
"sayang.... " Juna mengejar Rayna yang berlalu pergi keluar dari kamarnya.Juna melihat Rayna sedang duduk di teras belakang rumahnya.
"sayang, abang minta maaf, abang tahu abang salah seharusnya abang bertanya sama kamu bukan malah mengasumsikan sendiri abang minta maaf"
Rayna tampak tidak bergeming pandanganya lurus kedepan ia benar-benar kecewa terhadap Juna bagaimana bisa Juna bisa percaya begitu saja pada Manda tanpa bertanya padanya tanpa mendengarkan penjelasanya sampe Juna tega mendiamkan dirinya berhari-hari.
"sayang... " tampak wajah Juna yang memelas meminta maaf pada Rayna.
"aku lelah bang benar-benar lelah, mau sampai kapan dia masuk dalam rumah tangga kita, jika abang lebih percaya dia silahkan" bentak Rayna
"aku harus mengerti abang seperti apa lagi belum cukupkah selama ini aku mengalah membiarkan hati aku selalu terluka dengan kehadiranya dan sekarang dengan alasan pekerjaan Manda kembali masuk dan dekat dengan abang hahh!! pernahkah abang memikirkan bagaimana perasaan aku, mau sampai kapan bang sampai kapan,!!!berkali-kali abang minta maaf berkali aku memaafkan tapi jika pada akhirnya harus seperti ini terus aku capek bang aku hanya wanita biasa punya rasa punya hati punya batas kesabaran"
Rayna menarik napas dalam kekesalanya kepada Juna benar-benar sudah menguras tenaganya Rayna maupun Juna sama-sama terdiam.
Hingga beberapa saat mereka terdiam tiba-tiba ponsel Juna berdering.
"hallo... " tampak Juna mengerutkan dahinya sesekali ia melirik ke arah Rayna.
"baik,,,,sebentar lagi aku ke kantor siapakan saja berkas untuk meeting hari ini"
Juna pun menutup sambungan telephonenya.
"sayang abang harus kembali ke kantor ada meeting.. "
Karna merasa tidak ada tanggapan dari Rayna Juna lalu pergi meninggalkan Rayna sendiri di teras.
Rayna menghembuskan napasnya berulang kali Rayna merasa sesak di dadanya karna luapan emosi sudah tidak bisa ia tahan.
Setibanya di kantor Juna segera masuk ke ruangan meeting hampir 2 jam Juna meeting bersama para staf kantornya.Setelah selesai Juna kembali ke ruanganya ia duduk di kursi kebesaranya otaknya benar-benar pusing sesekali ia memijit pangkal hidungnya Juna merasa kurang enak badan sepertinya ia merasakan demam.
Pukul 19.00 mobil Juna sudah terpakir di depan rumahnya Rayna melihat Juna keluar dari mobil dengan tubuh yang sempoyongan dengan cepat Rayna keluar rumah dan menahan tubuh Juna yang hampir ambruk.Ia memegang badan Juna yang terasa panas.
"abang pusing... " ucap Juna sambil merangkul bahu Rayna.Setelah sampai kamar Rayna merebahkan Juna di atas kasur ia membuka sepatu kemeja dan celana suaminya setelah itu Rayna mengelap tubuh suaminya dengan air hangat dan mengganti bajunya dengan kaos dan celana traning.Rayna memegang dahi Juna yang terasa panas lalu ia pun mengopresnya dengan handuk basah.Tidak lama kemudian Rayna keluar kamar ia menyiapkan makan dan minum untuk suaminya serta obat penurun panas. Tidak lama kemudian Rayna kembali ke kamar dengan membawa nampan berisi satu piring nasi air minum dan obat.
"abang bangun dulu makan lalu minum obat biar turun panasnya"
Merasa tidak ada pergerakan dari Juna ia lalu mengusap lembut wajah Juna, dan kembali membangunkan Juna.
"abang bangun dulu.. makan"
"ehmmm... kepala abang pusing banget" keluh Juna
"iya.. tapi makan dulu terus minum obat biar ga terlalu pusing aku suapin ya"
Rayna lalu menumpuk bantal di belakang tubuh Juna ia membantu Juna untuk menyenderkan tubuhnya dengan telaten Rayna menyuapi Juna.
"udah abang kenyang.. " ucap Juna sambil mendorong sendok yang akan masuk ke dalam mulutnya.
Rayna pun lalu memberikan minum dan obat kepada Juna setelah di rasa cukup Juna kembali membaringkan tubuhnya di kasur.
Waktu sudah menunjukan pukul 01.00 malam Rayna memegang dahi suaminya
__ADS_1
"sudah mulai hangat"kembali ia membasuh handuk yang sudah kering ke dalam air dan Rayna tempelkan lagi di kening suaminya, Rayna melakukan itu semalaman sambil duduk di kursi sebelah kasur suaminya.Sampai tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 06.00.
Saat Juna membuka mata ia melihat Rayna yang tertidur pulas di kursi sambil memegang tangan Juna.
Hatinya begitu tersentuh melihat istrinya begitu memperhatikan dirinya.
"maaf kamu jadi kelelahan gara-gara mengurus abang semalaman kamu memang istri terbaik yang aku miliki sayang" batin Juna.
Juna melihat jam sudah pukul 06.10 menit ia tahu pasti Rayna kesiangan ia belum sholat subuh lalu ia pun berusaha membangunkan Rayna.
"sayang,,, udah jam 6 kamu belum sholat subuh"
"hemmm... "
"udah jam 6 kamu belum subuh"
"aku udah sholat subuh tadi jam lima kurang waktu abang masih tidur, aku baru tidur setengah enam pagi"
dengan suara serak khas orang bangun tidur.
