
Sudah satu minggu ini Juna selalu membelikan segala kebutuhan Rayna melalui Arya,, Raya sama sekali tidak tahu kalo semua pemberian Arya itu sebenarnya dari suaminya.
"Arya lu jangan berlebihan deh gw jadi ga enak nih semua kebutuhan hidup gw lu bantuin gw masih punya simpanan ko lu jangan khawatir"
Rayna merasa perhatian Arya terlalu berlebihan tidak mungkin Arya mencintainya Rayna tahu betul siapa Arya.
"Gw ikhlas bantuin elu Rayy,, secara kan lu udah pisah sama suami lu pasti lu berjuang sendiri buat neghidupin diri lu gw bantu-bantu semampu gw aja"
"iya tapi gw jadi ga enak nih gw masih mampu ko ngehidupin diri gw sendiri atau jangan-jangan lu suka sama gw ya goda RaynaRayna sambil tersenyum jail"
"idihh najis gw suka sama bini orang perawan juga masih banyak yang mau sama gw,,lu jangan geer gw cuma mau kasihan sama lu"
Arya tahu semenjak Rayna dan Juna berpisah Rayna mengembalikan semua fasilitas pemberian Juna mulai kartu debit rumah walaupun Juna tidak pernah memintanya kembali. Rayna merasa ia tidak pantas menerima semua pembetian Juna karna hubungan mereka yang sudah berjarak.
Walaupun permasalahanya dengan Rayna tidak kunjung selesai tapi dalam hal bekerja Juna terlihat sangat serius,kerja kerasnya selama ini membuahkan hasil Juna di angkat mejadi seorang direktur suka cita memenuhi hatinya tidak sia-sia semua perjuanganya selama ini,,hanya saja tetap saja ia merasa ada yang kurang kebahagianya tidak ia rasakan bersama Rayna.
Malam minggu ini pihak perusahaan akan merayakan kenaikan jabatan Juna sekaligus merayakan kesuksekan kemenangan atas tender besar yang Juna raih.Ingin rasanya Juna mengajak Rayna untuk hadir mendampinginya tapi sepertinya itu tidak mungkin Rayna pasti akan menolak,, tapi setidaknya Juna harus membawa seseorang untuk menemaninya di acara perayaan tersebut.Dan pilihan itu jatuh pada amanda.
Juna berpikir tidak apa hanya sekedar menemani tidak ada salahnya.
Sabtu pagi Rayna terlihat malas-malasan di atas kasur tidak ada kegiatan yang dia kerjakan mau pulang kampung takut kedua orangtuanya menanyakan perihal Juna, mama Rita selalu menayakn kabar Rayna sesekali ia mengajak Rayna untuk menginap di rumahnya tapi Rayna selalu menolak dengan alasan sibuk dengan pekerjaan.
Tiba-tiba ada pesan masuk dari sahabatnya Arya.
"malam minggu daripada molor(tidur) mending jalan-jalan nyari angin malam bete gw di kosan"
"oke.. jemput gw ke kosan"
"iya.. "
__ADS_1
Sorenya Rayna sudah terlihat rapi selepas magrib Arya akan menjemputnya untuk sekedar hangout di cafe.
Sudah beberapa minggu ini ia tidak pernah lagi berkomunikasi dengan Juna no hpnya ia blok.. iseng-iseng ia membuka blokiran kontak Juna ketika ia membuka hatinya terasa sakit tidak ada satupun pesan dari Juna, Rayna merasa kalo Juna memang benar-benar telah melupakanya.Tidak lama kemudian terdengar suara klakson motor Arya dengan langkah cepat Rayna keluar dari kosanya ia segera mengunci pintu kamar kosanya.
"Bawa jaket jangan cuma pake baju itu aja nanti dingin pulangnya malam" teriak Arya
"Ribet,,gapapa pake ini aja cuaca Jakarta lagi panas gampang gerah" sela Rayna
malam ini Rayna terlihat memakai kemeja lengan panjang warna putih tulang celana jeans gelap serta sepatu sporty walau tidak terlihat feminin tapi ia merasa nyaman tidak mungkin ia akan memakai dress kalo di bonceng motor.
