
Tiga minggu sudah pasca Rayna keguguran. Sekarang ia sudah terlihat lebih baik.Keluarga Rayna pun sudah kembali ke kampung halamanya, ayahnya tidak bisa berlama-lama tinggal di Jakarta karna ia harus segera kembali beraktifitas.Tugasnya sebagai guru di salah satu SMA negri membuatnya begitu sibuk.
Juna sendiri sebagai suami selalu memberikan suport dan motivasi kepada istrinya, ia berjanji kepada dirinya sendiri akan menebus sumua kesalahanya kepada Rayna,ia tidak akan pernah menyakiti hati istrinya lagi, kehilangan calon buah hatinya telah membuatnya berubah menjadi laki-laki yang lebih baik lagi.
"Abang,,, bolehkah aku bekerja lagi? masa cutiku sudah hampir habis, aku harus segera kembali bekerja"
"Sayang,, bukanya ga boleh tapi apa kondisi kesehatan kamu sudah benar-benar baik?"
Sebenarnya hati Juna tidak mengijinkan Rayna untuk bekerja kembali tapi melihat kondisi Rayna yang seperti ini mungkin dia butuh hiburan atau kebebasan bersama teman-temanya,tidak mungkin juga ia akan mengurungnya terus di rumah membiarkan kesedihan terus menghantui perasaan istrinya.
"Aku sudah merasa baikan,,, lagian aku sudah terlalu lama cuti bekerja, untung saja perusahaan baik memberikanku kebijaksanaan"
"Baiklah kalo itu yang kamu mau, abang izinkan!!
tapi ingat kamu harus menjaga diri kamu baik-baik tidak boleh terlalu cape"
Akhirnya hari Senin pun tiba Rayna sudah sangat bersemangat untuk kembali memulai aktifitas seperti biasa, dua bulan lamanya ia menjalani hari-hari yang begitu sulit,seakan ingin mencari udara kebebasan Rayna tampak bahagia bisa kembali bekerja.
Juna mengantar Rayna pergi ke kantor.
"Nanti sore abang jemput jangan pulang sendiri ok"
__ADS_1
"Iya abang,,, salim dulu hati- hati di jalan jangan ngebut-ngebut" timpal Rayna.
"Iya,,,, sini abang kasih morning kiss dulu biar semangat kerjanya".
Rayna tersenyum melihat sikap suaminya, ia bahagia setelah badai rumah tangga melanda kini tinggal pelangi yang datang pada kehidupanya.
Rayna bergegas masuk ke ke dalam lift lantai lima, hatinya terasa berdebar setelah sekian lamanya ia off bekerja sekarang ia mulai menjalani aktifitas kembali saat ia membuka pintu ruangan kerjanya ia melihat Arya sedang bercengkarama dengan rekan-rekan kerja yang lain.
"Assalamualaikum.. sapa Rayna"
Arya pun menoleh ia sangat kaget melihat kedatangan Rayna.
"Rayna... oneng lu sehat" Arya pun begitu senang melihat sahabatnya kembali bekerja.
"Alhmdlh baik,,, tapi semenjak lu ga masuk busyettttt kerjaan gw jadi dua kali lipat,,posisi lu jadi Sekretaris pak Rio udah diganti ama yang lain jadi lu kayanya masih standbay disini"
"Alhmdlh deh kalo gitu,,, lagian gw udah nyaman kerja di divisi ini apalagi bareng sama lu,saat ini gw bener-bener butuh temen yang bisa ngehibur gw"
"lu pikir gw pelawak"
"Ya bukan gitu Arya,, ahh lu tuh kaya ga ngerti aja"
__ADS_1
"Ya udah,,, sekarang waktunya kerja,ini gw kembaliin lagi tugas-tugas elu nah sebelum lu kerja mending lu laporan dulu sama pak Yoga setor muka deh kalo lu udah kembali masuk,nanti sesi curhatnya pas jam makan siang lu mau curhat sampe ngebusa pun gw dengerin hee.. hee.. "
"Nah ini yang bikin gw kangen sama lu,,, ya udah gw ke ruangan pa Yoga dulu".
Rayna pun masuk ke dalam ruangan pa Yoga tidak berselang lama ia pun keluar dengan wajah berseri.
" Idih keluar dari pa ruangan pak Yoga senyum-senyum gitu kenapa neng dapet undian"ledek Arya.
"Ga ada apa-apa gw cuma seneng ternyata pak Yoga ga mempermasalahkan gw yang ngambil cuti sampe dua bulan"ucap Rayna sambil berlalu ke meja kerjanya.
"Ya pasti lah ga jadi masalah toh yang rekomendasikan lu buat ngambil cuti lama pak Rio sendiri,,itu artinya lu itu karyawan kesayangan dia"bisik Arya.
" Kerja-kerja ghibah mulu".Rayna cepat-cepat memotong pembicaraan Arya ia tidak ingin teman-teman yang lain mendengarnya, bisa-bisa jadi ia jadi bahan gosip anak-anak yang lain.
Tiba jam makan siang Rayna dan Arya bergegas pergi ke kafetaria yang berada di sebrang kantor, di saat ia memesan makanan tidak sengaja Rayna melihat pak Rio melintas depan mejana, sesaat pandangan mereka bertemu ia pun menganggukan kepalanya tanda hormat kepada atasanya itu.
Rio memilih duduk di meja dekat ujung ruangan, tempatnya yang hanya tersekat kaca tembus pandang memudahkan ia bisa melihat ke arah Rayna sedangkan tempat Rayna sendiri tiba bisa melihat ke arah Rio.
Rio menatap lama ke arah Rayna hatinya terasa perih, ibarat kata sakit tidak berdarah mungkin itu kata yang pantas ia sematkan atas perasaanya.Di saat ia pertama kali menyukai seorang wanita di saat itu pula ia harus merasakan patah hati.
"Ternyata Rayna sudah bersuami,aku kira dia seorang gadis single lugu dan polos tapi tidak ku sangka ternyata dia seorang istri dari seorang laki-laki tampan dan mapan.Pupus sudah harapanya untuk bisa menjalin hubungan lebih dengan Rayna.Itulah alasan kenapa aku tidak jadi menjadikan dia sekretaris pribadiku, aku tidak ingin sakit ini terlalu dalam, aku tidak ingin dia mengetahui perasaanku, aku harus bisa bersikap senormal mungkin di hadapanya, jangan sampai dia melihat aku seperti laki-laki bodoh.
__ADS_1
Biarlah cinta ini aku kubur dalam-dalam".