Gelora Cinta Yang Sama

Gelora Cinta Yang Sama
Tidak Bisa Memaafkan


__ADS_3

Perseteruan suami istri itu masih berlanjut. Cuma untuk saat ini Jack sudah keluar dari ruangan itu. Dia tidak kuat mendengar keributan yang ditimbulkan oleh orang tuanya.


Lavina terlihat puas dengan kejadian seperti ini. Dia tidak menyesal dengan apa yang terjadi. Itu tak sebanding dengan rasa sakit hatinya karena menunggu cinta dan sentuan Darius yang begitu lama.


"Kamu sudah tahu semuanya, kan? Setidaknya aku sangat berterima kasih pada Alex karena telah berhasil membalaskan rasa sakit hatiku pada Veronica."


Sesaat Darius tidak menggubris ucapan istrinya. Namun, jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, dia merasakan kecewa dana amarah yang siap meledak sewaktu-waktu.


"Kamu puas dengan apa yang telah kamu lakukan ini? Aku tidak percaya seorang Lavina Austin yang sangat terhormat bisa menjadi seorang ****** dan merebut suami orang lain demi membalaskan dendam pada orang yang tidak pernah bersalah sedikit pun. Apa kamu tidak berpikir jika posisinu ditukar dengannya? Apa kamu sanggup menjalani peran orang tua tunggal yang harus berperan ganda? Pikir dulu sebelum melakukan sesuatu!" sentak Darius.


Lavina masih diam. Agaknya ucapan suaminya ada benarnya. Andai saja dia tidak terlalu jauh menjalankan rencananya, mungkin jadinya tidak akan seperti ini.


"Apa kamu kurang puas dengan kegiatan ranjang kita? Sampai kamu rela tidur dengan orang lain. Aku penasaran, siapa sebenarnya yang menawarkan lebih dulu. Kamu atau Alex, hah?" sentak Darius untuk yang kedua kalinya. Pria itu belum puas untuk melepaskan semua amarahnya.


Jeduar!


Darius yang biasanya terlihat alim, sopan, dan selalu menghormati setiap wanita yang dikenalnya, sekarang berubah menjadi Singa buas yang siap menerkam mangsanya. Tuduhannya barusan telah menyadarkan betapa bodohnya Lavina dengan rencana busuknya di masa lalu. Dia tidak sadar diri, selain menghancurkan hidup orang lain, dia juga menghancurkan dirinya sendiri di masa mendatang. Nah, saat inilah waktu yang dimaksud.


Tidak mau kalah dari Darius, Lavina mengeluhkan sikap Darius dimasa lalu. Kalau tuduhannya tentang wanita ****** jarang dibelai, Lavina berusaha mengingatkan fakta lain yang mungkin dilupakan suaminya.


"Ck, Darius ... sekarang kamu menyalahkan aku. Apa kamu lupa, setelah hari H pernikahan kita? Apakah malam itu kamu langsung menyentuhku? Memberikan hakku sebagai seorang istri yang sah? Tidak, kan? Justru kamu malah mengatakan hal lainnya yang menyakitkan. Bagaimana aku sanggup menjalani kehidupan normal sebagai wanita yang mengharapkan malam pertamanya di hari pernikahannya? Bahkan kamu lupa, selama beberapa tahun, kamu baru memberikan malam pertama itu," serang Lavina.

__ADS_1


"Kamu tetap salah. Kenapa masih saja mengelak. Usia Jack tiga puluh tahun. Beberapa tahun lebih muda dari William. Apa kamu juga lupa, kalau kita telah berhasil mendapatkan William sebagai bukti cinta kita, Lavina. Setelah itu, kamu mulai main serong dengan Alex dan hamil anak keduamu. Pantas saja, sebelum dinyatakan hamil, kamu gencar sekali mendekatiku. Rupanya itu alasan yang kamu buat agar aku percaya kalau Jack putra kita. Benar begitu, kan? Terus terang. Aku memang bodoh. Aku selalu menyayangi Jack seperti anakku sendiri. Walaupun aku sadar kalau Jack sangat berbeda."


Semua masa lalu terbuka dengan jelas di mata Darius. Lavina tidak mengelaknya lagi. Wanita itu dengan tidak tahu malunya terus saja menyerang Darius. Tidak hanya mengingatkan tentang mendiang Veronica, tetapi juga membahas Caroline yang bekerja ditempatnya.


"Oh, aku tahu sekarang. Jangan-jangan, kamu menyembunyikan Caroline di sana, karena dia memang putrimu?" tuduh Lavina.


