
Inilah saatnya Alex kembali untuk menemui wanita itu dan menagih janjinya. Bertemu dengan Darius tidak malah mempertemukannya dengan putranya malah pria itu mengajaknya untuk berdebat.
"Sialan Darius! Aku ke sini bukan karena mencari Veronica, tetapi untuk menemui Lavina. Di mana wanita itu sekarang?"
Sepulang dari kantor Darius, Alex menyusuri setiap jalan yang dilaluinya. Berharap akan menemukan wanita itu dan putranya. Dia sudah mengikuti kemauan wanita itu harus pergi dari kehidupan Veronica untuk selamanya. Dia rela meninggalkan wanita hamil itu demi mendapatkan putranya. Bodoh memang, tetapi mau bagaimana lagi?
Jalanan yang tidak terlalu ramai itu menyebabkan Alex dengan mudah menyusuri setiap tempat yang sering dikunjungi banyak orang. Mungkin itu taman hiburan atau sekadar tempat makan.
Dari jauh, sepertinya Alex melihat orang yang ditunggunya selama berpuluh-puluh tahun. Bergegas Alex memarkirkan mobilnya tak jauh dari tempat itu.
"Aku pasti mendapatkanmu," ucap Alex.
Pria itu seperti mendapatkan angin segar. Tak sia-sia selama ini dia menyembunyikan diri dan keluar disaat yang tepat. Alex mendekati wanita itu yang kebetulan sedang duduk santai menghadap taman bunga.
"Bagaimana dengan janjimu?"tanya Alex pada wanita itu.
Deg!
Wanita itu sangat hapal dengan suaranya. Dia merasa seperti bermimpi di siang hari. Wanita itu kemudian menengok ke sumber suara.
"Kamu?" Lavina sangat terkejut melihat pria itu lagi.
"Seperti yang kamu janjikan. Aku datang untuk menemui putraku. Aku sudah menuruti semua permintaanmu," ucap Alex.
Beberapa puluh tahun lalu, Lavina tiba-tiba datang di kehidupan pernikahannya. Dia menawarkan sejuta kebahagiaan yang tidak pernah didapatkan dari istrinya. Bukan karena istrinya tidak mau, tetapi karena Alex sendiri yang enggan untuk menyentuhnya. Dia tidak mencintai istrinya.
Lavina sampai hamil dan memiliki seorang anak membuat Alex frustrasi karena statusnya telah memiliki suami. Dia berusaha untuk memisahkan Lavina dari suaminya. Lavina sendiri tidak mau karena semua kebutuhan hidup dari suaminya sudah terpenuhi.
Yang lebih parahnya lagi, Alex tidak pernah tahu kalau Lavina adalah istrinya Darius. Wanita itu cukup pandai untuk menyembunyikan keadaan demi membalaskan rasa sakit hatinya kepada Veronica. Dia merebut suaminya dan meminta pria itu meninggalkan istrinya. Andai saja Darius tahu, akan seperti apa nasib Lavina selanjutnya?
"Rupanya kamu masih ingat janjiku, Alex. Aku bahkan sudah melupakan dirimu sejak lama. Tak ada lagi yang kuingat darimu," cibir Lavina.
Lavina sudah nyaman dengan kehidupannya yang sekarang. Setelah melahirkan William dan Jack, wanita itu semakin disayang oleh suaminya. Entah Darius menyadari atau tidak jika salah satu putranya sangat berbeda.
__ADS_1
Mungkin kalau ditarik ke masa lalu, kenapa putra Lavina dan Veronica masih lebih muda dari keturunan Veronica? Karena setelah pernikahannya dengan Alex selama beberapa tahun, wanita itu baru hamil ketika putra Lavina berusia dua tahun.
Lavina sengaja menyembunyikan putranya dari Alex sampai pada waktu yang telah ditentukan untuk bertemu. Lavina pikir kalau Alex akan melupakannya begitu saja. Ternyata Lavina salah besar. Pria itu datang tepat pada waktunya.
"Ayolah, Lavina. Aku masih ingat penawaranmu dimasa lalu. Bahkan, kamu memintaku untuk tidak menyentuh istriku sama sekali. Boleh aku tahu alasannya?"
Lavina berdiri. Dia menarik napas panjang kemudian menghembuskannya.
Alex tak perlu tahu alasanku sebenarnya. Aku sudah cukup untuk bermain-main dengannya. Kupikir dengan masuk ke kehidupan Alex akan membuat Veronica berantakan. Kenyataannya aku terjebak cinta satu malam yang telah kubuat sendiri. Aku sempat jatuh cinta padanya. Aku juga menyerahkan separuh jiwaku untuknya.
"Kenapa kamu diam? Apa kamu ingin menyembunyikan putraku lagi? Atau, aku tidak mengetahui apa yang kamu sembunyikan selama ini?" Alex memberondongnya dengan beberapa pertanyaan. Sikapnya pada Lavina tidak keterlaluan menurutnya. Dia hanya ingin bertemu dengan anaknya.
