
Di markas Black Scorpion Andre dan anak buahnya sedang dalam perawatan,Andre mengalami patah tulang bahu dan gigi gerahamnya patah.
Walaupun Andre salah,tetapi Sebastian tidak bisa membiarkan Andre begitu saja,dia ingin mengadili Andre secara Adil bagaimana pun Andre pernah mengabdi padanya.
"Tuan,Diluar ada tuan Gavin." ucap Alex.
Sebelum Sebastian menjawab Alex,Gavin langsung saja menerobos masuk dan duduk dikursi kebesaran milik Sebastian.
"Apa luka mu parah,biar aku obati," ujar Sebastian.
"Tidak seberapa dibanding hati ku." Ujar Gavin getir.
Sebastian mengkode Daniel dan Alex agar keluar dari ruangannya. Daniel dan Alex pun mengerti dan keluar dari ruangan Sebastian.
"Kemari lah,duduk disini.." Sebastian menepuk tempat disampingnya.Gavin pun menurut seperti seorang adik yang menghampiri kakaknya untuk mengadu jika ibu tidak membolehkannya makan coklat.
"Apa yang kau pikirkan lagi,bukan kah istrimu sudah ketemu.?" Tanya Sebastian.
"Emang kau pikir keadaan bisa seperti semula.? aku ingin sekali memeluknya,kau tau betapa aku merindukannya,tapi setiap melihat nya aku selalu terbayang wajah bedebah itu. Aku tidak tau apa yang mereka lakukan sampai sejauh ini,atau mungkin mereka sudah.." Gavin memejamkan matanya,ia tidak sanggup melanjutkan perkataannya.
Sebastian paham apa yang dialami oleh Gavin,ia juga tidak bisa membenarkan apa yang Erina lakukan.
"Dia itu istri mu,kau bebas melakukan apapun padanya, kau tidak bisa menghindari dia,kau harus menghadapi rasa sakit hatimu padanya. Asalkan kau bisa mengontrol amarah mu,jangan menyakiti nya berlebihan apalagi sampai membunuhnya." Ujar Sebastian.
"Kau gila,mana mungkin aku berbuat sehina itu. dia Istri ku,aku tau harus melakukan apa." ujar Gavin. "Dimana bedebah itu,aku harap ia sekarat bila perlu mati." Ujar Gavin.
"Kau tenang saja,dia sudah cukup sekarat oleh mu, sisanya aku sendiri yang akan mengurusnya.Akan ku buat dia menghilang selamanya dari hidupmu dan juga istri mu." ujar Sebastian. "Aku pastikan itu ."
"Aku percaya pada mu." Ujar Gavin.
Setelah berbincang lama dengan Sebastian,Gavin akhirnya kembali ke hotel,ia sangat lelah hari ini.
Saat memasuki kamar hotel,Gavin tidak mendapati Erina disofa,sebelum ia mencari,Erina sudah keluar dari kamar mandi.
"Sudah kembali.? apa kamu sudah makan malam." tanya Erina.
Gavin tidak menjawab pertanyaan Erina,ia bahkan mengabaikan keberadaan Erina,Gavin membuka jas nya dan masuk ke kamar mandi.
Erina yang merasa tidak dianggap hanya mematung melihat pintu kamar mandi, Ini semua salah ku,Gavin pasti membenciku sekarang,aku harus apa tuhan.
Setelah Gavin membersihkan diri,ia menaiki tempat tidurnya untuk beristirahat.Saat ingin menutup matanya, Erina mendekat ke arah Gavin.
"Gavin.." ucap Erina.
Gavin membuka matanya dan melihat Erina dengan tatapan tajam seakan tidak ingin diganggu.
"Apa." Ucap Gavin datar.
__ADS_1
"Kita harus bicara.." ujar Erina pelan.
"Aku lelah,tidak ada yang harus aku bicarakan dengan mu." ucap Gavin.ia berbaring membelakangi Erina.
"A..aku minta maaf," Ucap Erina tertunduk.
Gavin mendengar ucapan Erina langsung terduduk. "Apa kau bilang.? Maaf.?" Gavin sedikit tertawa. "Setelah apa yang kau lakukan pada adik ku,dan kau juga menghianati aku,Kau mau aku memaafkan mu begitu saja.?"
"Mengkhianati.? aku tidak mengkhianati mu Gavin." ucap Erina.
"Tidak apanya.!kau bahkan melarikan diri dengan cinta pertama mu,dan lebih parahnya lagi kalian akan menikah kan.! " ujar Gavin marah.
"Tidak seperti itu Gavin, kamu salah paham padaku,aku tidak melarikan diri,aku ini istri kamu.. mana mungkin."
"Kau jangan mau mengelak Erina, jelas-jelas kalian mau menikah,dia cinta pertama mu kan.? Cih.. disurat itu sudah terlihat jelas betapa besar cinta mu untuk bedebah itu." Ujar Gavin.
"Surat cinta apa .? Aku benar-benar tidak tau apapun, Andre memang cinta pertama ku,tapi itu dulu sekarang aku mencintai suamiku ." Ujar Erina
"Jangan kau teruskan ucapan mu itu,aku sudah tidak percaya apapun lagi." Gavin melirik tubuh Erina.
"Kalian mungkin sudah melakukan sesuatu yang hina," ujar Gavin.
Erina yang mendengar itu menjadi terkejut. "Mana mungkin aku melakukan hal kotor itu Gavin.. sumpah aku tidak pernah tidur dengannya " ucap Erina menangis.
"Apa kau bisa bersumpah jika dia tidak menyentuh sehelai rambut pun.?" ujar Gavin.
"Jadi dia sudah menyentuh mu.!" Teriak Gavin membara.
