GERHANA CINTA

GERHANA CINTA
keinginan berpisah


__ADS_3

Minggu pagi ini di saat orang-orang sibuk berakhir pekan dengan keluarga menikmati waktu santai tapi berbeda dengan Juna dan Rayna,kebisuan Rayna membuat Juna menjadi salah tingkah.Seperti saat ini di meja makan tidak ada candaan ataupun tegur sapa seperti biasa. Rayna menutup mulutnya rapat-rapat.


Tiba-tiba HP Juna berdering di lihatnya panggilan dari Manda.Rayna terlihat seperti acuh tidak memperdulikanya.


"Hallo... "


Sesaat Juna melirik ke arah istrinya,,,


"Baik,,, iya,,,, iya,, "


Rayna seakan menulikan telinganya membutakan matanya ia diam membisu.


"Sayang,,, abang mau keluar sebentar ucap Juna hati-hati"


Tidak ada jawaban sama sekali, Rayna malah beranjak pergi ke dapur membereskan piring-piring kotor.Ia tahu siapa yang akan di temui suaminya. Manda.


Melihat Rayna yang bersikap acuh membuat Juna menjadi serba salah, ia ingin segera mengakhiri cinta segitiga ini tapi bukan sekarang waktunya. Manda wanita yang baik, ia wanita yang pernah ada dalam hatinya selama bertahun-tahun tidak semudah itu Juna harus mengecewakanya.Batin Juna seakan rapuh ia tidak tahu harus bagaimana terjebak dalam dua cinta wanita yang sama-sama ia cintai.


"Sayang abang pergi dulu" Juna pun pergi meninggalkan Rayna sendiri di rumah.


Rayna terduduk lemas di sofa hatinya benar-benar sakit, ternyata Juna lebih mengutamakan bertemu dengan Manda daripada menemaninya di rumah.


Seharian ini Rayna hanya diam dirumah menonton TV sesekali ia melihat handponenya, tidak ada pesan ataupun tlp dari Juna.Waktu sudah menunjukan pukul 18.00 sore, seharian ini Juna benar-benar menghabiskan waktu bersama Manda.


Rayna pun beranjak ke kamarnya untuk melaksanakan sholat magrib, tidak lama kemudian terdengar suara mobil Juna tiba di depan rumahnya.


ketika Juna masuk kamar ia melihat Rayna baru selesai melaksanakan sholat,ia pun bergegas membersihkan diri untuk melaksanakan sholat magrib.


Rayna sengaja menunggu Juna di sofa kamarnya ia ingin membicarakan kelanjutan rumah tangganya.Setelah sholat Juna beranjak duduk mendekati Rayna.


"Sayang,,, maaf abang pulang telat"

__ADS_1


Rayna hanya tersenyum sinis


"Menghabiskan waktu seharian dengan Manda?" tanya Rayna.


Juna tidak menjawab seakan ia membenarkan apa yang di tanyakan Rayna.


Rayna menghela napas panjang.


"Abang aku tahu meninggalkan dia mungkin suatu kemustahilan,melihat bagaimana abang begitu merindukan dia memeluk erat dia di depan mata aku sendiri,seakan abang lupa ada aku disana.Seharian ini abang rela meninggalkan aku sendiri di rumah demi bisa menemani Manda.Aku tidak akan menagih semua janji abang, aku tahu hati abang masih terlalu berat untuk meninggalkanya maka dari itu mari kita berpisah saja. Aku tidak bisa terus-terusan merasakan sakit hati aku tidak bahagia hidup seperti ini terus."


Bagai tersambar petir ketika ia mendengar keinginan Rayna, berpisah!!!Bagaimana mungkin ia bisa berpisah dengan Rayna.Terlihat mata Juna yang memerah menahan segala rasa, bukan hanya Rayna dirinya pun sama-sama terluka terjebak dalam cinta segitiga ini.


"Apa yang kamu katakan sayang" Juna mencengkram tangan Rayna.


