Gelora Cinta Yang Sama

Gelora Cinta Yang Sama
Ribut dengan Elena


__ADS_3

Persiapan pernikahan Caroline dengan dokter Freddy sudah mencapai seratus persen. Tidak rumit karena Caroline meminta pernikahan sederhana yang akan digelar di rumahnya.


Setelah prosesi pernikahan tidak akan ada resepsi pernikahan. Caroline tidak ingin banyak orang tahu mengenai kehidupannya termasuk William. Dia sengaja menghindari pria itu untuk melanjutkan hidupnya dengan dokter Freddy.


Caroline sengaja tidak memberikan kabar pernikahannya pada Tuan Darius. Beberapa rekan kerjanya di kantor juga tidak tahu kalau sebentar lagi Caroline akan melepaskan masa lajangnya. Hanya Shirley yang mengetahui semuanya. Dia juga akan hadir di acara sakral pernikahan Caroline dan dokter Freddy. Dia yang akan menjadi saksi pada pernikahan itu.


"Apa kamu sudah siap, Carol?" tanya Shirley.


"Tentu, Shirley. Hanya beberapa hari lagi, kan? Aku akan meminta cuti pada Tuan Darius," ucapnya semangat. Tidak ada lagi pria yang akan mencintainya sebaik dokter Freddy.


"Memangnya kamu akan memberitahukan izin cuti untuk pernikahanmu?" tanya Shirley lagi.


"Tidak, Shirley. Tuan Darius tidak boleh tahu mengenai pernikahanku. Aku tidak mau William datang dan mengacaukan semuanya."


Caroline benar. Ada baiknya semua keluarga Austin tidak boleh tahu. Terutama William, pria yang sudah dihindarinya selama ini. Caroline tidak tahu jika ketidak hadiran pria itu karena sedang menghadapi sidang perceraiannya dengan Roseanne, istrinya. Tuan Darius juga merahasiakan hal itu dari dirinya.


"Kamu benar, Carol. Oh ya, kurang berapa lama lagi pernikahanmu akan digelar?" tanya Shirley.


"Lima hari lagi, Shirley. Sebentar lagi aku akan menjadi istri sah seorang dokter hebat seperti Freddy Edmund," ucapnya semringah.


Shirley ikut bahagia akhirnya usaha move on Caroline tidak sia-sia. Dia harus melupakan William dan menggantikan nama dokter Freddy di dalam hatinya. Dia pria yang sangat baik. Dia juga mengatakan pada Caroline untuk tidak akan pernah melarang melakukan semua pekerjaannya. Dokter itu memberikan kebebasan padanya. Caroline juga pernah mengatakan jika belum bisa mencintainya, tetapi dia akan berusaha mencintai dokter Freddy.


"Dokter Freddy sangat sempurna, ya. Sampai dia bisa meyakinkanmu seperti itu," ucap. Shirley.


"Bukan lagi sempurna, Shirley. Dia sangat baik dan pengertian padaku. Aku sangat beruntung bisa mengenalnya," ucap Caroline dengan bahagianya. Bayangan indah tentang pernikahan, malam pertama, honey moon, dan istri yang baik telah menari indah di pelupuk matanya. Bagaimana dia akan memperlakukan dengan baik seorang suami seperti dokter Freddy yang sangat dewasa itu. Keberuntungan berada di tangan Caroline seutuhnya.


"Wah, aku ingin menikah juga, tetapi aku belum menemukan pria yang pas untuk hidupku," ucapnya lesu.


"Tidak perlu yang pas, Shirley. Dia harus datang disaat yang tepat. Oh ya, aku mau ke ruangan Tuan Darius untuk menyampaikan izin cutiku, yah," pamitnya.


"Iya, silakan."


Tak lama, gadis itu sudah berada di depan pintu CEO Austin Group. Caroline langsung mengetuk pintunya.


Tok tok tok.


"Masuk!" jawab Tuan Darius.

__ADS_1


Ceklek!


Caroline masuk. Dia langsung dipersilakan duduk oleh Tuan Darius.


"Duduklah!"


"Terima kasih, Tuan. Sebelumnya saya minta maaf telah mengganggu pekerjaan Anda," ucap Caroline.


"Tidak apa, Carol. Kebetulan aku sedang tidak banyak pekerjaan. Memangnya ada apa?" tanya Tuan Darius.


"Ehm, saya ingin mengajukan cuti selama tiga hari, Tuan." Caroline tidak akan memberitahukan alasan sebenarnya.


Tuan Darius nampaknya sedang melihat jadwal pekerjaannya untuk beberapa hari ke depan. Dia tidak ingin cutinya Caroline menghalangi pekerjaannya.


