
William sepertinya harus mengingat kembali masa silamnya. Kenapa dia bisa sampai menikah dengan Roseanne?
Flashback on.
Di sebuah kamar kost yang ditempati beberapa mahasiswa Universitas XX terjadi kehebohan pada malam itu. Salah satu mahasiswinya telah ditiduri oleh pria yang tidak dikenalnya. Gadis itu berteriak histeris sehingga salah seorang mahasiswa datang menghampirinya. Berniat hendak menolong malah dirinya yang kena getahnya.
"Tolong...." Suara teriakan itu lebih dulu didengarnya.
Ya, dia adalah William Austin, mahasiswa yang sudah berkuliah selama beberapa tahun dan hampir mendekati masa wisudanya. Malam itu, dia baru saja keluar mencari makanan dan kebetulan lewat di depan kamar seorang gadis yang meminta tolong. Tanpa pikir panjang, dia meletakkan dengan asal makanan yang sudah dibungkusnya dan berniat menolong gadis itu.
William langsung membuka pintu kamar kost itu dan melihat gadis itu sedang tidak mengenakan pakaiannya. Dia berada di atas ranjang yang bentuknya sudah tidak beraturan. William berniat untuk mengambil selimut dan menutup tubuh gadis itu. Sayang, beberapa orang yang datang malah memintanya bertanggung jawab karena mereka mengira jika William adalah pelakunya.
"Maaf, kalian salah sangka. Aku kebetulan lewat dan hendak menolong gadis itu," ucap William menunjuk gadis yang sudah diselimutinya.
"Jangan bohong kamu! Mana ada penjahat mau mengaku? Kalau dia tidak mau bertanggung jawab, kita laporkan saja ke kepolisian," ucap salah seorang yang kebetulan lewat dan ikut melihat kejadian barusan.
Gadis itu terdiam tanpa kata. Dia tidak mengiyakan atau menolak pria itu. Sepertinya, dia sangat berharap banyak agar pria yang menolongnya itu mau bertanggung jawab. Gadis itu entah sengaja atau tidak telah menjadikan William kambing hitam atas kesalahan yang tidak dibuat pria itu sama sekali.
William bingung. Dia tidak bersalah, tetapi berhubungan dengan kantor polisi membuatnya sangat malas sekali. Itu bisa mengganggu reputasinya sebagai mahasiswa.
Tanpa berpikir panjang, William sebenarnya enggan untuk bertanggung jawab, tetapi karena desakan beberapa orang akhirnya dia menerimanya.
"Baiklah, aku akan bertanggung jawab pada gadis itu," ucap William. Gadis itu bernama Roseanne, mahasiswi yang baru beberapa semester berkuliah di kampus yang sama dengan William. Itulah sebabnya dia merahasiakan pernikahannya. Dia menikah secara mendadak dan tanpa sepengetahuan keluarganya.
Selang beberapa bulan dari hari pernikahannya, Roseanne positif hamil, tetapi wanita itu malah sangat marah pada William. Sebagai istrinya, William belum pernah menyentuhnya sama sekali.
"Kenapa kamu tidak pernah menyentuhku sama sekali, Will? Aku istrimu dan bukan orang lain," teriaknya.
__ADS_1
Setelah menikah, William harus bekerja sambil berkuliah. Itu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan sang istri yang mendadak dinikahinya.
"Rose, aku tidak ingin menyentuhmu karena sebuah alasan kuat. Aku tidak tahu apakah malam itu kamu memang diperkosa atau sengaja mengerahkan diri? Pria itu lari dan kamu menjebakku dengan diam dihadapan semua orang," protes William.
"A-aku tidak mau hamil anak bajingan itu," ucap Roseanne yang mulai luluh. Kenyataannya dia sudah positif hamil.
"Lalu, apa rencanamu?" tanya William.
Walaupun mereka tinggal dalam satu rumah yang sama, tetapi berada di kamar yang berbeda.
"Aku akan menggugurkan kandunganku," ucap Roseanne yakin.
"Kamu gila, Rose! Dia itu tidak bersalah, tetapi kenapa kamu malah ingin menggugurkannya?" protes William.
"Aku tidak mencintai pria itu, Will. Aku mencintaimu."
"Aku sudah jatuh cinta padamu di awal aku melihatmu, Will. Ketidak sengajaan bertemu denganmu di sebuah restoran dan kebetulan aku sedang berada di sana," balas Roseanne.
