GERHANA CINTA

GERHANA CINTA
mendung di pagi hari


__ADS_3

Pagi itu Juna terlihat masih bergelung dalam selimut cuaca pagi yang dingin karna dari subuh hujan sudah turun membuat Juna enggan untuk beranjak dari tempat tidur, setelah melakukan ibadah subuh Juna kembali merebahkan tubuhnya di atas kasur sedangkan Rayna sendiri ia sudah sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan untuk suaminya.


"udah jam 7 bang Juna masih belum bangun juga"


Rayna pun lalu masuk ke dalam kamarnya ia segera mendekati suaminya yang masih terlelap tidur.


"abang udah siang mau kerja ga...?"


"ehm.... "


Terlihat Juna hanya menggeliat sambil menarik kembali selimut yang ia pakai.


"abang.. " Rayna kembali membangunkan suaminya tapi apalah daya Juna malah menarik dirinya untuk ikut tidur bersama.


"pengen gini aja males kerja hujan dingin,enak kalo pelukan gini anget"


"abang mau kerja ga...?kalau ga kerja ya udah aku mau lanjutin ke dapur lagi"


"udah di sini aja di dapur kan ada bi ipah,, abang berangkat agak siangan aja badan abang serasa pegal banget"


"gimana ga pegel kerja malem kaya kerja rodi.. "


"hee.. hee.. abisnya kamu bikin abang ga bosen malah pengen nambah lagi sekarang mumpung dingin enak kayanya yu... "


"ga mau ahh ada bi ipah malu udah siang juga malah pengen begituan"


"bi ipah di dapur ini dia ga akan sembarang masuk ke kamar, sekali lagi aja ya please" mohon Juna sambil menangkupkan kedua tanganya Rayna yang melihat tingkah gemas suaminya mau ga mau akhirnya luluh juga.


"tapi bener ya cuma sekali udah itu terus mandi aku udah siapin sarapan"


"iya.... " Dengan semangat akhirnya Juna kembali melakukan olahraga pagi bersama istri tercinta di kamarnya, janji hanya tinggal janji bukan satu atau dua kali Juna sudah sampai berkali-kali melakukanya.


Tidak lama kemudian setelah aksi gulat selesai ia melihat Rayna yang terlelap tidur karna kecapean dengan penuh rasa sayang Juna mengecup kepala istrinya.


"makasih sayang,, maaf ya jika aku bikin kamu kelelahan seperti ini".


Juna lalu turun dari kasur dan beranjak pergi ke kamar mandi setelah itu ia berpakaian rapi walau cuaca tidak mendukung tapi tanggung jawab pekerjaan sudah menantinya, mau tidak mau ia harus pergi ke kantor tanpa membangunkan Rayna.


Tidak terasa Rayna tertidur sampai jam 11 siang.


"astagfirullah... udah jam berapa ini"


Saat melihat jam ia sangat terkejut niat cuma mau tidur sebentar malah jadi kebablasan mungkin karna cuaca dingin yang bikin tidurnya jadi lebih nyenyak.


Setelah bersih-bersih ia beranjak keluar untuk mencari suaminya.


"bi... lihat bang Juna?"


"mas Juna dari pagi udah berangkat kerja neng"


"kerja... "


Rayna merasa sangat bersalah disaat suaminya pergi kerja ia malah tidur.


"tapi dia bawa bekel yang udah saya siapin ga bi.. "


"enggak neng kayanya buru-buru soalnya pas lagi sarapan juga mas Juna terus di tlp ga tau dari mana"


"ohh ya udah nanti saya tanya dulu mau di bawain atau gimana mulai saat ini ga akan bikin kejutan lagi takutnya zonk kaya kemarin"


Tidak lama kemudian Rayna menelphone Juna, beberapa kali sambungan tidak di angkat Juna.


Akhirny Rayna memutuskan Juna yang menghubunginya, setengah Jam kemudian ponsel Rayna bergetar ia melihat suaminya yang menghubunginya.


"abang... kenapa ga bangunin aku sih jadinya aku merasa kehilangan"!


"sengaja abang ga bangunin kasian tidurnya nyenyak banget"


"trus kenapa bekel yang aku udah siapin buat abang ga di bawa lupa..?"


"bukan lupa sengaja pengen kamu datang ke kantor kita makan bersama di kantor, nanti abang suruh supir kantor jemput kamu ke rumah sekarang kamu siap-siap"


"ohh gitu ya udah aku siap-siap dulu"

__ADS_1


"ya.. Hati-hati di jalan y sayang"


"ya abang sayang"


"apa sekali lagi.. "


"apa.. "


"barusan kamu bilang apa,, coba sekali lagi"


"iya abang sayang.. "


"ah manisnya... oke abang tunggu sayang muachhh"


Juna pun menutup sambungan telephonenya.


Ia senyum-senyum sambil mengingat wajah merah istrinya karna aksinya tadi pagi.


Satu jam kemudian Rayna telah sampai di lobby kantor Juna.


"siang Pak mau bertemu pak Juna"


'ohh ya bu.. silahkan belum sempat Satpam itu melanjutkan pembicaraanya tiba-tiba dari dalam lift Rayna melihat Juna keluar.


"sayang udah lama.. "


"aku baru sampai... abang mau kemana??


" jemput kamu kesini sayang,, ayo kita ke ruangan abang"


Rayna lalu mengikuti Juna ke ruanganya setelah sampai ia pun segera membuka makanan yang ia bawa. Juna tampak semangat menyantap makanan yang di bawa istrinya.15 menit kemudian Juna sudah selesai dengan makanya.


"sayang jangan pulang dulu ya.. "


"laah emang mau ngapain lagi nemenin abang kerja?"


