Gadis Terbuang Milik Presdir

Gadis Terbuang Milik Presdir
Murka


__ADS_3

Pagi hari Erina terbangun,ia melihat sekeliling kamar yang asing baginya,berusaha berjalan dengan tertatih karna luka akibat menginjak kerikil kemarin,Erina berusaha membuka pintu namun tidak terbuka.


"Tolong buka .! siapapun tolong buka pintu." Teriak Erina dari dalam. Pelayan yang sedang bebersih dilantai yang sama hanya pura-pura tidak melihat dan mendengar.


Merasa tidak ada yang membuka,Erina pergi ke arah balkon,Ia hanya melihat sekeliling dari pintu,karna tidak berani melihat langsung kebawah,"Ini dimana lagi,ini dilantai berapa kenapa tinggi sekali,kalau aku nekat loncat yang ada langsung ke akhirat jalur VIP lagi " Ucap Erina bingung.


"Kamu ngapain.?!" Ucap Andre tiba-tiba muncul dari belakang.


Erina yang terlonjak kaget langsung menggenggam ganggang pintu dengan Erat,astaga ngagetin aja " Kamu yang ngapain disini,cepat keluarkan aku dari sini.!" ketus Erina.


"Jangan harap,ini sarapan kamu,cepat makan " ucap Andre yang membuka sarapan Erina.


Andre melihat Erina tidak bergerak sama sekali " Kenapa masih diam disana,mau loncat kebawah.? sini aku bantu." Andre hendak berdiri.


"Tidak.!!siapa yang mau loncat,aku mau makan.!" ucap Erina mengambil sarapannya dan duduk berjauhan dengan Andre.


Andre yang melihat tingkah Erina jadi senyum sendiri, ia tau betul Erina takut ketinggian,mangkanya dia tidak mengunci pintu balkon karna mustahil Erina mau turun lewat balkon.


"Ngapain kamu senyum-senyum sendiri,pergi keluar sana,aku tidak ingin makan kalau kamu masih disini." Ucap Erina tidak suka.


Melihat Erina begitu keras kepala akhirnya Andre memutuskan keluar,Andre mengambil gembok dan keluar.


"apa itu.?! jangan bilang kamu menggembok pintu kamar ini." ucap Erina penasaran.


Andre hanya senyum dan menaikkan bahu seakan berbicara Aku tidak tau. dan menutup pintu lalu menguncinya dengan gembok.


Erina berlari ke arah pintu,ia mengendor pintu tapi mustahil tidak bisa terbuka sama sekali.


"Buka..!! kenapa digembok.!! tolong buka.!!" teriak Erina, "Kau masih didepan kan Ndre,buka.!!"


"Kau tenanglah,aku akan keluar ada kerjaan dan mengurus rencana pernikahan kita." Ucap Andre dibalik pintu.


Wajah Erina pias," Siapa yang mau menikah dengan mu, aku sudah bersuami.!!! tolong buka !! aku ingin suami ku.. " Ucap Erina teriak.


Tidak terdengar suara balasan dari luar,Erina kembali duduk didepan makanannya,ia makan sambil menangis. Erina mengusap pelan cincin pernikahan nya,hanya ini yang dia punya.


"Semakin aku melawan,semakin aku dikurung,apa aku harus pura-pura baik dan mengikuti kemauan dia, Tapi bagaimana jika dia sungguhan menikahi ku," Ucap Erina frustasi.Selesai makan Erina duduk dan memikirkan rencana apa yang dia buat untuk melarikan diri.


Di Bandara internasional negara A jet pribadi baru saja mendarat,Mereka salah perkiraan karna curah hujan yang tinggi di daerah XX. Akhirnya mereka tiba pagi ini.


Mobil sudah standby menunggu Gavin dan Daniel,mereka langsung berangkat ke rumah sakit Pratama. "Kau cari tau siapa dalang dari semua ini, akan ku patahkan lehernya." Ucap Gavin membara.

__ADS_1


Sesampainya dirumah sakit, Gavin langsung saja menuju ruang VIP tempat Karin dirawat.


"Kakak.." Ucap Mila bahagia campur sedih melihat Gavin kembali,ia langsung memeluk Gavin dan menangis.


"Maafkan Mila tidak bisa menjaga kak Karin.." ucap Mila tertunduk,ia merasa sangat bersalah. Gavin melihat kondisi Mila baik-baik saja menjadi sedikit lega,namun ia juga khawatir melihat kondisi Karin.


"Kamu tidak salah Mila,dengan kamu disini menjaga kakak kamu,kamu sudah sangat membantu." ucap Gavin mengelus kepala adiknya.


