GERHANA CINTA

GERHANA CINTA
keputusan


__ADS_3

Malam itu Juna tidak terlihat kembali ke kamar Rayna entah kemana di pergi Rayna pun merasakan hal yang sama semalaman ia tidak bisa tidur sendiri di ruang perawatan bukan hal yang mudah, ada perasaan takut meliputinya. Tepat pukul 06.00 Rayna mulai tertidur karna rasa kantuk yang amat sangat karna semalaman ia tidak tidur. Juna pun terlihat masuk ke dalam kamar perawatan Rayna ia melihat Rayna yang sedang tertidur lelap ia mulai berjalan mendekati istrinya itu di lihatnya wajah Rayna yang tenang berbeda kalo ia bangun permintaan berpisah akan terus ia lontarkan sampai kapanpun Juna tidak akan melepaskan Rayna


semalaman Juna berpikir dan ia sudah memutuskan untuk segera mengakhiri hubunganya dengan Manda ia akan memberitahukan soal pernikahanya.Juna tidak ingin membuat istrinya terus tertekan, semalam Juna sudah menghubungi keluarganya tentang kondisi Rayna.Mungkin hari ini keluarga Juna akan datang sebaliknya Juna tidak memberitahukan kondisi keadaan Rayna kepada keluarga Rayna di kampung.


Dua jam sudah Juna menemani istrinya sesekali ia usap kening istrinya yang penuh dengan keringat tidak lama kemudian dua perawat masuk ke dalam ruangan.


"selamat pagi pak... maaf kami mau membersihkan ibu Rayna terlebih dahulu apa bapak mau tetap disini atau mau menunggu di luar,, karna kami akan mengunci sebentar pintu kamarnya ucap slah seorang perawat"


"saya disini saja ucap Juna tegas"


Tidak lama kemudian suster pun membangunkan Rayna untuk membersihkan tubuhnya.Rayna terkejut melihat Juna ada di depanya. Ia merasa risih jika Juna melihatnya mebuka baju satu persatu.


"kamu tidak usah malu abang suami kamu"


akhirnya Rayna pun selesai,ia kembali memakai baju dari rumah sakit.Tidak lama kemudian sarapan pagi pun datang.


"ibu sarapanya dihabiskan ya.. dan ini obat yang harus di minum bapaknya bisa di bantu ibunya untuk makan"


"iya Sus.. terimakasih"


Pagi itu Rayna tidak banyak bicara ataupun bertingkah ia menurut saja ketikan Juna menyuapi nya dan memberinya obat, setelah selesai Rayna kembali berbaring Juna menarik selimut untuk menutupi tubuh Rayna sejenak ia menatap mata Rayna tanganya tidak lepas menggengam tangan Rayna.


"sayang,,abang sudah memutuskan untuk memberitahukan semuanya pada Manda hari ini, abang tidak mau kamu terus-terusan menderita sakit dan terluka abang mohon maafkan segala kesalahan abang"


"abang yakin" tanya Rayna


"ya... abang yakin hari ini abang akan mengatakannya"


Rayna tersenyum,,, "aku hanya ingin rumah tangga kita bahagia kalo abang memang memilih aku tinggalkan dia"

__ADS_1


"iya,, abang akan meninggalkanya ucap Juna"


Hari ini mau tidak mau suka tidak suka ia harus mengatakan yang sebenarnya pada Amanda cukup sudah penderitaan Rayna selama ini akibat ulahnya.


Tidak lama kemudian pintu terketuk ia melihat mama Rita bersama papa Reza datang menjenguk


"Rayna sayang kamu kenapa lagi,, kenapa kamu bisa masuk lagi rumah sakit apa karna kamu Juna"


Juna hanya menunduk ia tidak berani menjawab pertanyaan mamanya karna memang benar ia penyebab Rayna seperti ini.


"Tidak ma,,, aku kemarin pusing karna telat makan. jadi pingsan ucap Rayna'


Juna manatap ke arah Rayna" kamu benar-benar wanita ini berhati malaikat kamu tutupi aib suamimu kepada orangtuanya"


"Benar bukan karna yang lain tanya mama Rita penasaran"


"Rayna tersenyum.... " benar ma,, mama jangan khawatir


"ibu Rayna gimana keadaanya,, sudah mulai baikan?"


"alhmdlh dok,, sudah agak enakan"


"makanya jangan telat-telat makan ya juga jangan banyak pikiran semua awal penyakit itu dari pikiran Ibu harus relax santai di bantu sama suaminya ya pak.. ajak liburan biar ga stres ibunya trus ini satu lagi ibu jangan bekerja yang berat-berat karna Ginjal ibu tinggal satu sebaiknya ibu melakukan aktifitas yang tidak menguras tenaga."


Rayna terkaget rahasia yang ia simpan kenapa harus terbuka di hadapan semua orang.


"baik dok Terima kasih"


"kalo gitu saya permisi dulu.. "

__ADS_1


Setelah dokter pergi Juna langsung menayakan perihal donor ginjal


"siapa yang kamu bantu sampai rela mendonorkan ginjal kamu sendiri tanya Juna"


ia menatap istrinya tajam.


"apa kamu tahu betapa berharganya organ tubuh kita kenapa kamu dengan sukarela mendonorkanya pada orang lain, apa kamu tidak pikir akibatnya akan seperti apa? "


Rayna terdiam ia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya.


"jawab aku Rayna,, pada siapa kamu mendonorkan ginjalmu"


"mama... jawab maa Rita"


Juna tercengang mendengar pengakuan mamanya


"apa maksud mama Juna ga ngerti"


"sudahlah jangan di bahas,,, aku mohon ucap Rayna."


"juna,, Rayna mendonorkan ginjalnya untuk mama'


Juna terdiam badanya terasa lemas mendengar pengajuan dari ibunya....


" mama sudahlah,,, rengek Rayna"


"suamimu perlu tahu sayang,,, Juna inilah alasan kenapa mama ingin kamu menikahi Rayna karna pengorbanan Rayna tidak akan terbalaskan dengan apapun,, Rayna wanita yang baik dia rela menolong mama tanpa pamrih mama yang melamar Rayna untuk menikah denganmu, dia sayang keluarga kita mama Elma papa apa lagi pada kamu Rayna punya cinta yang besar pada keluarga kita Juna"


Juna tidak percaya dengan semua perkataan mamanya ia menatap Rayna...

__ADS_1


Kenapa Juna tidak tahu Rahasia besar ini kemana saja ia selama ini.


Rayna semakin tertunduk rasanya ia malu menatap juna suaminya..


__ADS_2