Gelora Cinta Yang Sama

Gelora Cinta Yang Sama
Keributan


__ADS_3

Sejenak William berpikir. Dia tidak ingin gegabah untuk mengejar Caroline. Secepatnya urusan perceraian akan diajukan.


"Terima kasih, Pa. Sebaiknya Mama jangan tahu dulu. Aku tidak mau urusan perceraianku ini membuat Mama marah. Wanita itu sudah dekat sekali dengan Roseanne," ucap William.


"Terserah kamu saja. Makanya sebelum mengambil keputusan itu dipikirkan sebab akibatnya. Kalau sudah seperti ini, kamu yang pusing. Papa cuman bisa membantu doa dan tidak akan ikut campur dengan urusanmu. Mengenai Jack, Papa akan mengurusnya. Dia anak Papa dan sudah sewajarnya aku yang akan memberinya pelajaran."


"Terima kasih, Pa." William undur diri dari ruang kerja Papanya.


Tuan Darius nampak memijit pelipisnya yang mulai sedikit pusing itu. Lavina, istrinya itu terlalu memanjakan Jack sejak kecil. Lavina juga tidak pernah menegur putranya yang terkadang kelewat batas itu. Mengenai skandal yang telah dibuat itu, Tuan Darius ingin mengumpulkan Lavina dan Jack secara bersamaan. Dia ingin istrinya untuk mengawasi putranya lebih ketat lagi. Selama ini Lavina lebih sering keluar bersama teman sosialitanya yang tidak jelas apa hasilnya.


Tuan Darius sebenarnya sudah pernah mengingatkan untuk tidak terlalu sering berada di luar Mansion, tetapi jawaban Lavina sungguh mengejutkan. Dia tidak mau terpenjara dalam Mansion selama mungkin.


Ingatan Tuan Darius kembali kepada mendiang Veronica. Perempuan sederhana dan penurut itu telah disia-siakan oleh Alex begitu saja.


Andai saja waktu bisa berputar, Vero. Aku akan menjadikanmu wanita paling bahagia. Sayang, aku tidak bisa merubah takdir yang digariskan kepadaku. Aku hanya bisa berusaha untuk tetap konsisten dalam menjalani hidup ini.


"Sebaiknya aku memanggil Jack dan Lavina. Aku ingin secepatnya masalah ini selesai dan tidak merembet kemana-mana," ucapnya.


Tuan Darius bergegas keluar dari ruang kerjanya. Dia berusaha menemui pelayan untuk memintanya memanggil Jack dan Lavina.


"Kemarilah!" panggil Tuan Darius pada salah satu pelayan.


"Iya, Tuan."


"Nyonya sudah pulang?" tanya Tuan Darius.


"Belum, Tuan. Mungkin sebentar lagi," jawabnya.


"Kalau Nyonya pulang, beritahukan untuk segera masuk ke ruang kerjaku. Aku menunggunya di sana dan panggil Jack untuk menghadap secara bersamaan. Jangan lupa," pesan Tuan Darius.


"Baik, Tuan."


Tuan Darius tidak mau ambil pusing. Lebih baik dia kembali ke ruang kerjanya untuk mengurus hal lain yang lebih penting.


Lama pria itu menunggu kedatangan Lavina dan Jack. Dia memutuskan untuk menyelesaikannya nanti malam. Dia berdiri dari kursinya, tetapi sebuah suara ketukan pintu menghentikan rencananya.


Tok tok tok.


Mungkin itu Jack atau Lavina.


"Masuk!" perintah Tuan Darius.

__ADS_1


Ceklek!


Mereka masuk bersamaan. Dua orang yang ditunggunya sejak tadi akhirnya muncul juga.


"Ada apa, Pa?" tanya Lavina.


"Duduklah!"


Tuan Darius menatap satu per satu wajah orang yang ditunggunya. Dia melihat Lavina yang baru saja pulang entah dari mana.


"Aku akan menjelaskan sesuatu untuk kalian berdua," ucap Tuan Darius memulai obrolannya.


"Apa maksudnya, Pa?" tanya Jack.


"Berhentilah membuat skandal dengan kakak iparmu!" saran Tuan Darius.


Deg!


Lavina yang paling terkejut mendengar ucapan suaminya. Berbeda dengan Jack yang menanggapinya biasa saja.


"Apa maksudmu, Pa? Kamu menuduh putramu bermain serong dengan Roseanne? Tuduhanmu tidak beralasan," pekik Lavina.


"Jack, katakan atau aku akan membuatmu keluar dari Mansion ini," desak Tuan Darius.


Sial! Ini pasti ulah William yang sudah melapor pada Papa. Siapa lagi yang berseteru denganku kalau bukan dia?


