GERHANA CINTA

GERHANA CINTA
talak


__ADS_3

Aku merasa bingung dengan sikap pak Rio bagaimana mungkin dia menyatakan perasaan pada wanita hamil yang masih bersuami sepertiku. Aku tidak tahu harus mengatakan apa, merasa tidak enak hati,tapi melihat tatapan matanya sepertinya dia serius dengan ucapanya.Aku harus bagaimana...


"ehmm pak.. sudah malam aku harus pulang"


"tapi kita belum makan"


"tidak apa,, nanti aku bisa makan di rumah"


Pak Rio menatapku dengan dengan tatapan tajam aku tidak berani membalas tatapan matanya.


"baiklah kita takeaway aja makananya kamu bawa pulang"


"iya pak.. terimakasih"


Akhirnya pak Rio pun mengantarkan aku pulang ke kosan.


Sejak pertemuan pertama ku dengan pak Rio dia jadi sering menemuiku, aku bingung apa dia tidak bekerja di Jakarta atau bagaimana, dia menawariku untuk pindah tempat tinggal ke tempat yang lebih nyaman tapi aku menolak bagaimanapun aku masih istri sah bang Juna.Tidak baik menerima perhatian yang berlebihan dari laki-laki lain.


Usia kandunganku sudah menginjak tujuh bulan sampe detik ini aku tidak pernah bertemu lagi dengan bang Juna entahlah apa dia pernah mencariku atau tidak.


Terkadang hatiku merasa sakit sebegitu tidak berharganya aku di mata bang Juna aku selalu menangis memikirkan nasibku masa depan anaku.


Tiba-tiba hp ku berdering ku lihat Pak Rio yang menghubungiku.


"hallo... '


" Rayna sepuluh menit lagi aku jemput kamu siap-siap"


"hahh... kita mau kemana? "


"pokoknya kamu dandan secantik mungkin sebentar lagi aku sampai"


"selalu seperti itu dia itu bukan bos aku lagi tapi kenapa aku ga bisa menolak semua perintahnya"


Akhirnya Rayna bersiap ia tampak cantik dengan dres pendek warna peach Rambut yang di cepol minimalis dengan sisa-sisa rambut yang menjuntai di wajahnya di tambah makeup yang terlihat natural sungguh perpect.


Tidak lama kemudian suara hp berdering kembali Rayna melihat panggilan dari pak Rio.


"aku sudah di depan.. "


"iya bapak tukang perintah"


Ada perasaan nyaman bila bersama Rio tapi ia tidak boleh memupuk rasa kepada mantan atasanya itu ia sadar ia masih berstatus istri Juna.


Rayna pun keluar menghampiri Rio yang sudah menunggunya di depan pintu gerbang kosanya.


"pak... "sapa Rayna


Seketika mata Rio menatap Rayna jantungnya berdetak kencang bagaimana mungkin wanita hamil seperti dia bisa secantik ini,, aku memang mencintainya mau bagaimanapun dia tapi malam ini Rayna benar-benar cantik.


" pak... 'Rayna menggoyang-goyangkan lengan Rio


"ehh.. iya" Tiba-tiba Rio merasa gugup


"kita mau kemana pak.."


"ikut saja... ujar Rio, ia merasa seperti manusia bodoh tidak bisa menjawab pertanyaan simple Rayna.


" tapi kita ga jauh-jauh kan pak,, aku kan sedang hamil"


"tenang aja aku gak akan menculik wanita hamil nanti aku repot sendiri kalo aku culik"

__ADS_1


"ishhh bapak... aku serius pa jangan yang jauh-jauh ya bapak kan tau aku sudah menginjak tujuh bulan aku suka gampang cape"


"iya.. " Rio sesekali melirik ke arah Rayna andai wanita ini istrinya ingin rasanya Rio mendekap mencium memeluknya sepanjang hari,, Rayna ia memang wanita sederhana tapi ia memiliki daya pikat yang kuat.