"iya temenin,, pulang juga mau apa sendirian di rumah kalau mau istirahat bisa tidur ada ruang khusus kalau abang lagi cape"


"hemm.... " ucap Rayna sambil membereskan bekas makan suaminya.


"sayang bentar ya abang ngecek dulu laporan... "


"iya,, jangan merasa terganggu karna aku santai aja.. "


20 menit Juna fokus dengan pekerjaan ya setelah itu ia melirik ke arah istrinya yang sudah tertidur di soffa sambil memeluk perutnya.


Juna pun lalu menghampiri Rayna, ia mengusap kepala istrinya setelah itu ia mencium kening dan bibir Rayna.


Di saat Juna sedang mencium bibir Rayna tiba-tiba salah satu teman kantornya Bella masuk tanpa permisi.


Tampak wajah Juna yang memerah menahan kesal ketika itu juga Rayna terbangun.


"bisa ga sih kalau masuk ketuk pintu dulu, gw kan atasan elu"


"sorry... gw ga tau ada istri lu di dalem.. "


"lain kali mau ada istri gw atau enggak kalau mau masuk ketuk dulu ga sopan tau" ujar Juna sambil beranjak duduk di kursi kerjanya.


Rayna yang melihat perdebatan antara Juna dan Bella hanya bisa diam tidak ingin ikut campur.


"ya sorry... maaf gw bener-bener ga tau ada istri lu di dalem lagian kalau mau gituan di rumah bukan di kantor,, kurang puas maen di rumah" sindir Bella sambil melirik ke arah Rayna.


Rayna tahu jika sahabat suaminya ini tidak suka kepadanya mungkin karna wanita ini menaruh perasaan lebih kepada suaminya.


Rayna hanya diam tidak ingin membalas semua ucapan Bella.


"itu bukan urusan lu mau gw cium istri gw di manapun dan kapanpun itu hak gw kita suami istri sah aja mau ngelakuin apapun juga,,, " umpat Juna


"cepet sini gw liat laporan lu jangan salah lagi udah berapa kali lu revisi laporan ini,,, gw juga banyak kerjaan ga cuma ngurusin satu kerjaan doang"


Wajah Bella yang di tekuk karna di maki Juna benar-benar membuat Rayna jadi ga enak hati.


"satu jam lagi kita meeting lu kasih tau semua staff yang lain"

__ADS_1


"iya... "


Bella pun berlalu keluar sambil sedikit membanting pintu.


"astagfirullah.... " Rayna tampak kaget melihat Bella yang sedikit membanting pintu.


"anak itu emang keterlaluan,, mentang-mentang dulu ia partner kerja jadi ngelunjak bawaanya"


"udahlah bang jangan terus di bahas aku pusing dengernya.. lagian wajar kalau dia seperti itu aku rasa dia cemburu kali sama aku lagian abang ngapain cium-cium aku pas tidur"


"abang tahu dia suka sama abang dari dulu cuma abang ga respon dia,,,males"


"ya males lah.. secara kan pacarnya dulu kelas berat ga akan seimbang sama dia" sindir Rayna.


"mulai..... mulai.... bukan gitu sayang"


"udah ahh.. aku pulang aja yah gara-gara ada aku abang jadi berantem sama dia"


"jangan dong selesai meeting kita langsung pulang abang janji, kalo ngantuk kamu istirahat aja yukk.. "


Juna pun membawa Rayna ke ruangan khusus tempat dirinya istirahat.


"wahh enak banget kalau mau tidur udah ada kasurnya"


Rayna pun duduk di pinggir kasur sambil membelai-belai kasurnya.


"yank mumpung ada waktu kita bobo bareng yuk... "


"hah.. bobo bareng apa..?"


"abang kan lagi kerja jangan macam-macam dehh aku ga mau mandi disini"


"idih emang abang mau ngapain gitu,, cuma ngajak tidur bareng aja ga akan ngapa-ngapain geer ya kamu"


Wajah Rayna tampak memerah ia merasa malu karna sudah menyangka bakal terjadi yang enggak-enggak.


"tau ahhh.... " Rayna segera merebahkan tubuhnya sambil membelakangi Juna.


Juna tahu Rayna marah ia coba rayu sambil mencolek pinggang Rayna.


"diem ahh.."


"sayang... ko ngambek sihh emang abang salah apa" goda Juan


"tau ahh.. udah sana kalau mau kerja jangan ganggu aku mau tidur" ketus Rayna.


"ko ngambek gitu,, emang bener kan trus salah abang dimana abang cuma ngajak bobo bareng bukan mau ngajak gulat bareng jangan-jangan kamu yang mau ya"


Semakin Juna menggoda semakin Rayna merasa tersudut dan sakit hati.


"sayang... "


"sayang... "


Juna pun ikut naik ke atas kasur dan melihat wajah Rayna dari samping.Ia melihat hidung Rayna merah dan pipinya basah karna air mata, ternyata Rayna nangis.


"sayang abang bercanda... jangan nangis dong'


Seketika itu juga Juna memeluk tubuh istrinya dari samping.


" abang cuma bercanda... beneran sumpah abang becanda"


"bercandanya ga lucu di kira aku yang mau gituan kan aku gatau maksud abang bobo bareng apaan kirain ngajak gituan"


"iya.. abang minta maaf balik sini dong"


Rayna pun akhirnya bangun dan mengusap air matanya.


"kamu ko jadi sensitif begini yah susah di ajak becanda sekarang... hee.. hee..."


Rayna mencubit pinggang Juna dengan keras.


"istri lagi hamil terus aja di ledekin nihh rasain"

__ADS_1


"aw... sakit yank... sakit... aw.... yankkk... "


__ADS_2