
Setelah dua hari menghabiskan waktu di rumah orangtua Juna akhirna Juna dan Rayna berpamitan pulang, besok Senin mereka harus sudah mulai bekerja seperti biasa.
"kenapa ga besok aja sekalian dari sini berangkat ke kantornya" mama rita selalu saja mencari alasan supaya rayna dan juna tetap menginap di rumahnya.
"mama aku ga bawa baju kantor juga laptop dan semua berkas-berkas kantor yang harus di bawa besok masih ada di rumah, insha Allah kita akan sering main ke sini, mama jangan sedih dong" rayna pun memeluk mertuanya dengan penuh rasa sayang.
"kalo gitu kami pamit pulang dulu Assalamu'alaikum"
akhirnya Juna dan Rayna pun pamit pulang ke rumah mereka.
saat dalam perjalanan pulang.
"sayang apa ada yang ingin kamu beli kita bisa mampir dulu atau kamu mau kita jalan-jalan dulu menghirup angin malam, tanya juna"
"tidak...aku hanya ingin cepat sampai"
"Baiklah kalau begitu, "setelah tiba di rumah rayna langsung melenggang masuk ke dalam kamarnya, juna menatapnya dari belakang selama berada di rumah orangtuanya rayna selalu saja menghindari dirinya.
lima belas menit kemudian juna pun mengikuti rayna masuk ke dalam kamar di lihatnya rayna sedang melakukan sholat isya.
" biasanya dia akan selalu menunggu aku sholat berjamaah, sikap rayna kepadaku benar-benar berubah"
Juna pun berlalu pergi ke kamar mandi membersihan diri setelah dia keluar dia melihat rayna sudah terlebih dahulu berbaring di kasur.
__ADS_1
"sayang kamu sudah tidur, sapa juna"
tidak ada sahutan dari Rayna.
juna pun menghirup nafas dalam kapan ia akan punya kesempatan untuk bicara dengan rayna meluruskan segala kesalahan ini. Setelah juna selesai melaksanakan sholat isya ia pun bergerak naik ke atas kasur mendekati rayna di peluknya tubuh rayna dari belakang dia benamkan wajahnya tepat di punggung rayna.
awalnya hening tidak ada sepatah pun kata keluar dari mulut Juna ataupun Rayna tiba beberapa saat kemudian samar terdengar suara isakan juna di belakang punggung rayna.
Rayna pun terbangun.."
"bang juna," rayna membalikan tubuhnya menghadap suaminya, di lihatnya juna yang sedang terisak hatinya ikut teriris melihat Juna yang seperti ini.
Untuk pertama kalinya selama mengenal Juna, Rayna melihatnya menangis tersedu seperti itu.
" abang ada apa kenapa abang menangis seperti ini"
"sayang.." juna menggenggam tangan rayna.
"abang tau abang banyak salah sama kamu tapi abang tidak ingin kamu diam seperti ini, lebih baik kamu marah atau bila perlu kamu pukul abang, abang tidak apa asal jangan kamu mendiamkan abang seperti ini abang merasa kalau abang laki-laki yang tidak berguna abang merasa tidak ada artinya buat kamu.
Setelah mendengar penuturan suaminya Rayna segera memeluk juna.
"aku tidak bermaksud mengabaikanmu tapi aku hanya merasa kurang percaya diri di hadapanmu"
__ADS_1
Juna pun melepas pelukan rayna di lihatnya wajah istrinya ada genangan air mata di sudut matanya
"apa yang membuat kamu tidak percaya diri?"apa setelah kamu melihat foto dan surat itu, abang sudah bilang bantu abang melupakanya, abang tidak mau kamu terus-terusan tersiksa menyalahi dirimu sendiri beri abang kesempatan menjadi suami yang baik buat kamu,abang menyayangi kamu!! tegas juna.
"Aku tahu abang menyayangiku tapi aku tahu abang juga masih sangat mencintai dia walaupun abang tidak mengatakanya"
Juna menunduk ia tidak bisa berbohong memang benar kalo hatinya masih mencintai Amanda, cintanya terlalu dalam hingga ia tidak bisa secepat itu bisa melupakan kekasihnya itu.
"Jujur hingga saat ini abang belum bisa melupakanya Rayna,abang sangat mencintainya tidak mudah bagi abang bisa melupakan semuanya tapi abang akan berusaha melupakanya"
"Aku tidak akan memaksa abang untuk melupakanya kalo itu terasa berat bagi abang aku rela mundur, aku tidak ingin abang terluka, mencintai seseorang bukan berarti harus memiliki, aku akan berlapang dada jika abang ingin kembali kepadanya.
Juna menatap mata Rayna.
"Sayang apa yang kamu katakan kamu tidak bisa bicara seperti itu, Manda dan kamu berbeda, kamu istriku dan Manda mantan kekasihku"bentak Juna.
"Aku tau abang sangat mencintai Manda tidak mudah melupakanya dia wanita yang begitu sempurna hidupnya begitupun karirnya dia pantas mendampingi abang, aku hanyalah orang ketiga yang hadir dalam hidup abang.
Tanpa aba-aba Juna langsung ******* bibir Rayna,ia tidak ingin lagi mendengar apapun dari mulut Rayna, bukan hanya Rayna dan Manda yang tersakiti begitupun dirinya yang kini terjebak dalam cinta segitiga. Malam itu Rayna dan Juna sama-sama merasakan kembali cinta yang begitu menggebu walau di sudut hati Rayna yang terdalam tersimpan perasaan perih. Malam yang panjang yang menghangatkan kembali rasa kasih sayang sepasang suami istri.
Di balik selimut tebal yang membungkus tubuh mereka berdua Juna mendekap era tubuh Rayna.
"Sayang, abang tidak mau mendengar lagi kamu bicarakan tentang perpisahan karna sampai mati pun abang tidak akan melepaskanmu".Kita akan bersama-sama melewati ini semua,tetaplah berada di samping abang selamnya abang mencintaimu Rayna.
__ADS_1