
Juna melajukan mobilnya dengan perlahan ia begitu menikmati suasana desa yang di lewati jarak kosan Juna ke aula tempat pernikahan Nisa memakan hampir satu jam perjalanan.
"abang bawa mobil berasa di tarik becak lama banget"
"abang sengaja sayang abang lagi menikmati suasana desa yang tadi abang lalui.. jadi pengen invest disini kita bikin rumah yang menyerupai villa sesekali kita bisa mengunjunginya"
"abang lupa aku asli dari kota ini bapak punya sawah kebun empang kalo mau kita bisa milih mau ngebangun dimana,tempatnya juga ga beda jauh sama bapak" ucap Rayna dengan semangat
"itu kan milik bapak abang ingin hasil kerja keras abang sendiri biar nanti kalo abang wariskan sama anak-anak kita abang akan merasa bangga bisa membahagiakan mereka dengan kerja keras abang sendiri"
Rayna menunduk ia teringat akan kedua anaknya yang hilang sebelum lahir ke dunia ini.
Juna melirik ke arah Rayna.
"sayang... kamu kenapa?"
" aku teringat bayi-bayiku"
Juna menarik nafas dalam ia sadar ia salah telah mengingatkan Rayna akan anak-anak mereka yang telah tiada.
"abang yakin mereka pasti sangat bahagia berada di surganya Allah kita berdoa saja semoga kembali di beri kepercayaan memiliki anak"
"amin... " ucap Rauna sendu
"sudah jangan sedih lagi kita kan mau ke kondangan kita salah jalan ga sih perasaan ko ga nyampe-nyampe" keluh Juna
"ini sebentar lagi nyampe kira-kira paling 10 menitan lagi"
Akhirnya Rayna dan Juna sampai juga di aula tempat resepsi pernikahan Nisa.Terlihat Juna meregangkan otot-ototnya di luar mobil.
"aduh sayang badan abang pegel banget nyetir hampir satu jam lebih"
"kaki gitu pulangnya biar abang buang nyetir"
"memang kamu bisa bawa mobil sayang"
"bisa,, abang ga percaya"
"percaya.. ya udah yu kita masuk"
Dari depan sudah terlihat banyak orang-orang yang sama mau kondangan berbagai bentuk baju gaun gamis dan akaesoris lainya seperti ajang pamer saling unjuk kehebohan.Rayna dan Juna pun masuk ke dalam aula sambutan dari keluarga Nisa begitu hangat mengingat Juna adalah atasan Nisa di kantor.
Junablun menyalami Kedua mempelai yang notabene adalah anak buahnya.
"selamat ya Nisa semoga menjadi kelurga sakinah mawadah warohmah"
"iya sama-sama Pak,, bapak datang sendiri atau sama calon istri bapak yang kemarin datang ke kantor?"
Rayna melirik ke arah Juna.
"saya berdua dengan istri saya yang kemarin bukan iatri itu teman ini Rayna dia istri saya"
Nisa menmbelalakan matanya merasa tidak percaya.
"serius pakk... "
"iya kenapa..? "
"ahh tidak-tidak iya Pak Juna Rayna silahkan di nikmati hidanganya maaf seadanya maklum di kampung begini kalo suasana pesta pernikahan beda sama di kota"
"ahh sama aja,, kalo begitu kami permisi dulu mau menyapa teman-teman yang lain"
__ADS_1
"ohh ya pak silahkan"
Di bawah pelaminan sudah terlihat anak-anak kantor yang lain termasuk Maya sopi dan Panji.
Dengan tidak tau malunya Maya dan karyawan lain menghampiri mengerubungi Juna. Seakan Juna lah pangeran di pesta ini. Rayna pun perlahan mundur ke belakang ia tidak ingin ikut dalam rombongan Nisa.
Rayna memilih duduk sambil menikmati hidangan yang ada di depan matanya.
Melihat Rayna sendiri Panji berinisiatif menghampiri Rayna.
"sendiri aja neng abang temenin yah.. "
"terserah... " ujar Rayna ketus
"galak amat sih lagi dapet ya, eh Rayy nyumbang lagu yu buat pengantin"
"ogah ahh gw gak bisa nyanyi"
"ayolah sekali-kali nyenengin teman kalo kamu berani maju aku traktir deh makan siang selama seminggu"
"murah amat.. cuma makan siang di kafetaria aku juga masih mampu bos"
"ahh lu ga seru Rayy.. " Ucap Panji merajuk
"emang lu mau nyanyi apa sih ngarep banget pengen naik panggung"
"gw cuma mau jd pusat perhatian aja lu yang nyanyi gw yang bawain musik pake gitar, kan ga lucu gw cuma main gitar doang ga ada yang nyanyi"
"ya udah sekali aja ya"
"sipp... nah gitu dong keliatan ku temen gw bentar lu tunggu disini"
Terlihat panji sedang sibuk mengurus sesuatu di dekat sound sistem dan MC wedding.
