
"Aku akan menyampaikan berita ini kepada Papa dan Mama. Aku juga akan mengajukan gugatan cerai kepada Roseanne. Setelah itu, ambilah bekas istriku," cibir William.
Jack sengaja bangun dan memunguti bajunya yang masih berada di bawah. Dia tidak peduli lagi pada kakaknya. Lagi pula dia sudah ketahuan baru saja bercinta.
"Katakan saja pada mereka. Aku tidak takut. Aku juga akan mengatakan kalau kamu sengaja menceraikan Roseanne untuk mengejar Caroline. Kamu pikir aku akan membiarkanmu dengan mudah? Tidak, Will. Caroline masih menjadi taruhan kita berdua. Aku juga tidak mau kalah darimu. Lihat saja, istrimu dengan suka rela menginginkan belaianku. Itu artinya kamu bukan pria yang bertanggung jawab," balas Jack.
"Sudah kukatakan, aku sangat berterima kasih sekali padamu. Berkatmu, aku ingin lepas dari Roseanne."
Jack tidak peduli. Dia sudah kepalang basah ketahuan. Perang dengan William agaknya masih berlanjut entah sampai kapan. Dia juga tidak peduli jika Roseanne sampai hamil. Lagi pula, siapa yang lebih dulu datang kepadanya? Bukan Jack yang memintanya, melainkan Roseanne yang memberikan kesempatan besar itu.
"Keluarlah dari kamarku! Aku ingin membersihkan diri dulu. Aku lelah setelah memuaskan istrimu itu," usir Jack.
"Baiklah, tak perlu diusir seperti itu. Aku juga akan keluar dengan bahagia," balas William.
William bergegas kembali ke kamarnya. Sepertinya tanpa Elena pun, rencananya akan sangat mudah untuk dijalankan. Dia cukup mengatakannya, semuanya akan mulai berproses.
Tunggu aku, Carol. Secepatnya kita akan bersama. Aku masih sangat mencintaimu.
Ceklek!
William masuk ke kamar. Dia melihat Roseanne yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan rambut yang sedikit basah. Sepertinya dia berusaha mengeringkannya.
"Rose," panggil William.
"Ya," jawab Roseanne.
"Aku akan mengurus perceraian kita," ucap William.
Roseanne sangat terkejut mendengar ucapan suaminya. Yang diinginkan bukan seperti ini. Dia ingin tetap bersama William sebagai keluarga yang utuh. Dia juga ingin memiliki seorang anak dari pria yang sangat dicintainya itu.
"Aku tidak mengerti apa maksudmu, sayang," balas Roseanne.
__ADS_1
"Jangan berpura-pura lagi. Dari awal, pernikahan kita sudah tidak sehat, Rose. Aku ingin mengakhirinya sejak dulu, tetapi kamu selalu menghalanginya. Sekarang, aku tidak bisa mempertahankan pernikahan terpaksa ini. Aku minta maaf," ucap William.
"Will, aku tidak ingin kita berpisah. Aku akan tetap mempertahankan pernikahan ini. Jangan coba-coba untuk menceraikanku!" balas Roseanne.
"Tetap bertahan dengan pernikahan yang tidak sehat ini? Aku tidak bisa, Rose," tegas William.
"Kamu mau mengejar sekretaris murahanmu itu," cibir Roseanne. "Berhentilah mengejarnya. Aku sudah tahu semua cerita tentangmu dari Jack. Aku anggap seluruh cerita Jack itu bisa dipercaya seratus persen. Tidak, tidak, tidak, malah menurutku seribu persen."
William menatap tidak suka pada Roseanne. Dia sama liciknya dengan Jack.
"Ck, jadi hanya itu yang ingin kamu tahu dari Jack. Lalu, kamu membayarnya dengan tubuhmu. Hebat, kamu Rose. Sangat hebat!" balas William.
"Walaupun aku bercerai darimu. Aku tidak akan membiarkan gadis itu mendapatkanmu, Will. Ingat itu," ancam Roseanne.
"Kamu tak perlu bersusah payah mengurusi hidup orang lain. Perbaiki saja kualitas hidupmu itu. Sudah lebih baik atau bahkan sangat buruk!" cibir William.
Roseanne enggan berdebat. Dia lebih memilih untuk memikirkan cara mencegah William untuk menceraikannya.
Aku sudah punya solusi untuk menghentikanmu, Will. Tak perlu susah payah mengotori tanganku. Kita lihat saja, apakah kalian bisa bersatu lagi?
