
Hari ini Rayna berasa enggan pulang ia merasa kesal terhadap Juna, kenapa dia tidak membelanya sedikitpun membiarkan dia di cemooh teman-temanya di banding- bandingkan dengan Amanda,sehina itukah dirinya apa karna ia tidak cantik tidak kaya dan tidak berkelas seperti Amanda sehingga di anggap seperti sampah. Ini baru awal permulaan sang aktris utama saja belum muncul ya Amanda masih ada di negara Jerman tapi aura persainganya sudah terasa.
"Sudah jam lima Ray.. lu ga kan pulang" Arya datang menghampiri meja kerja Rayna.
"Gw males pulang, gw ngerasa kesel banget sama bang Juna kira-kira gw nginep dimana ya"
"Jangan gitu, lu tuh kan seorang istri dosa lu pulang kerja terus ngayap mana ga izin suami dulu"
"Laga ku udah kaya ustadz aja,pake ceramahin gw segala, gw juga tau cuma masalahnya gw lagi ga mau ketemu sama bang Juna hati gw tuh euhhh gendok pisan (dongkol banget).
Tiba-tiba HP Rayna berdering di lihatnya ada nama Arjuna tertera disana.
" Laki gw nlp males banget gw angkatnya juga udah lah biarin aja, gw lembur aja beresin berkas yang belum kelar secara besok gw kan udah pindah jadi divisi kalo lu udah mau balik ya udah duluan aja gw gapapa sendiri"
Arya mengehla napas dalam "semangat banget yang mau pindah divisi awas lu jangan lupa sama gw, ya udah deh kalo gitu gw balik duluan yah, awas loh nanti ada yang nemenin hihhh takut"
Rayna melempar gulungan kertas ke arah Arya,
"Dasar temen ga ada ahlak"
Tidak lama kemudian ada chat masuk dia liat dari Juna sengaja ia tidak membuka chat dari suaminya.
"Rayna kamu belum pulang? " sapa Rio
"Belum pak ini masih ada kerjaan yang belum selesai, apa ada yang bisa saya bantu pak"
"Enggak saya barusan lewat melihat ruangan kamu masih menyala saya penasaran siapa yang masih kerja" padahal Rio tahu bahwa Rayna belum pulang ia tadi tidak sengaja mengintip dari balik pintu.
"Bapak ga pulang" tanya Rayna ragu-ragu.
"Saya akan menunggu kamu bekerja, mulai besok kamu sudah menjadi bawahan saya langsung setidaknya kita akan belajar menjadi partner dalam pekerjaan, kamu jangan merasa terganggu silahkan saja bereskan pekerjaan kamu'.
" Bagaimana saya tidak terganggu niat pengen sendiri eh malah di temani atasan batin Rayna.. "
__ADS_1
Dua jam kemudian tepatnya pukul tujuh malam semua pekerjaan Rayna selesai, ia mulai membereskan berkas-berkas yang akan ia serah terimakan kepada Arya besok.
"Kamu sudah selesai, kalo gitu biar saya antar kamu pulang, tidak baik anak gadis pulang malam"
'Bapak tidak perlu repot-repot saya bisa pulang sendiri lagian ini masih jam tujuh malam masih siang"
Rayna berusaha menolak dengan halus ia merasa segan bila bosnya mengantarkan pulang.
"Tidak apa kita searah sekalian kita bisa makan terlebih dahulu"
"Bagaimana ini menolaknya bang Juna di rumah bisa marah kalo aku pulang larut malam seperti ini apalagi di anterin cowok kaya pak Rio.
Saat sedang berjalan beriringan di depan lobby kantor ia melihat Juna sedang duduk bersandar di dekat mobilnya sejurus mata Rayna dan mata Juna bertemu.
"Maaf pa saya sudah di jemput,, "
"Ohh oke kalo begitu sampai jumpa besok Rayna"
Ia pak.. bapak juga hati-hati di jalan."
Rayna pun menghampiri suaminya.
"Abang sudah lama di sini?"
Juna seakan enggan menjawab dia hanya melirik ke arah Rio sambil menganggukan kepalanya.
Saat perjalanan pulang pun Juna seakan enggan bicara dia hanya diam membisu tidak ada sepatah pun kata keluar dari mulutnya, hatinya benar-benar terbakar api cemburu. Setelah tiba di rumah juna bergegas masuk ke dalam kamar sebentar dia merebahkan tubuhnya tidak lama kemudian ia bergegas masuk ke dalam kamar mandi di bantingnya pintu kamar mandi Rayna terkaget melihat amarah suaminya.Rayna terduduk di sofa kamar, ia menahan diri untuk tidak terpancing dengan sikap Juna.