Membuat Erina berlutut dihadapannya, "Dia memang berusaha mencium ku,hanya itu saja,tidak sampai menyentuh ku." ucap Erina gemetar.
"Bagian mana yang dia cium.!!" geram Gavin.
Melihat Erina hanya tertunduk membuat darah Gavin langsung naik. "Jawab.!!"
Mendengar ucapan Gavin yang menggelegar membuat Erina makin menciut, "Dia berusaha mencium bibir ku, tapi aku sudah berusaha menghindar,karna dia tidak berhasil mencium bibir ku,dia menciumi leher ku." ujar Erina terisak.
"Dan dia berusaha membuka baju mu." ucap Gavin memancing Erina menceritakan semuanya.
"I..iya dia berusaha membuka baju ku,tapi itu tidak terjadi sumpah,dia tidak jadi menyentuh ku." ucap Erina.
"Kenapa dia tidak jadi menyentuh mu " ucap Gavin.
"Dia bilang dia akan menyentuh ku saat sudah menikah nanti." ucap Erina tertunduk.
Ada sedikit rasa lega di hati Gavin,"Kalian sangat menjijikkan,terutama kau !" menunjuk Erina. "Kemari kau.!!" Gavin turun dari tempat tidur dan menarik Erina kedalam kamar mandi.
Erina kesusahan berjalan,melihat itu Gavin langsung saja menggendong Erina masuk kedalam kamar mandi, dan meletakkan tubuh Erina dalam bathtub.
__ADS_1
"Kamu mau apa Gavin." ucap Erina bergetar.
Gavin tidak menghiraukan Erina,ia langsung menyalakan kran air dan mengambil sabun. Gavin langsung saja membuka baju Erina. Namun Erina menahan dengan tangannya.
"Aku sudah mandi tadi,tolong jangan seperti ini." Ucap Erina menangis.
"Aku tak sudi melihat bekas bedebah itu masih menempel ditubuh mu," Gavin mengguyur air keseluruh tubuh Erina,ia menggosok seluruh tubuh Erina,ia lebih banyak menyabuni dibagian leher hingga ke dada Erina.
"Gabin sudah cukup.. aku kedinginan." ucap Erina dengan bibir bergetar,ntah sudah berapa kali Gavin menyabuni tubuhnya.
Melihat bibir Erina yang memucat Gavin merasa sudah cukup ia membersihkan tubuh istrinya. Gavin mengambil handuk dan melilitkan nya ke tubuh Erina.
Gavin menggendong Erina keluar kamar mandi dan membaringkan tubuh istrinya ditempat tidur. Saat Gavin hendak melepaskan diri,Erina memeluk erat tubuh Gavin,,
"Lepaskan." Gavin mencoba melepaskan tangan Erina yang memeluk tubuhnya.
"Tidak mau,aku mohon maafin aku,sumpah aku hanya mencintai mu," ucap Erina menangis. "Aku sangat merindukanmu."
Mendengar perkataan Erina,Gavin terdiam.. Melihat suaminya tidak berusaha melepaskan diri Erina pun melepas tangannya,dan menggenggam tangan Gavin.
"Aku tidak melarikan diri dengan nya,dialah yang menculik ku,memaksa ku bersamanya.. Aku memang mencintai nya,tapi itu .."
Mendengar cinta Gavin hendak berdiri,namun Erina dengan cepat duduk diatas pangkuan Gavin,ia tidak memperdulikan kondisi tubuhnya yang hanya dibalut dengan handuk.
Erina memeluk Gavin Erat dengan posisi Erina diatas paha Gavin."Ku mohon dengarkan aku," Dirasa Gavin tidak melawan Erina memberanikan diri menatap mata Gavin.
"Aku semasa sekolah tidak memiliki teman satu pun,tak ada yang ingin berteman dengan gadis pembawa sial seperti ku " ucap Erina tertahan
"Hanya Andre satu-satunya teman ku,kami selalu menghabiskan waktu berdua bersama,seiring berjalannya waktu aku jatuh cinta padanya,saat kelulusan aku memberanikan diri menyatakan cinta ku dalam bentuk surat,keesokan hari Andre tidak menghubungi ku sama sekali, aku pikir dia butuh waktu untuk menjawab. Namun bertahun-tahun tidak ada balasan darinya,ia hilang bagaikan ditelan bumi."
"Dan kini ia datang ingin membalas cinta ku,aku sudah katakan aku sudah bersuami,namun dia tidak menghiraukan aku sama sekali. Dia bahkan menampar ku, dan mengurung ku di gudang belakang, saat ada kesempatan aku melarikan diri dan bersembunyi dirumah Bu Ratna."
"Aku bersumpah padamu,bila perlu aku rela mati demi sumpah ku ini.. Semua ini tidak seperti yang kamu bayangkan,kamu yang aku cintai.." Erina menundukkan kepalanya ke tubuh bidang Gavin.
Gavin mendekap tubuh mungil istrinya. "Aku baru saja menemukan mu,tak akan ku biarkan kau pergi kemana pun,bahkan untuk mati sekalipun." ujar Gavin.
"Aku sungguh mencintaimu.." ujar Erina menatap mata Gavin. Mereka berdua saling bertatapan dalam waktu yang lama.
Bughh.!! Gavin mendorong tubuh Erina.
**Bersambung...
...Jangan lupa LIKE,VOTE,dan KOMEN yang selalu Autrhor tunggu dari kalian,agar bisa bersemangat untuk terus Update....
...Terimakasih telah membaca,Klik FAVORIT untuk mendapatkan Notifikasi episode selanjutnya.....
...Love U Tomat ❤️❤️❤️**...
__ADS_1