"Sampai matipun aku tidak akan melepaskanmu" ucap Juna


"Kalo begitu tinggalkan dia"ucap Rayna


"Apa abang masih mencintainya? tanya Rayna"


Juna tidak menjawab ya atau tidak bukan cinta yang dia pikirkan tapi ia hanya tidak ingin melukai hati manda sekarang.


"Abang tidak jawab, aku anggap abang masih mencintainya, mari kita berpisah saja, abang kembali pada Manda dan aku bisa hidup tenang"


" Rayna,, bentak Juna"Tidakah kamu bisa mengerti posisi aku disini,tidakah kamu tahu akupun sakit akupun terluka aku tidak ingin menyakiti kalian berdua kamu ataupun Manda. aku harus bagaimana Rayna"


Rayna terkaget selama pernikahannya tidak pernah sekalipun Juna memanggil langsung namanya tapi kali ini,


"Kenapa abang tanya aku, itu semua jawabanya ada di hati abang coba abang pikirkan siapa yang akan abang pilih aku atau dia?bila abang pilih aku tinggalkan dia kalo abang pilih dia aku yang pergi,aku tidak ingin hidup dengan suami yang masih mencintai wanita lain abang tahu sesakit apa perasaanku, aku manusia bukan batu yang tidak punya hati"bentak Rayna.


"Sayang,,,tolong beri abang waktu untuk mengatakan semuanya pada Manda" ujar Juna lirih.

__ADS_1


Rayna tidak menanggapi perkataan Juna ia beranjak membereskan bajunya dari dalam lemari dan memasukanya ke dalam koper.Juna yang melihat istrinya membereskan bajunya segera beranjak mendekati Rayna.


"Apa yang kamu lakukan sayang"


"lepaskan,, Rayna menepis tangan Juna"


Juna pun akhirnya melempar koper Rayna baju Rayna pun berserakan di lantai.


Rayna menatap tajam ke arah Juna tidak lama ia pun terjatuh duduk di lantai.Tangisnya benar-benar pecah.


"Haruskah sesakit ini untuk menjadi istrimu bang mau sampai kapan aku seperti ini"lirih Rayna di sela isak tangisnya.


" Junapun ikut berjongkok ia peluk istrinya dengan penuh rasa sayang"


"Maafkan abang sayang,, abang tidak bermaksud menyakiti hati kamu abang hanya tidak ingin kamu pergi dari hidup abang, abang cuma minta waktu sebentar saja, sampai pada waktu yang tepat abang akan bicara pada Manda tentang pernikahan kita"


"Tapi aku tidak tahan,, aku benar-benar tidak tahan"


"Bersabarlah sebentar saja,"


Di belainya rambut Rayna ia usap air mata Rayna dengan ibu jarinya,sesekali Juna mengecup kepala Rayna. Hatinya ikut perih melihat istrinya tertekan seperti ini.


Juna pun menggedong Rayna ke atas kasur,ia rebahkan tubuh Rayna tak lupa ia mencium seluruh wajah Rayna.Juna melihat betapa tersiksanya batin Rayna atas perbuatanya.Juna pun memeluk erat tubuh Rayna.


"Maafkan abang sayang"


Rayna hanya terdiam beberapa menit kemudian setelah suasana menjadi hening Rayna merasakan kantuk dia pun tertidur dalam pelukan Juna.


Juna melihat istrinya yang sudah tertidur,,,


Pikiranya melayang merangkai kata maaf buat seseorang.

__ADS_1


"Manda maafkan aku, aku tidak bisa meninggalkan istriku terlalu banyak pengorbanan yang dia lakukan untuku,walau hanya baru beberapa bulan aku menjadi suaminya tapi rasa sayangku padanya melebihi rasa sayangku padamu,rasa cintaku padanya melebihi rasa cintaku kepadamu aku tidak bisa hidup tanpa dia aku harap kamu akan menemukan seseorang yang lebih mencintaimu daripada aku" batin Juna.


__ADS_2