
Brughh... Juna ambruk jatuh ke lantai ia merasa kakinya tidak bisa menapak ketika dokter mengatakan
*jenazah bayi ibu Rayna bisa di bawa untuk di makamkan*
Sebuah kalimat yang membuat hidup Juna hancur-sehancurnya tiba-tiba pandangannya lambat laun menjadi samar dan gelap.
"Juna... " teriak mama
"tolong Juna pah,," mama menangis melihat kondisi Juna.
Rio yang berada di sekitar mereka langsung membopong tubuh besar Juna ke atas kursi panjang.
"cepat panggil dokter" perintah Elma kepada anak buahnya, tidak lama kemudian dokter pun datang ia memeriksa Juna.
"sepertinya putra anda mengalami syok berat kita harus segera pindahkan ke ruang perawatan, suster tolong siapkan kamar perawatan.
Lima jam juna tidak sadarkan diri ketika ia membuka mata ia melihat Rio ada di samping tempat tidurnya.
" sudah sadar kamu,,,mau minum? "
Juna menganggukan kepalanya, segera Rio meraih air yang ada di atas nakas.
"bagaimana perasaanmu??"tanya Rio
Juna tidak menjawab pertanyaan Rio ia kembali menyimpan gelas juna memalingkan wajahnya ke arah lain ia merasa malu berhadapan dengan Rio.
" aku tahu aku ikut andil dalam kesalahan pahaman ini tidak seharusnya aku mendekati wanita yang masih berstatus istri orang, jujur aku mencintai Rayna walau aku tahu Rayna tidak pernah sedikitpun membalas perasaanku.Mungkin karna dia tahu batasan dia masih menjadi istrimu.
Harus kamu tau Juna Selama kalian berpisah tidak seharipun Rayna tidak menyebut namamu terkadang aku muak ketika Rayna selalu memikirkan kamu,,bukankah kamu adalah laki-laki yang selalu menyakiti hatinya??Tapi kenapa dia masih mencintai kamu sebegitu besar,aku tidak tahu apa yang membuat Rayna begitu mencintai laki-laki brengsek seperti kamu.Juna andai kamu tau Rayna begitu terpukul ketika kamu mengatakan bahwa anak yang ada dalam kandungan Rayna adalah anak hasil hubungan kita aku berani bersumpah demi apapun aku tidak pernah sekalipun menyentuh tubuh istrimu walaupun aku mencintai nya tapi aku tau batasanku, sekarang tergantung dari kamu bila memang kamu mau mengakhiri pernikahanmu dengan Rayna maka jangan salahkan aku bila aku akan bersiap mengejarnya kembali pikirkan kembali kata-kataku"
Rio melihat tubuh Juna bergetar,, ia yakin Juna sedang menangisi kebodohanya,,, akhirnya ia meninggalkan Juna sendiri di kamar itu membiarkan si bodoh ini menyesali segala perbutanya.
Dua hariJuna di rawat di tempat yang sama dengan Rayna keadaanya terlihat lebih baik ia bertekad akan memperbaiki semuanya menebus semua kesalahanya terhadap Rayna.
"kamu sudah sehat sayang?? tanya mama Rita
" iya aku sudah baikan,, hari ini aku akan menebus semua kebodohanku terhadap Rayna aku tidak ingin mengulang kesalahan-kesalahan yang sama"
"mama yakin kamu bisa"
Juna kini telah kembali menjadi pria dewasa yang penuh pesona ia kembali menjadi laki-laki yang bertanggung jawab semua urusan Rayna ia ambil alih tidak ada lagi derai air mata ia ingin menjadi suami yang bisa di banggakan bertanggung jawab penuh terhadap istrinya.
__ADS_1
Juna masuk kedalam ruang ICU ia melihat tubuh rapuh Rayna di pasang selang infusan kateter denyut jantung yang terhubung ke monitorJuna juga melihat wajah Rayna yang pucat bibir kering lambat laun ia melihat perut Rayna yang rata hatinya seakan nyeri melihat buah hatinya untuk kedua kalinya pergi.
Juna memegang tangan Rayna di ciumnya tangan itu
"sayang maafkan abang,, maafkan atas semua kesalahan abang,,gara-gara abang kamu jadi seperti ini sayang tolong bangun abang rela Jika kamu membeci abang tapi mohon bangunlah"
Juna terisak sambil menciumi wajah Rayna.
Tidak lama kemudian hape Juna bergetar panggilan dari kantor.