"Mana Rey.." tanya Gavin pada Mila.


"Aku disini Gavin," Ucap Rey dibelakang Gavin.


"Bagaimana kondisi Karin." ucap Gavin pada Rey. Melihat raut wajah Gavin,Rey jadi tidak tega untuk memberi tau lebih dalam. Ia tau sahabatnya ini pasti sedang khawatir akan keselamatan adiknya.


Rey tidak punya pilihan selain menjelaskan kondisi Karin secara menyeluruh,Gavin dan Daniel yang mendengar pernyataan itu menjadi sangat terkejut.Mata Gavin memerah.. semua tau kalau Gavin sedang menahan air matanya.


"Mila.. panggil Erin dan juga Salsa,kalian harus menceritakan semua yang terjadi." Ucap Gavin.


"Kak salsa ada.. tapi Kak Erin." ucap Mila ragu.


"Erin kenapa.? " Tanya Gavin.


"Apa..?!!!" Teriak Gavin menggema."Mereka bahkan membawa istriku.?!!" Ucap Gavin Marah.


"Kak Erin tidak diculik kak,dia melarikan diri." Ucap Mila menimpali.


Gavin yang mendengar itu langsung terkejut, mendengar pernyataan yang keluar dari Mulut adiknya.


"Apa yang kamu maksud Mila," Ucap Gavin penasaran.


"Aku sudah katakan itu belum tentu Mila,kita tidak tau apa yang.." ucap Rey terpotong


"Aku punya buktinya." ucap Mila mantap,dia mengeluarkan foto yang ia dapat dari Salsa,Mila menjelaskan seperti apa kejadian yang sebenarnya sesuai yang Salsa katakan padanya,padahal dia tidak tau bahwa semua perkataan Salsa hanya karangan semata.


Gavin merampas foto tersebut,ia menyibakkan semua foto itu,tangannya terkepal hingga merah.


"Aku akan mencari tau lagi, Daniel.,!!" Teriak Gavin.


"Baik tuan,akan saya cari tau." ucap Daniel mengerti.


Setelah Gavin puas memeriksa keadaan Karin,ia menyuruh Mila menjaga Karin,dan Gavin pamit pulang ke Mansion.

__ADS_1


Sesampainya Gavin di Mansion,ia bertemu dengan Salsa.. "Gavin kamu sudah pulang.." ucap Salsa berbunga.


"Kenapa kamu disini.?" ucap Gavin heran.


"Oh sudah seminggu aku disini Gavin,kebetulan Mila juga tidak punya temen." Ucap Salsa.


"Yasudah aku mau kembali keatas." ucap Gavin memasuki lift nya.Salsa yang melihat ada celah langsung masuk ke dalam Lift,naik kelantai tiga bersama dengan Gavin.


"Kamu mau apa." ucap Gavin datar,hatinya sedang tidak baik saat ini.


"Aku mau bicara sesuatu." Ucap Salsa grogi.


"Besok saja,aku sedang tidak ingin diganggu." Ucap Gavin yang ingin memasuki kamarnya.


"Tapi ini tentang Erina." ucap Salsa mantap.


Gavin yang mendengar itu langsung balik arah dan menarik tangan Salsa kedalam kamar utama. Jantung Salsa berdenyut dengan cepat,melihat Gavin menggenggam tangan nya.


"Apa yang kamu tau sa." Ucap Gavin serius.


"Aku tidak begitu yakin,tapi aku memang melihat Erina didalam mobil itu dengan seorang pria." Ucap Salsa.


Mendengar jika Erina bersama dengan seorang pria, Gavin menjadi sangat murka dan membanting semua benda yang berasa dimeja rias Erina.Semua barang berantakan termasuk Pil yang Salsa beri pada Erin tempo Hari.


"Ini.. kalian tidak ingin punya anak dulu ya." ,ucap Salsa.


"Apa maksudmu." ucap Gavin tidak mengerti.


"Maksud ku Pil ini adalah Pil kontrasepsi,apa kalian berencana menunda punya anak.?" tanya Salsa.


Wajah Gavin kembali memerah,ia sudah menyuruh Daniel meriksa semuanya. "Kamu boleh keluar." ,ucap datar Gavin.


**


Bersambung...


...Jangan lupa LIKE, VOTE,dan KOMEN yang selalu Autrhor tunggu....


...Terimakasih telah membaca,Klik FAVORIT untuk mendapatkan Notifikasi kelanjutannya....


...Byee byee Love U Tomat❤️❤️❤️**...

__ADS_1


__ADS_2