"abang mau sarapan bentar aku buatkan dulu" di saat Rayna akan beranjak berdiri dari kursi tangan Juna menarik tubuh Rayna.
"udah kamu istirahat aja abang sudah agak baikan kenapa tidur di kursi kenapa ga di kasur sebelah abang apa masih marah sama abang?"
"bukan gitu semalaman aku kan mengompres abang takutnya kalo aku naik turun kasur tidur abang jadi keganggu"
"Ohh.. ya udah sini tidur disini sebelah abang biar bi ipah yang bikin sarapan kamu istirahat aja lagian abang belum mau makan apa-apa"
"ya udah sini"
Rayna akhirnya naik ke atas kasur ia lalu merebahkan dirinya bersama Juna tanpa menunggu lama Rayna pun akhirnya tertidur dengan memeluk tubuh Juna dan menjadikan lengan Juna sebagai bantalnya.Juna pun melakukan hal yang sama ia memeluk erat Rayna sambil sesekali mencium rambut istrinya itu.
Juna merasakan kasih sayang yang begitu besar kepada Rayna begitupun sebaliknya ia merasakan kasih sayang Rayna yang begitu besar kepadanya walaupun di antara mereka sering terjadi pertengkaran tapi Juna merasakan cintanya untuk Rayna begitu besar dan dalam.
Tidak terasa waktu sudah menujukan pukul 11.00 Rayna meraba di sampingnya tidak ada Juna ia pun membuka mata menelisik ke sekitar ruangan kamarnya mungkin Juna sedang di luar tidak mungkin dia pergi bekerja.Di rasa sudah kumpul semua nyawannya Rayna pun beranjak ke kamar mandi. 15 menit kemudian terlihat Rayna keluar kamar saat keluar samar Rayna mendengar suara wanita di ruang tamu.
"bi ada siapa di depan? tanya Rayna kepada bi ipah yang sedang berada di dapur.
" mungkin temen mas Juna neng bibi juga ga tau baru 15 menit yang lalu datangnya"
Rayna pun segera melihat siapa tamu yang datang ke rumahnya degg... Manda.
"Juna maaf kalo aku lancang datang ke rumah kamu kata asisten kamu sakit aku khawatir kamu tidak apa-apa kan"
"aku baik-baik saja, kamu tidak perlu berlebihan seperti ini aku sudah ada yang mengurus ISTRIKU.. "
"maaf,, aku hanya khawatir saja tidak ada maksud apa-apa"
"ehmmm..... " Rayna sengaja bersuara mengisyaratkan akan kehadiranya.
"sayang udah bangun.. sini duduk" ujar Juna sambil menepuk sofa kosong di sebelahnya.
__ADS_1
"Hai Manda udah lama? "
"baru 15 menit yang lalu, tadi pagi aku ke kantor Juna mendengar dia sakit jadi langsung kesini maaf ya"
"Ohh ga apa-apa terimakasih sudah mau menjenguk kesini,sebentar saya bikin minum dulu"
"udah biar sama bi ipah aja... kamu duduk aja disini semalaman kamu ga tidur ngurus abang nanti capek"
ucap Juna sambil mengelus tangan Rayna.
Manda yang menyaksikan kemesraam Juna dan Rayna seketika membuang muka.
"ehmm udah siang juga aku harus segera balik ke kantor cepet sembuh ya Jun,, jangan lama-lama sakitnya kita masih banyak kerjaan yang harus di selesaikan"
"ya terimaksih... sayang tolong anter Manda kedepan abang pusing mau tidur lagi"
"ehh.. ahhh iya mari aku antar sampai depan"
Akhirnya Manda pun pergi dari rumah mereka. Ketika Rayna masuk rumah ia melihat Juna sedang merebahkan diri di sofa ruang TV.
"katanya pusing mau tidur kenapa malah nonton TV"
"alasan aja sayang..."
"gimana seneng di tengok mantan? "sindir Rayna kepada Juna
"kamu tuh kalo ngomong seenaknya aja, siapa juga yang seneng biasa aja ga ngaruh apa-apa"
"ga ngaruh kalo depan aku kalo di belakang mah gatau abang kan lebih percaya dia daripada aku" ucap Rayna sambil melengos pergi. Seketika Juna mengejar Rayna.
Ia langsung menarik tangan Rayna ke kamar.
"udah ga usah di bahas sekarang abang ingin di temani kamu rebahan di kamar sambil memeluk kamu seharian ini tapi kalo bisa sambil di pijat apalagi plus-plus di jamin abang cepet sembuh udah satu minggu lebih abang ga kamu kasih jatah"
"suruh siapa ngediamin aku ya aku mah happy-happy aja ga ditanya abang ga ada yang minta jatah malam minta pijit plus-plus pokoknya merdeka hidup aku di jutekin abang cuma sedihnya kalo aku mau apa-apa harus pergi sendiri biasa nitip sama abang ini harus pergi sendiri jadi repot aja"
"iya maaf,, yukk mumpung abang lagi libur kita mendaki gunung dulu udah lama ga olahraga siang"
"halah.. giliran mau olahraga semangat bukanya lagi sakit"
"udah jangan banyak protes toh nanti kamu kamun juga akan merasakan kenikmtanya"
"apaan sihh rese banget ngomongnya... "
Dua jam kemudian tampak Rayna tertidur dengan memeluk Juna rasa lelah karna harus mengikuti keinginan Juna yang sudah satu minggu ini tidak mendapatkan jatah malam.Tampak Juna membelai wajah Rayna.
"terimaksih sayang sudah mau bertahan dengan abang sampai kapanpun hati abang tidak akan berubah kamu tetap ratu di hatiku" ucapnya sambil mencium kepala Rayna.
##########
🍂happy reading all.. jangan lupa dukunganya ya kakak🤗🤗🤗
__ADS_1