Kali ini wanita itu menyerangnya membabi buta. Dia sudah tidak peduli lagi pada hubungannya dengan Darius.


"Kamu gila, Lavina! Bagaimana mungkin aku memiliki anak dari Veronica. Sementara aku sendiri setuju kalau William akan menikahinya. Kamu pikir, aku setuju dengan pernikahan sedarah, hah? Sebenarnya yang patut disalahkan itu kamu. Kamu telah menyia-nyiakan kepercayaanku yang sudah kubangun susah payah saat pertama kali kita menikah. Apa kamu tidak pernah berpikir kalau aku berusaha menjadi suami yang baik untukmu, hah? Puluhan tahun, rupanya hanya seperti ini saja kelakuanmu."


Kemarahan Darius terus saja dilontarkan untuk menyerang Lavina. Wanita itu sudah berbuat nekat dengan menghancurkan rumah tangga orang lain demi kepuasan dirinya sendiri.


Lavina benar-benar wanita berjuluk iblis. Bahkan ketika Veronica sudah tidak ada pun, dia masih saja menindas keturunannya.


Darius bisa saja mengambil sikap tegas pada istrinya itu, tetapi dia akan menunggu apa yang selanjutnya dilakukan wanita itu. Apakah terus bertahan dengan pernikahannya, ataukah dia memilih jalan yang lain?


Kesempatan Lavina tidak banyak. Dia bisa saja kehilangan anak, harta benda, dan tempat tinggal ternyamannya saat ini yaitu sebuah Mansion mewah yang selalu menjadi kebanggaannya.


Apa sebaiknya aku minta maaf saja pada Darius. Dia pasti sudah menyusun rencana untuk mengeluarkanku dari Mansion ini. Aku tahu ini salah, tetapi aku juga tidak mau terus-terusan terpuruk dengan masa laluku. Andai saja Alex tidak pernah kembali, kehidupanku masih saja tenteram dan damai. Kukira pertemuan Jack dan Alex akan menjadi rahasia kami, rupanya aku salah. Jack sepertinya belum bisa menerima kenyataan kalau anak itu bukan anak Darius.


"Darius, aku minta maaf padamu. Aku sudah mengacaukan rumah tangga kita. Aku harap, setelah kejadin ini, kita bisa saling memaafkan kesalahan di masa lampau. Oke, aku akui kalau semua kesalahan bermula dariku dan bukan Veronica. Aku meminta maaf kepadamu dengan segala kerendahan hatiku ini." Lavina sudah kehilangan harga dirinya, tetapi ingin memperbaiki keadaan setelah semuanya hancur seperti itu.

__ADS_1


Darius tidak langsung menjawabnya. Dia masih memikirkan kata yang tepat untuk ditujukan kepada istrinya yang sangat tidak tahu diri itu.


Dia pikir aku bodoh. Setelah apa yang diperbuat padaku dan anak-anakku, aku tidak bisa memaafkannya. Terserah kalau dia mau membawa Jack bersamanya, tetapi untuk William. Dia akan tetap bersamaku.


"Kamu baru terbangun dari mimpi panjang atau memang sedikit amnesia? Berpuluh-puluh tahun kamu menipuku dan menghancurkan kebahagiaan orang lain, sekarang kamu meminta maaf begitu saja? Apa itu sebanding dengan perbuatan yang kamu lakukan pada Veronica? Atau, kamu sengaja menciptakan drama ini untuk kebahagiaanmu sendiri dengan berpura-pura baik kepadaku?"


"Aku tidak bermaksud seperti itu, Darius. Aku hanya membalas rasa sakit hatiku kepada Veronica. Itu saja." Lavina sedang berjuang untuk mendapatkan maaf dari suaminya.


"Aku tak perlu berbicara panjang lebar lagi. Kamu cukup tahu apa yang akan kukatakan. Aku tidak akan pernah memaafkanmu setelah kejadian masa lalu yang sangat fatal ini."


Tentu saja Lavina terdiam dengan ucapan suaminya. Salah memang, sudah terlanjur berantakan seperti ini. Darius menutup pintu maafnya dengan rapat. Dia ingin agar istrinya itu sadar akan perbuatan masa lalunya yang membuat orang lain menderita.


...🌹🌹🌹...


Hai akak readers, Emak mampir lagi untuk merekomendasikan karya keren milik Eveliniq. Jangan lupa mampir 😍


Cinta Online by Author eveliniq


Terima kasih. Miss you all 🙏🏻🙏🏻😍😍😍


__ADS_1


__ADS_2