"Ehm, kira-kira kapan kamu mengambil cuti?"


"Lima hari lagi, Tuan," jawabnya.


"Baiklah. Aku mengizinkan. Lagi pula selama ini kamu jarang sekali mengambil cuti. Memangnya kamu mau ke mana?" selidik Tuan Darius.


"Itu rencana yang bagus. Austin Group saja belum pernah mengadakan liburan bersama. Mungkin lain waktu akan kita bicarakan."


"Iya, Tuan. Terima kasih sudah diizinkan. Saya langsung kembali ke ruangan, ya?" pamitnya.


"Iya, Carol. Sama-sama."


...***...


Di tempat lain, seorang gadis muda sedang mengumpat kesal karena ribut dengan Papanya. Dia tidak berhasil menjerat kekasihnya beberapa bulan lalu. Kini, dia mulai menyusun rencana untuk masuk ke dalam keluarga Austin. Ya, dia adalah Elena. Mantan kekasih Jack Austin yang telah diputuskan beberapa bulan lalu.


"Aku harus mendapatkanmu kembali, Jack. Apapun caranya, akan aku lakukan," gerutunya.


Gadis itu akan masuk ke keluarga Austin melalui Mamanya Jack. Dia hanya sedang berusaha untuk meningkatkan taraf hidup keluarganya.


Siang ini, Elena sengaja berjalan-jalan di pusat perbelanjaan. Niatnya untuk membuat pikirannya agar kembali segar. Namun, baru beberapa langkah, dia sepertinya melihat orang yang selalu berada dipikirannya.


"Jack, bukankah itu Jack? Sedang bersama siapa dia? Terlihat mesra sekali. Rupanya kamu sudah mendapatkan wanita lain lagi, ya? Aku tidak akan pernah melepasmu. Kamu harus menjadi milikku, Jack," lirihnya. Dia sengaja mengikuti Jack dari jauh agar keberadaannya tidak terendus oleh pria itu.

__ADS_1


Mata Elena membulat sempurna manakala melihat wanita itu dengan tidak tahu malunya langsung mengecup bibir Jack di depan umum. Sepertinya wanita itu sengaja memamerkan kemesraannya.


"Sial! Sebenarnya siapa wanita itu? Berani sekali didepan umum melakukan hal itu," gerutunya.


Elena masih mengikuti Jack sampai ke tempat parkir kendaraan.


"Ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus mengikutinya," ucapnya.


Wanita itu masih merangkul mesra pinggang Jack. Sesekali wanita itu mengambil tangan pria itu kemudian mengeluskan pada perutnya. Elena sempat terhenti manakala mendengar ucapan wanita itu.


"Sayang, anak kita senang sekali diajak jalan olehmu. Sering-sering ajak aku, ya?" ucapnya manja.


Wanita itu adalah Roseanne. Walaupun perceraiannya dengan William belum diputuskan, dia telah memaksa Jack untuk selalu membawanya kemanapun yang diinginkan. Jika tidak, Roseanne akan mengancam membuka aibnya ke publik dan menunjukkan betapa bobroknya anak bungsu keluarga Austin.


Bisa dipastikan setelah itu, Jack akan didepak dan dicoret dari harta warisan keluarga Austin. Jack tidak ingin hidup kere, makanya dia sengaja masuk ke dalam permainan yang dibuat oleh Roseanne.


"Jack, siapa wanita itu?" teriak Elena yang berada di belakang mereka.


Jack dan Roseanne menolehnya dan melihat kedatangan gadis muda itu.


"Elena?" Jack terkejut melihat kedatangannya.


"Siapa dia, sayang?" tanya Roseanne.


"Mantan kekasihku," jawab Jack.


"Tidak, Jack. Aku belum menjadi mantanmu," teriak Elena.


Untung saja basemen sepi, sehingga Elena bisa berteriak sepuas hatinya. Elena maju mendekati Jack, mereka pikir gadis itu akan menyerang Roseanne. Ternyata malah mengambil kunci mobil dari saku celana Jack. Elena sudah hafal betul di mana pria itu meletakkannya.


"Mau apa dengan kunci mobil itu? Berikan padaku!" gertak Jack.


Elena sudah tidak peduli lagi dengan Jack. Secepatnya dia harus masuk ke dalam mobil Jack agar pria itu mengejarnya lagi. Usaha Elena tidak sia-sia ketika dia sudah masuk ke dalam mobil Jack, pria itu mengikutinya.


Upaya Jack untuk menghentikan tingkah konyol gadis itu nampaknya sia-sia. Jack berada di persimpangan antara mengikuti kemauan Elena atau kembali lagi pada Roseanne.


🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉

__ADS_1


__ADS_2