
William yang tak tahu menahu dibuat terkejut dengan berita yang didapatnya hari ini. Kesibukannya mengurus perusahaan papanya membuat William tidak menyadari kegaduhan yang terjadi beberapa hari ini.
William datang ke Mansion dan menemui Papa di ruang kerjanya. Kebetulan hari ini adalah hari libur, Darius menunggunya di sana.
Tak terlihat lagi mamanya dan juga Jack, adiknya. Entah sekarang mereka tinggal di mana, William juga tidak tahu. Hanya saja, dia sempat bertemu adiknya di pusat perbelanjaan. Pria itu yang menceritakan masalah orang tuanya.
William langsung menuju ke ruang kerja papanya. Sampai di sana, dia mengetuk pintu terlebih dahulu.
Tok tok tok.
"Masuk!" ucap Darius.
William masuk dan langsung duduk di sofa. Papanya mendekati putra sulungnya itu.
"Kamu baru datang, Will?" tanya Darius.
William tidak langsung menjawab basa-basi yang dilontarkan papanya. Dia langsung ke inti tujuannya untuk bertemu. Sepertinya papanya tidak berani merusak mood putranya selama beberapa hari ini. Makanya, William baru mengetahui setelah pertemuannya dengan Jack.
"Pa, apa berita yang kudengar dari Jack ini tidak salah? Kenapa Papa mau bercerai?" selidik William. Selama ini hubungan orang tuanya terlihat baik-baik saja. Bagaimana mungkin sampai terjadi seperti ini.
Rupanya William sudah mengetahui segalanya. Apakah dia setuju untukku mengajukan perceraian ini? Lagi pula, setuju atau tidak, aku juga sudah mengajukan gugatannya.
"Apa kamu sudah mendengar cerita secara keseluruhan? Apa kamu akan mendukung keputusan yang Papa buat? Ingat Will, semua berawal dari masa lalu."
Willam nampak bingung mendengar ucapan papanya. Dia memang belum tahu ceritanya secara mendetail. Jack hanya menceritakan intinya kalau orang tuanya akan bercerai.
Darius menceritakan semua kronologis yang membuatnya memutuskan untuk bercerai. Dia juga sudah mengajukan surat perceraiannya ke pengadilan. Setelah ceritanya selesai, William akhirnya mengerti kenapa selama ini hubungannya dengan Caroline selalu dihalangi oleh mamanya. Ternyata ada dosa masa lalu yang baru muncul sekarang. Tentang kecemburuan yang betakibat fatal. William juga tahu kalau ternyata Jack hanya adik satu ibu dengannya. Bagaimanapun juga, dia tetap adiknya sampai kapanpun.
"Jadi, Alex adalah selingkuhan mama selama ini? Itu sebabnya mama tidak pernah mengizinkanku untuk menikah dengan Caroline. Dia juga melarang pernikahannya dengan Jack karena pria itu adalah kakak Caroline beda ayah. Oh ya ampun. Untung saja sikap Caroline tidak meniru Jack."
"Benar, Will. Kamu jangan khawatir, setelah ini papa akan mendukungmu untuk tetap menikah dengan Caroline."
__ADS_1
"Terima kasih, Pa."
William lega, akhirnya dia mendapatkan persetujuan dari papanya. Namun, William masih pusing dengan proses yang akan dijalani papanya. Ini baru mulai untuk proses perceraiannya. Apapun kondisinya, Darius menolak untuk mempertahankan rumah tangganya.
Sebenarnya kehilangan keluarga utuh bagi William adalah hal yang paling buruk sepanjang hidupnya. Namun, dia juga tidak tega membiarkan papanya hidup berdampingan dengan kebohongan yang diciptakan oleh mamanya. Dia tidak menyangka kalau mamanya yang selama ini dikira baik ternyata tidak lebih dari wanita yang sangat buruk. Bagaimana pun kondisi wanita itu, William tidak bisa menolak karena telah dilahirkan dari rahimnya.
...***...
Beberapa bulan kemudian.
Persidangan demi persidangan telah dilalui Darius dan Lavina. Setiap waktu, kedua putra mereka selalu menemani dan menguatkannya. Untuk kali ini, mungkin persidangan terakhir atau bagaimana, William tidak paham. Tugasnya hanya mengantar dan menemani papanya.
Sepagi ini William mengantarkan papanya ke pengadilan. Selama proses perceraian, William tinggal bersama papanya. Sedangkan Jack tinggal bersama mamanya.