Lavina merasa keberadaan Alex mengancam kehidupannya sekarang. Darius mengira kalau Lavina masih wanita polos seperti awal menikahinya, yang terus saja mau disakiti secara tidak langsung.
Lavina tidak bodoh. Dia berusaha menyingkirkan orang-orang yang pernah mengusik kehidupannya walaupun tidak langsung.
"Aku tidak pernah menyembunyikannya darimu, Alex. Aku belum siap untuk memperbaiki keadaan. Aku takut kalau anakku menolak keberadaanmu. Dia sama keras kepalanya sepertimu," jelas Lavina.
Mungkin kesalahan masa lalunya yang membuat kehidupan putranya juga sama tersiksanya dengan dirinya. Karena dendamnya yang tiada henti telah berhasil memisahkan anak dalam kandungan dengan papanya.
Meninggalkan saja tak masalah bagi Lavina, tetapi sampai membuat wanita itu hamil membuat Lavina meradang.
"Kamu memang meninggalkannya, Alex. Apa kamu juga sadar jika meninggalkan bibit baru dalam kehidupannya? Dia tidak akan pernah terlepas darimu," tuding Lavina.
"Tapi dia sudah tiada, bukan? Pasti kamu juga sudah tahu."
Deg!
Bagaimana Alex bisa tahu secepat itu? Apakah Alex sudah bertemu dengan Caroline? Apakah gadis itu sudah menerima papanya lagi? Aku tidak akan membiarkan Caroline bahagia. Pernikahanku dengan Darius meresahkan karena kehadiran Veronica di hati suamiku. Sekarang, aku ingin Caroline merasakan apa yang pernah kurasakan.
"Ka-kamu tahu dari mana?" selidik Lavina.
"Aku baru saja bertemu dengan temanku. Ya, lebih tepatnya teman lama. Dia juga yang tahu kabar terakhir istriku dan anakku dari Veronica," balasnya.
__ADS_1
"Jadi, kamu belum pernah bertemu dengan anakmu?" selidik Lavina. Dia harus memastikan kalau gadis itu belum bertemu dengan Alex.
"Tidak, tetapi tunggu dulu! Ini sangat tidak adil bagiku. Aku sudah menuruti semua permintaanmu, sekarang katakan di mana putraku. Jangan kamu sembunyikan terlalu lama. Kalau aku sampai menemukannya, maka aku tidak akan segan membuat kehidupanmu sekarang semakin berantakan!" ancam Alex.
Mungkin ini saatnya dia mengakui siapa putranya sebenarnya. Toh Darius mungkin juga tidak menyadari putra keduanya. Dia akan meminta Alex merahasiakan ini dari siapapun. Cukup hanya Alex dan dirinya yang tahu. Jangan sampai suaminya tahu tentang semua ini.
"Putramu bernama Jack. Sekarang dia sudah berusia tiga puluh tahun, tetapi dia belum menikah. Dia baru saja mengalami kecelakaan karena mantan pacarnya tidak terima kalau Jack memilih wanita lain," ucapnya sendu.
Alex mendekati Lavina dan mengguncang tubuhnya.
"Kamu tidak pernah menjaganya dengan baik. Apa dia cacat sekarang? Aku tidak terima kalau putraku tidak kamu jaga dengan baik. Aku menyesal telah mengikuti seluruh ucapanmu," tuding Alex.
"A-aku selalu menyayangi Jack dengan baik, Alex. Bahkan, aku sering mengabaikan putraku yang lainnya," balas Lavina.
Alex melepaskan tangannya kemudian mencengkeram rahang Lavina dengan sangat kasar. Dia merasa tidak terima dengan kondisi putranya.
"Aku tidak peduli dengan putramu yang lainnya. Aku hanya peduli dengan putraku. Kamu tidak pernah menjaganya dengan baik, kan?"
Lavina berusaha lepas dari pria itu dan berjanji akan mempertemukannya dengan Jack.
"Kamu menyakitiku, Alex. Aku sudah menjaganya dengan baik. Jika tidak, sudah dari awal aku akan menggugurkan bayi itu. Apa kamu masih tidak menghargai usahaku, hah? Aku janji akan mempertemukannya denganmu," ucap Lavina akhirnya.
Lavina memberikan nomor ponselnya agar mempermudah untuk membuat janji dengannya. Dia tidak mungkin menyembunyikan Jack terlalu lama. Ini saatnya harus mempertemukan antara papa dan anak itu.
...🍒🍒🍒...
Hai hai hai, selamat siang. Emak mau merekomendasikan karya keren sambil menunggu Emak update.
Yuk kepoin, jangan lupa berikan bintang, tap ❤ biar masuk rak favorit. Baca dan tinggalkan jejak like dan juga komentarnya untuk menambah semangat Author.
Gangster Dalam Diriku by Author Libra
Terima kasih. Miss you All... 😍😍😍
__ADS_1