Setelah memutuskan untuk kembali ke Austin Group, Caroline bergegas pulang ke rumah. Dia tidak sempat mampir lagi ke ruangan lamanya. Toh mulai besok dia sudah masuk bekerja lagi.
Sebelum meninggalkan Austin Group, Caroline mendapatkan pesan dari dokter Freddy.
[Carol, aku menuju ke rumahmu. Aku sudah mendapatkan pelayan dan penjaga rumah untukmu. Apakah kamu sedang berada di rumah?]
Terima kasih, dokter. Beberapa menit lagi, aku akan sampai di rumah.
[Aku masih di jalan, dokter. Jika berkenan untuk menunggu, beberapa menit lagi aku sampai.]
Caroline bergegas mengemudikan mobilnya. Untung saja dia termasuk gadis yang sangat mandiri. Tidak gampang bergantung pada orang lain. Itu merupakan nilai plus yang dimiliki Caroline sehingga banyak pria yang mengejarnya. Namun, cintanya yang sangat dalam terhadap William membuatnya sulit untuk membuka hati.
__ADS_1
Mendekati rumahnya, dari jauh Caroline sudah bisa melihat mobil dokter Freddy terparkir di depan gerbangnya.
"Bukankah seharusnya ini masih jam kerja rumah sakit? Kenapa sudah berada di depan rumahku?" tanya Caroline pada dirinya sendiri.
Caroline mempercepat laju kendaraannya supaya lekas sampai depan rumahnya. Setelah sampai, dia langsung turun dan membuka gerbangnya. Barulah mobil dokter Freddy masuk terlebih dahulu kemudian diikuti mobilnya.
Nampak seorang pria yang umurnya masih dibawah dokter Freddy langsung membantu menutup gerbang setelah mobil Caroline masuk. Gadis itu bergegas turun dan mendapati dokter Freddy yang datang bersama dua orang wanita dan satu orang pria.
"Carol, sesuai yang kujanjikan, hari ini aku membawa pelayan dan penjaga rumah untukmu. Kamu tidak perlu khawatir, aku mendapatkannya dari biro penyalur tenaga kerja yang bagus. Mereka akan bekerja dengan baik," jelasnya.
"Terima kasih, dokter. Mari masuk dulu," ajaknya.
Ketiga orang itu termasuk dokter Freddy masuk ke ruang tamu rumahnya.
"Silakan duduk. Tunggu sebentar, aku akan mengambilkan minuman," pamitnya.
"Tidak usah repot-repot, Carol. Aku hanya sebentar di sini. Oh ya, Bibi Fidela, perkenalkan Nona Caroline. Dia yang akan menjadi majikan kalian. Semoga Bibi, Tansy, dan Hoshi betah berada di sini."
"Iya, Tuan. Terima kasih susah memberikan majikan sebaik Nona Caroline. Saya pasti betah berada di sini. Bukan begitu, Tansy?" ucap Bibi Fidela.
Tansy adalah putrinya yang baru berusia dua puluh tahun. Dia harus ikut bekerja kemanapun ibunya pergi. Bibi Fidela adalah seorang janda yang ditinggal mati suaminya. Sementara Hoshi, dia orang lain yang bertemu dengan Bibi Fidela di biro tenaga kerja. Usia Hoshi tiga puluh lima tahun dan belum menikah.
"Salam kenal, Nona. Nama saya Hoshi," ucap pria tiga puluh lima tahun itu.
"Semoga kalian betah bekerja di rumahku, ya. Kalau ada perlu apa-apa, jangan sungkan untuk menyampaikannya," ucap Caroline.
"Terima kasih, Nona," ucap ketiganya.
"Oh ya, sebenarnya rumah ini tidak begitu luas. Untuk sementara waktu, Bibi Fidela dan Tansy akan tinggal di kamar tamu dulu. Hoshi akan menempati kamar yang dekat dengan dapur. Jangan khawatir, semuanya masih bersih karena mendiang Mamaku selalu membersihkannya," jelas Caroline.
"Sekali lagi, terima kasih, Nona," balas Bibi Fidela.
__ADS_1
Caroline sangat bersyukur bisa mengenal orang sebaik dokter Freddy. Dia tidak menyangka pria itu sangat perhatian padanya. Apakah ini saatnya dia harus membuka hati untuk pria itu dan melupakan William untuk selamanya? Dia akan berada di posisi yang salah jika terus mengharapkan cinta William yang tak pernah bermuara itu.
🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