Hampir satu jam perjalanan dari kosan Rayna ke cafe yang di tuju,tempatnya terlihat sangay cozy banget bagus buat nongkrong anak-anak muda selain luas dan nyaman dekornya juga instragameble banget.Banyak sekali orang-orang yang datang.Dari kejauhan Rayna melihat kerumunan orang seperti akan ada sebuah acara.
Karyawan cafe seperti terlihat sibuk menyiapkan segala sesuatunya tidak lupa Juga ada homeband yang akan mengiringi acara tersebut.Rayna dan Arya memilih tempat yang agak pojok mereka tidak suka terlalu terlihat,,,
Setelah selesai memesan Rayna tampak sibuk mengotak atik hpnya waktu sudah menunjukan pukul 19.30 terlihat banyaknya orang yang mulai berdatangan masuk ke cafe sepertinya itu adalah undangan yang akan menghadiri acra di sana.
"kayanya ada perayaan rame banget di sana" ujar Arya
Rayna sama sekali tidak mendengar celotehan Arya pikiranya fokus kepada Juna sampai hati Juna bersikap seperti itu kepadanya.Perpisahanya belum resmi kita masih pisah ranjang untuk intropeksi kesalahan masing-masing tapi Juna sudah menunjukan kalo ia benar-benar ingin kembali pada Manda.
"gw ke toilet dulu" ucap Rayna
Ia sengaja mengendap ke arah kerumunan orang-orang disana ingin menyaksikan apa yang sedang mereka lakukan.Ia melihat Juna ada di tengah-tengah panggung kecil banyak sekali yang mengucapkan selamat sambil berwefie ria tidak ketinggalan manda yang selalu ada di sisinya.
"maaf mba mau tanya ada acara apa ya..??" Rayna semakin penasaran ia tidak bisa hanya sekedar melihat
"ohh ini acara perayaan pak Juna beliau di angkat jadi direktur.. "
Rayna terkaget ia ikut senang mendengar pencapaian suaminya,, tidak sia-sia kerja kerasnya selama ini
__ADS_1
"ehmm.. lalu wanita yang bersamanya siapa ya mba"
Pura-pura Rayna menanyakan kehadiran amanda apa status dia di sisi Juna.
"Saya dengar kabarnya itu calon istrinya mba,, cantik ya mereka memang pasangan serasi wanitanya cantik pa Junanya ganteng"
Betapa kaget Rayna mendengar kabar kalo Manda adalah calon istrinya Juna hatinya benar-benar remuk redam.Juna sudah melupakanya,, di hari perayaan pengangkatan jabatan Juna tidak berusaha memberitahu dirinya, dia merasa sudah tidak di anggap istri lagi oleh juna,tanpa terasa air matanya jatuh membasahi pipinya.Rayna segera beranjak meninggalkan kerumunan itu hatinya sudah benar-benar hancur.
Arya melihat Rayna melintas di depanya dengan berurai air mata.Segera ia menyusul Rayna.
"Rayy.. lu kenapa"
"jangan ikuti gw, gw pengen sendiri"
"iya.. tapi lu kenapa ada masalah??"
Rayna berlalu pergi ia tidak menghiraukan panggilan Arya dari belakang ia segera menyetop taxi yang lewat di depanya segera ia masuk ke dalam taxi tersebut.
"jalan pa"
Arya menatap taxi yang membawa Rayna pergi ia pun segera masuk kembali untuk memastikan ada apa sebenarnya setelah masuk Arya melihat Juna dan Manda.Sial dasar brengsek enggak ada henti-hentinya ia menyakiti Rayna tau gitu gw gak mau bantuin dia lagi.Arya merasa kesal kepada Juna sikapnya seolah labil tidak bisa menentukan sikap.
Berkali-kali Arya menghubungi Rayna tapi tidak di angkat. Ia merasa khawatir kepada sahabatnya. Arya pun segera menyusul ke kosan Rayna tapi penjaga bilang Rayna belum pulang sedari tadi pergi bersamanya.
"Rayna kamu kemana.. "
Keesokan harinya Arya mencoba mendatangi lagi kosan Rayna tapi penjaga kosan bilang bahwa Rayna tidak pulang dari semalam.Kemana dia pergi hp nya tidak bisa di hubungi.
"kemana kamu Rayna... "
__ADS_1