
Pertemuannya dengan Alex beberapa hari yang lalu membuat Lavina harus meyakinkan diri untuk membawa Jack menemuinya.
Pagi ini setelah Darius dan William berangkat ke kantor, Lavina bergegas ke kamar putranya. Dia akan membawanya ke suatu tempat yang sudah disepakati dengan Alex melalui pesan yang dikirim pria itu.
"Jack, bersiaplah! Mama akan mengajakmu ke suatu tempat," ucapnya.
Walaupun Jack sudah mulai berjalan, tetapi dia tidak begitu terlihat seperti sebelumnya. Dia masih saja menahan kesakitan.
"Memangnya kita mau ke mana, Ma?" tanya Jack. Baru kali ini Mamanya mau membawanya untuk keluar Mansion. Biasanya alasan wanita itu cukup klasik sekali. Dia merasa kasihan pada Jack kalau orang lain akan mencibir kondisinya. Padahal Jack sendiri sudah bisa menerima kenyataan itu.
"Sudahlah, ikut saja! Bukankah kamu ingin jalan-jalan?" tanya Lavina.
"Baiklah. Ini untuk pertama kalinya aku keluar Mansion. Rasanya pasti berbeda bisa melihat dunia luar," ucapnya.
"Cepatlah! Mama sudah memesan taksi online. Sebentar lagi taksinya akan sampai."
Lavina tidak akan memakai sopir Mansionnya. Pria itu adalah tangan kanan Darius. Dia akan melaporkan apapun yang dilakukan Lavina jika ketahuan bertemu dengan pria asing.
Jack sudah siap. Pria itu dipapah Lavina menuju ke depan. Sementara taksi online yang dipesannya sudah menunggunya di halaman Mansion.
Tak lama, taksi itu membawa mereka pergi. Jack terlihat sangat senang karena bisa pergi berdua dengan mamanya.
"Ma, sebenarnya kita mau ke mana? Aku beneran tidak tahu loh. Kalau misalnya kita mau jalan-jalan, kenapa kita tidak memakai sopir Mansion saja? Itu akan lebih memudahkan aku. Dia juga bisa membantuku untuk sekadar keluar masuk mobil. Selebihnya aku bisa meminta bantuan Mama," ucap Jack. Dia menyandarkan tubuhnya di kursi penumpang bersebelahan dengan Mamanya.
"Kita akan bertemu seseorang, Jack," ucap Lavina tanpa menjelaskan siapa orang itu sebenarnya.
Ketika taksi mulai memasuki tempat yang menurutnya sangat asing yaitu sebuah apartemen elite yang belum pernah dikunjunginya.
"Ma, memangnya kita mau bertemu siapa?" selidik Jack. Perasaannya kenapa campur aduk seperti ini?
Lavina tidak menjawab. Setelah keduanya turun dari taksi, barulah mereka berdua naik ke unit apartemen yang dimaksud. Setelah sampai di sana, Lavina segera menekan bel. Jack tidak lagi menanyakan siapa yang akan mereka temui karena mamanya dari tadi diam tak menjawabnya.
Ceklek!
Seorang pria berusia seumuran papanya membukakan pintu. Sesaat, pria itu terlihat antara bahagia bercampur terkejut.
"Lavina, masuklah!" ucapnya.
__ADS_1
Jack tidak tahu kenapa mamanya malah membawa dirinya bertemu dengan seorang pria. Setelah berada di ruang tamu, pria itu memintanya untuk duduk. Tanpa ada pembicaraan apapun, pria itu masuk ke dalam. Beberapa saat kemudian, dia keluar lagi membawa beberapa soft drink dengan air putih di gelas.
"Jack, minumlah air putih itu. Mamamu bilang, kamu masih mengkonsumsi obat," ucapnya asal. Padahal yang dia tahu kalau Jack masih sakit.
"Om mengenalku?" selidik Jack.
Alex berpandangan dengan Lavina. Wanita itu sama diamnya dengannya.
"Tentu saja Om ini mengenalmu, sayang. Makanya Mama membawamu ke sini supaya kalian bisa lebih akrab," sahut Lavina.
Jack tidak mencurigai apapun. Asal dia merasakan kenyamanan, tak masalah untuknya.
"Siapa nama Om?" tanya Jack.
"Alex Ryder. Boleh Om memelukmu sebentar? Om sangat rindu pada putraku yang sudah puluhan tahun tidak bertemu," jawab Alex.
"Tentu saja, Om." Jack berdiri dan merentangkan tangannya.
Alex rasanya senang sekali bisa memeluk putranya yang puluhan tahun belum pernah dijumpainya. Dia memeluknya sangat lama sekali. Sangat nyaman rasanya dipeluk oleh anak sendiri.