"Kita sudah sampai... "


Mereka pun keluar dari mobil Rio.


"Pak aku baru tahu ada tempat sebagus ini"


Rayna menatap bangunan resto yang sangat cantik banyak sekali lampion-lampion indah bergantungan di taman yang asri tempatnya yang luas sangat nyaman.


"kamu suka??? "


"Aku suka pak.. terimakasih sudah membawa aku kesini"


terlihat binar bahagia di mata Rayna.


"aku sudah memesan tempat privat untuk kita berdua supaya kamu nyaman"


"kenapa harus privat di sini pun aku sudah nyaman pakk"


"aku ingin kamu nyaman Rayna.. tegas Rio"


"iya pak... "


Tidak lama kemudian pelayan resto pun datang


"aku pesan makanan yang paling enak" ujar Rio


Mereka pun menikmati suasana malam minggu Rayna pun nampak banyak tertawa seakan ia lupa dengan kesedihan hidupnya.


Rayna langsung terdiam,,matanya menatap tajam mata Rio begitupun sebaliknya Rio menatap tajam mata Rayna,,,Seketika Rayna sadar ia memalingkan wajahnya menghadap ke arah lain.


"terimaksih pa atas semua kebaikan bapak selama ini bapak benar aku harus bahagia demi anaku aku ingin melupakan semua masa lalu yang penuh dengan air mata"


"Rayna izinkan aku untuk membuat kamu bahagia aku tidak ingin melihat kesedihan lagi dalam hidupmu"


Perasaan Rio kepada Rayna semakin hari semakin dalam ia takut kehilangan Rayna lagi.


setiap satu minggu sekali Rio akan mengunjungi Rayna ia rela bolak balik perjalanan jauh hanya untuk Rayna.


Ya,, Rayna adalah wanita yang sangat ia cintai.


Hati Rayna benar-benar dilema hatinya mengatakan ia merasa nyaman dengan Rio tapi di hati yang paling dalam rasa cinta untuk Juna masih besar.


"pak sudah malam.. "


"baiklah kita pulang sekarang"


mereka pun beranjak pergi meninggalkan Resto itu.


Sesampainya di depan pintu gerbang kosan Rayna melihat ada sebuah mobil sedan hitam terpakir persis di sebrang depan kosanya, ia mengacuhkannya Rayna berpikir mungkin mobil tetangga di kosanya.


Rio mengantar sampai pintu gerbang kosan Rayna.


"terimaksih pak atas makan malamnya"


"iya.. cepat masuk sudah malam"


Sebelum sampai Rayna masuk ke dalam pintu gerbang tiba-tiba ada suara yang memanggilnya.

__ADS_1


"Rayna.... "


Degg.. hati Rayna bergetar ia seperti mengenal suara itu seketika Rayna dan Rio melirik orang yang memanggilnya.


Rayna menatap orang yang sudah ada di hadapanya antara rindu dan benci menjadi satu. Wajah orang yang selama ini selalu ia rindukan siang malam,, wajah yang telah membuat hidupnya seperti ini.. wajah yang sangat ia cintai dengan segenap jiwa raganya.


air mata Rayna seakan lolos membasahi pipinya ingin rasanya ia memeluk tubuh itu mendekap menciumnya mengatakan kalo aku rindu sangat-sangat merindukannya.Tapi rasa kecewanya mengingatkanya kembali apa pantas dia mendapatkan berjuta cinta darinya.


Juna menatap Rayna dengan rasa yang tidak bisa ia ungkapkan rasa rindu yang begitu besar membuatnya ingin memeluk wanita yang ia cari selama ini.Akhirnya wanita yang ia rindukan selama ini sudah ia temukan rasa bahagia mengisi rongga-rongga nadinya tiba-tiba


Matanya pun melihat ke arah perut Rayna yang sudah tampak besar hatinya seakan menceos ada rasa kecewa dan sakit hati yang sangat dalam.