Lima belas menit kemudian Juna keluar kamar mandi sekilas mata mereka bertemu Juna langsung membuang muka,, dirinya begitu emosi melihat Rayna bersama pria lain,ingin rasanya dia membanting semua barang yang ada di kamarnya untuk meluapkan segala amarah di dada.
"Abang kenapa abang marah-marah ga jelas seperti ini"
Juna tidak menjawab sama sekali sebaliknya dia malah membanting pintu kamar dan pergi berlalu keluar dari kamarnya. Rayna sampai mengelus dada.
__ADS_1
"Astagfirullah,,,,ada apa dengan suaminya?
apa karna ia terlambat pulang atau karna dia terlalu lama menunggu tapi aku tidak tahu kalo dia datang menjemput, lalu ia sadar chat WA Juna yang tadi tidak sempat ia baca ternyata Juna sudah menunggu dari jam empat sore.
Akhirnya Rayna pun bergegas membersihkan diri ia ingin tahu ada apa dengan suaminya sampai dia semarah itu padanya, tidak lama kemudian ia pun beranjak keluar menghampiri Juna.Ia duduk persis di depan Juna.
"Abang coba abang jujur ada apa?kenapa abang marah-marah ga jelas seperti ini, apa aku melakukan kesalahan apa karna aku terlambat pulang kantor sampai membuat abang seperti ini"
Juna menatap ke arah Rayna ia pun tersenyum sinis.
"Benar kamu ingin tahu,,bentak Juna"
Aku ingin tahu apa yang kamu lakukan di kantor berdua dengan bos tampannu itu,di saat karyawan lain sudah pulang tinggal kalian berdua disana aku menunggu kamu tiga jam, aku tlp kamu tidak di angkat aku chat WA kamu tidak di bales atau kamu sedang sibuk bermesraan dengan bosmu itu"
Degg hati Rayna bagai teriris pisau tajam mendengar tudingan Juna, matanya menatap tidak percaya Juna laki-laki manis yang dia cintai akan berkata seperti itu hatinya benar-benar sakit, tanpa dia sadari air matanya mulai menetes membasahi pipinya.
"Atas dasar apa abang menuduh aku seperti itu?apa abang pikir aku wanita murahan yang mau menjajakan diri kepada bos-bos besar.Aku tidak serendah itu"
"Mana aku tahu,aku tidak mengenal kamu sebelumnya kita menikah karna dijodohkan orangtuaku kamu yang menginginkan pernikahan ini di saat aku sedang membangun mimpi bersama Manda kamu hadir dalam kehidupanku, selama ini aku sudah berusaha menjadi suami yang baik menyayangi kamu mencintai kamu tapi apa balasanya kamu malah mengincar bos kamu apa aku, apa aku kurang tampan kurang mapan atau kamu kurang kasih sayang dari aku sampai kamu mencari kesenangan di luar sana"
Emosi Juna tidak terkontrol semua perkataan buruk ia lontarkan kepada Istrinya Rayna.Rasa cemburu buta telah menghilangkan akal sehatnya.
Rayna terdiam mendengar semua ucapan Juna hatinya benar-benar hancur untuk kedua kalinya, begitu tega Juna mengatakan semua itu kepadanya.
Rayna tersenyum sinis mendengar semua kata-kata Juna.
"Puaskah hati abang setelah mengeluarkan semua perasaan abang,masih adakah yang ingin abang sampaikan aku akan mendengarnya"
Rayna menatap mata Juna air matanya sudah penuh menbanjiri wajahnya.
"Maaf aku minta maaf,,, aku benar-benar minta maaf jika ini semua salahku,maaf kalo kehadiranku telah menghancurkan impian abang bersama Amanda,
aku minta maaf,hanya satu yang harus abang tahu sehancur apapun aku juga hatiku aku tidak pernah dan tidak akan pernah mencari kebahagian atau bersandar pada laki-laki lain.
__ADS_1
Rayna pun beranjak pergi ke kamar yang dulu tempati sewaktu pertama kali datang ke rumh Juna.Ia kunci rapat-rapat dari dalam, tangisnya pecah begitu sesak dadanya ingin rasanya ia mati saat itu juga. Juna suami yang dia cintai sepenuh jiwa laki-laki yang jadi sandaran hidupnya telah menghancurkan hatinya berkeping-keping.