Jack merasakan sesuatu yang berbeda ketika memeluk pria ini. Entah, kebetulan nyaman atau pria ini memang mampu memberikan kenyamanan. Jack tidak bisa membedakannya.
"Terima kasih," ucap Alex.
"Sama-sama, Om." Jack duduk kembali ke sofa.
Seharusnya kamu memanggilku Papa, Jack. Mungkin Mamamu belum menceritakan apapun tentang ini.
"Ayo, silakan diminum!" ucapnya.
Lavina mengambil soft drink kemudian meminumnya sedikit dan meletakkannya kembali.
"Om sebenarnya ada hubungan apa dengan Mama?" selidik Jack. Sepertinya ini baru pertama kali Mamanya terlihat seakrab itu.
Alex melirik Lavina. Dia berharap pada wanita itu untuk segera menjelaskan pada putranya.
"Jack, sebelumnya maafkan Mama," ucapnya.
__ADS_1
Jack semakin bingung mendengar ucapan Mamanya. Wanita itu tidak bersalah apapun, tetapi malah meminta maaf padanya.
"Untuk apa, Ma?"
"Bagaimana, Alex? Apa sebaiknya Jack mengerti semuanya?" Lavina berharap Alex segera menyetujui usulannya.
"Ada apa ini, Ma? Kenapa seolah aku tidak tahu apapun tentang pembicaraan kalian. Apa sebenarnya yang sedang kalian sembunyikan dariku?" selidik Jack.
"Jadi, begini Sayang. Sebenarnya Alex Ryder ini adalah Papamu. Maafkan Mama telah menyembunyikannya selama ini. Aku harap, kamu bisa menerima kenyataan ini," jelas Lavina.
Jack terdiam. Dia berusaha mencerna setiap ucapan Mamanya. Kesimpulan yang didapat dari ucapan mamanya barusan sudah cukup membuktikan kalau dirinya bukan anak dari Darius Austin.
Aku masih tidak percaya dengan kejutan seperti ini. Kenapa Mama mengatakan kalau aku adalah anak dari Alex Ryder? Itu artinya Mama ada affair dengan pria itu dibelakang papa. Apakah papa tahu tentang hubungan terlarangnya?
"Apakah kalian selingkuh di belakang papaku?" selidik Jack.
"Itu tidak benar, Jack. Ada alasan khusus kenapa ini bisa terjadi. Mama tidak bisa menjelaskannya padamu. Yang pasti, semua kejadian ini berawal dari papamu yang memulainya," balas Lavina. Wanita itu mulai berkaca-kaca telah melibatkan putranya sejauh ini.
Jack tidak habis pikir. Kehidupannya selama ini berasal dari sebuah kebohongan satu dan kebohongan lainnya. Bahkan, mamanya saja tidak mau menjelaskan keberadaannya sampai seperti sekarang ini. Dia tercatat sebagai putra kandung Alex Ryder dan dibesarkan oleh Darius Austin. Rasanya ini seperti mimpi di siang bolong. Mendapati kenyataan pahit seperti ini dan luka di tubuhnya yang tak kunjung sembuh membuat Jack semakin frustrasi.
"Jangan sembunyikan apapun dariku, Ma! Jelaskan siapa aku sebenarnya? Semakin ke sini, aku sangat pusing mendapat kabar yang tidak pernah kuduga sebelumnya. Aku mungkin tidak bisa menolaknya, tetapi memang melihat wajahku yang tidak mirip dengan papaku, aku semakin yakin kalau banyak rahasia yang kalian sembunyikan," terang Jack. Dia butuh jawaban secara mendetail, tetapi kedua orang itu seakan terdiam dalam dilema masing-masing.
Lavina dilema karena sebentar lagi kabar perselingkuhannya dengan Alex pasti akan terendus oleh suaminya. Jack sendiri tidak yakin bisa menerima Alex begitu saja. Dia sangat terlihat kacau.
"Jack, maafkan Mamamu. Ini adalah kesalahan satu malam yang pernah kita lakukan," ucap Alex berusaha membela Lavina.
Bagaimanapun sulitnya kehidupan ini, Jack memang putra Alex. Jack tidak bisa memungkiri hal itu. Dia syok berat mendapati kenyataan siapa papanya yang sebenarnya.
...💐💐💐...
Halo, di mana pun kalian berada. Semoga selalu diberikan kesehatan, keberkahan, dan rezeki berlimpah. Aamiin.
Emak hadir lagi untuk merekomendasikan karya keren bestie Emak. Yuk kepoin ... jangan lupa masukkan favorit, kasih bintang, terus dibaca, tinggalkan jejak like dan komentarnya agar Author lebih bersemangat lagi.
Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahanku by Author SyaSyi
Cus kepoin. Bisa marathon tuh karena sudah Tamat.
__ADS_1
Terima kasih. Miss you All 😍😍😍🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