Proses persidangan berlangsung berulang kali. Sampai diadakan mediasi antara Darius dan Lavina. Namun, mediasi itu gagal. Darius tidak mau melanjutkan pernikahannya. Dia tetap meminta cerai dari Lavina.
"Maaf, aku tidak bisa meneruskan pernikahan ini. Dari awal sudah banyak kebohongan yang diciptakan Lavina kepadaku."
Pukulan terbesar dalam hidup Darius adalah kebohongan istrinya dan rusaknya rumah tangga orang lain karena ulah Lavina. Ini sangat tidak masuk akal. Darius telah menjadi pria terbodoh di dunia ini karena selalu percaya pada istrinya.
Lavina masih teringat dendam masa lalunya. Walaupun wanita itu telah tiada, tetapi bayang-bayang menyakitkan awal pernikahannya dengan Darius membuat Lavina bertindak nekat.
Dari kegagalan mediasi itu, beberapa minggu kemudian barulah pengadilan memutuskan perceraiannya. Tak ada kata menyesal yang terlihat di wajah wanita itu. Setelah keluar dari ruang sidang, pembicaraan baru dimulai.
"Ini balasan yang pantas untukmu, Lavina," ucap Darius.
"Kamu pikir aku menyesal dengan keputusan ini. Tidak, Darius. Aku berterima kasih sudah menjadi bagian dari hidupmu selama ini."
Melihat keributan antara orang tuanya, William berusaha menjadi penengah. Perceraian mereka bukan akhir segalanya. William tetap menganggap keduanya sebagai orang tua
"Ma, jangan katakan itu! Bagaimana pun juga, kalian adalah orang tuaku," ucap William setelah kedua orang tuanya keluar dari persidangan.
__ADS_1
"Tidak, Will. Ini memang yang terbaik. Setelah ini, terserah kamu mau ikut siapa? Mama membuka lebar untukmu jika kamu berniat untuk ikut denganku."
"Tidak! William akan bersamaku. Bawa saja Jack untuk ikut bersamamu," sahut Darius.
Darius tidak akan pernah melepaskan William untuk ikut istrinya. Dia tahu betul kalau setelah ini Lavina akan kembali kepada Alex.
"Ma, Pa, jangan ribut di sini. Malu dilihat orang," sahut Jack.
"Jack, walaupun kamu bukan anak Papa, tetapi Papa tetap akan merindukanmu. Datanglah ke Mansion jika kamu mau," ucap Darius.
Ucapan Darius rupanya dianggap angin lalu oleh Lavina. Akibat perceraian yang diajukan pria itu, Lavina semakin murka. Walaupun sepenuhnya dia yang salah, tetapi Darius lebih bersalah lagi.
"Aku tidak akan membiarkan Jack datang ke tempatmu. Aku juga tidak sudi membiarkan anakku menyentuhmu," balas Lavina.
Jack mendekati mamanya kemudian memegang erat tangan wanita itu. Dia mengajak mamanya untuk pergi dari sana. Jack sengaja untuk menghindari keributan yang tak akan pernah berujung itu.
Setelah kepergian dua orang itu, William mengajak papanya untuk kembali ke mobil. Setelah perceraian, Darius harus fokus mengurus perusahaan dengan baik. Dia harus segera mengamankan seluruh aset perusahaan. Bukan bermaksud dia serakah, perusahaannya berkembang karena kerja kerasnya. Mungkin tidak saat ini, tetapi Darius yakin kalau Lavina akan kembali beberapa hari lagi.
"Apa yang sedang papa pikirkan?" tanya William. Dia sedang mengemudikan mobilnya.
"Mamamu pasti akan datang ke Mansion. Dia akan datang merebut apa yang sudah kita usahakan selama ini."
"Aku tidak tahu harus bagaimana, Pa? Mama sudah sangat keterlaluan sekali."
Darius belum tahu harus bagaimana menghadapi mantan istrinya. Wanita itu cukup nekat sekali. Apalagi sekarang hubungannya sudah bukan suami istri. Lavina akan semakin tidak terkendali.
...🌻🌻🌻...
Halo kakak readers. Emak hadir lagi merekomendasikan karya tamat milik teman Emak. Cus bisa baca marathon....Jangan lupa favorit, like, dan tinggalkan jejak komentar.
Rafa Dan Fatar by Author Libra
__ADS_1
Terima kasih. Miss You All 😍😍😍🙏🏻🙏🏻🙏🏻