William bukan pria yang suka keluar masuk Club. Dia lebih nyaman duduk di restoran, makan berlama-lama di sana, dan mengobrol dengan beberapa teman. Itu sudah menjadi kebiasaannya sejak bersama Caroline.
Ngomong-ngomong soal Caroline, William sempat frustrasi karena kehilangan akses untuk menghubungi gadis itu. Sekarang dia terpaksa menikahi Roseanne karena dituduh menjadi pelaku utamanya.
"Lupakan tentang cinta! Jalani saja kehidupan kita masing-masing." William harus rela mengubah statusnya menjadi pria menikah karena Roseanne.
"Will, carikan aku dokter untuk menggugurkan anak ini. Aku tidak mau mengandung," keluhnya.
"Maaf, Rose. Aku bukan pembunuh. Kalau kamu mau, pergilah sendiri! Sebelum itu, carilah di internet agar kamu tidak tersesat." William tidak tega melihat Roseanne harus menggugurkan janin tidak berdosa itu, tetapi mau bagaimana lagi? Wanita itu bersikeras untuk menggugurkannya.
__ADS_1
Selama berhari-hari, wanita itu tidak pulang ke rumah. Setelah seminggu, Roseanne akhirnya pulang ke rumah dengan wajah yang lumayan berbeda. Dia semakin ceria. Namun, tidur di kamar terpisah sudah menjadi kebiasaan pasangan suami istri itu yang membuat Roseanne, wanita agresif itu mengeluh karena tidak pernah diberikan nafkah batinnya.
Dua bulan pasca menggugurkan kandungannya, William tidak tahu jika Roseanne bersikap licik. Malam itu, Roseanne sengaja menyiapkan makan malam lengkap dengan minumannya.
"Will, malam ini aku ingin menjadi istri yang sempurna untukmu," ucapnya ketika melihat William baru datang.
"Apa maksudmu?" tanya William.
"Lihat, aku sudah menyiapkan makan malam untuk kita. Maaf, aku baru menyadarinya sekarang. Kamu pria yang baik dan terima kasih sudah menerimaku sebagai istrimu," jawab Roseanne.
Setelah kejadian pemerkosaan atau entah apa pada malam itu, Roseanne sudah memutuskan untuk berhenti kuliah. Entah dia malu atau memang sengaja, hanya Roseanne yang tahu. Wanita itu juga menutupi siapa keluarganya yang sesungguhnya sehingga membuat William enggan bertanya lagi.
"Makanlah sendirian. Maaf, aku baru saja makan di luar," jawab Will membuat Roseanne kecewa.
Aku tidak boleh menyerah untuk mengejarmu, Will. Aku sampai rela harus tidur dengan pria yang paling kubenci dalam hidupku demi mendapatkanmu.
"Kalau begitu, minumlah sedikit. Jangan buat aku kecewa, Will." Roseanne menyiapkan jus buah yang biasa disukai William.
"Baiklah, kalau kamu memaksa, aku akan meminumnya." William menerima satu gelas jus dan meminumnya sampai habis.
Sayang, ternyata Roseanne telah mencampuri jus itu dengan obat laknat sehingga pada malam itu, William terpaksa harus menuntaskan hasratnya pada istrinya. William merasa bersalah pada Caroline karena memberikan hal berharga itu pada orang lain walaupun Roseanne adalah istrinya.
Semenjak kejadian malam itu, Roseanne selalu memberikan jadwal penting kapan harus melayaninya, jika tidak wanita itu mengancam akan berbuat nekat. William benar-benar terjepit. Lambat laun, William mulai terbiasa dengan sikap istrinya. Dia sebenarnya ingin bercerai dari wanita itu sebelum pulang ke Mansion, tetapi Roseanne tidak mau diceraikan dengan alasan tidak akan ada pria lain yang mau menerimanya.
Flasback off.
Aku menunggumu berbuat salah, Rose. Agar aku lebih mudah untuk bercerai darimu. Aku tahu, diluaran sana pasti telah mengiraku sebagai pria brengsek yang tega mempermainkan perasaan Caroline. Pada dasarnya, aku tidak pernah mencintaimu sedikitpun. Pernikahan kita juga terpaksa karena bukan aku yang salah padamu. Aku hanya kebetulan lewat dan terpaksa harus bertanggung jawab atas dirimu. Aku lelah menjalani pernikahan seperti ini. Aku juga terpaksa memberikanmu nafkah batin itu. Bayanganku hanyalah pada Caroline. Gadis itu pasti sangat marah melihatku telah tidur bersamamu.
__ADS_1
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