"Jack, katakan! Jangan membuat Mama malu di hadapan Papa," murka Lavina.


"Aku tidak pernah melakukannya, Pa. Itu hanya akal-akalan William saja supaya dia bisa kembali pada Caroline," kilah Jack. Tentu saja dia tidak mau kalah langkah dengan Kakaknya. Caroline juga menjadi prioritasnya.


"Apa katamu?" bentak Lavina. "William masih berhubungan dengan gadis miskin itu?"


Lavina terkejut. Setelah lima tahun lamanya, baru kali ini dia mendengar nama itu lagi. Gadis yang sengaja dipisahkan dari William itu rupanya masih ada dalam kehidupannya.


"Ma, stop mengurusi Caroline. Urus Jack terlebih dahulu!" bentak Tuan Darius. Pria itu sudah kehilangan kesabarannya.


"Jack, jangan bohong pada Mama. Katakan apa yang diucapkan Papamu itu tidak benar?" Lavina tidak percaya. Mana mungkin Jack melakukan hubungan terlarang dengan kakak iparnya?


Melihat Jack terdiam, sudah dipastikan Lavina mendapatkan jawaban atas semua pertanyaannya. Pria itu tidak pandai berbohong.


Wanita itu mengguncang tubuh putranya. "Jack, kamu tega melakukan itu pada Kakakmu, hah? Mama sudah berulang kali berpesan padamu. Hentikan semua kegilaanmu dengan wanita-wanita tidak jelas itu diluar! Mama pikir, kamu benar-benar berhenti. Kenyataannya, kakak iparmu sendiri yang kamu jadikan korban."

__ADS_1


"Ma, berhentilah menuduhku! Roseanne sendiri yang menawarkan padaku," tuduhnya.


Lavina melepas tangannya dari tubuh putranya. Pikirannya sekarang tertuju pada William. "Sebenarnya siapa wanita yang dinikahi William itu? Dia terlihat dari kalangan kelas atas, tetapi kenapa kelakuannya seperti itu?"


"Pikirkan untuk perceraian William, Ma. Papa tidak mau ada wanita itu di dalam Mansion kita," desak Tuan Darius.


"Mama akan mendukung perceraian William. Bukan berarti William akan kembali lagi pada Caroline. Mama tidak setuju!"


"Aku yang akan mengejar Caroline, Ma," ucap Jack.


Lavina semakin marah. Dia tidak suka kedua putranya mendekati gadis itu. Ada alasan khusus yang masih menjadi rahasia Lavina untuk melarang hubungan mereka.


"Berhenti mengejarnya atau Mama akan meminta kalian semua pergi ke luar negeri. Mama tidak suka pada gadis itu," teriaknya.


Sesaat semuanya terdiam sampai Jack mengatakan hal yang paling membuat Tuan Darius sangat murka.


"Ma, bagaimana kalau ternyata Roseanne hamil?" tanya Jack.


Deg!


Pandangan sepasang suami istri itu langsung tertuju padanya. Tatapan Papanya paling tidak suka.


"Kamu harus bertanggung jawab atas perbuatanmu. Pikirkan sebelum bertindak. Jangan bodoh, Jack. Bisa saja wanita itu memanfaatkanmu untuk tujuan lain. Kenapa kamu seceroboh itu, hah?" hardik Papanya.


Kini, Jack terdiam memikirkan ucapan Papanya.


Kenapa aku bisa sebodoh ini? Wanita itu telah mendapatkan seluruh aset berhargaku. Bagaimana bisa aku tidak terpikir ke sana?


"Tidak. Mama tidak setuju kalau Jack menikahi Roseanne. Mama akan mencarikan gadis lain untukmu," jelas Lavina.


"Selesaikan masalah William dulu, Ma. Lepaskan putramu itu dari belenggu wanita itu." Tuan Darius selalu mengingatkan istrinya itu.


"Aku tidak habis pikir, kenapa William bisa menikah dengannya?" tanya Lavina.


"Makanya, jangan terlalu fokus pada teman sosialitamu itu. Fokuslah pada urusan kedua putramu!" cibir Tuan Darius.


Lavina terdiam. Ini merupakan puncak kemarahan suaminya. Berulang kali dirinya sudah diingatkan, tetapi tetap saja tidak menggubrisnya. Ketika kesulitan mulai melanda dirinya, dia tidak mungkin melibatkan teman sosialitanya itu. Bisa saja mereka langsung mencibir putranya.


Rupanya aku harus berjuang seorang diri. Darius benar. Sebaiknya aku harus fokus mengurus kedua putraku yang bermasalah itu.


🥥🥥🥥🥥🥥🥥🥥🥥🥥🥥🥥🥥🥥🥥

__ADS_1


__ADS_2