Gelora Cinta Yang Sama

Gelora Cinta Yang Sama
Kecelakaan


__ADS_3

Jack duduk di sebelah Elena. Gadis itu dengan brutal mengemudikan mobil Jack keluar dari basemen. Jack sudah tidak peduli lagi teriakan Roseanne karena dia berusaha mengejar mobilnya yang akan dibawa kabur oleh Elena. Gadis itu memang sudah pandai mengemudi, tetapi Jack khawatir pada kelakuannya yang terkadang nekat itu.


Awal keluar dari basemen masih pelan karena memang aturannya harus seperti itu. Keluar dari sana menuju jalan raya, Elena mulai menambah kecepatannya. Dia sudah tidak peduli lagi dengan ocehan Jack yang sudah tidak bermutu itu.


"Elena, tolong hentikan! Kita bisa mati konyol kalau kamu seperti ini. Kita bisa bicara baik-baik, kan," teriak Jack.


"Hemm, bicara baik-baik yang bagaimana? Seperti ciuman di depan umum itu, kan," cibirnya.


Sial! Sepertinya Elena sudah melihat semuanya.


"Apa maumu sekarang?" tanya Jack dengan suara yang meninggi.


"Mauku? Kita mati bersama atau kamu memilih kita balikan lagi? Aku akan mempertimbangkan pilihan pertama itu," tantang Jack.


"Jangan gila kamu! Aku tidak mungkin kembali padamu karena sebentar lagi aku akan menikah. Wanita itu sudah hamil karena ulahku," tolak Jack. Dia bisa langsung dicoret dari keluarga Austin jika Jack berani membatalkan pernikahannya dengan Roseanne. Mama dan Papanya sudah mengancamnya sejak awal.


"Kalau begitu hamili aku!" tantang Elena. Tujuannya bukan hanya mendapatkan warisan dari keluarga Austin, melainkan dia harus memiliki keturunan darinya untuk urusan hal lain.


"Kamu memang sudah gila!" teriak Jack. Dia semakin berpegangan tangan pada apapun karena Elena perlahan menambahkan kecepatannya.


Elena sengaja menakuti Jack agar rencananya berjalan mulus. Jack tetap saja berkeras hati untuk menolak keinginan Elena. Dia tidak mungkin untuk meninggalkan Roseanne begitu saja. Apalagi dia yakin jika wanita itu memang hamil anaknya. Walaupun awalnya Jack menolak.


Elena semakin menambah kecepatannya. Jack semakin khawatir pada akhir perjalanan hidupnya.


"Elena ... kamu sudah gila, ya. Hentikan mobilnya! Kita bisa mati," teriak Jack.


Elena tidak peduli. Semakin Jack melarang, dia semakin menambah kecepatannya. Dia terus berusaha untuk mendapatkan persetujuan Jack untuk kembali padanya.


"Aku memang gila, Jack. Aku gila karena terlalu mencintaimu," teriak Elena.


Gadis itu sudah tidak peduli lagi pada nyawanya. Bertengkar dengan Papanya membuat dia harus bertindak nekat seperti ini sampai Jack mau menerimanya kembali.


"Oke, oke, aku akan menerimamu kembali," teriak Jack. Walaupun sebenarnya apa yang diucapkan adalah kebohongan untuk menghentikan aksi gila Elena.


Elena masih tidak percaya. Jack adalah pembual, makanya dia sengaja menambah lagi kecepatannya.


"Ele, hentikan! Kita bisa mati bersama," teriak Jack. Kali ini dia tidak tinggal diam. Jack berusaha mengurangi kecepatan kendaraannya yang sudah lebih dari batas wajar itu. Keduanya berebut sampai akhirnya mobil yang mereka tumpangi menabrak mobil dari arah yang berlawanan.

__ADS_1


Braaaakkkkk chiiiiiiit brakkk braaakkkk braaaakkkkkk!


Semua orang yang kebetulan berada di dekat lokasi kejadian berteriak histeris. Pasalnya mobil yang menjadi korban tabrakan itu sampai ringsek bagian depan. Sementara Jack dan Elena sudah tidak sadarkan diri. Semua orang tidak berani mendekat. Beberapa dari mereka melaporkan kejadian tabrakan itu pada Polisi.


Hanya berselang beberapa menit, mobil Polisi dan ambulance telah datang. Mereka langsung melakukan evakuasi pada korban kecelakaan itu. Salah satu korban kecelakaan dinyatakan meninggal di tempat dan penabrak mobil itu masih belum sadarkan diri. Ketiga korban itu langsung dibawa ke Rumah Sakit.


...***...