Bibirnya terasa kelu lama ia menatap Rayna.


"a.... apa.. karna ini kamu meninggalkanku??Juna bertanya dengan tatapan mata ke arah perut Rayna.


" apa karna ini kamu ingin berpisah dariku" Juna tidak bisa menahan kesedihanya air matanya terus berjatuhan.Rayna tidak menjawab pertanyaan Juna ia hanya diam membeku.


'Kenapa Rayna... Kenapa..?? kamu tahu betapa gilanya aku mencarimu tapi kenapa harus seperti ini jawabanya Rayna, apa karna laki-laki ini kamu meninggalkanku kalo kamu mencintai orang lain kenapa kamu tidak jujur kenapa kamu membuat aku menderita seperti ini"Juna berteriak di hadapan Rayna.


Air mata Rayna terus mengalir membasahi pipinya seburuk itukah dirinya di mata Juna ia tidak ingin membela dirinya ia membiarkan Juna mengeluarkan segala perasaanya.


"Omong kosong apa yang kamu bicarakan" Rio benar-benar tidak tahan dengan semua perlakuan Juna kepada Rayna.


"kamu jangan ikut campur ini semua karna kamu,, sejak awal aku tahu kalo kamu menyukai Rayna


Juna berusaha mendorong Rio yang menghalangi Rayna dari pandangan Juna.


"apa kamu pergi meninggalkan aku supaya kamu bebas bisa menjalin cinta di belakang aku,,aku tidak menyangka kamu benar-benar keterlaluan Rayna.


Kamu tahu betapa aku menyayangi dan mencintai kamu berbulan-bulan aku berharap bisa bertemu lagi dengan kamu bisa kembali membina rumah tangga kita tapi aku salah kamu tidak sebaik yang aku pikir selama ini, aku pikir aku yang salah yang terlalu mengabaikan kamu tapi kenyataanya kamu pergi meninggalkanku karna ada laki-laki lain di hatimu.


Semakin deras air mata Rayna ia benar-benar sakit hati dengan semua ucapan Juna.Sudah tidak ada lagi yang perlu ia pertahankan percuma selama ini ia mencintai laki-laki seperti Juna.


"jawab aku Rayna kenapa kamu diam saja apa yang aku katakan benar??? bentak Juna"


"ya semua yang kamu katakan benar...PUAS...


semua yang kamu katakan benar adanya apalagi yang kamu tunggu ceraikan aku... "


Hancur sudah hati Rayna hati yang sudah rapuh kini telah hancur ia sudah tidak punya harapan apa-apa lagi


"Baiklah karna kamu sudah mengakuinya mulai saat ini aku talak kamu"


Degg... bagai di hantam meteor tubuh Rayna limbung seakan kakinya tidak mampu berdiri lagi tanganya memegang pagar tinggi seakan meminta bantuan untuk menopang tubuhnya yang telah hancur.


Melihat Rayna yang seperti akan terjatuh cepat-cepat Rio menahanya.Wajah Rio merah padam menatap Juna ingin sekali Rio menghajar laki-laki brengsek yang ada di hadapanya.


Rayna melepaskan pegangan tangan Rio ia berdiri sendiri tanganya masih memegang pagar besi ia berjalan limbung sambil berlalu masuk sebelum masuk Rayna sempat melihat ke arah Juna sambil tersenyum pedih.


"terimaksih atas semua luka yang abang berikan aku doakan semoga abang bahagia"


Setelah mengatakan itu Rayna pun pergi meninggalkan Rio dan Juna.


Juna pun berjalan menuju ke arah mobilnya sebelum masuk Rio memanggilnya.


"Hai Juna....


ingat kata-kataku suatu saat kamu pasti akan menyesal telah membuang permata yang sudah ada di genggaman tanganmu" ujar Rio


Akhirnya Rio pun masuk ke dalam mobilnya meninggalakna Juna yang menatap ya.

__ADS_1


__ADS_2