sekolah sampai saat ini" Daniel menyerahkan data Andre. "Aku tidak menginginkan kegagalan lagi,kalian mengerti.?!!" ucap Andre menggema.


"Siap.!! kami mengerti.!" ucap para pengawal. Setelah selesai mereka langsung bergegas melaksanakan tugas yang diberikan Daniel.


Erina sedang berbaring kesana kemari memikirkan cara untuk keluar dari kamarnya,sudah Seminggu ia dikurung didalam kamar besar ini,Andre akhir-akhir ini jarang sekali mengunjungi nya,bukan karna Rindu,tapi karna Erina ingin membujuk Andre Agar membiarkannya keluar kamar.


"Nona ini makan siang Anda." ucap Pelayan.


"Oke,hm.. kapan Andre kembali.?!" tanya Erina.


"Saya tidak tau Nona," Ucap pelayan itu.


"Baiklah kamu bisa pergi." Pelayan itu berbalik dan kembali menggembok pintu.Erina hanya bisa bernafas dengan berat.


Akhir-akhir ini Erina belajar untuk melawan ketakutan nya,ia ingin cepat pergi dari tempat ini,setiap hari Erina memberanikan diri untuk melihat balkon lebih kedepan, walau masih agak gamang ia berusaha mengalahkan ketakutan nya.


"Huahhh.. sejuknya..lebih kerasa anginnya jika dipinggir dari pada didepan pintu,tapi sepertinya ini bukan rumah, lebih ke Villa.." Erina mengamati kiri kanan halaman rumah, "Aku bahkan tidak melihat dinding pagar,halaman ini pasti luas sekali. Persis seperti Villa ditengah-tengah hutan Pinus." Gumam Erina.

__ADS_1


Andre baru saja pulang dari rutinitas job nya. ia adalah penanggung jawab kelancaran transaksi barang haram milik Tuan besar Sebastian,mangkanya Andre jarang bisa mengunjungi Erina.


Saat Andre masuk ia tidak melihat Erina didalam kamar, perasaannya lega ketika melihat Erina sedang tegak di balkon.ia dengan sigap mengambil selimut tipis lalu menyelimuti tubuh Erina dari belakang.


Erina yang mendapat perlakuan tiba-tiba pun menjadi terkejut,"Kamu.!!" ucap Erina langsung berjaga jarak dengan Andre.


"Ngapain disini,angin tidak bagus untuk kesehatan kamu,ayo masuk." ujar Andre.


Erina ingin sekali menolak ajakan Andre,namun ia kini butuh izin Andre jika mau keluar kamar. Erina menurut apa kata Andre,saat Andre membawakan Erina makanan kesukaan nya pun Erina langsung memakannya,bukan karna ia suka tapi karna tidak ingin membatalkan rencananya.


"Aku tidak mau makan" ucap Erina menolak makanannya.


"Kenapa.? tidak enak.? atau kamu kamu yang lain.?" tanya Andre.


"Tidak,bukan itu.Aku muak makan dikamar. tidak bisa aku makan dimeja makan dibawah.? aku juga ingin keluar menghirup udara segar." Ucap Erina.


Andre hanya terdiam mendengar ucapan Erina,ia terlihat ragu untuk mengabulkan nya,namun kasian melihat Erina.


"Kau tidak sedang merencanakan kabur kan." selidik Andre


"Emang bisa.? di setiap sudut rumah ini ada pengawal, aku mana mungkin bisa melawan 1 : 10 " Ucap Erina.


Akhirnya Andre mengizinkan Erina untuk keluar kamar,Erina pun hanya boleh melangkah hingga ke kolam berenang samping taman,Namun buat Erina itu lebih daripada cukup,setidaknya ia bisa merencanakan pelarian nya dengan lancar.


"Hallo..?"


"Hallo Mil ini aku Mala,maaf ganggu.. kenapa ya Mba Erin sudah hampir dua Minggu tidak masuk,mengabari aku pun tidak,ku kabari pun nomornya tidak aktif,ada apa ya Mil.. aku jadi cemas." tanya Mala.


"Oohh.." ucap Mila ketus. "Aku tidak tau dimana kak Erin,dan aku sudah tidak mau tau. Dia sudah kabur mengkhianati kakak ku,dan dia juga penyebab kakak kembar ku koma." ucap Mila membara.


"Itu tidak mungkin,Mba Erin mana mungkin seperti itu." ucap Mala.


"Terserah percaya atau tidak,yang pasti jangan menanyakan tentang dia,karna aku tidak peduli lagi" Ucap Mila.


Mala yang mendengar hal seperti itu menjadi syok,ia bingung bagaimana dengan toko Erina,Mala tetap yakin bahwa Erina pasti dijebak,ia langsung saja menggantikan posisi Erina,ia tidak ingin usaha yang Erina bangun susah payah berhenti begitu saja.


"Menjelang mba Erin kembali." ucap Mala sedih.


*Bersambung..


...Jangan lupa LIKE, VOTE,dan KOMEN yang selalu Autrhor tunggu yaa...


...Terimakasih telah membaca,Klik FAVORIT buntuk mendapatkan Notifikasi selanjutnya**....

__ADS_1


...Love U Tomat ❤️❤️❤️...


__ADS_2