"kepada saudari Rayna ditunggu diatas panggung" suara MC terasa menggema ke seluruh penjuru aula ia nerasa yakin kalon suaminya juga pasti akan mendengar ketika namaya di sebut.
tanpa banyak berfikir Rayna pun maju naggung malu demi Panji sahabat sejatinya yang ingin eksist jadi pusat perhatian kaum hawa.
Sorak sorai menggema ketika Rayna mulai naik ke atas panggung.
Juna melihay Rayna di atas panggung bersama Panji matanya menatap Tajam ke arah Rayna.
"ngapain si Rayna sama si panji di atas panggung mereka mau nyanyi mending kalo suaranya bagus lah kali jelek cempreng malu-makuin aja'
Maya sengaja berbicara keras di dekat Juna supaya dia juga merasa ilfeel kepada Rayna..
" tes.. tes.. satu... satu.. maaf sebelumnya minta oerhatianya saya akan mempersembahkan sebuah lagu buat seseorang ini mungkin mewakili perasaan saya selama ini" ucap Rayna sebentar ia melirik ke arah Panji...
jreng.... petikan gitar mengalun mengiringi alunan lagu yang akan di bawakan Rayna.
JIKA DIRIMU BERTANYA CINTA AKU PASTI PUNYA JIKA KAU INGINKAN HARTA AKU BISA APA
JIKA KAU INGINKAN HARTA AKU BISA APA
JIKA KAU HARAP KASIH YANG SETIA AKULAH ORANGNYA
JIKA KAU INGINKAN TAHTA AKU BISA APA
JIKA KAU INGINKAN TAHTA AKU BISA APA
*****
__ADS_1
SEKUAT-KUATNYA DIRIKU SAYANG
SEBISA-BISANYA AKU BERJUANG
JIKA BANDINGANMU DIA YANG BERUANG
KUAKUI CINTAKU TAKAN MENANG
KU HANYA BISA JANJIKAN YANG INDAH
DIA DATANG MEMBAWA SEGALANYA
SEBESAR APAPUN CINTA YANG KUPUNYA
KAU KAN TETAP MEMILIH DIA
AKU BISA APA
AKU BISA APA...
Rayna menyanyi dengan penuh penghayatan suaranya yang merdu seakan membawa orang-orang ikut larut dalam isi lagu tersebut.
Di bawah Juna menatap Rayna dengan tajam pandanganya seakan hanya fokus pada Rayna
Rayna menyanyikan lagu itu seakan dia sedang mencurahkan perasaanya selama ini.
Juna bagai terhipnotis tubuhnya diam membeku matanya terasa nanar dan basah.
"pak Juna kenapa?? maya mencoba menyadarkan pandangan Juna.
" aku tidak apa-apa"ucapnya singkat
Juna melihat Rayna sudah turun dari panggung dari kejauhan ia melihat Rayna sedang menikmati hidangan di atas mejanya bersama panji dan sopi.
Juna lalu bergegas meninggalkan kerumunan anak buahnya ia segara menghampiri Rayna.
"sayang... " panggilnya.
Rayna sopi dan panji melirik ke arah Juna.
Tanpa aba-aba Juna menarik tangan Rayna menuju belakang gedung.Disana Juna memeluk erat Rayna.
Dia menciumi seluruh wajah Rayna.Berkali-kali Juna mendekap tubuh Rayna.
"sayang... maafin abang, abang janji tidak akan pernah mengulang kesalahan yang sama abang sayang kamu abang sangat mencintai kamu"
Tanpa mereka sadari Sopi Panji Maya dan anak buah yang lain menyaksikan adegan Juna memeluk Rayna. Mereka terdiam tidak percaya bukankah Juna sudah memiliki calon istri lalu kenapa ia memeluk Rayna.
Hati Maya begitu panas menyaksikan Juna dan Rayna saling berpelukan.
"pak Juna"teriak Maya ia sudah tidak tahan melihat adegan Romantis sepasang suami istri itu.
" bukankah bapak sudah punya calon istri tapi kenap masih mau sama wanita gatel ini, kamu Rayna wajah aja yang polos sok anggun tapi hati busuk, kamu tahu bukan kalo Pak Juna sudah punya calon istri kenapa kamu masih menggodanya dasar penggoda ga tau malu"
Melihat istrinya di hina Juna berteriak kencang
"hentikan Maya, apa urusanmu mencampuri urusanku siapa kamu tidak ada hak berkomentar tentang hidup aku maupun Rayna,asal kalian semua tahu Rayna camellia larasati adalah istri sah saya secara hukum dan agama.Pernikahan kami sudah berlangsung hampir satu tahun saya yang mengejar Rayna sampi kesini sayang mengejar-ngejat cinta Rayna.
Dia bukan wanita rendah seperti yang kamu ucapkan.
Permisi.. Juna pun pergi berlalu bersama Ryna.
__ADS_1
NB:jangan lupa like koment dan votenya ya temen2 semua... love u all🥰🥰🥰