Tuan Darius yang masih berada di kantor merasakan kecemasan yang luar biasa. Tidak biasanya dia seperti itu. Apalagi siang ini rasanya ingin pulang dan mencari semua putranya. Ada rasa khawatir seorang Papa pada anak-anaknya.


Tuan Darius mencoba menelepon istrinya dan menanyakan keberadaan kedua putranya. Beberapa kali mendial, barulah yang paling akhir diangkatnya.


"Halo, Ma. Di mana Jack dan William?" tanya Tuan Darius terlebih dahulu.


"William masih di apartemennya, Pa. Kalau Jack, tadi pergi ke Mal bersama Rose. Sampai sekarang mereka belum pulang," jawabnya.


"Tolong kamu telepon Rose atau Jack. Pastikan mereka ada di mana. Perasaanku tiba-tiba tidak tenang seperti ini," ucap Tuan Darius.


Tak berselang lama, Tuan Darius mendengar suara Rose yang baru saja datang.


"Ma, Jack pergi dengan seorang gadis," ucap Rose dengan nada kesal yang masih bisa didengar oleh Tuan Darius.


Pria paruh baya itu mencemaskan sesuatu yang tidak beralasan. Tak berapa lama, dia mendapatkan telepon dari nomor yang tidak di kenal.


"Halo," sapa Tuan Darius.


"Selamat siang, Tuan. Kami dari Rumah Sakit Medika menginformasikan jika putra Tuan yang bernama Jack Austin mengalami kecelakaan."


Deg!


Tuan Darius rasanya ingin berteriak sekeras mungkin. Bagaimana ini bisa terjadi dengan putranya?


"Baiklah, saya akan segera ke sana," ucapnya.


Tuan Darius bergegas keluar ruangan menuju ke tempat parkir. Secepatnya dia ingin sampai di Rumah Sakit dan melihat kondisi putranya.


Sepanjang jalan pikirannya tidak tenang. Tak lupa, Tuan Darius berusaha menghubungi William menggunakan headset di telinganya.

__ADS_1


"Halo, Pa," jawab William.


"Will, tolong kamu pergi ke Rumah Sakit Medika sekarang. Jack kecelakaan," jelas Tuan Darius.


"Apa? Jack kecelakaan?" tanya William. Dia masih tidak percaya adiknya itu mengalami kejadian buruk.


"Iya, lekaslah. Papa menuju ke sana. Jangan sampai Mamamu tahu, ya," pinta Papanya.


"Iya, Pa. Secepatnya William menyusul ke sana." William langsung menutup teleponnya secara sepihak.


Tuan Darius melanjutkan perjalanannya. Dia takut terjadi sesuatu terhadap putranya. Dia juga tidak tahu kronologis kecelakaan itu seperti apa. Jack tidak pernah mengemudikan kendaraannya dengan ugal-ugalan. Selama ini, Tuan Darius selalu bersamanya. Terkadang dia juga menggunakan sopir pribadinya. Untuk hari ini, Tuan Darius sengaja berangkat ke kantor seorang diri tanpa ditemani sopir pribadinya, Dev.


Sesampainya di sana, Tuan Darius langsung memarkir mobilnya dan bergegas ke IGD. Belum ada keluarga lain lagi dari korban kecelakaan. Tuan Darius berusaha menanyakan pada suster yang baru saja keluar dari ruangan tersebut.


"Suster, korban kecelakaan atas nama Jack masih di dalam?" tanya Tuan Darius.


"Oh iya, Tuan. Masih dalam perawatan. Kondisinya juga belum sadar. Tuan keluarganya?" tanya suster itu.


"Iya, suster. Saya Papanya."


"Kalau begitu ditunggu saja, Tuan. Mungkin sebentar lagi dokter keluar," balas suster itu kemudian langsung meninggalkan Tuan Darius seorang diri.


Walaupun Jack selalu saja membuat masalah. Dia juga tetap putranya. Kecelakaan ini membuat Tuan Darius sangat cemas. Dia takut kalau putranya itu sampai cacat atau apapun.


Berselang lumayan lama, barulah William muncul dari arah yang sama dengan kedatangan Tuan Darius tadi.


"Bagaimana kabar Jack, Pa?" tanya William.


"Dokter masih menanganinya," jawab Tuan Darius.


William tidak menyangka. Selama hidupnya, dia melihat Jack bukan pria yang suka ugal-ugalan di jalan. Ini pasti ada yang tidak beres dengan adiknya. William dan Tuan Darius masih menunggu kabar kondisi Jack.


😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢


Halo Akak readers, emak mau merekomendasikan karya bestie emak yang sangat luar biasa. Cus kepoin...


Cintaku Tak Semanis Es Cream by Syasyi

__ADS_1


Terima kasih 😍😍🙏🏻🙏🏻



__ADS_2