"hallo.. "
"saya masih di Surabaya ada hal penting yang harus saya urus semua laporan kamu bisa kirim via email nanti saya remote dari sini,,,, oke saya minta selama saya belum bisa masuk kantor tolong kamu urus semuanya,,"
seminggu Rayna di rawat di ICU tapi tidak ada tanda-tanda Rayna akan sadar ia seperti putri tidur yang sedang menunggu sang pangeran cinta.
Juna tampak sibuk selain mengurus Rayna di rumah sakit ia juga sibuk dengan semua pekerjaanya laptopnya selalu setia menemaninya,,tanggung jawabnya sebagai direktur tidak bisa ia abaikan begitu saja.
"Juna kamu jangan terlalu memforsir tubuhmu nak,, jaga kesehatanmu ingat Rayna membutuhkanmu ucap mama Rita"
"iya ma.. aku hanya mengerjakan tugas-tugas penting saja, ohh ya ma aku titip Rayna sebentar aku ada urusan keluar"
*******
Keluarga Rayna datang mereka menayakn keadaan Rayna kepada mama Rita.
"bagaimana Rayna bisa seperti ini bu" ibunya Rayna tampak terkejut melihat putri kesayanganya terbaring di ruang ICU.
Mama Rita pun menceritakan semua peristiwa dari awal sampai terjadi kecelakaan itu.
Orangtua Rayna tampak kaget mendengar cerita dari mama Rita.
"Rayna kenapa jadi begini ibu kira kamu baik-baik saja"
Tangis orangtua Rayna pecah.
"maafkan anak saya bu tidak seharusnya Rayna pergi meninggalkan Juna apapun itu masalahnya padahal saya sudah menasehatinya sebelum menikah pantang bagi seorang istri pergi meninggalkan suaminya..maafkan saya bu maaf.. "
"ibu bapak tidak salah semua ini salah putra saya"
mama Rita dan ibu dari Rayna saling berpelukan menguatkan satu sama lain tidak lama kemudian Juna pun datang.
__ADS_1
"bapak ibu maaf saya tidak tahu ibu dan bapak sudah datang"
Juna meraih tangan mertuanya sikap sopan santun ini yang menjadikan orangtua Rayna percaya kalo Juna adalah laki-laki baik bagi putrinya.
"maaf kami baru datang tugas bapak di sekolah tidak bisa di tinggalakan,,, maafkan Rayna nak Juna kalo ia belum bisa menjadi istri yang soleh maafkan Rayna ucap bapak"
Juna merasa tersentuh bagaimana mungkin orangtua Rayna meminta maaf padanya padahal semua ini adalah salahnya.
Malam itu Juna tidur di samping ranjang Rayna tanganya tidak pernah melepas tangan Rayna, sesekali ia bangun melihat kondisi Rayna tiba-tiba juna merasa tangan Rayna meremas tanganya ia pun beranjak bangun ia melihat Mata Rayna sedikit demi sedikit terbuka.
"sayang kamu sudah sadar"
"eummm.. a... a..bang"
'iya sayang abang disini,,'?Juma terharu melihat Rayna kembali sadar ia segera memanggil dokter.
"bapak bisa tunggu di luar kami akan memeriksa ibu Rayna"
Juna pun beranjak keluar ia menunggu di depan pintu kamar ICU.
Mama Rita dan orangtua Rayna mereka menginap di hotel yang dekat dengan area rumah sakit kasihan bila mereka harus tidur di rumah sakit.
seketika Juna melihat dokter keluar ruangan ia segera menanyakan keadaan Rayna.
"bagaimana keadaan istri saya? "
"syukurlah istri bapak sudah melewati masa kritis kita akan segera memindahkannya ke ruang perawatan, pak Juna bisa menemuinya tapi saya harap jangan dulu di bawa bicara yang berat-berat ajaklah bicara yang ringan-tingan"
"baik dok.. terimaksih"
Betapa Juna sangat bahagia Rayna sudah sadar ia akan meminta maaf kepada Rayna atas segala yang telah terjadi...
Juna membuka pintu masuk ruang ICU ia tidak lagi melihat selang dan kabel bertebaran di tubuh Rayna yang tersisa hanya selang infus yang masih menancap di tangan kanan Rayna.
Juna berjalan ke arah Rayna sambil menatap wajah pias istrinya semakin juna mendekat air mata Rayna jatuh membasahi pipinya.
"bang juna... "
"sayang.. "
NB:sebelumnya saya ucapkan terimakaih kepada teman-teman yang sudah mendukung Karya pertama saya๐ค๐คjujur ini adalah kali pertama saya berani menulis mungkin akan banyak kesalahan dalam penulisan mohon pengertianya ya๐salam kenal buat semua... ๐๐๐๐
__ADS_1